NovelToon NovelToon
Gue Jadi Figuran?

Gue Jadi Figuran?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Angst / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Wanita
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Seyra Avalen, gadis bar-bar yang hobi balapan liar tak pernah menyangka jika kejadian konyol di hidupnya justru membuat dia meninggal dan terjebak di tubuh orang lain.

Seyra menjadi salah satu karakter tidak penting di dalam novel yang di beli sahabatnya, sialnya dia yang ingin hidup tenang justru terseret ke dalam konflik para pemeran utamanya.

Bagaimana Seyra menghadapi kehidupan barunya yang begitu menguras emosi, mampukah Seyra menemukan happy ending dalam situasinya kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Seketika Seyra langsung terdiam, pikirannya berputar. Dia tahu ayahnya benar, tapi bagaimana bisa dia bertahan dan diam saja saat semua tuduhan jelas sekali merugikannya.

"Baiklah," akhirnya dia mengangguk dengan enggan. "Saya akan mengikuti saran itu."

Kepala sekolah tersenyum tipis, "Bagus. Kami akan mengatur pertemuan. Tapi ingat, Seyra, ini adalah kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Jangan sia-siakan."

Saat mereka meninggalkan ruangan, Lewin merangkul bahu putrinya yang merosot. "Jangan cemberut gitu, muka kamu jelek, Sey."

"Papa tahu, kan. Ini bukan salah aku? Aku nggak mungkin lakuin hal itu tanpa ada yang mulai duluan." Seyra mendongak meminta persetujuan dari ayahnya.

Namun, Lewin hanya terkekeh. "Kamu lebih tahu, kalo ini salah kamu."

"Papa..." rengek Seyra kesal.

Mereka berjalan bersama menuju halaman seraya mengobrol ringan, Lewin tahu jika putrinya itu memang memiliki temperamen yang cukup buruk tapi dia juga yakin kalau Seyra tidak mungkin bertindak terlalu jauh jika tidak ada yang membuat masalah dengannya lebih dulu.

Saat mereka di koridor sejenak Seyra terhenti ketika ponselnya berbunyi. Dia merogoh ponsel itu dari saku seragamnya, terlihat nama Valeri dalam layar ponsel itu.

"Siapa, Sey?" tanya Lewin penasaran.

"Valeri, bentar aku angkat dulu." Seyra menggeser ikon berwarna hijau ke samping, sesaat kemudian sambungan telpon akhirnya terhubung.

"Halo, Val. Ada apa?" tanya Seyra.

Terdengar suara benda jatuh yang sangat keras, Seyra kembali memanggil Valeri. "Val, lo dimana?"

"S-Seyra... matiin teleponnya "

Suara Valeri terdengar tercekat, membuat jantung Seyra berdegup kencang. "Val, apa yang terjadi? di mana lo sekarang?" tanyanya, merasakan ketegangan mulai menyelimuti dirinya.

"P-pergi, Sey...ra..."

Belum sempat Seyra bertanya, suara orang lain sudah lebih dulu terdengar dari sambungan telepon itu.

"Rooftop sekolah. Kalau lo mau kakak lo selamat," suara orang itu terdengar santai. "Ke sini sendirian, jangan bawa siapa pun atau lo bakal melihat kakak tersayang lo jatuh dari atas gedung sekolah ini."

"Sebentar, lo sia–"

Ponsel mendadak di matikan secara sepihak, tanpa berpikir panjang Seyra menoleh ke arah ayahnya. "Pa, aku mau ketemu sama Valeri dulu."

Lewin tersenyum tipis. "Ya, Papa juga mau langsung pulang hari ini ibu baru kamu bakal datang."

Seyra hanya mengangguk saja sebagai respon, dia membiarkan ayahnya berjalan menjauh ke arah mobil tanpa menunggu waktu lebih lama, setelah melihat ayahnya masuk ke dalam mobil. Seyra tak bisa menganggap semua ini lelucon, dia berlari menyusuri lorong menuju rooftop.

Pikiran negative bersarang di kepalanya, memikirkan bagaimana jika hal buruk menimpa Valeri sebelum dirinya tiba di atas gedung? Siapa orang yang berani mengancamnya menggunakan Valeri? Pertanyaan itu terus bergemuruh datang di benaknya, Seyra menambah kecepatan langkahnya menuju rooftop sekolah.

Setibanya di pintu akses ke rooftop, Seyra merasakan napasnya memburu. Dia bergegas membuka pintu besi yang berat itu, suara deritannya membuat jantungnya semakin berdebar.

Begitu melangkah ke atas, angin sejuk menyambutnya, tetapi suasana menegangkan langsung membuatnya merinding.

"Valeri!" teriaknya saat dia melangkah ke area terbuka. "Val, di mana lo?!"

Di kejauhan, dia melihat sosok Valeri berdiri di tepi atap, wajahnya tampak pucat dan ketakutan. Di belakangnya, terdapat bom yang sudah terpasang di tubuh Valeri. Seketika Seyra merasa jantungnya terhenti sejenak.

"Val!" Seyra berlari, tetapi langkahnya terhenti ketika dia mendengar suara sarkastik dari ponsel Valeri yang sudah tersambung dengan nomor tidak di kenal di lantai tepat di bawah Valeri.

"Lo datang tepat waktu, Seyra. Sayang sekali lo nggak bakal bisa menghentikan hal ini terjadi," katanya, suaranya menantang.

"Siapa lo?! keluar sekarang!" Seyra berteriak panik, dia menatap Valeri cemas. "Val, jangan berdiri di sana! ayo kita pergi!"

