*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
...
...
Bagaimana chelin? kamu harus Menghadiri rapat pemegang saham di HG?" Ucap kakek nya
"Iya kakek, aku akan menghadiri meeting itu.!" Ucap chelin
"Bagus cucu ku, hati hati lah dalam bertindak. Jangan lagi ulangi kesalahan yang sama, kamu tau kan karena apa kamu gagal memasuki keluarga Huang,? Jika kamu tidak melakukan hal bodoh waktu itu mungkin kamu sekarang sudah menjadi istri nya Leon. Kamu lah yang akan menjadi nyonya di keluarga itu tapi semua sudah terlambat." Ucap kakeknya yang masih tak terima Leon menikah, namun dia tidak bisa menghalangi keluarga Huang karena yang mereka ketahui cucunya telah lama mati.
"Maaf kan aku kakek," ucap chelin menunduk
Nasi sudah menjadi bubur, semuanya tak lagi dapat di bikin seperti semula.
*
Rapat pemegang saham di mulai beberapa menit lagi, beberapa orang pemilik saham disana sudah datang dan berbincang bincang selagi menunggu pemegang saham lain nya. Leon dan kakek nya datang bersamaan, beberapa menit lagi rapat akan di mulai tapi Liyan tak kunjung datang membuat kakek nya heran dengan cucu nya yang satu itu yang selalu membangkang pada nya. Tak beberapa lama kemudian datang lah gadis cantik yang tersenyum ketika memasuki ruangan itu.
"Seperti nya rapat ini kita mulai saja.." ucap kakek
"Harus nya begitu pa" jawab putri nya Ziyi bibi nya Leon dan Liyan
"Sepertinya waktu masih ada 2 menit lagi, alangkah baik nya kita tunggu Zixin dulu.." usul Xuan yu
"Zixin sedang di China, tidak mungkin datang" ucap sang kakek
"Bukan kah putra nya di indo juga, lebih baik kita tunggu dulu" usul bibi Mora juga
Sedangkan gadis cantik yang disana berharap cemas dan berfikir kenapa dengan Liyan? Dia tak terlalu tau masalah kedua kakak angkat nya itu, lebih tepat nya tidak mencari tau. Lihat lah Leon acuh tak acuh saja dan tampak tak peduli sedangkan sang kakek memang seperti itu dari dulu.
Ting..
Pintu terbuka, seorang pria tampan berwajah datar dengan tatapan mata yang tajam, aura nya dingin rasanya sampai menusuk tulang aura nya kuat membuat laki-laki itu terlihat mendominasi, tidak ada raut senyum di wajah nya bahkan duduk pun tidak meminta permisi kepada orang orang disana, siapa lagi kalau bukan Liyan.
"Kamu hampir telat!! Harusnya kamu disiplin dengan waktu.." ucap Kakek nya
"Hampir bukan telat, karena saya harus membagi waktu saya sebaik mungkin!" Ucap nya bibir nya terangkat sedikit namun sorot mata nya tetap datar,
Kakek nya memperhatikan cucu nya telah tampak jauh berbeda dari 8 tahun yang lalu, sekarang dia tampak tegas dan kejam. Darah kakek nya berdesir melihat aura pebisnis yang kuat dari cucunya itu.
Rapat pun dimulai mereka pun membahas kemajuan perusahaan dan tujuan baru mengembangkan perusahaan lebih besar lagi. Liyan hanya menyimak Tampa berpartisipasi memberi pendapat nya.
"Bagai mana pak liyan menurut anda tentang projeck ini?" Tanya Remon pada liyan pasal nya dia terlihat bodoh amat sedari tadi.
liyan menatap pria itu kemudian menjawab pertanyaan nya
"Projeck yang bagus, alangkah baik nya memikirkan anggaran yang benar, ini projeck besar harus di siapkan dengan matang misalnya dari segi bahan yang berkualitas, bagi saya itu yang paling penting." Ucap nya, sejujur nya malas berpartisipasi untuk perusahaan yang dipimpin musuh nya itu, tapi saham nya juga tidak sedikit yang harus direlakan begitu saja.
"Saya setuju usul pak liyan, ini adalah hal yang paling penting dalam progres" ucap paman Liu
Beberapa saat kemudian rapat hampir selesai pembahasan pun sudah menemukan duduk terang nya, namun topik mereka merajuk tentang saham yang dimiliki
"Adakah yang ingin melepas kan saham di HG ini?" Tanya bibi Ziyi, dia tau keponakan nya tidak berminat bergabung dengan urusan Perusahaan keluarga nya itu, dia dengan senang hati membeli beberapa persen saham nya itu, namun tak ada respon apa apa liyan terlihat biasa saja.
"Bagai mana liyan? Bukan kah kamu tidak menginginkan saham di HG ini, kamu terlihat cuek bahkan tidak mau memberi saran untuk pengembangan perusahaan" ucap kakek yang jengkel memperhatikan cucu nya itu dari tadi, dia tau kemampuan cucu nya itu luar biasa tapi dia terlihat bodoh dan hanya menerima saran orang saja
"Tidak ada hak bagi seorang pun mengusik saham saya bukan?"
"Lalu kenapa anda mempertanyakan saham saya?" Tanya nya melirik kakek nya
"Alangkah baik anda fokus ke perusahaan anda saja, bukan kah anda pemilik LN crop? Perusahaan properti yang saat ini terbaik se Asean?" Tanya Xie meng yang pernah beberapa kali bertemu di rapat besar dengan nya, namun kakek nya sedikit terkejut soalnya dia selama ini tidak ingin mengetahui tentang sang cucu.
Perusahan LN crop milik liyan? Apakah dia yang mendirikan? Benarkah? Dia berhasil di umur masih semuda ini? Pikir kakek nya. Dia terlalu bangga akan pencapaian Leon tapi laki laki tua itu lupa Liyan lebih cerdas.
"Lalu? Harus kah saya memberikan saham ini?" Tanya nya seolah membutuh kan saran
"Iya.." Ziyi ingin menjawab tapi Liyan memotong pembicaraan nya
" saya banyak menanam saham di perusahaan besar lainya, jika ada yang ingin jual saham nya biar saya yang beli.." ucap nya jengah
Yang mereka tau liyan cuma punya perusahaan saja, tapi Liyan punya saham di mana mana, punya rumah sakit bahkan sekolah swasta bergengsi.
"Hmm,. Saran saya lebih baik kita urus yang lain! Alangkah baik nya kita semakin bekerja sama agar lebih baik lagi bukan?" Gadis yang dari tadi diam seperti tak terlihat akhirnya mengeluarkan suara
Alangkah kaget nya dua laki laki tampan itu melihat name plate gadis itu "chelin wang" lirih Leon shok, begitu juga liyan yang tidak memperhatikan perempuan itu pun shok mengetahui adik kecil nya yang sudah di anggap mati itu duduk bersama mereka.
Rapat pun selesai dua manusia yang dominan itu mendadak diam seribu bahasa, pikiran nya sama sama berperang di otak nya.
Jantung Leon terasa tak aman melihat perempuan yang pernah dia cintai di waktu lama itu hadir kembali disaat dia sudah menikah, cinta pertama nya yang susah di lupakan yang di anggap nya telah lama mati,
hatinya mulai bersemi dengan nama sang istri tapi apa ini? Takdir macam apa ini?
Sedang liyan masih di mode shok melihat biang masalah nya dengan Leon. Gadis ini yang pernah di sayangi sebagai adik kecil nya, tapi kenangan saat terakhir bersama mereka membuat Liyan diam seribu bahasa.