NovelToon NovelToon
SANTRI MBELING

SANTRI MBELING

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Masalah Pertumbuhan / Spiritual / Bad Boy / Teen / Slice of Life / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: ANGWARUL MUJAHADAH

Novel Santri Mbeling ini mengisahkan kehidupan beberapa santri yang mbeling atau bandel atau santri nakal suka iseng, yang tinggal di pondok pesantren di era tahun 1980 hingga tahun 2020.

Kisah seorang santri nakal yang suatu saat menjadi hamba - hamba kekasih Tuhan atau wali - wali-Nya Allah.

Namanya Panji, adalah pemuda dari keluarga kaya raya di Kota Surabaya. Setelah menucuri motor sepeda balap, dia kabur ke pesantren, karena takut pulang di marahi keluarganya dan di buru polisi.

Novel ini juga mengisahkan suka duka seorang santri yang mencari ilmu di lingkungan pondok pesantren yang penuh dengan aturan yang ketat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANGWARUL MUJAHADAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PANJI BERTEMU PAK SAMSON

"Baiklah Mas," jawab Ruli kemudian menuju warung.

Tak lama kemudian, Panji dan Ruli duduk di kursi samping warung menikmati sarapan.

Setelah menghabiskan sarapan dan lagi asik menikmati teh hangat... Panji di kejutkan oleh suara orang gila yang lewat.

"Hai! Aku minta makan," kata orang gila kepada Ruli.

"Duduk sebelah sini, jangan dekat - dekat," kata Ruli,

"Duduk manis, aku pesankan sarapan nasi uduk."

"Mas... Ganteng banget, imut - imut," kata orang gila,

"Siapa Mas ini namanya?"

"Panji Pak, Bapak siapa namanya?!"

"Namaku Samson Buaya," jawab orang gila sambil tertawa,

"Mas Mas... Istrinya cantik sekali, tetapi galak banget kayak 11, hahaha."

"Apa itu Pak 11," tanya Panji penasaran.

"11 itu yang mengonggong guk, guk, guk," jawab Samson sambil tertawa.

Orang - orang yang sedang sarapan mendengar Samson menyebut angka 11, salah satu orang berkata,

"Kode Alam... Pasang yang banyak!"

"Siapa sih Buk orang gila itu?!!" tanya Ruli ke penjual nasi sambil antri.

"Oh itu namanya Samson Neng, dia orang gila yang suka mondar - mandir di depan pasar," kata penjual nasi,

"Dia orang gila baru, katanya sih bukan orang sini, orang Pandeglang."

"Oh gitu ya Buk, tampangnya serem banget, rambut panjang gimbal, wajahnya kotor semua, bajunya bau sekali," ujar Ruli.

"Iya gitulah Neng, namanya juga orang gila," kata penjual nasi kemudian menyodorkan piring.

"Ini Pak nasinya dan ini teh nya," kata Ruli kemudian meletakkan makanan di meja.

"Aku mau makan dekat Mas ini saja, dia orang baik dan sabar, dan banyak uangnya," kata orang gila lalu berdiri kemudian duduk di samping Panji.

"Ruli, kamu sebelah sini," kata Panji.

Samson si orang gila tadi makan dengan sangat cepat dan lahap, dalam sekejab sepiring nasi dan segelas teh langsung habis.

"Mas, minta makan lagi," kata Samson kepada Panji,

"Lauknya daging ya? Daging nya 3 sambil menunjukkan 3 jari,

"Kan Mas nya uangnya banyak."

"Buk, minta makan lagi, beri daging rendang 3 potong," ujar Ruli,

"Teh nya satu lagi."

"Pak Samson kok tau kalau uang saya banyak," tanya Panji penasaran.

"Taulah Mas! Kan baunya terdengar hahaha," ucap orang gila sambil tertawa.

"Bau kok terdengar!!!" gumam Ruli sambil menyembunyikan tawa di punggung Panji,

"Bisa, bisa diriku ikut gila Mas."

"Ini Pak nasinya," kata ibu warung lalu meletakkan di meja di hadapan Samson.

"Ini, ini... Baru namanya makanan lezat, gratis lagi," ujar Samson,

"Gusti Allah itu Maha Asik loh Mas."

