NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: tamat
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Tamat
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Besok Kita Nikah

Leon menatap lembut Elyra, ternyata baru saja dia emosi hingga hampir menyakiti perasaan Elyra. Leon memeluk gadisnya itu dengan lembut.

"Lyra!" Teriakan terdengar bergema di luar sana, hingga Elyra akhirnya keluar dari rumah Leon dan seorang pria tampak tengah berteriak di depan rumah Ziyan.

"Mi?" Sapa Elyra, Fahmi tersenyum lebar dan siap datang dengan merentangkan tangan untuk memeluk Elyra.

Namun, mata Fahmi seketika membulat tatkala melihat pria di belakang Elyra. Tangan Fahmi terkepal sempurna dan akhirnya melayang begitu saja pada Leon.

"Bangsat!" Pekik Fahmi, Leon menghindar dengan cepat. Dan menarik Elyra menjauh, karena takut melukai gadis itu.

"Fahmi! Kamu gila ya!" Elyra berteriak, Fahmi kian kesal dia kembali siap memukul Leon secara membabi buta.

Leon juga menghindar dengan gesit, Elyra kesal dengan tingkah Fahmi yang menggila seperti itu. Elyra mengepalkan tangannya, si ahli karate itu dengan satu tangannya menampar wajah Fahmi, dan melempar Fahmi hingga jauh.

"Lyra, dia itu bajingan!" Pekik Fahmi, Elyra kini tahu mengapa Fahmi mengatakan itu. Dia pasti mendengar hal yang tidak-tidak tentang Leon dari Tiara.

"Kamu kesini cuma mau ngehina Leon hah! Pergi kamu kalo cuma mau mengatakan itu, asal kamu tau Fahmi! Kamu gak ada hak mengatakan hal menyakitkan dan celana itu di hadapanku. Apalagi tentang calon suamiku." Tegas Elyra, Fahmi tertegun. Dia kembali berdiri dan siap menggoyangkan tubuh Elyra, namun Elyra sigap menghindar tak ingin di sentuh.

Fahmi terhuyung beberapa langkah, dadanya naik turun menahan emosi. Matanya merah, rahangnya mengeras.

“Lyra, kamu tau gak siapa dia?” Bentak Fahmi, jarinya menunjuk Leon.

“Dia itu bajingan! Main perempuan sana sini!”

Leon hendak maju, namun Elyra lebih dulu berdiri di depannya.

“Cukup Fahmi.” Suara Elyra dingin.

“Kamu denger sendiri kan omongan orang? Kamu masih mau bela dia?” Fahmi tertawa sinis. Elyra menghela napas kasar.

“Aku gak minta kamu ngerti hidupku.” Sangkal Elyra cepat, Fahmi terdiam sesaat.

“Aku kesini karena peduli.” Fahmi memang datang karena dia mendengar mengenai berita ini, dan dia berharap dia datang tidak terlambat.

“Peduli dengan mukul orang yang aku cintai?” Tanya Elyra datar.

“Itu peduli versi kamu?” Tanya Lagi Elyra mulai kesal, Fahmi mengepalkan tangan.

“Dia gak pantas buat kamu.” Fahmi mulai frustasi, dia ingin meyakinkan Elyra namun gadis itu bak batu karang yang kokoh.

“Dan kamu yang pantas?” Elyra menatap lurus.

“Kamu datang cuma bawa emosi, hinaan, dan prasangka Mi, apa kamu sadar?” Tanya Elyra, hening sekejap menguasai tempat itu.

“Aku kecewa Fahmi.”Elyra melangkah satu langkah mendekat. Nada itu tenang, tapi menusuk.

“Aku kira kamu temen yang bakal jaga aku, bukan orang yang gampang diadu domba Mi.”

Fahmi menelan ludah.

“Lyra…”

“Kamu tau gak?” Elyra terkekeh pahit.

“Setiap hari aku dihina di sekolah. Dibilang murahan. Dibilang peliharaan om-om.” Fahmi terdiam.

“Tapi Leon gak pernah ninggalin aku. Dia jemput aku. Masakin aku. Bela aku, meski semua ini di akibatkan oleh Leon namun dia berani bertanggung jawab atas segalanya Mi. Dan kamu datang cuma buat mukul dia?"

Air mata Elyra hampir jatuh, tapi ditahannya.

“Jadi mulai sekarang, tolong jangan bilang kamu peduli.” Pedih terasa Elyra ucapkan, Fahmi menggeleng.

“Aku cuma gak mau kamu disakitin.” Fahmi berterus terang, Elyra menggeleng pelan.

“Aku lebih sakit sekarang,” jawab Elyra pelan dan kembali sunyi.

