Area 21+
Anak di bawah umur dilarang mendekat.
Tentang Bianca yang memendam perasaan cinta terhadap Alexander Valentino sahabat kakaknya. Ia rela dijadikan partner di atas ranjang bagi pria itu meski ia tau hati Alex begitu kuat berpaut pada kekasih yang sangat dicintainya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 3
"Bi, abang kamu uda punya pacar belom?" Tanya Bella saat mereka tengah menikmati film romantis yang sedang menunjukkan adegan sepasang kekasih yang tengah bermesraan.
"Kenapa tiba-tiba nanya gitu?" Bianca menatap Bella dengan kening berkerut.
"Ya kali aja aku bisa jadi pacarnya. Aku mau banget kayak gitu bi" Ucap Bella sambil menunjuk sepasang kekasih yang sedang berciuman. Bianca pasti sudah terbahak dengan suara nyaring andai mereka sedang berada di rumah bukan di dalam bioskop dengan penonton yang hampir memenuhi ruangan itu.
"Gila ya, otak kamu kenapa bisa sekotor itu bell" Ucap Bianca sambil terkikik.
"Nggak usah Muna dech bi, kamu juga pasti pengen kan kayak gitu sama Alex" Cebik Bella kemudian, raut wajah Bianca berubah.
"Mau banget Bell" rengek nya yang membuat Bella memasang tampang jijik.
"Tapi itu hanya sebatas angan Bell, makin hari bang Alex makin dekat sama pacarnya. Aku takut hubungan mereka akan berlanjut ke arah yang lebih serius. Aku semakin tak memiliki kesempatan untuk memiliki nya" Wajah Bianca terlihat murung melahirkan rasa iba di hati Bella.
"Sabar ya bi, semoga suatu saat kamu bisa memiliki Alex tapi doain juga aku bisa sama bang Brian ya?" Mata Bianca membulat penuh mendengar penuturan Bella yang menyebalkan.
"Kamu kenapa jadi ganjen? kamu beneran suka sama bang Brian? sejak kapan?" Bianca dan Bella memang baru berteman selama 1 tahun ini, mereka baru kenal karena mengambil jurusan yang sama.
"Sejak aku nggak sengaja lihat bang Brian berenang minggu lalu saat aku main ke rumah kamu. Body nya hot banget Bi" Ucap Bella malu-malu.
"Beneran suka atau cuma iseng?" Sepertinya Bianca begitu antusias ingin tahu.
"Kayaknya beneran suka, wajah bang Brian menari-nari di otakku." Pandangan Bella menerawang dengan senyum yang tersungging.
"Ya udah perjuangkan kalo emang suka, setau aku abang nggak punya pacar. Belum pernah bawa cewek pulang ke rumah"
"Ah benarkah? kamu ngebolehin?" Mata Bella begitu berbinar dan terlihat sangat bersemangat.
"Kalau abang juga suka aku nggak akan larang. Sejauh ini kamu baik dan cantik" Jawab Bianca. Ia kembali fokus menikmati adegan di layar perak.
"Aah aku terharu. Kamu emang sahabat aku yang paling pengertian dan paling baik Bi" Bella merentangkan tangan nya dan memeluk Bianca dari samping.
🍁🍁🍁
Meski melelahkan namun Bianca merasa cukup puas berjalan seharian bersama Bella, setidaknya ia bisa sedikit teralihkan dari memikirkan sosok Alex yang sering sekali berakhir pada tangis putus asa.
Semakin dewasa perasaan nya pada Alex semakin menyakiti, jika dulu ia begitu enjoy dan tanpa beban dengan perasaan nya berbeda dengan sekarang saat perasaan itu mulai dipupuk dengan pengharapan.
Setelah membersihkan dirinya Bianca menuju meja makan memenuhi panggilan Brian yang mengajaknya makan malam. Ia memakai mini dress tidur berbahan satin lembut berwarna hitam tanpa lengan dengan panjang sedikit di atas lutut. Terlihat melekat sempurna menonjolkan bagian tubuh yang akan menafik minat mata pria.
Mata Bianca berbinar menatap hidangan makanan kesukaan nya.
"Abang beli steak? dalam rangka apa nih?" tanya Bianca dengan senyum lebarnya. Ia mengambil tempat di depan sang abang
"Dalam rangka menyenangkan hati si bawel kesayangan" Ucap Brian.
Bianca mengerucutkan bibirnya mendapat sebutan bawel dari Brian.
