NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Pukul 12 malam akhirnya aku sampai rumah dengan selamat di antarkan oleh pacar baruku Ray.

bibi yang tau aku pulang langsung membukakan pintu untukku, orang tuaku juga sudah tidur entah kenapa mereka tidak mempedulikan anak semata wayangnya mereka ini.

(Sudah sampai mana). Pesanku pada Ray

(Baru sampai apart).

(Kamu nggak pulang?).

(Pulang sejam begini pastinya mama bakalan marah).

(Ahahaha pacarku anak mami ternyata).

(Mana ada). bantahnya

(Itu, buktinya kamu nggak pulang kerumah).

(Ya sudah aku pulang kerumah kamu aja).

(Ih jangan, udah tidur di apart saja sana).

Mataku mulai lelah, besok saja lah aku membalas pesan Ray lagian sudah sejam begini kan termasuk jam tidurku juga.

Tok tok tok

“Non Lea”. Panggil bibi

“Iya bi? Ada apa”.

“Nona di minta tuan dan nyonya ke ruang santai”.

“Iya bi”.

Perutku lapar tapi orang tuaku memanggilku.

Kulihat di meja ruang santai ada banyak dokumen sepertinya dokumen penting.

“Ada apa ma?”. Tanyaku pada mama

“Lihat saja sendiri”.

Surat tanah,apart,dan mobil mewah atas namaku semua? Apa ini dari mama dan ayah? Tapi kulihat dari raut wajah mereka sepertinya tidak.

[Iya Ray ada apa?]. Jawabku pada telpon dari Ray

[Sudah lihat?].

[Ini dari kamu?].

[iya, aku sudah lama menyiapkan itu].

[Tapi ini berlebihan].

[Jika kamu tidak mau buang saja].

[ih Ray itu namanya tidak menghargai].

[Kitakan baru jadian, kenapa kamu kasih barang segini mahal dan ini sudah berapa banyak yang kamu keluarkan].

[Tidak masalah. Aku mau ke kantor dulu, bye love].

Astaga apa aku memacari pria gila sekarang, selesai telponan dengan Ray, kedua orang tuaku menatap diriku dengan penuh tanda tanya.

“Perasaan dulu ayah cuma ngasih mama bunga sama kalung aja, ini kok anak kita di kasih rumah,apart sama mobil mewah begini? Rasanya nggak adil banget anak-anak jaman sekarang”. Keluh mama

“Ih mama, Lea juga nggak nyangka bakalan di kasih beginian sama Ray”.

“Huhuhu, putri ayah sudah tidak jomblo lagi, sepertinya sebentar lagi kita akan punya cucu ma”.

“Iya yah, ya udah ayah siapin gih kalau perlu rumah sebelah di beli buat di besarkan lagi rumah ini”.

“Oke ma”.

Ini kenapa orang-orang di sekitarku pada aneh semua, jangankan Ray bahkan sekarang orang tuaku ikut-ikutan juga.

Aku malas melihat mereka, lebih baik aku masuk ke kamar dan menghabiskan waktu di balkon kamar ya hitung-hitung mau cari udara segar.

sekarang statusku tidak singel lagi, padahal aku memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dengan pria lagi tapi entah kenapa jika itu orangnya salah Ray rasanya aku tidak rela jika pria itu bersama dengan yang lain.

Tante Mia juga pernah cerita bahwa Ray sudah menungguku sejak 1 tahun aku pergi untuk melupakan segala hal dan membuang semua kenanganku selama 3 tahun bersama dengan Reno. Bagaimana ya dia sekarang, kulihat di Sosmed milik Melinda mereka semakin mesra saja dan Melinda juga banyak perubahan dia semakin cantik. Seandainya kami masih baik-baik saja mungkin sekarang aku banyak cerita padanya, namun takdir mengatakan lain.

Di halaman rumah kedatangan sebuah mobil sport m terbaru, baru kali ini ada pria yang memberiku sebuah mobil mewah dengan warna favoritku Ice blue. Sepertinya aku tidak salah memilih pria kali ini, Ray sepertinya tipe orang yang lebih banyak memberikan bukti dari pada kata-kata manis.

(Suka?). Pesannya

(Iya, makasih Ray)

(Masih panggil nama).

(Ish udah ah aku malu).