"Asiknya Gusti Allah itu yang bagaimana Pak Samson!!!" tanya Panji penasaran sambil tersenyum.

"Buktinya aku di kasih makan ikan daging besar - besar lagi, hahaha," jawab Samson orang gila,

"Mas nya juga di kasih Allah uang banyak, hingga Mas bisa makan enak, tidur nyenyak punya istri cantik lagi.

Itukan hidupnya Mas sangat Asik? Jadi... Allah itu Maha Asik hahaha.

Kalau Allah gak Asik... Gak mungkin aku dan kamu juga orang - orang itu bisa sarapan dengan nikmat dan kenyang."

"Buruan di makan Pak, kalau masih lapar nambah lagi," sahut Ruli yang duduk di belakang Panji.

"Eeh... Non cantik... Untung kamu punya suami ganteng, baik hati dan banyak uangnya kaya Mas ini," kata Samson,

"Kalau tidak punya suami kayak Mas ini... Kamu bagaikan daun berguguran di tertimpa angin, jatuh di tanah entah sebelah mana, lambat laun hancur lebur di hentakkan oleh waktu yang terus berjalan di antara heningnya alam.

Tetapi... Kalian tidak berjodoh, sebentar lagi akan bercerai, berpisah dan yang tersisa hanyalah rasa rindu yang lara," kata Samson kemudian melahap makanannya.

"Hemmm... Kayak penyair saja nieh orang gila," kata Ruli sambi tertawa di punggung Panji.

***

Setelah menghabiskan sarapan... Samson berkata kepada Panji,

"Mas... Terimakasih ya, di kasih makan. Saya doakan Mas menjadi wali Allah...

Bismillahirrohmanirrohim

Ya Allah yang Maha Asik

Aku mohon kepada Mu duhai Dzat yang meng-Asikkan setiap hati.

Dengan sedekahnya dua piring nasi dan dua gelas teh yang aku nikmati ini... Maka, masukkan-Lah Mas ini dalam golongan orang - orang pilihan Mu.

Dengan ke iklasannya yang memenuhi ruang hatinya... Jadikan-Lah Mas ini Insanul Kamil.

Dan... Dengan keberkahan dan kebesaran guru -gurunya... Semoga Mas ini Engkau jadikan kekasih Mu.

Semoga alam semesta meridhoi setiap hembusan Nnfasnya, dan semoga Mas ini selalu dalam bimbingan orang - orang khos.

Aamiin..."

"Aamiin, amiin... Aamiin," ucap Panji.

"Pak Samson! Istriku ini gak di doakan sekalian," canda Panji.

"Audzu billa

Bismil Lauhaulah

Duhai Dzat yang Maha Selingkuh... Lepaskan-Lah duka dan lara si Mbak ini.

Jadikanlah rumah barunya penuh berkah, berikan kesuksesan usahanya.

Jadikan-Lah dia ahli sujud dan ahli istiqfar.

Gerakkan-Lah setiap hati untuk selalu mencintainya.

Dan semoga hidup sejahtera penuh berkah.

Aamiin..."

"Aamiin, amiin... Aamiin," ucap Panji.

"Aku pergi dulu Mas," ujar Samson.

"Pak, tunggu!!" sahut Panji,

"Maksud nya Gusti Allah Maha Selingkuh itu yang bagaimana..?"

"Allah itu banyak pacarnya, kayak kamu, juga banyak pacarnya," jawab samson kemudian pergi berlalu

"Hemmm... Ber-Doa asal nyeplos saja hahaha," ujar Ruli tertawa di bahu Panji,

"Dasar orang gila! Ayoo Mas balik ke losmen... Mas Panji istirahat tidur. Aku mau pulang sebentar sekalian mampir belanja di pasar."

"Baiklah Ruli," jawab Panji kemudian melangkah kan kaki,

"Ruli... Seandainya aku gila kayak Pak Samson tadi, apakah kamu masih mau berteman dengan ku..? Apa kamu mau mengandeng lengan ku seperti saat ini kamu mengandeng lengan ku?"

