NovelToon NovelToon
Ternyata, Bukan Figuran

Ternyata, Bukan Figuran

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Kencan Online / Cintapertama / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Julius Randle Seorang Laki-laki yang Memiliki aura yang mampu membekukan ruangan, namun seketika mencair hanya oleh senyum satu wanita.
Jane Mommartre, Seorang Gadis Yang menganggap dirinya Hanya Figuran Dan Hanya Debu yang tidak Terlihat Dimata Julius Randle, Dengan segala kekaguman dari jarak Tiga Meter, Dia Sudah menyukai Julius Randle Sejak Lama.
Dibalik Layar seorang Mr A dan Ms J sebagai pelengkap, yang ternyata Mr A adalan Julius Yang Tak tersentuh, Dan Ms J adalah Jane Si gadis Tekstil.
Cinta mereka tumbuh di antara jalinan Kerja sama Tekstil. Julius yang kaku perlahan mencair oleh Jane si Ms J, menciptakan momen-momen manis yang puncaknya terjadi di malam penuh kenangan.
Kekuatan cinta mereka diuji oleh manipulasi kejam Victoria Randle, Yang merupakan ibu Dari Julius Randle . Fitnah mendorong ibu, pesan singkat palsu, hingga tuduhan perselingkuhan membuat Julius buta oleh amarah. Jane diusir dalam keadaan hancur, membawa rahasia besar di Rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masuk ke Kapal Pesiar

Pelabuhan pagi itu tampak berkilauan diterpa sinar matahari, namun pemandangan yang paling menyita perhatian adalah rombongan Geng Somplak yang berjalan menuju dermaga privat. Di tengah-tengah mereka, Julius Randle berjalan dengan langkah tenang namun sangat posesif.

Satu tangannya melingkar erat di pinggang Jane, sementara tangan lainnya sesekali menumpu beban tubuh gadis itu. Jane berjalan dengan sangat hati-hati, wajahnya menunduk malu setiap kali langkahnya terasa goyah.

"Pelan-pelan, sayang," bisik Julius dengan suara rendah yang sengaja diperdengarkan ke telinga Jane, namun cukup keras untuk membuat Henry yang berjalan di belakang mereka terpingkal.

"Aduh, aduh! Hati-hati ya Jane, jalannya emang agak licin... atau mungkin otot kakinya masih kaget karena gempa bumi semalam?" goda Henry sambil bersiul nakal.

"Diam kau, Hen! Kasihan Jane, mukanya udah kayak kepiting rebus gitu," sahut Patrick, meski ia sendiri menahan tawa. "Tapi serius Jules, lo beneran nggak kasih dia ampun ya? Sampai jalan aja harus dipapah gitu."

Saat mereka hampir mencapai jembatan menuju kapal pesiar, sebuah suara menghentikan langkah mereka.

"Jane? Jane?"

Seorang pria jangkung dengan pakaian nautical yang elegan berdiri tak jauh dari mereka. Wajahnya tampan dengan aura bangsawan lama. "Ini benar-benar kamu? Ingat aku? Sebastian, dari SMA Internasional dulu."

Jane tersentak. Ingatannya kembali ke masa sekolah, cinta monyet yang sempat mewarnai hari-harinya sebelum ia pindah ke jalur beasiswa tekstil. "Sebastian? Oh, hai... lama tidak bertemu."

Suasana mendadak menjadi sangat dingin. Bukan karena angin laut, melainkan karena aura yang dipancarkan Julius. Julius, yang biasanya tidak peduli pada orang asing, tiba-tiba menatap Sebastian seolah pria itu adalah ancaman nasional.

Sesuatu yang aneh terjadi. Julius yang selama ini membenci pamer kekayaan atau kemesraan di depan publik, tiba-tiba berubah total. Ia menarik Jane lebih rapat ke dadanya hingga tidak ada jarak sedikit pun.

"Siapa dia, Jane?" tanya Julius dengan nada yang sangat posesif, matanya menatap tajam ke arah Sebastian tanpa berkedip.

"Dia teman SMA-ku dulu, Julius. Sebastian," jawab Jane gugup.

Sebastian tersenyum sopan, mencoba menjabat tangan Julius. "Senang bertemu denganmu. Aku tidak menyangka Jane sekarang bersama..."

Sebelum Sebastian menyelesaikan kalimatnya, Julius sengaja tidak menyambut jabatan tangan itu. Ia justru menunduk dan mencium pelipis Jane dengan sangat lama di hadapan Sebastian, pengawal pelabuhan, dan orang-orang yang lewat.

"Aku suaminya dalam segala hal kecuali di atas kertas untuk saat ini," ucap Julius dengan nada arogan yang mematikan. "Dan seperti yang kau lihat, wanitaku sedang sedikit lelah karena kami merayakan sesuatu yang sangat intim semalaman. Jadi, kami harus segera naik ke kapal milikku."

Julius kemudian memberi kode pada pengawalnya untuk menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalan. Ia bahkan sengaja merogoh kunci mobil mewah yang ia serahkan pada petugas pelabuhan, memamerkan logo Randle Group yang prestisius.

Masuk ke Kapal Pesiar...

"Gila! Julius cemburu!" bisik Lucia pada Clark sambil tertawa kecil. "Gue nggak pernah liat dia secacat ini cuma gara-gara cowok dari masa lalu Jane."

"Efek malam pertama itu dahsyat, Lucia. Dia ngerasa udah punya hak milik 100%," jawab Clark sambil menggelengkan kepala.

Begitu sampai di dek kapal, Julius langsung menggendong Jane ala bridal style karena merasa langkah Jane semakin berat (dan karena ia ingin menunjukkan pada Sebastian yang masih melihat dari jauh bahwa Jane adalah miliknya sepenuhnya).

"Julius, kau memalukan! Kenapa kau pamer begitu?" bisik Jane sambil menyembunyikan wajah di leher Julius.

"Biar dia tahu, Jane," gumam Julius sambil menaiki tangga kapal. "Apapun yang pernah terjadi di SMA dulu, itu sejarah kuno. Di masa depanmu, hanya ada aku. Dan kalau kau masih belum bisa berjalan, itu artinya aku harus memastikan kau hanya tetap di dalam kabinku selama pelayaran ini."

Henry yang mendengar itu langsung berteriak dari belakang, "WADUH! LANJUT LAGI DI TENGAH LAUT! JANE, SIAPIN MENTAL!"

Kapal mulai berlayar meninggalkan dermaga, membawa rahasia dan gairah baru ke tengah samudera.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍😍😍😍

1
Endang Sulistia
bagus...
Endang Sulistia
🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Endang Sulistia
clark...🤪🤦🤦
Endang Sulistia
mantap hery
Endang Sulistia
sukurin kau jules
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤭🤣🤣
Lismawati Salam
bagus
Endang Sulistia
😊😊
Endang Sulistia
suka
Endang Sulistia
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!