"Kok ada 3 piring? abang bawa cewek ke rumah?" Tanya Bianca menatap curiga pada Brian.
"Loh fikiran kamu kenapa bisa sejauh itu. Biasanya siapa yang suka makan bareng kita?" Tanya Brian dengan ekspresi gemasnya.
"Nggak mungkin ada bang Alex kan" Ucap Bianca sambil memasukkan potongan steak ke dalam mulutnya.
"Loh emang kenapa nggak mungkin abang?" Alex yang datang dari arah dapur dengan segelas jus di tangan nya menimpali ucapan Bianca. Untuk sesaat gadis itu terpaku dengan jantung yang tak menentu. Ia menunduk sejenak untuk menata perasaan nya agar tidak terlihat gugup.
"Ini kan malam minggu bang, biasanya abang kencan" Jawab Bianca dengan senyum yang dipaksakan.
"Salsa ada kerjaan, kencan nya uda di gantiin kemarin malam" Jawab Alex santai. Ia bergabung bersama kakak beradik itu, ikut menyantap jatah steak miliknya. Bianca mengangguk-anggukan kepalanya, ia mengingat insta story Alex tadi malam saat dinner romantis dengan Salsa.
"Bi, Sebulan ke depan abang ada dinas luar ke Sumba ngurusin proyek" Brian tiba-tiba mengutarakan niatnya yang seketika membuat Bianca menghentikan kunyahan nya.
"Abang tega ninggalin Bian sendiri?" Bianca sudah hampir menangis membayangkan selama sebulan hidup sendirian tanpa Brian yang selalu bersama nya semenjak kedua orang tuanya tiada.
"Aduh si manja, cengeng amat kamu tuh" Ledek Alex sambil terkekeh. Bianca menatap sesaat pada Alex. Sorot kesedihan di mata itu membuat Alex salah tingkah.
"Abang juga sebenarnya berat buat ninggalin kamu, tapi itu uda jadi tugas abang. Jadi abang nggak bisa nolak Bi. Tapi nanti ada bang Alex yang akan nemenin kamu bang Alex akan tinggal di sini selama kamu pergi" Ucapan Brian itu semakin membuat Bianca tak menentu. Selama sebulan ia akan tinggal bersama Alex? ah ia takut perasaan nya semakin menggila.
"Iya dek, tenang aja kamu nggak bakalan sendirian kok. Abang bakalan nemenin" Alex ikut menimpali.
"Tapi bang Alex punya pacar, Bian takut abang kencan sampe malam Bian ditinggal sendirian. Kenapa nggak bang Alex aja si bang yang handle proyeknya" Keluh Bianca. Ia benar-benar tak bisa ditinggal sendiri saat malam hari. Itulah kenapa Brian lebih baik membawa pekerjaan ke rumah jika diharuskan lembur.
"Tenang aja dek, nanti bang Alex ajak Salsa kencan di sini aja jadi nggak ninggalin kamu sendirian" Ujar Alex santai.
"Eh mana boleh, Bianca masih kecil nggak boleh disuguhin pemandangan orang yang lagi pacaran" Protes Brian atas rencana Alex sahabatnya.
Bianca terdiam, rencana Alex yang ingin mengajak Salsa kencan di rumah nya nyatanya begitu menyakiti hati gadis itu, padahal baru sebatas rencana yang belum tentu keseriusan nya, Bianca tak bisa membayangkan sepatah apa hatinya jika itu benar-benar terjadi.
"Yah malam ngelamun si bocah" Cibir Brian yang menyadari Bianca tak menimpali ucapan nya.
"Bi, ini demi kelangsungan karier abang. abang kerja demi kamu juga sayang. Jadi boleh ya?" Bujuk Brian.
"Iya bang, Bianca melarang juga tetap nggak akan menghentikan abang kan" Ucap Bianca sendu.
"Jangan sedih dong, nanti abang nggak tenang perginya" Bujuk Brian lagi.
"Iya bang, Bian nggak sedih. Yang semangat ya kerja nya, abang kapan berangkatnya" Bianca memaksakan dirinya untuk tersenyum agar Brian bisa pergi dengan tenang.
"Besok Bi"
"Ya udah nanti Bian bantuin packing yah abis ini" Ucap Bianca kemudian.
"Duh manisnya" Bianca tersenyum kecut mendengar ucapan Alex yang menggoda dirinya.