Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jeon Respati
Menikahi perempuan yang tidak dia cintai adalah sesuatu yang menyiksa.Hidup dengan seseorang yang memang di haruskan menjadi istrinya,itu sudah cukup membuat seorang Jeon Respati nelangsa.
Keluarga Jeon adalah keluarga terpandang dengan kekayaan yang hampir tidak bisa dihitung dengan jari-jemari.Dari kecil dia hanya menghabiskan waktu untuk belajar dan belajar. Dia tidak tau apa itu cinta,apa itu kencan dan lainnya. Sepertinya dia hidup hanya untuk memenuhi ekspektasi keluarganya saja.
Terlahir sebagai anak satu-satunya membuat gerak Jeon sangat terbatas. Ayahnya tidak mengijinkan dia untuk bergaul dengan sembarang orang. Setiap gerak geriknya terpantau dengan begitu apik.
Sampai pada akhirnya dia harus menikahi seorang perempuan bernama Namira Airlangga. Gadis itu sangat cantik, kulit tan nya begitu eksotis dengan rambut sebahu. Jeon tidak menolak karena dia tau semuanya akan terjadi walaupun tanpa persetujuan dari nya.
Hari berganti bulan,bulan berganti tahun. Pernikahan mereka seperti pernikahan pada umumnya, walaupun Jeon belum mencintai Nami. Tapi dia tidak pernah absen untuk memanjakan perempuan itu, dengan harta juga hadirnya.
Hingga pada tahun kedua pernikahan mereka lahirlah seorang anak laki-laki berwajah tampan yang hampir mirip dengan Jeon Respati. Nami adalah menantu kesayangan di keluarga Jeon. Semua tingkah laku Jeon akan diketahui ibu dan ayah Jeon karena Nami selalu mengadukan semuanya pada mereka.
Jeon tidak pernah menghiraukan apapun yang di adukan Nami karena baginya semuanya sudah dia berikan. Toh, keluarga mereka baik-baik saja sampai sekarang.
Iya.. semuanya menjadi tidak baik-baik saja saat Jeon bertemu dengan gadis bermata coklat itu.. Emily rose.
Pertemuan tanpa di sengaja itu akhirnya membuyarkan sikap Jeon untuk tetap menjadi lelaki baik. Yang tadinya hanya bekerja lalu pulang kerumah, bermain bersama istri dan anak. Beberapa bulan ini Jeon jarang pulang tepat waktu, sering keluar kota berhari-hari meninggalkan Nami dan Evan anak mereka.
Dia baru merasakan dadanya berdegup kencang saat melihat senyum dan juga kerlingan mata gadis itu. Beberapa bulan dari saling bertukar nomor ponsel Jeon memberanikan diri untuk mengatakan perasaannya.
Tanpa di duga gadis itu mengiyakan keinginan nya untuk menjadikan Emily kekasihnya.. Mereka berdua sadar semuanya salah tapi mereka tetap berpegang teguh pada pendiriannya kalau yang mereka rasakan itu cinta.
"Papa..."
Evan meloncat ke pangkuan ayahnya,dia terkikik geli saat melihat keterkejutan dari wajah Jeon. Anak lelaki berusia tiga tahun itu menduselkan wajahnya ke dada sang ayah.
"Evan lindu papa" ocehnya dengan huruf r yang hilang.
Jeon mengelus punggung Evan dengan sayang. Dia sadar sepenuhnya beberapa bulan ini dia jarang sekali menghabiskan waktu bersama keluarganya. Emily begitu menyita perhatiannya, wajahnya, suaranya, tubuhnya menjadi candu untuk seorang Jeon Respati.
Bahkan dia sangat mengakui sesuatu di bawah sana akan sesak walau hanya mendengar suaranya saja. Berbeda jauh dengan Nami, mereka melakukan itu jika Nami meminta bahkan sampai memohon pada suaminya.
Sedangkan dengan Emily..Jeon lah yang selalu merengek untuk berada di bawahnya. Berkali-kali tanpa melihat apakah gadis itu lelah atau tidak.
"Papa.."
Jeon terkesiap ketika tangan mungil itu menyentuh wajahnya.
""Kenapa sayang.."Jeon menciumi seluruh wajah Evan. Anak lelaki itu terlihat geli dan berusaha mendorong wajah ayahnya.
"Evan mau main apa,hmm.."
Evan hanya menggeleng cepat mengusap wajah ayahnya berkali-kali. Matanya berembun sambil menatap lelaki di depannya.
"Papa..Evan lindu papa dilumah,evan lindu main sama papa dan Mama".
"Iya.. nanti kita main ya sayang"
"Kapan papa.."
Jeon hanya bisa memeluk Evan tanpa mengatakan apapun lagi. Dia tidak ingin berjanji karena dia tau Emily sudh mengambil semuanya. Cinta,waktu juga hidupnya..