NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Zoom 5x dan Black Card Sakti

Raka mengenali wajah imut itu. Itu Sindy Aurelia, streamer yang semalam dia sawer 30 Juta Rupiah. Dan di sampingnya, berdiri seorang cowok kurus dengan kemeja kotak-kotak yang tampak gelisah. Itu Gilang, sahabatnya.

"Oke, target terkunci. Ternyata Gilang nggak bohong, temennya emang spek bidadari."

Raka menyimpan HP barunya, mengambil sisa kantong plastik berisi kue sus "gagal" dari iBox tadi, lalu berjalan mendekat dengan gaya santai.

|Depan Social House - Grand Indonesia|

Gilang sedang sibuk merapikan rambutnya saat melihat Raka berjalan mendekat.

"Woy! Sultan Asrama dateng juga akhirnya!" seru Gilang heboh, langsung menarik tangan pacarnya.

"Kenalin nih, Raka. Temen gue dari orok. Manusia paling santuy se-kecamatan."

Raka tersenyum, menyalami mereka satu per satu. "Halo, gue Raka."

Gilang mulai memperkenalkan rombongannya. "Ini cewek gue, Lia. Anak LSPR."

Lia, gadis dengan makeup full dan tas branded di lengan, menatap Raka dari atas ke bawah. Dia melihat penampilan Raka yang santai tapi rapi. Not bad, pikirnya.

"Hai, Raka. Gilang sering cerita soal lo," kata Lia dengan senyum sopan.

"Dan ini dua temen kost gue," lanjut Lia. "Ini Hani, dan ini Sindy."

Hani, gadis berkacamata, mengangguk sopan.

Dan Sindy... Sindy menatap Raka dengan mata bulatnya yang berbinar. Sindy memberikan senyum mautnya—senyum yang sama yang dia pakai di live stream, plus kedipan mata nakal.

"Halo, Kak Raka," sapa Sindy ramah.

Raka membalas senyum itu. Matanya sekilas melakukan scan cepat ke arah dada Sindy. Hmmm, memang 36C. Sistem nggak pernah bohong.

"Halo, Sindy. Salam kenal," jawab Raka.

"Eh, Ka. Lo bawa apaan tuh di kresek? Gorengan?" tanya Gilang, menunjuk kantong plastik putih di tangan Raka yang agak merusak pemandangan outfit mahalnya.

"Oh, ini. Kue sus," Raka membuka kantongnya. Isinya tinggal dua butir kue sus yang bentuknya bantet dan agak gosong. "Tadi dikasih orang pas beli HP. Enak loh. Mau?"

Raka menyodorkan kantong itu ke arah Gilang.

Gilang tertawa. "Dasar lo, ke Grand Indonesia bawa makanan beginian. Sini gue coba." Gilang mengambil satu.

Raka lalu menawarkan sisanya ke para gadis. "Kalian mau? Tinggal satu nih."

Lia langsung mundur selangkah, wajahnya sedikit jijik. "Ew, nggak deh. Bentuknya aneh banget. Gosong gitu. Kita kan mau makan cantik, masa nyemil gituan di lobi mall?"

Hani juga menggeleng sopan.

Tapi Sindy... Sindy justru menatap kue itu dengan penasaran. Perut mahasiswinya yang selalu lapar bergejolak. Dia mengambil kue itu.

"Boleh deh, Kak. Sayang kalau dibuang," kata Sindy polos. "Makasih ya Kak Raka."

Sindy menggigit kue sus itu.

Krak! Crooot...

Krim vla vanilla meledak di mulutnya. Mata Sindy langsung berbinar-binar. "Wuaah! Enak banget! Ada isinya ternyata!"

"Tuh kan, lo sih nolak," ledek Raka pada Lia. "Sindy pinter, tau barang bagus."

Sindy tersenyum bangga dengan mulut penuh krim.

"Oke, appetizer udah," kata Gilang sambil menelan kunyahannya. "Sekarang Main Course. Kita mau makan di mana nih? Cewek-cewek minta Gyu-Kaku (All You Can Eat)."

Lia mengangguk. "Iya, lagi pengen daging bakar-bakaran."

Gilang menoleh ke Raka, memberi kode mata: Dompet gue aman nggak nih kalau AYCE?

Raka mengabaikan kode itu. Dia melihat ke arah Sindy yang belepotan krim.

"AYCE? Bau asap nanti bajunya," kata Raka santai. "Gimana kalau kita cari yang lebih proper? Gue lagi pengen makan di The Langham."

Hening.

Gilang melongo. "Langham? Hotel Langham yang di SCBD itu?"

"Iya. Tom's by Tom Aikens. Katanya steak-nya enak," jawab Raka datar. "Gue yang traktir. Itung-itung syukuran HP baru."

Mata semua orang berbinar. Makan di hotel bintang lima gratis? Siapa yang nolak?

"Gas!" seru Gilang. "Rezeki anak soleh!"

|Lobi The Langham Jakarta - SCBD|

Setelah perjalanan singkat, mereka berkumpul kembali di lobi mewah The Langham.

Baru saja mereka hendak menuju resepsionis, sebuah suara memanggil.

"Loh? Gilang?"

Mereka menoleh. Sekelompok anak muda berpakaian branded dari ujung rambut sampai kaki sedang berdiri di dekat meja resepsionis.

Pemimpinnya adalah seorang cowok dengan rambut klimis dan jam tangan Rolex (palsu/KW super, menurut radar Raka). Itu Randy, teman kampus Gilang yang terkenal sok tajir.

"Eh, Randy? Lo di sini juga?" sapa Gilang kaget.

"Yoi. Biasa, makan siang sama anak-anak," jawab Randy angkuh sambil melirik Sindy dan Lia dengan tatapan menilai. "Kalian mau makan di sini juga? Kebetulan banget. Gabung aja sama kita, gue yang traktir. Biar rame."