Mendengar pertanyaan aneh dari Panji... Ruli sangat terkejut, lalu menghentikan langkah kakinya,

"Mas Panji... Walau aku dan kamu hanya sebatas teman, percayalah, jika kamu gila, aku akan selalu merawatmu.

Walau kamu pergi jauh dan tak pernah kembali lagi kepadaku, aku tetap mencintai mu sampai akhir hidup ku."

Setelah sampai di depan losmen... Seorang satpam menyapa,

"Selamat Pagi Pak Panji."

"Selamat Pagi juga Pak," jawab Panji.

"Oh Iya, Pak Panji di tunggu tamu rumah makan meja nomer 7," kata Pak satpam.

"Oh iya Pak, terimakasih," jawab Panji,

"Ruli, kamu pulang dulu ya, aku ada tamu."

"Siap Bos," jawab Ruli kemudian pergi.

"Selamat Pagi Pak," ucap Panji.

"Selamat Pagi juga... Apakah Mas ini Panji dari Surabaya?" tanya Tamu.

"Benar Pak, saya Panji. Ada keperluan apa ya Pak."

"Saya dari kantor cabang kontraktor Serang yang berpusat di Jakarta. Saya di perintahkan langsung oleh Bos Hong Shi, untuk mengerjakan renovasi rumah dan membangun toko milik Mas apanji. Kami hanya membutuhkan tanda tangan saja Mas, agar proyek bisa secepatnya di kerjakan," ujar tamu.

"Oh iya Pak," jawab Panji kemudian menandatangani berkas,

"Kira - kira berapa hari selesainya?"

"Kami tadi Pagi sudah surve model bangunan dan kondisi tanahnya. Dari hasil survey... Pekerjaan nya selesai dalam waktu 10 harian Pak, bahkan bisa 7 hari, plus bangunan toko sederhana dan gudang sederhana samping rumah.

Perintah Bos Besar harus di kebut dan secepatnya harus selesai," jawab tamu,

"Kalau begitu saya permisi dulu Mas. Selamat Pagi."

"Selamat Pagi juga Pak," jawab Panji kemudian pergi ke kamarnya.

Setelah masuk kamar tanpa mengunci pintunya... Panji langsung merebahkan badannya, dan tak lama tertidur.

Waktu terus berlalu, Siang pun datang, namun Panji masih tertidur nyenyak.

Siang itu... Mobil Honda Civic milik Bela memasuki halaman parkir losmen. Setelah parkir, Bela keluar mobil lalu berjalan sambil membawa bingkisan menuju kamar Panji

Tok tok tok...!

"Assalamualaikum..."

"Kemana kang Panji ini..? Pintu tidak di kunci, lebih baik masuk saja," kata Bela kemudian masuk kamar,

"Hemmm... Masih tidur, pantes saja gak ada jawaban."

***

Setelah melepas jilbabnya, Bela duduk di samping ranjang lalu memijit kaki Panji,

"Kang... Gak bangun, gak solat duhur?!!"

"Eeh... Kmu Bela," ujar Panji sambil menggeliat,

"Jam berapa sekarang?"

"Jam 12 lebih," jawab Bela,

"Ayoo bangun, ini aku bawain pisang goreng sama roti juga sarung dan baju kokoh."

"Baiklah, aku mandi dulu, tolong kamu telpon ya... Pesankan kopi, sekalian kamu mau pesan apa," kata Panji kemudian bergegas mandi.

Selesai mandi, Panji dan Bela solat Dzuhur berjamaah.

Tak lama kemudian... Panji dan Bela duduk santai di kursi teras depan kamar.

"Alhamdulillah kang, Bela buka toko baju di kota Serang.

Dan sekarang masih mau merintis buka rumah makan," ucap Bela.

"Apa kamu gak sekolah? Kok bisnis baju dan rumah makan," tanya Panji.

"Tetap sekolah, kan ada karyawan yang jaga toko, jadi sepulang sekolah aku pergi ke toko," kata Bela.

"Banyak juga ya uang kamu," kata Panji.

"Iya, di kasih Ayah modal, dan sebagian pinjam Bank dengan bunga lunak," kata Bela.

"Emang kamu dari mana? Kok gak sekolah," tanya Panji.

