NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Suamiku

Identitas Tersembunyi Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Komedi / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:75
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.

Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PETUALANGAN KE KAMPUNG HALAMAN

Beberapa minggu setelah mereka resmi menjadi pasangan, Safa mengajak Riki untuk mengunjungi kampung halamannya yang terletak sekitar dua jam dari kota.

Dia ingin memperkenalkan Riki pada keluarga besarnya yang tinggal di sana dan juga ingin menunjukkan kepada Riki tempat dia tumbuh besar.

"Aku sangat ingin kamu melihat kampung halamanku sayang," ucap Safa satu malam saat mereka sedang makan bersama. "Di sana kamu bisa melihat bagaimana kehidupan pedesaan yang sederhana tapi penuh kehangatan."

Riki merasa sangat senang dan langsung menyetujui usul tersebut. "Tentu saja mau sayang! Aku juga ingin mengenal keluarga besar kamu dan melihat tempat yang membuat kamu jadi orang yang baik hati seperti sekarang."

Pada hari yang dijanjikan, mereka berangkat dengan naik bus lokal yang penuh dengan penumpang.

Riki yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi merasa sangat menikmati pengalaman baru ini – dia bisa melihat pemandangan indah di sepanjang jalan dan merasakan suasana yang berbeda dari kehidupan kota yang sibuk.

Ketika mereka sampai di kampung halaman Safa, mereka disambut dengan sangat hangat oleh keluarga besarnya – mulai dari kakek-nenek, pamannya, bek, pamannya, bibi, hingga sepupu-sepupu Safa yang banyak berdatangan.

Riki dengan senang hati menyambut mereka semua dan memberikan oleh-oleh kecil yang dia bawa dari kota.

"Salam kenal semua, aku Riki – pacar Safa," ucap Riki dengan senyum ramah. "Terima kasih sudah menerima aku dengan tangan terbuka."

"Kamu anak yang baik ya Riki," ucap Kakek Safa dengan suara yang lembut tapi penuh kasih sayang. "Safa sering cerita tentangmu. Kami sangat senang bisa bertemu denganmu."

Selama tinggal di kampung halaman, Riki belajar banyak hal baru yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.

Safa mengajaknya bekerja di sawah – mulai dari menyiangi rumput liar, menyiram tanaman padi, hingga membantu memanen jagung yang sudah matang.

Awalnya Riki sangat tidak terbiasa dengan pekerjaan fisik yang berat ini. Dia sering merasa lelah dan bahkan pernah tersandung pada akar pohon sehingga jatuh ke dalam genangan air di sawah.

"Ha ha ha! Kamu belum terbiasa ya sayang?" tanya Safa dengan tertawa melihat Riki yang sedang mencoba membersihkan lumpur dari bajunya.

"Ya sedikit memang," jawab Riki dengan tersenyum malu. "Tapi aku senang bisa belajar hal baru dari kamu sayang. Ini sangat berbeda dengan kehidupan yang aku jalani di kota."

Selain bekerja di sawah, Riki juga belajar memasak makanan tradisional kampung bersama nenek Safa.

Dia belajar cara membuat gado-gado dengan bumbu yang dibuat sendiri, cara mengolah ikan sungai menjadi makanan yang lezat, dan cara membuat kue tradisional dari tepung beras.

"Makanan yang kamu buat sudah cukup enak ya Riki," ucap Nenek Safa dengan senyum puas setelah mencicipi hidangan yang dibuat Riki. "Cukup sedikit saja bumbunya agar tidak terlalu pedas."

Riki merasa sangat bangga mendengar pujian dari nenek Safa. Dia semakin menyadari bahwa kehidupan pedesaan yang sederhana ini memiliki keindahan dan kehangatan tersendiri yang sulit ditemukan di kota.

Pada malam hari, seluruh keluarga berkumpul di halaman rumah nenek Safa untuk makan malam bersama.

Mereka makan dengan menggunakan daun pisang sebagai alas makan dan menggunakan tangan untuk mengambil makanan – sesuatu yang baru bagi Riki tapi dia dengan senang hati mengikutinya.

Mereka berbagi cerita lucu tentang masa kecil Safa, tentang kehidupan di kampung, dan tentang harapan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

Riki juga cerita tentang kehidupan di kota dan tentang impiannya untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

"Aku sangat kagum dengan kamu Riki," ucap Paman Safa yang bekerja sebagai petani. "Banyak orang kota yang merasa lebih baik dari kita yang tinggal di kampung, tapi kamu berbeda. Kamu mau belajar dan menghargai kehidupan kita."

Riki mengangguk dengan senyum. "Saya merasa sangat beruntung bisa datang ke sini dan belajar banyak hal dari semua orang. Hidup di kampung memang sederhana tapi penuh dengan kebahagiaan dan kehangatan keluarga yang sulit ditemukan di kota."

Pada malam terakhir mereka tinggal di kampung halaman, Safa mengajak Riki berjalan-jalan ke tepi sungai yang tenang.

Mereka duduk di atas batu besar sambil menikmati pemandangan bulan yang terpantul di permukaan air sungai.

"Aku sangat senang kamu bisa datang ke kampung halamanku sayang," ucap Safa dengan suara lembut. "Keluargaku sangat menyukaimu dan mereka bilang kamu cocok untukku."

Riki mengambil tangan Safa dan melihatnya dengan mata yang penuh cinta. "Aku juga sangat senang bisa berada di sini denganmu sayang.

Keluarga kamu adalah keluarga yang luar biasa dan aku merasa sangat diterima dengan baik oleh mereka semua."

Mereka tetap berada di sana selama beberapa waktu, menikmati keheningan malam dan rasa kedekatan yang semakin erat antara mereka berdua.

Riki merasa bahwa pengalaman ini telah membuat hubungan mereka semakin kuat dan dia semakin menyadari betapa besar cintanya pada Safa.

Pada hari berikutnya, mereka harus kembali ke kota. Seluruh keluarga mengantar mereka sampai di halte bus dengan penuh rasa sayonara.

Mereka memberikan banyak makanan tradisional kampung untuk dibawa pulang dan berdoa agar Riki dan Safa selalu bahagia bersama.

"Sampai jumpa lagi ya semua," ucap Riki dengan senyum hangat. "Aku pasti akan datang lagi mengunjungi kalian semua."

Setelah bus berangkat, Riki dan Safa duduk berdampingan sambil melihat pemandangan kampung yang semakin jauh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!