Randy mencoba pamer kekayaan di depan cewek-cewek cantik.

Gilang terlihat ragu. "Wah, makasih Ran. Tapi gue bawa temen nih..." Gilang menunjuk Raka.

Randy menatap Raka sekilas. Penampilan Raka santai, kaos polo dan celana chino. Tidak terlihat merek mencolok, jadi Randy menganggap remeh.

"Yaudah ajak aja temen lo. Gue traktir sekalian," kata Randy sombong.

Raka hanya tersenyum tipis. "Boleh. Rezeki nggak boleh ditolak."

Randy kemudian berjalan ke meja resepsionis dengan gaya bos. Dia menepuk meja marmer itu.

"Mbak, saya mau booking satu Private Room yang besar. Buat 8 orang."

Resepsionis cantik itu tersenyum sopan. "Selamat siang, Pak. Apakah sudah ada reservasi sebelumnya?"

"Belum. Saya walk-in," jawab Randy enteng. "Saya sering ke sini kok."

Resepsionis mengecek komputer. Wajahnya menyesal. "Mohon maaf sekali, Pak. Untuk hari ini, restoran kami Full Booked. Semua meja dan Private Room sudah terisi penuh."

"Hah? Penuh?" Randy kaget. "Masa nggak ada satu pun yang kosong? Saya member Gold loh di sini."

"Maaf, Pak. Memang sedang ramai. Kalau Bapak mau, bisa menunggu di lobi sekitar 2 jam, atau makan di buffet lantai bawah."

Wajah Randy langsung merah padam. Malu bukan main. Sudah kadung sombong mau mentraktir di Private Room, ternyata ditolak karena penuh. Makan di lobi? Harga dirinya mau ditaruh di mana?

Teman-teman Randy mulai bisik-bisik canggung. Lia dan Sindy juga terlihat kecewa.

"Yah... gagal deh makan cantik," keluh Lia.

"Sialan, penuh segala," gerutu Randy, mencoba menyelamatkan muka. "Yaudah Lang, kita cari tempat lain aja yuk. Di sini pelayanannya kureng."

|DING!| |Misi Terpicu: CRITICAL CASHBACK!| |Kondisi: Mentraktir orang yang meremehkan Tuan Rumah + Makan bersama Calon "Anak".| |Reward Multiplier: 10X (Sepuluh Kali Lipat)!|

Raka tercengang melihat notifikasi sistem. hmmm.... mernarik...

Saat rombongan itu hendak berbalik pergi dengan kecewa, Raka melangkah maju.

"Tunggu sebentar," kata Raka tenang.

Dia berjalan ke meja resepsionis, berdiri di samping Randy yang masih ngomel.

"Mbak," panggil Raka pelan.

"Iya, Pak? Seperti yang saya jelaskan tadi, kami penuh..."

Raka tidak menjawab. Dia hanya merogoh saku celananya. Dia mengeluarkan sebuah kartu logam berwarna hitam pekat dengan aksen emas di pinggirnya.

[The Langham - Infinite Black Membership]

Raka meletakkan kartu itu di atas meja marmer dengan bunyi ting yang nyaring.

"Saya butuh meja. Sekarang."

Resepsionis itu melihat kartu tersebut. Matanya terbelalak lebar. Wajah profesionalnya langsung berubah menjadi ekspresi panik bercampur hormat yang luar biasa. Dia tahu betul kartu apa itu. Kartu yang hanya dipegang oleh Owner dan segelintir VVIP terpilih (seperti Pak Haji Herman).

Dia langsung berdiri tegak, membungkuk 90 derajat.

"A-astaga! Mohon maaf, Bapak! Saya tidak mengenali Bapak!" suaranya bergetar. Dia langsung menekan tombol telepon darurat. "Panggil Pak Manajer Lobi! Ada pemegang Black Card Infinite di meja depan! Cepat!"

Dalam hitungan detik, seorang pria paruh baya dengan jas rapi berlari tergopoh-gopoh dari arah kantor belakang.

"Selamat siang! Selamat siang!" Manajer itu membungkuk berkali-kali di depan Raka. "Saya Rudi, Manajer Lobi yang bertugas. Kehormatan bagi kami melayani pemegang kartu Infinite. Apakah ini kartu Bapak?"

"Iya. Tadi katanya penuh?" tanya Raka santai.

"Oh, untuk Bapak tidak ada kata penuh!" jawab Manajer itu tegas, keringat dingin mengucur. "Kami selalu mengosongkan Grand Private Suite di lantai teratas khusus untuk pemegang kartu ini. Pemandangan terbaik, pelayan pribadi. Apakah Bapak ingin menggunakannya sekarang?"

"Boleh. Siapin buat 8 orang," kata Raka sambil melirik Randy.

"Siap laksanakan! Mari, Pak, lewat lift prioritas."

Suasana di lobi hening seketika. Randy dan teman-temannya yang tadi sombong, kini mulutnya menganga lebar. Kartu apa itu? Kenapa Manajer sampai lari-lari?

Gilang menepuk jidatnya. "Gila... Sakti beneran temen gue."

Sindy menatap punggung Raka dengan tatapan yang semakin kagum. Jantungnya berdegup kencang. Aura ini... bener-bener mirip Papi Sultan...

Raka menoleh ke arah rombongan yang masih bengong.

"Ayo, Guys. Katanya mau makan? Keburu dingin lift-nya," ajak Raka santai.

Mereka pun berjalan masuk ke lift berlapis emas itu, meninggalkan rasa malu Randy yang tertinggal di lantai lobi.

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
rani: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
rani: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
rani: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
rani
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
rani: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
rani: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!