"Dari sekolah langsung mampir sini, habis ini Bela mau ke toko," ujar Bela,

"Ini masih pakai seragam sekolah."

"Aku mau bareng ya? Numpang ke desa Pelamun," kata Panji.

"Emang mau ke pondok Meteor Garden? Kok ke desa Pelamun," tanya Bela.

"Aku ingin main saja," kata Panji kemudian masuk kamar mengambil uang saku,

"Ayoo Bela."

"Kamu pakai sarung dan kaos gini aja? Gak ganti celana," tanya Bela.

"Iya, pakai sarung aja," jawab Panji.

"Bentar ya kang, Bela pakai jilbab dulu. Ayoo."

Tak lama kemudian mobil Bela meluncur ke arah kota sSrang, setelah mamasuki desa Pelamun, Panji berkata,

"Udah turun sini saja," kemudian mobil perlahan menepi.

"Kang, salim dulu aku," kata Bela kemudian menjabat tangan Panji lalu mencium telapak tangannya.

"Aku jalan dulu ya kang, Assalamualaikum," ujar Bela kemudian mobilnya berlalu.

"Waalaikumsalam," jawab Panji.

"Tumben Bela salim cium tangan, gak seperti biasanya.

Aneh... Itu anak," gumam Panji kemudian menyebrang jalan raya.

Setelah berjalan beberapa menit, sampailah di halaman rumah Nyai Sa'adah,

"Assalamualaikum Nek."

"Waalaikumsalam Gus," jawab Nyai Sa'adah kemudian keluar dari dalam rumah gubuk,

"Eeeh... Gus Panji, ayo silahkan masuk, kebetulan Nenek masak enak."

Sambil duduk di ruang tamu, Panji bertanya,

"Kakek Jabat kemana Nek?!! Kok gak kelihatan."

"Kakek sedang bepergian Gus," jawab Nyai Sa'adah,

"Gus, ayo makan dulu, di dapur, Nenek bikinkan kopi dulu."

"Baiklah Nek," ujar Panji kemudian masuk ke dapur lalu duduk di kursi meja makan.

Sambil menikmati makan Siang... Panji berkata dalam hati,

"Nenek Sa'adah ini kok aneh ya..? Setiap aku main di rumahnya, tidak pernah ketemu Kakek Jabat suaminya.

Setiap aku makan di rumah ini..? Menunya sangat istimewa, seperti masakan di lestoran, padahal di dapurnya Nenek ini hampir tidak ada peralatan masak?

Rumah ini sangat nyaman dan sejuk kayak ada Ac nya. Apa yang aku minta... Selalu di kasih. Yang lebih aneh... Nenek ini bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Hemmm... Nenek segala tahu."

"Sudah Nek, makannya," ujar Panji kemudian minum air putih.

"Ini Gus, kopi hitam kesukaan mu," ujar Nyai Sa'adah sambil meletakkan secangkir kopi di meja makan, kemudian duduk,

"Nanti malam mulai tarawih Gus. Apa Gus Panji besok puasa?"

"Panji mau ikut puasa Nek, biar tahu gimana rasanya puasa Ramadhan itu," kata Panji kemudian menyulut rokok,

"Nek, mengapa orang islam itu harus puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan?"

"Puasa Ramadhan itu adalah penyucian jiwa Gus, juga untuk melebur dosa selama setahun," jawab Nyai Sa'adah,

"Itu salah satu spiritual dalam ajaran ilmu syariat.

Orang yang beragama Islam... Tidak harus puasa Ramadhan walau hukumnya wajib.

Puasa Ramadhan itu hanya untuk orang yang mampu menjalankan saja."

"Maksudnya mampu itu gimana Nek," tanya Panji.

"Mampu itu luas penafsirannya,

-Mampu raganya, sehat, tidak sakit.

-Dewasa orangnya, cukup umur untuk berpuasa, atau baliq.

-Mampu ilmu-nya, kalau tidak tahu ilmunya... Puasa itu tidak sah atau tidak sempurna. Maksud ilmunya itu... Harus mengetahui tata cara dan adab dalam berpuasa, agar tidak sia - sia, dan hanya mendapatkan lapar dan haus.

