NovelToon NovelToon
Diamonds & Deception

Diamonds & Deception

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dikelilingi wanita cantik / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."

Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.

Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehangatan Apartemen Serena

Nicholas mengaduk saus pasta di atas kompor dengan gerakan santai, seolah-olah tujuh tahun perpisahan itu hanyalah jeda iklan yang singkat.

Serena berdiri di dekat meja island, memperhatikannya dari belakang. Sosok Nicholas yang sedang memasak selalu menjadi pemandangan yang paling mampu meruntuhkan pertahanannya.

"Kau tahu, Nick," suara Serena memecah kesunyian, "aku sering bertanya-tanya. Apa yang kau lakukan selama ini selain menjadi model dan aktor? Kenapa kau tidak mengambil alih bisnis ayah atau ibumu saja? Kau punya otak untuk itu."

Nicholas berhenti mengaduk sejenak, namun tidak berbalik. "Dan kau sendiri? Kenapa tidak berhenti jadi aktris dan fokus pada bisnis keluargamu yang menggurita itu, Serena? Kita berdua sama-sama keras kepala, mencoba membuktikan pada orang tua kita bahwa kita bisa berdiri di atas kaki sendiri."

Serena mendengus sinis, menyilangkan tangan di depan dada. "Setidaknya bisnis tidak mengharuskan aku bersentuhan dengan lawan jenis setiap hari. Apa mencium semua wanita cantik di layar itu sudah jadi kecanduanmu? Apa itu caramu melarikan diri?"

Nicholas mematikan kompor. Ia berbalik, bersandar pada tepian meja dapur dan menatap Serena dengan intensitas yang membuat napas wanita itu tertahan.

"Kecanduan? Tidak, Serena. Itu hanya bagian dari pekerjaan yang kubenci sekaligus kucintai karena itu satu-satunya cara aku bisa menyalurkan emosiku tanpa harus bicara jujur pada dunia," jawab Nicholas dengan nada yang tiba-tiba menjadi sangat serius.

Ia menarik napas panjang, lalu melanjutkan, "Tapi aku sudah sampai pada batasnya. Aku berniat mengakhiri waktu luangku sebagai artis tahun ini. Proyek film kita akan menjadi proyek terakhirku. Tahun depan, aku akan kembali ke kantor pusat, mengurus bisnis keluarga sepenuhnya."

Serena tertegun. "Kau serius? Kau akan meninggalkan dunia hiburan?"

"Ya. Berpura-pura menjadi orang lain itu melelahkan, apalagi saat orang yang paling ingin aku tuju justru menganggapku orang asing," Nicholas melangkah mendekat, memperpendek jarak di antara mereka. Ia menatap Serena dalam-dalam sebelum akhirnya mengajukan pertanyaan yang sejak tadi menggantung di benaknya.

"Tapi sebelum aku benar-benar terkubur dalam tumpukan dokumen bisnis... aku ingin tahu satu hal Nick." Serena menatap Mata Nicholas. "Apa kau benar-benar menginginkan anak dariku dulu?" tanya Serena, mengulang perkataan Nicholas tadi dengan nada yang sangat emosional.

Nicholas terdiam sejenak. Tatapannya melunak, kehilangan semua keangkuhan aktor besarnya. "Setiap malam selama tujuh tahun ini, Serena. Aku selalu membayangkan bagaimana jadinya jika waktu itu aku tidak sebodoh itu. Aku membayangkan seorang anak perempuan dengan mata sepertimu, yang berlarian di dapur ini sementara kita memasak seperti sekarang. Ya, aku benar-benar menginginkannya. Bahkan sampai sekarang."

Nicholas meletakkan pisaunya, benar-benar mengabaikan pasta yang mulai mendingin di atas meja. Ia melangkah maju, memerangkap Serena di antara tubuhnya dan tepian meja dapur.

Suaranya yang biasanya penuh wibawa kini terdengar pecah, seperti seorang pria yang sudah kehabisan napas setelah berlari terlalu jauh.

"Bisakah kita memulai kembali, Serena? Dari titik di mana kita tidak saling menyakiti?" Nicholas meraih kedua tangan Serena, menggenggamnya begitu erat seolah takut wanita itu akan menguap menjadi asap.

"Kumohon, jangan lagi bahas soal ciuman-ciuman di layar itu. Itu semua sampah, Serena. Tidak ada satu pun dari mereka yang bisa membuat jantungku berhenti berdetak hanya dengan satu tatapan seperti yang kau lakukan."

Serena mencoba memalingkan wajahnya, namun Nicholas menyentuh dagunya, memaksanya untuk menatap mata yang kini dipenuhi kejujuran yang menyakitkan.

"Aku hanya menginginkan dirimu," bisik Nicholas lagi. "Bisakah kau memaafkanku atas tujuh tahun kebodohan ini?"

Serena tertawa getir, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Memaafkanmu? Sekarang kau sudah ada Valerie, Nick. Kau baru saja menggandengnya di mal seolah dia adalah duniamu yang baru. Kau akan bertunangan dengannya, dan sekarang kau memintaku memulai kembali?"

"Dia bukan siapa-siapa!" Nicholas menyela dengan nada frustrasi. "Valerie hanyalah gadis yang diinginkan ayahku untuk bisnisnya. Aku menerimanya... aku membiarkan dia ada di sekitarku karena kau terus-terusan bersikap dingin! Aku frustrasi, Serena. Kau memperlakukanku seperti sampah, kau menyuruhku menjadi asing, kau mengunggah foto-foto yang memancing pria lain... Aku hanya mencoba mencari pelarian karena kau menutup semua pintu untukku!"

Nicholas mendekatkan keningnya ke kening Serena, napas mereka beradu. "Aku menggunakan Valerie untuk memancing kecemburuanmu, untuk melihat apakah masih ada Serena yang mencintaiku di balik topeng ratu es itu. Dan melihatmu hancur di ruang dubbing tempo hari... itu membuatku sadar bahwa aku adalah pria paling jahat di dunia."

Serena terisak, tangisannya pecah di dada Nicholas. "Kau jahat, Nick... kau benar-benar jahat."

"Aku tahu. Aku bajingan," Nicholas memeluk Serena sangat erat, membiarkan kemeja putihnya basah oleh air mata wanita itu. "Tapi bajingan ini hanya milikmu. Beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku akan mengakhiri sandiwara dengan Valerie. Aku akan kembali ke dunia bisnis agar ayahku tidak bisa lagi mendikte hidupku dengan perjodohan konyol itu. Aku hanya butuh kau di sisiku."

Di dapur yang penuh kenangan itu, tembok pertahanan Serena akhirnya runtuh sepenuhnya. Aroma pasta yang terlupakan dan pelukan Nicholas yang posesif seolah menjadi saksi bahwa sejauh apa pun mereka lari, mereka akan selalu kembali ke titik yang sama.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍😍😍

1
Fbian Danish
ceritanya bagus bgt. aku suka.... satset tanpa banyak drama, tapi alurnya enak untuk diikuti... suka..suka..suka..
Fbian Danish
baguuuuussss bgt ceritanya kak. cerita sat set tanpa banyak drama tapi alurnya enak dan konflik yg tidak terlalu pelik. aku suka bgt asli.....
Fbian Danish
bapaknya memberi jaminan kancing, anaknya gantungan kristal... like father like son😄
Salsabiell Jannah
sukaaaaa bangetttt sama novel ini 😍😍😍😍
Ros_10: Makasih 😍
total 1 replies
Fbian Danish
bagus bgt karyamu Thor... 🔥🔥🔥🔥
Fbian Danish
happy bgt kak❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!