NovelToon NovelToon
Saat Nada Tak Pernah Sejalan

Saat Nada Tak Pernah Sejalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: bg.Hunk

Mereka menyebutnya persahabatan.
Padahal masing-masing sedang berjuang sendirian.
Gina hidup dalam sorotan dan tuntutan,
Rahmalia dalam ketenangan yang sering disalahartikan sebagai kelemahan,
Dio di balik candaan yang menutupi kepedulian,
dan Azmi datang membawa arah yang tak semua orang siap terima.
Di antara sekolah, musik, prestasi, dan nama besar keluarga,
perasaan mulai bergeser—perlahan, nyaris tak terasa.
Sampai akhirnya, tidak semua bisa tetap utuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bg.Hunk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Jarak pertama

Malam itu Rahmalia duduk di kursi belakang mobil, tepat di sisi jendela. Di depan, ayah dan ibunya berbincang ringan sambil menyetir menuju lokasi pesta.

Di pangkuannya, sebuah buku masih terbuka.

Matanya menelusuri baris demi baris tulisan, seolah dunia di luar mobil tak terlalu menarik dibanding halaman yang sedang ia baca.

Sesekali ayahnya melirik lewat kaca spion.

“Nak… belajar terus, nggak capek?” tanyanya lembut.

Rahmalia mengangkat kepala, menatap ayahnya sekilas lalu menggeleng.

“Nggak, Pah. Aku cuma penasaran sama soal yang ini. Belum nemu jawabannya.”

Ibunya menoleh dari kursi depan.

“Nanti dilanjut di rumah saja. Sekarang kita mau datang ke pesta ulang tahun Azmi, jangan sampai kamu kelelahan duluan.”

Ayahnya mengangguk setuju.

“Iya. Nanti di sana kamu butuh tenaga juga buat sosialisasi.”

Rahmalia tersenyum kecil.

“Iya, Pah… Mah.”

Ia menutup bukunya perlahan, lalu menyimpannya ke dalam tas.

Setelah itu, pandangannya beralih ke luar jendela.

Lampu jalan berderet panjang. Gedung-gedung tinggi memantulkan cahaya malam. Mobil-mobil lewat seperti garis cahaya yang tak pernah benar-benar berhenti.

Sunyi.

Dan di tengah sunyi itu, pikirannya mulai berkelana.

Tanpa sadar, ingatannya kembali pada satu sosok.

Azmi.

Cara dia bicara. Cara dia menatap. Cara dia tiba-tiba hadir tanpa diminta.

Dan… kalimat itu.

“Memang aku suka kamu.”

“Aku mau PDKT beneran.”

Rahmalia menelan pelan.

Dulu ia selalu bisa menjaga jarak dari siapa pun.

Tidak pernah memberi ruang. Tidak pernah membiarkan siapa pun masuk terlalu dekat.

Belajar. Bernyanyi. Itu saja dunianya.

Tapi entah kenapa… sejak Azmi muncul, semuanya terasa sedikit bergeser.

Tidak banyak. Tidak jelas.

Tapi cukup untuk mengganggu pikirannya.

Ia memalingkan wajah, mencoba fokus lagi ke luar jendela.

Lalu satu hal lain ikut teringat—

sentuhan tangan itu.

Alisnya mengernyit tipis.

Bagi orang lain mungkin sepele.

Tapi baginya… itu melewati batas.

Selama ini ia menjaga jarak dengan sadar. Bukan karena benci, tapi karena ia tahu apa yang ia mau dan apa yang tidak.

Dan Azmi… tiba-tiba masuk terlalu dekat.

Jemarinya mengepal pelan di atas pangkuan.

Dalam hati, ia menegaskan sesuatu.

Hal seperti itu tidak boleh terulang lagi.

Ia harus tetap seperti dirinya yang dulu.

Apa pun yang Azmi katakan… tidak seharusnya cukup kuat untuk mengacaukan pikirannya.