Mama di bawah terlihat heboh dengan mobil baruku, apa orang tuaku benaran suka dengan Ray walaupun umur kami terpaut jauh 7tahun.

pria dewasa, punya pekerjaan, bisa menghasilkan uang sendiri, setia dan dia tampan. Dia tidak bisa di bandingkan dengan Reno yang ternyata bukan anak dari keluarga Wilder, bagaimana jika Melinda tahu kebenaran semua itu ya?

Mama begitu antusias begitu mobilnya turun dia langsung meminta bibi memanggil diriku dan mengajakku berkeliling dengan mobil baruku, tanpa fikir panjang aku langsung mengiyakan.

Sepanjang perjalanan mama hanya mengatakan wahh kepada mobilku.

syukurlah jika mama senang, ku harap mama juga mau menerima Ray sebagai pacarku yang sekarang.

“Kapan kalian akan menikah Lea, ugh baru pacaran aja begini apa lagi sudah menikah dan punya anak, kamu tahu ayah tidak mau membelikan mama mobil begini katanya takut mama sering keluar”.

“Terus bagaimana dengan private jet itu ma?”.

“Ya itu kan di udara sayang, mama maunya yang di darat jika udara mama masih bisa beli tiket first class”.

“Mama ini, terus mobil sportnya ayah itu buat siapa?”.

“Ya itukan punya ayah Lea, kamu bisa lihat sendiri kan mobil mama segitu besarnya, mama mau yang kecil begini”.

Aku hanya menggelengkan kepalaku saja, mama memang orang yang sangat random, tapi ketika menyangkut pekerjaannya beliau selalu dalam mode serius apalagi masalah bahan yang akan di gunakan.

Aku mengirimkan fotoku dan mama kepada Ray, bahwa aku telah menggunakan mobil yang dia belikan.

(Kayaknya mama kamu senang banget?). Pesannya

(Iya kata mama kenapa ayah tidak mau membelikannya mobil seperti ini, padahal mama juga mau katanya tapi ayah malah membelikan jet pribadi untuk mama).

(Tidak mau kalah dengan anak muda). Balasnya dengan emotikon tertawa.

Syukurlah Ray tidak masalah dengan mama yang mengendarainya.

Tiba-tiba mama mengajakku ke sebuah cafe katanya milik temannya dan ternyata cafe itu milik mama Ray di sana juga ada Isabella sepertinya mereka sedang membahas tentang kue pernikahan Isabella dan Asael nanti.

“Wah mobil baru nih”.

“Ah bukankan, ini milik Leana”.

“Leana? Jadi selama ini Leana anak kamu Jeng”.

“Iya, inilah putriku yang tidak mau kami ekspos itu, tapi sekarang dia menjadi model dari produkku dan Mia”.

“Wah, pantesan dia semakin cantik”.

“Terima kasih tante”. Balas pujianku pada mama Ray

“Itu kamu yang belikan Jeng”.

“Bukan pacarnya si Ray”.

“Loh Ray itu putra kedua ku Jeng”.

“Ya ampun kebetulan macam apa ini”.

Mereka berdua tertawa, tanpa terasa kami hampir setengah hari menghabiskan waktu di sana dan mama Ray maupun Isabella menyambut kami dengan ramah, mama Ray juga bilang beliau senang akhirnya putranya itu mau menjalin hubungan dengan seorang wanita dan kebetulan wanita itu adalah aku.

Sudah lama aku tidak melihat Isabella dia semakin cantik dan badannya jangan di tanyakan lagi, aku yang sebagai perempuan saja suka melihatnya apalagi para pria di luar sana.

“Jangan lupa datang ya Jeng, kami menunggu kedatangan kalian”.

“Tentu saja, terimakasih kuenya kami pamit pulang dulu, ayah Leana sudah ribut telpon terus”.

Aku menyalami tangan mama Ray dan juga cipika cipiki dengan Isabella yang badannya sangat harum sekali, ah rasanya aku lengket saja dengannya baunya sangat enak. Aku tebak Asael tidak akan sanggup menahan syahwatnya kepada Isabella yang selalu berada di sampingnya.

“Kalau Ray macam-macam bilang saja sama aku”. pesan Isabella sebelum aku keluar

“Iya kak, kami pamit pulang dulu ka”.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!