-Mampu iman-nya, maksudnya, keyakinan nya harus kuat. Hati tidak boleh berbuat maksiat, hati harus selalu ingat kepada Allah.

Kalau iman tidak mampu... Maka, puasanya hanya mendapatkan gaya dan tidak ada Nilainya."

"Jadi... Seperti Panji itu tidak wajib puasa ya Nek."

"Kalau di lihat dari segi kemampuan... Gus Panji tidak wajib puasa Ramadhan," jawab Nyai Sa'adah,

"Tetapi... Lebih baik puasa untuk belajar melatih diri dan jiwa, siapa tahu tahun depan kamu benar - benar mampu."

"Lalu... Untuk apa orang puasa harus melaksanakan solat Tarawih Nek," tanya Panji.

"Solat Tarawih itu, untuk penyempurna puasa saja Gus," kata nyai Sa'adah,

"Tidak sempurna puasa seseorang di bulan Ramadhan... Kalau dia tidak menjalankan solat Tarawih. Walau dia tidak melakukan solat Tarawih 1x saja, tidak sempurna puasanya.

Jika puasa kita sempurna... Maka, kita akan suci seperti bayi yang baru lahir. Fitroh lahir batin. Di situlah kita hidup mulai awal, tanpa dosa, dan malaikat membuka buku putih lembaran baru."

"Nek, tadi Pagi, Panji bertemu dengan orang gila, dia minta makan juga mendoakan Panji dan Ruli temanku.

Apa Nenek tahu..? Dia itu gila beneran apa tidak? Di bilang gila... Baju dan gayanya persis orang gila? Di bilang tidak gila... Dia kok tahu uang Panji banyak, dan dia bisa berdoa dan bilang Allah Maha Selingkuh."

"Dia adalah wali wilayah Barat Gus, dia bernama Syeh Hamdan Al bantanny. Dia di kenal sebagai orang gila dengan nama Samson. Syeh Hamdan itu salah satu wali yang menjadi paku buminya Jawa Barat," jawab Nyai Sa'adah.

"Di mana rumah Pak Samson itu nek," tanya Panji penasaran.

"Syeh Hamdan berdomisili di kabupaten Pandeglang. Rumahnya persis di belakang pasar," kata Nyai Sa'adah,

"Tetapi... Dia sangat sulit untuk di jumpai, hanya orang yang dia kehendaki yang bisa bertemu dengannya.

Apa Gus Panji mau sowan ke rumah Syeh Hamdan?"

"Ngapain Nek sowan ke Syeh Hamdan? Panji tidak ada kepentingan."

"Sowan saja Gus, gak apa - apa," ujar Nyai Sa'adah,

"Mintalah barokah doa darinya."

1
Hamidun Ar Rohman
amalannya sama seperti yg di ajarkan abah guru sekumpul di sujud terakhir
Hamidun Ar Rohman: ihdinasshirotol mustaqim
total 1 replies
Faris Arjunanurhidayat
assalamualaikum guss
Boutque Sofia
Luar biasa
Agen One: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Nina Maryanie
ni author nya cowo pasti...suka dragon ball
zahrotun nafi'ah zahrotun nafi'ah
asli mana gus
Ferry Irawan
masih penasaran huruf G itu apa maknanya
Adi Darmawan
اجب
Jabur 123
bagus juga cerita nya dilanjut,,menambah ilmu dan wawasan
Eddy
kudu manut ne karo wali Allah...
Ilham Pratama2011
Kecewa
Ilham Pratama2011
Buruk
ACHMAD GOZALI
La njut
ACHMAD GOZALI
Jossss
ACHMAD GOZALI
Mulai dalam nih gus
ACHMAD GOZALI
Jooosss ya.... Gus m tanya apakah kita tdk boleh belajar ilmu goib..
ACHMAD GOZALI
Lanjut gussss
ACHMAD GOZALI
Masya allah
ACHMAD GOZALI
Sangat bagus ceritanya kaya akan ilmu pengetahuan dan kebaikan.
ACHMAD GOZALI
Mantapppp
ACHMAD GOZALI
Lanjut panji
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!