Rahmalia menarik napas pelan, lalu kembali menatap ke luar jendela.

...----------------...

Mereka akhirnya tiba di lokasi pesta.

Halaman rumah sudah ramai—deretan mobil, lampu taman, dan tamu yang hadir memenuhi area depan.

Rahmalia membuka pintu mobil dan turun lebih dulu.

“Ayo, kita sapa keluarga Azmi dulu,” ujar ayahnya.

“Iya, tunggu… dasinya miring,” sahut ibunya sambil merapikan kerah suaminya dengan teliti.

Setelah semuanya rapi, mereka berjalan masuk.

Belum sempat melangkah jauh—

Azmi sudah berdiri di depan, menyambut para tamu yang datang.

Tatapannya langsung jatuh pada keluarga Rahmalia.

“Selamat datang, Om, Tante… Rahmalia,” ucapnya ramah sambil tersenyum.

Rahmalia refleks berhenti setengah langkah.

Entah kenapa… saat berhadapan dengan Azmi, Rahmalia mendadak kaku.

Baru kali ini ia merasakan hal seperti itu.

“Oh, ini Azmi? Anaknya ganteng juga,” ujar ibunya sambil tersenyum sopan.

Ayah Rahmalia ikut mengangguk.

“Orang tuamu di mana?”

“Di sebelah sana, Om. Mari saya antar,” jawab Azmi sopan sambil sedikit menunduk.

Ia berjalan lebih dulu, namun sesekali menoleh—tatapannya tanpa sadar kembali ke arah Rahmalia.

Rahmalia menyadarinya.

Ia membalas dengan senyum tipis, lalu buru-buru menunduk.

Ada rasa aneh yang kembali muncul di dadanya.

Tak lama, mereka bertemu dengan orang tua Azmi.

Ayah dan ibu Rahmalia menyapa hangat, berbincang ringan seperti orang dewasa pada umumnya. Suasananya sopan, rapi, dan penuh basa-basi yang terasa wajar.

Rahmalia berdiri sedikit di belakang, hanya memperhatikan.

Namun perlahan… Azmi mendekat ke arahnya.

“Hari ini kamu kelihatan cantik,” ucapnya pelan.

Rahmalia langsung menegang.

Ucapan itu sederhana, tapi entah kenapa membuatnya salah tingkah. Ia hanya mengangguk kecil, lalu memalingkan wajah, berusaha menghindari tatapan Azmi.

Dadanya terasa tidak nyaman.

Terlalu dekat. Terlalu tiba-tiba.

Ada dorongan dalam dirinya untuk segera pergi dari situ.

Dan tepat saat itu—

“Oy, Ca! Sini!”

Suara keras memecah suasana.

Rahmalia menoleh.

Siva melambaikan tangan dari kejauhan. Di belakangnya, Dio dan yang lain sudah menunggu, wajah mereka terlihat santai seperti biasa.

Tanpa banyak berpikir, Rahmalia langsung melangkah menjauh.

Pergi menuju mereka.

Azmi yang melihat Rahmalia buru-buru menjauh hanya tersenyum kecil.

Entah kenapa, setiap melihat Rahmalia salah tingkah, justru membuatnya makin tertarik.

Ia pun berjalan pelan, mengikuti dari belakang.

Begitu sampai, Siva langsung menyambut Rahmalia lebih dulu.

“Kamu cantik banget hari ini,” ucapnya sambil memegang kedua lengan Rahmalia.

“Makasih… kamu juga,” balas Rahmalia dengan senyum hangat.

Gina langsung menyela, pura-pura manyun.

“Loh, aku enggak?”

Rahmalia tertawa kecil.

“Iya, kamu juga.”

Dio ikut nimbrung sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Terus gue? Nggak sekalian dipuji?”

Rahmalia mengangkat alis, menahan tawa.

“Emang kamu mau aku sebut cantik?”

Tawa langsung pecah di antara mereka.