Valeri bergetar, bibirnya bergetar saat dia berusaha berbicara. "Sey, dia bilang dia akan... akan menyalakan bom ini jika gue bergerak. Lebih baik lo keluar dari sini dan suruh murid-murid menjauh."

Sosok itu tertawa sinis di balik sambungan telpon. "Haha, sungguh hubungan kakak adik yang harmonis."

Seyra berusaha berpikir cepat. Dia tidak bisa membiarkan Valeri terjebak dalam situasi ini. "Apa yang lo inginkan? kenapa lo menargetkan Valeri?"

Sosok itu kembali tertawa, mengejek Seyra seakan dia sudah masuk ke dalam perangkapnya. "Pintar sekali, Seyra. Gue cuma ingin membuat hidup lo menjadi neraka hanya dengan satu langkah."

Valeri menggeleng tegas, "Pergi, Sey. Pergi! Jangan bandel lo jadi orang!"

"Lo gila, lo yang nelpon gue sampai gue lari-lari ke sini dan sekarang lo nyuruh gue pergi? Otak lo di mana hah?!" bentak Seyra marah.

"Kali ini aja, tolong dengerin gue, Sey." Air mata Valeri jatuh di pipi. "Gue nggak mau lo terluka."

Seyra merasakan ketegangan di udara, seolah-olah waktu berhenti di antara detakan jantungnya yang berdengung. Dia berusaha meredakan paniknya dan mencari cara untuk menyelamatkan Valeri.

"Val, kita bisa cari jalan keluar! kita harus berpikir jernih!" teriaknya, matanya tak lepas dari sosok kakaknya yang terjebak di tepi atap.

Suara di ponsel Valeri kembali memecah konsentrasi Seyra. "Sungguh mengharukan, tetapi nggak ada jalan keluar. Valeri sudah terjebak dalam permainan ini. Dan lo, Seyra, hanyalah pion yang nggak berdaya."

"Bajingan, keluar lo pengecut!" Seyra berusaha menahan emosinya. "Apa pun yang lo rencanakan, gue pasti akan melawannya!"

"Melawan? haha, lucu sekali. Lo bahkan nggak tahu siapa gue," jawab sosok itu dengan nada mengejek. "Tapi nggak masalah. Lo akan segera mengerti. Dan Valeri... dia akan menjadi contoh yang sempurna dari apa yang terjadi jika lo mencoba melawan."

Seyra merasakan air mata menggenang di pelupuk matanya, tetapi dia tidak akan membiarkan dirinya terpuruk. "Val, dengerin gue. Lo harus tenang, gue bakal kesitu, oke."

Valeri menatap Seyra dengan mata yang sudah berair, "Sey, jangan berusaha terlalu keras. Gue... gue nggak ingin lo terluka karena nolongin gue."

"Diam! lo nggak bisa menyerah sekarang!" Seyra berteriak, merasa putus asa.

Bagaimana ini bisa terjadi? Padahal dia sudah berhasil menggagalkan rencana Valeri untuk bunuh diri tapi sekarang... Kenapa situasinya jadi kacau begini?

Seyra merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya. Dia tidak bisa membiarkan Valeri menjadi korban dalam permainan kejam ini.

"Tunggu! apa yang sebenarnya lo inginkan? apa yang harus gue lakukan untuk menghentikan semua ini?" tanyanya, berusaha terdengar tenang meskipun hatinya bergejolak.

"Ah, akhirnya ada sedikit kerjasama," suara itu menjawab dengan nada sinis. "Satu-satunya cara untuk menyelamatkan Valeri adalah dengan mengorbankan sesuatu yang sangat berharga bagi lo. Hanya dengan itu, bom ini akan dimatikan."

Seyra merinding. "Apa maksud lo? apa yang harus gue korbankan?"

"Lo tahu jawabannya, Seyra. Pilihan ada di tangan lo. Selamat berpikir, waktu terus berjalan," suara itu berakhir dengan tawa menghantui yang menggema di telinga Seyra.

1
Whana Park
.
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
eh aron deh namanya😅 kirain xander
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bukannya xander yang celakai seorang ya thor
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut thor, seru
Dedi Dahlia
sip lanjut senangat.,up datenya💪💪🙂🙂
falea sezi
ya masak mati lagi
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
palingan adeknya aron suka sama Arthur dan cinta di tolak makanya si alya bundir. jd dya dendam sama Arthur, weh aron cinta tidak bisa di paksakan, gilaaa memang
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
waduh thor jangan sampe terjadi apa apa sama seorang dunk
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
milik siapa thor🤭
apa milik bapak bapak dengan satu anak itu ya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cerita bagus, aq suka
sayang nya valeri bukan wanita kuat seperti adiknya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
g bisa berkata-kata thor🥺
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
elsa ini pelaku nya, dya suruh Arthur untuk di lepas
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut Thor, and semangat💪
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bener val, lupakan ozil biar ozil menyesal🤬
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
val, jadi perempuan mandiri, stop kejar kejar ozil. biar ozil yang balik kejar kami, biar dya menyesal
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
thor buat pala Arthur tau dunk prestasi anaknya kl dya lebih jago dr gio
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
kasian seyra mamanya pilih kasih untuk ayahnya sayang sama dya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
hahahaha....
ngebut aq bacanya thor🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
nah kan udah jatuh cinta tuh 🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
Arthur ambil kesempatan dalam kesempitan, bakalan jatuh cinta beneren nih bocah sama seyra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!