NovelToon NovelToon
A Penliba

A Penliba

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan
Popularitas:104
Nilai: 5
Nama Author: Kacang Kulit

"Lo tuh ngeselin!" bisik Giselle di telinga Libra.

"Udah tau." Selalu, jawaban Libra semakin membuat Giselle kesal. Gadis itu cemberut sepanjang pelajaran dimulai. Padahal hari masih pagi, tetapi dia sudah dibuat emosi oleh pemuda yang sayangnya adalah sahabatnya sendiri.

Libra tau Giselle sedang marah padanya. Namun, pemuda itu malah tersenyum geli sembari menopang dagunya menatap gadis yang sedang mengerucutkan bibirnya itu.

***

Sebuah kisah tentang dua remaja yang sedang berjuang untuk menemukan tujuan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang Kulit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 - Classmeeting

Lapangan sekolah siang itu terlihat sangat ramai. Matahari sedang terik-teriknya, tetapi suara teriakan yang saling bersahutan terdengar sangat kencang. Panasnya matahari tidak mengurangi semangat para siswa. Spanduk classmeeting masih terpasang miring di pagar, talinya sudah sedikit mengendur, tapi ga ada yang peduli. Yang terpenting hari ini bukan tentang pelajaran bukan juga tentang nilai. Ini soal siapa yang paling berisik dan paling bersemangat mendukung kelasnya sendiri.

Giselle berdiri di pinggir lapangan bersama Pipit. Keduanya membawa segelas es teh yang kini hanya tersisa setengahnya.

“IPS 2, semangattt!” teriak Pipit, tangannya reflek megang pundak Giselle.

Giselle melompat-lompat kecil sembari fokus menatap jalannya pertandingan. “Ihhh, itu tadi harusnya masuk tuh—”

Di lapangan, lima siswa XI IPS 2 sedang sibuk mengejar bola. Keringat menempel di kaus olahraga mereka. Nando yang terlihat paling heboh. Pemuda itu terkadang berteriak sambil berlari mengejar bola. Danu bergerak gesit, sedangkan Keenan lebih banyak menjaga posisi. Farhan bermain dengan tenang, matanya terlihat sangat fokus. Dan Libra terlihat sangat santai seolah permainan ini begitu mudah ia lakukan.

Peluit wasit berbunyi nyaring.

“Ayooo semangattt!” Giselle reflek teriak.

Sorakan dari pinggir lapangan kembali menggema. Beberapa siswa berdiri di atas bangku semen, yang lain menepuk-nepuk pagar pembatas sambil meneriakkan nama kelas mereka masing-masing. Suasana semakin riuh ketika bola berpindah cepat dari kaki ke kaki.

Bola sempat direbut Keenan, lalu dioper ke Danu. Danu bergerak cepat, memutar badan sebelum mengirimkan umpan ke arah Libra. Untuk sesaat, lapangan terasa sedikit lebih sunyi—bukan karena benar-benar hening, melainkan karena banyak mata yang tertuju pada satu arah.

Libra mengontrol bola dengan tenang. Langkahnya mantap, tidak terburu-buru. Ia melewati satu pemain lawan, sedikit menggeser posisi, lalu menendang.

Bola membentur tiang gawang.

“AAAAA!” Giselle spontan berteriak. Tangannya mencengkeram lengan Pipit. “Sakit banget liatnya!”

Pipit tiba-tiba menepuk pundak Giselle keras-keras. “Gigiii, sumpah itu barusan deg-degan banget.”

Giselle refleks menoleh. “Iya kan? Itu bolanya tinggal dikit lagi—”

Di lapangan, Nando melirik ke arah pinggir sambil tertawa singkat. “WOY, KALIAN BERISIK BANGET,” teriak Nando sembari menatap Giselle dan Pipit.

“BIARIN, MAIN AJA YANG BENER,” balas Pipit.

Farhan hanya tersenyum kecil. Fokusnya kembali ke permainan.

Pertandingan berlangsung semakin cepat. Nafas para pemain mulai terlihat berat. Keringat menetes, membasahi lantai lapangan yang sudah panas sejak siang. Peluit kembali dibunyikan, menandakan pergantian babak.

Para pemain XI IPS 2 berjalan ke pinggir lapangan. Giselle refleks melangkah maju dua langkah sebelum akhirnya berhenti, pura-pura sibuk mengaduk es teh di tangannya.

Libra menghampiri mereka. Nafasnya masih sedikit tersengal. “Teriakan lo kedengeran sampai tengah lapangan.”

Giselle mendengus pelan. “Ya soalnya deg-degan.”

“Dia lebih capek nonton daripada kalian yang main,” ujar Pipit santai.

Libra tertawa kecil. Farhan berdiri sedikit di belakang mereka, mengelap keringat dengan handuk kecil. Tatapannya sempat tertuju pada Giselle, hanya singkat, lalu kembali ke lapangan.

Babak kedua dimulai. Permainan menjadi lebih keras. Nando sempat hampir terjatuh, Danu terpeleset saat berebut bola, dan Keenan beberapa kali harus menutup pergerakan lawan. Sorakan dari pinggir lapangan semakin tidak beraturan. Menjelang akhir pertandingan, Libra kembali mendapatkan bola.

Giselle menahan napas. Tendangan itu akhirnya masuk ke gawang.

“Masuk!” Pipit menjerit.

Giselle meloncat kegirangan. “YEYYY, LIBAAA!”

Peluit panjang dibunyikan. Pertandingan selesai. Kelas XI IPS 2 menang dengan selisih tipis. Lapangan kembali dipenuhi suara. Ada yang bersorak, ada yang tertawa karena lega, ada pula yang hanya terduduk kelelahan. Para pemain berjalan ke pinggir lapangan dengan wajah yang bercampur antara lelah dan puas.

Libra langsung duduk di pinggir, menyandarkan punggungnya. Giselle mendekat, lalu menyerahkan gelas es teh miliknya.

“Minum, Ba?” katanya singkat.

Libra menerimanya. “Lo juga pasti haus, dari tadi teriak mulu.”

“Gue cuma menjalankan tugas sebagai pendukung setia,” jawab Giselle sembari tersenyum lebar.

Nando yang berdiri tak jauh dari mereka menyahut, “Suara lo bikin gue sempet salah fokus.”

“Itu salah lo sendiri,” balas Giselle tanpa rasa bersalah.

Danu tertawa, Keenan hanya menggeleng kecil. Ia biasanya tidak terlalu akrab dengan mereka ketika di kelas, hanya berbincang ketika ada sesuatu yang penting, misalnya mengenai pelajaran di kelas.

Farhan duduk sedikit terpisah. Ia membuka sepatunya perlahan, membiarkan napasnya kembali teratur. Dari tempatnya, ia melihat Giselle yang masih bercanda dengan Nando, Pipit yang tertawa lepas, dan Libra yang tersenyum sambil mendengarkan. Farhan tidak ikut bergabung. Ia hanya memandang, seolah menyimpan momen itu dalam diam.

Hari itu tidak ada nilai. Tidak ada peringkat. Tidak ada tekanan.

Hanya panas matahari, suara peluit, tawa yang berantakan, dan perasaan ringan yang jarang hadir.

Dan untuk pertama kalinya setelah rangkaian ujian panjang, Giselle merasa kepalanya tidak seberat hari-hari sebelumnya.

...***...

26 Januari 2026

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!