Suasana yang tadinya canggung perlahan mencair.

Di saat yang sama, Azmi mendekat dari belakang Rahmalia.

Langkahnya santai, senyumnya masih terpasang.

Namun raut wajah Gina dan Dio berubah tipis—hanya sepersekian detik, tapi cukup terlihat bagi yang memperhatikan.

“Ngapain ke sini?” celetuk Dio lebih dulu, nada suaranya santai… tapi jelas mengandung tanya.

Azmi mengangkat bahu ringan.

“Lah, ini kan acara ku,” jawabnya tenang.

“Emangnya nggak boleh ikut gabung?”

Dio langsung memasang wajah kesal. Ia melangkah setengah langkah ke depan, berdiri tepat di depan Azmi—punggungnya sengaja menghalangi arah pandang.

Azmi sempat bingung.

Ia bergeser sedikit ke samping, mencoba melihat Rahmalia dari celah lain.

Namun Dio ikut bergerak lagi.

Sekali lagi, punggungnya menutup jalur pandang itu.

Seolah tanpa kata… ia sedang memasang batas.

Azmi mengernyit tipis, tapi tidak berkata apa-apa.

Ia hanya menarik napas kecil, lalu berhenti mencoba.

Di sisi lain, Gina memperhatikan semuanya.

Senyumnya masih terpasang, seolah menganggap itu hanya tingkah biasa Dio.

Tapi di dalam hati, ada sesuatu yang terasa mengganjal.

Melihat Azmi yang terus berusaha mencari tatapan Rahmalia… entah kenapa membuat dadanya ikut panas.

Rahmalia yang sejak tadi berdiri di tengah mereka akhirnya menangkap juga tingkah Dio.

Cara Dio sengaja berdiri sedikit ke depan.

Cara tubuhnya selalu bergerak tiap Azmi mencoba bergeser.

Ia tersenyum kecil.

Bukan senyum lebar—hanya tipis, tapi cukup hangat.

Dio yang melihatnya langsung membalas senyum itu tanpa sadar.

Tidak ada kata.

Tidak ada isyarat jelas.

Tapi seolah mereka sama-sama mengerti.

Bahwa Rahmalia sedang tidak ingin terlalu dekat dengan siapa pun malam ini.

Dan Dio… tanpa diminta, memilih berdiri di situ.

Menjaga jarak itu tetap ada.

Di belakang mereka, Azmi terdiam.

Tatapannya sempat tertahan, lalu perlahan memudar.

Sementara Gina… hanya berdiri memperhatikan semuanya dari samping.

Dan untuk pertama kalinya malam itu—

ia merasa seperti berada di luar lingkaran.

Senyumnya masih ada.

Tapi perasaannya mulai goyah.

Dan entah kenapa…

malam itu terasa seperti titik awal sesuatu.

Bukan pertemanan.

Bukan kebetulan.

Secara jarak, mereka masih di tempat yang sama.

Tapi malam itu… sesuatu di antara mereka sudah berubah.

1
Choco Syam
good girl... kmu punya sahabat yg tepat ginaaa..😊
proud of you.. keep smilee nanti kamu jadi panutanmu..
Choco Syam
maaf bang, tpi aku klo di posisi gina jg bkal mikir sperti itu sihh hehe... kliatan dangkal namun, menyakitkann.. proud of you gina..
maaf yaa nangis sedikittt
Choco Syam: yahh.. berusaha tegarr itu kita harus benar" kuatt..
total 2 replies
Choco Syam
Aku adalah gina di cerita ini. entah kapan kbruntungan itu datang. bukan anak sukung namun, anak harapan yg bahkan kerja kerasnya tidak pernah di lirik sma sekali. bhkan ketika jatuh hanya cemoohan yg di dpat. Gin prgi tenangin diri lo. semakin kamu bersandiwara semakin sakit. dan kamu bisa menghancurkan dirimu sendiri.
Hunk: Karakter Gina mungkin merasa sendirian disini, tapi percayalah… anak harapan yang tak pernah dilirik bukan berarti tak berharga. Kadang semesta memang menunda keberuntungan, bukan menolaknya. Jangan berhenti ya, karena kerja keras yang hari ini tak terlihat, suatu saat akan jadi alasan orang lain menoleh. Tetap kuat, kak. Kamu lebih hebat dari yang kamu kira 🤍✨
total 1 replies
APRILAH
"Tunggu bentar, ca." kata Dio, membuat Gina pun menghentikan langkah kakinya, "res sleting mu terbuka, aku bantu benerin, ya." sambung Dio, menawarkan bantuan.

