NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

"Uncle." Jasmine memegang tangan Aiden membuatnya menatap Jasmine dengan penuh kehangatan.

"Uncle maukah Uncle menikah dengan Mommy dan menjadi Daddy aku."

Deg

Aiden membeku di tempatnya mendengar penuturan Jasmine yang terlihat penuh harap dengan tatapan polosnya.

Di ambang pintu, Catherine pun membeku mendengar penuturan Jasmine. Ia sudah sejak lama berdiri di sana dan mendengarkan ucapan Jasmine.

"Bagaimana Uncle?" tanya Mine.

Aiden tersenyum kecil. "Akan Uncle pertimbangkan," jawab Aiden.

"Mommy aku cantik kok, dia juga sangat baik. Om gak akan nyesel deh punya istri kayak Mommy," seru Mine.

Catherine tersenyum mendengarnya. 'Ck, anak ini malah mempromosikanku.' Batin Catherine.

"Mommy tuh hanya sibuk. Dia jarang ada waktu buat Mine. Jadi kalau ada Uncle, aku gak akan kesepian lagi dan Mommy gak akan bekerja terus." Mine begitu polos hingga mampu membuat Aiden tersenyum ironis.

Catherine memilih mundur perlahan dan bersembunyi di balik dinding di dekat pintu. Ia menyandarkan punggungnya ke dinding. Ia merasa sedih mendengar ucapan Mine. Memang benar selama ini Catherine selalu sibuk dengan pekerjaannya dan waktunya bersama Mine begitu terbatas.

Catherine kaget saat melihat Aiden keluar dari ruangan. Tatapan mereka bertemu dan terpaut satu sama lainnya.

"Mine sudah tidur," seru Aiden yang di angguki Catherine.

Mungkin Catherine terlalu sibuk dengan pikirannya hingga tidak sadar kalau Mine sudah tertidur.

"Aiden. Aku ingin bicara," ucap Catherine.

"Baiklah. Kita bicara di taman," ucap Aiden.

Mereka berdua berjalan menuju taman yang berada tak jauh dari ruangan Mine. Mereka mengambil duduk di kursi taman saling berdampingan.

"Aiden, kenapa kamu tidak mengatakan sejujurnya pada Mine kalau kamu adalah Daddy kandungnya," seru Catherine.

"Aku tidak ingin membuatnya syok. Dia baru saja bangun. Aku akan mengatakannya secara perlahan nanti setelah dia keluar dari rumah sakit."

Catherine mengangguk paham. "Aku akan memberikanmu kesempatan untuk semakin dekat dengannya," seru Catherine walau ada sisi di hatinya yang sakit.

"Cath, maaf karena membuatmu sulit selama 5 tahun ini," seru Aiden.

"Tidak Aiden, jangan meminta maaf. Semuanya sudah di takdirkan untuk kita. Aku tidak menyesali semua itu. Apalagi lahirnya Jasmine mampu memberi cahaya untuk kehidupanku. Aku bahagia telah melahirkan seorang malaikat kecil," ucap Catherine.

"Dia memang seorang malaikat kecil," seru Aiden.

"Mmmm... Aiden, mengenai yang di bicarakan Mine tadi-"

"Aku sudah memikirkanya. Aku akan menikahi kamu, Cath."

Deg

Catherine menoleh ke arah Aiden yang juga tengah menatapnya. Tatapan mereka bertemu satu sama lain.

"Maaf Aiden, tapi aku tidak bisa menerimanya," seru Catherine membuat Aiden mengernyitkan dahinya.

"Cath-"

"Aku bukan boneka, aku punya perasaan. Dan aku tidak ingin hidup berdampingan dengan seseorang yang bahkan tidak memahami perasaannya sendiri. Aku memang mencintaimu, tapi aku tidak butuh belas kasihan darimu."

Catherine beranjak dari duduknya dan berdiri memunggungi Aiden.

"Seperti yang kamu bilang, aku tidak boleh menjual kebahagiaanku. Maka aku akan melakukannya, aku ingin hidup bahagia," ucap Catherine diam-diam air matanya luruh membasahi pipinya.

Ia sengaja memunggungi Aiden supaya Aiden tidak melihat air mata yang jatuh di pipinya.

"Sudah cukup rasa sakit yang aku rasakan. Jangan mengasihaniku lagi," ucapnya dengan suara yang bergetar. Catherine menatap ke atas untuk menahan air matanya yang tak urungnya berhenti.

"Mengenai Jasmine, tanpa kita menikah pun, kita bedua bisa mengurusnya bersama-sama. Aku tidak akan melarang kamu menengok Jasmine dan membawanya menginap di tempatmu."

Aiden termenung menatap punggung Catherine di depannya.

"Aku sudah selesai bicara. Aku akan pergi, mungkin nanti malam aku akan kembali melihat Jasmine."

Catherine pun beranjak pergi meninggalkan Aiden seorang diri.