“Kamu dengar gosip, lalu percaya, kamu lihat Leon sekali, lalu menghakimi. Tapi kamu gak pernah tanya aku.” Elyra mengepalkan tangannya, Fahmi memejamkan mata.

“Aku pilih Leon, Mi.” Tambah Elyra, dia juga tahu perasaan Fahmi di balik sikapnya selama ini pada Elyra. Dan kalimat itu jatuh berat.

“Bukan karena aku bodoh. Tapi karena aku bahagia." Leon menatap Elyra, dadanya sesak.

Fahmi tertawa kecil getir.

“Berarti aku cuma orang luar sekarang.” Tanya Fahmi lemah, Elyra mengangguk pelan.

“Kalau kamu datang dengan amarah, iya.” Fahmi mundur satu langkah.

“Kalau dia sakitin ka-”

“Aku tanggung sendiri,” potong Elyra tenang.

Fahmi menatap Elyra lama, lalu berbalik pergi.

Langkahnya berat. Elyra berdiri diam, dadanya naik turun. Leon mendekat pelan.

“ Sayang…” Elyra mengusap wajahnya cepat.

“Kok tiba-tiba aku merasa lelah ya? Aku capek dihakimi terus hehe.." Elyra tertawa getir. Leon memeluknya dari samping.

Elyra melangkah meninggalkan halaman rumah itu dengan dada yang terasa sesak. Wajahnya tetap tegak, tapi matanya panas. Langkahnya tidak tergesa, justru berat, seolah setiap tapak membawa kecewa yang belum selesai.

Leon berjalan di belakangnya tanpa suara. Tak menahan, tak memanggil. Hanya menemani. Udara sore terasa lebih dingin dari biasanya.

Begitu sampai di rumah Ziyan, Elyra langsung masuk tanpa banyak bicara. Sepatunya dilepas asal, tasnya diletakkan begitu saja di kursi. Leon menutup pintu pelan. Elyra menuju kamar mandi. Air mengalir cukup lama. Terlalu lama untuk sekadar membersihkan tubuh. Di balik pintu itu, Elyra membiarkan air menyapu wajahnya yang akhirnya basah oleh tangis singkat yang tak ingin ia perlihatkan.

Beberapa menit kemudian, Elyra keluar dengan pakaian rumah yang bersih. Rambutnya masih lembap, wajahnya kembali datar, seperti tak terjadi apa-apa.

Sementara itu Leon berdiri di ruang tamu dengan ponsel di telinga. Nada suaranya rendah. Terlihat sangat serius, tak terdengar jelas apa yang dibicarakan. Hanya sesekali Leon menghela napas panjang, rahangnya mengeras, lalu mengangguk kecil. Beberapa detik hening.

“Ya… saya mau selesai hari ini.”Leon mengusap wajahnya sendiri, telepon ditutup.

Sorot matanya berubah. Tenang, tapi penuh tekad. Di dapur Elyra sudah mulai menyiapkan bahan masakan. Ia memotong bawang, mencuci sayur, menyalakan kompor. Gerakannya rapi, seperti biasa, seolah tak ada badai yang barusan lewat.

Aroma tumisan mulai naik pelan. Leon duduk di kursi makan, kembali menunduk pada ponselnya. Jarinya bergerak cepat di layar. Sesekali ia berhenti, membaca, lalu mengetik lagi.

Wajahnya fokus, ruangan itupun sunyi, hanya kegiatan masing-masing yang kini mereka lakoni. Leon Faham apa yang kini di rasakan Elyra, dan Elyra juga tak ingin mengganggu Leon yang tampaknya sedang serius. Tak ada percakapan.

Hanya suara minyak panas di wajan, detak jam dinding, dan ketegangan halus yang menggantung di udara. Dua orang di satu rumah.

"Makan dulu," Elyra tersenyum, dan menarik ponsel yang semula terus ada di tangan Leon.

"Sayang, Minggu depan kamu mulai sekolah di rumah. Boleh ya?" Pinta Leon, Elyra mengerutkan keningnya.

"Kenapa di rumah?" Tanya Elyra, Leon mengelus kepala Elyra penuh sayang.

"Karena besok kita nikah." Ucap Leon, seketika mata Elyra terbelalak dia juga tersendat makanan yang baru saja masuk ke dalam mulutnya, satu gelas air nampaknya belum cukup untuk melarutkan makanan di tenggorokannya dan matanya terbelalak menatap Leon tak percaya.

1
falea sezi
gantengan ini dr leon
falea sezi
kurang gahar Thor minimal bertato. lebih wahh gt
falea sezi
moga bagus ampe endingnya
sakura
...
Moms Rafialhusaini 🌺
aku mampir kak thor
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!