keknya lebih cocok gitu sih, kak. 🙏
APRILAH: tapi gak tau sih, aku biasa gitu kalo dialog aksi.
tapi gak tau kalo di genre lain
total 2 replies
Panda
cuma mau bilang deskripsi sama percakapan bisa lebih padet

di sini alur belum maju lagi 🤔
Panda
dari kalimat ini sampai beberapa paragraf ke bawah sebelum percakapan itu bisa dipadatkan sebenarnya

jadi awal chapter gak terkesan slow Pace karena ceritamu susah bertipe slow burn

perhatikan dinamis Pace
Hunk: Makasih banget masukannya, Kak panda. Aku paham maksudnya, bagian awal memang masih agak kepanjangan. Ke depannya bakal aku evaluasi biar pacing-nya lebih enak.

Maaf kan diriku yang masih banyak ke kurangan🙏/Cry/
total 1 replies
Serena Khanza
payungnya kek punya ponakan aku 😂😂😂
baby shark doo dooo doo
Kaka's
telat mulu.. 🤣🤣
Kaka's
jadi tukang servis nih 🤭
Kaka's
enak gak.. 🤭
Sean Sensei
/CoolGuy/ : ada yang punya nomor teleponnya?
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Gina sama Azmi pagi" udah bikin sekolah heboh aja /Facepalm/
Panda
bagian akhirnya rada mellow ye e

chapter ini cukup menarik

slow burn yang cukup oke antara Gina dan Azmi 👍
Hunk: Makasih banyak kak🤭 Aku harap bisa bawain chapter yang lebih mellow nanti.
total 1 replies
APRILAH
songong emang kalo banyak duit mah
Hunk: Hahaha kapan ya aku bisa sombong kaya gitu pamer uang🤣. Makasih kak sudah membaca🙏
total 1 replies
Kaka's
coba baca dengan gaya.. menirukan adegan film film, 🤭🤭
Serena Khanza
apa ini apa ini🤔
azmi sama siapa sih mau mu.. gina apa rahmalian 😏
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Apa sebenarnya rencana kedua orang tua mereka ya 🤔
kayak mau deketin Azmi sama gina
Val07
busyet tangannya ringan bener, main tarik rambut anak orang 🤣
Hunk: gpp dio emang pingin botak katanya.
makasih kak sudah membaca🤭🤭/Heart/🙏
total 1 replies
Serena Khanza
duuh kata kata nya jleb banget lagi 🥹
Serena Khanza: sama sama kak 🤭
total 2 replies
Panda
serius ini Dio nempel banget sama cewek cewek

kek nyaman bener

ga mau kasih dia temen Deket cowok atau dia harusnya ada geng cowok

aneh aja kalau dari perspektif cowok 😏

ada sih yang nempel sama geng cewek cuma ehem biasanya rada gemulai (maaaap)

main sama anak cewek itu ga bebas ga bisa gaplok2an yang biasa jadi 'bahasa' persahabatan antar cowok..

ini Dio beda sendiri dan baru kuliat di cerita

penasaran aja apa dia itu punya temen lain selain ngekorin cewek cewek???
Panda: nahhh kannn beneran ini harusnya Uda ada di lebih awal chapterrr biar Dio gak jadi sus 😏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!