'Kenapa? Kenapa dadaku rasanya sangat sakit,' batin Aiden memeggang dadanya sendiri.

***

Aiden duduk termenung dalam ruangan Jasmine. Mine masih terlelap dalam tidurnya. Ia memikirkan kata-kata Catherine tadi.

Catherine bilang mencintainya, tetapi dia menolak utuk menikah dengannya. Dan kenapa hatinya sangat sakit saat mendengar penolakan dari Catherine.

Apa dirinya memang sudah mencintai Catherine?

***

Catherine memasuki club malam dan tatapannya tertuju pada Evelyn yang terlihat meneguk minuman di gelasnya.

"Eve?" seru Catherine.

Evelyn menoleh ke arahnya.

"Pergi kau! Jangan ganggu aku!" usir Evelyn.

"Eve, kamu kenapa?" tanya Catherine.

Tidak biasanya Evelyn mabuk berat seperti ini. Evelyn bahkan tidak kuat minum, ia akan mabuk setelah meminum dua gelas.

Tadi seseorang di club ini yang juga Catherine kenal menghubunginya dan mengatakan kalau Evelyn mabuk berat.

"Catherine," seruan itu membuatnya menoleh.

"Alan, kamu di sini?" tanya Catherine.

"Ya, tadi Evelyn menghubungiku. Kenapa dia bisa sampai mabuk begini," seru Alan saat melihat Evelyn sudah menunduk dan menyandarkan kepalanya di lengannya di atas meja bartender.

"Kita bawa dia pulang," ucap Alan yang di angguki Catherine.

***

Sinar matahari perlahan menerobos masuk ke celah jendela kamar membuat sang empu mengerjapkan matanya berkali-kali.

Evelyn baru saja terbangun dan ia menatap sekeliling seraya beranjak dari tidurnya.

"Ini di kamar apartementku. Bagaimana mana aku bisa kesini," gumamnya. "Seingatku semalam aku berada di clum." Evelyn memejamkan matanya beberapa saat untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya.

"Kamu sudah bangun?" seruan itu membuatnya menoleh pada seseorang yang baru saja masuk dengan membawa nampan berisi segelas air.

"Minumlah obat ini, pusingmu akan segera mereda," ucapnya yang kini duduk di sisi ranjang seraya menyerahkan satu butir obat ke arah Evelyn.

Tanpa kata Evelyn menerima obat itu dan meminum airnya.

"Catherine, kenapa kamu ada di sini? Bagaimana dengan Mina?" tanya Evelyn.

"Mine ada yang menemaninya. Setelah ini aku akan kembali ke rumah sakit," ucap Catherine.

Evelyn memalingkan pandangannya ke arah lain dan merenung.

"Eve," panggil Catherine membuat Evelyn menoleh ke arahnya.

"Kenapa kamu minum? Bukankah kamu tidak bisa minum," serunya.

"Aku hanya sedang ingin saja," jawab Evelyn membuat Catherine menghela nafasnya.

"Evelyn, apa pria yang waktu itu kamu ceritakan adalah Aiden? Aiden yang merupakan Ayah biologis Mine?"

Deg

Mata Evelyn membelalak lebar mendengar penuturan Catherine.

"Emm a-apa yang kamu katakan, Cath," seru Evelyn memalingkan pandangannya ke arah lain.

"Sejak semalam kamu menyebutkan namanya terus. Dan kamu mabuk setelah aku memberitahumu mengenai Aiden."

Evelyn terdiam, ia tidak tau harus mengatakan apa.

"Maafkan aku Cath. Tetapi aku memang mencintai Aidenmu," gumam Evelyn menundukkan kepalanya.

Catherine memejamkan matanya sesaat menyingkirkan rasa sesak di dadanya. Sebenarnya ia berharap Evelyn mencintai Aiden lain ternyata takdir memang begitu kejam hingga menjebak mereka berdua.

"Eve, kenapa harus minta maaf. Kamu tidak tau bahwa dia ayah biologis Mine." Seru Catherine menarik dagu Evelyn yang menangis dan menatap Catherine.

"Kamu jangan putus asa. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya, walaupun dia ayah biologi dari Mine. Kamu masih bisa memperjuangkan cintamu," seru Catherine menekan sesak di dadanya.

"Tapi bukankah kamu juga mencintainya," ucap Evelyn.

"Iya. Tapi kamu tau bukan, dia selalu menolakku. Saat ini keterikatan kami hanya Jasmine. Jadi kamu bisa bersamanya tanpa merasa telah mengkhianatiku," seru Catherine.

"Cath," Evelyn sangatlah terharu mendengar seruan Catherine barusan.

Evelyn memeluk tubuh Catherine. "Terima kasih."

Catherine memejamkan matanya dan berusaha menekan sesak di dadanya. Ia berharap Aiden tidak menolak Evelyn.

*** 

TBC...

23-04-2020

Marhaban Ya Ramadhan. 

Mohon Maaf lahir dan Batin All...

Selamat menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan :D

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!