Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Xuan Hao
Selesai makan bersama, Pangeran Xuan Lie membawa semua orang menuju aula samping, tempat dimana keluarga itu sering berkumpul di hari-hari biasa.
Xuan Hao yang baru pertama kali datang ke aula samping Paviliun Zhenlong, ia hanya mengikuti arus, bahkan duduk di kursi yang terlihat lebih kecil dibandingkan apa yang diduduki Xuan Xiaoyu.
Namun ia tidak melakukan protes, dan tetap duduk tenang, sebuah ketenangan yang membuat orang lain memandangnya dengan heran.
Selama ini Xuan Hao terkenal sebagai orang tidak berguna yang sering berbuat onar, sama sekali tidak bisa diam, apalagi memiliki ketenangan seperti sekarang ini.
‘Anak ini~, apa selama ini dia pura-pura bodoh?’ batin Pangeran Xuan Lie bertanya-tanya.
Tetapi melihat sikap Xuan Hao yang selama ini begitu alami, ia segera membuang jauh-jauh pikiran jika selama ini Xuan Hao hanya berpura-pura bodoh.
“Tuanku, apa sekiranya yang ingin Tuanku sampaikan pada kami?” tanya Shen Ruyue, sang Nyonya di Paviliun Zhenlong.
“Saat ini Dunia terbagi menjadi enam Kekaisaran, salah satunya Kekaisaran Yan Zhou~
~Belum lama ini Yang Mulia Kaisar Yan Zhenwu ingin mencarikan jodoh untuk Putri Kelima Kekaisaran Yan Zhou di Kekaisaran Tian Yuan, dimana Yang Mulia Kaisar Xuan Tiancheng menyerahkan perjodohan ini pada keluarga kita. Jadi, siapa diantara kalian bertiga yang ingin menikah dengan Putri Yan Yueling?!”
Pangeran Xuan Lie menatap kedua putranya, sebelum pandangannya tertuju pada Xuan Hao yang tampak tenang, berbeda dengan dua putra lainnya yang tampak gelisah.
“Yang Mulia, Kekaisaran Yan Zhou bukanlah tempat yang biasa. Wilayah Kekaisaran itu sebagian besar adalah gurun pasir, sebuah tempat yang berbahaya sekaligus mematikan. Mengirim putra-putra terbaik kita ke tempat seperti itu, bukankah itu terlalu berbahaya?” ujar Selir Liu.
“Ayahanda, apa yang disampaikan Selir Liu benar adanya. Lagipula putramu ini sudah memiliki tunangan, tidak mungkin pertunangan itu dibatalkan hanya untuk menikah ke tempat seperti itu!” ucap Xuan Zifeng, putra kedua Pangeran Xuan Lie.
Ia sudah memiliki tunangan sejak kecil, berbeda lagi dengan Kakaknya, Xuan Mingyu yang sudah menikah, tapi sangat istri sedang pulang ke rumah untuk melihat keadaan Ibundanya yang sakit, baru nanti setelah selesai perjamuan Xuan Mingyu akan menyusul istrinya.
Mengetahui segalanya, Xuan Hao hanya bisa tersenyum kecut.
Ia sudah bisa menebak akhirnya akan seperti apa.
[Ding!]
[Menikah dengan Putri Kelima Yan Yueling adalah takdir Tuan, dan ada hadiah pernikahan luar biasa dari Sistem jika pernikahan itu terjadi!]
“Sistem, apa kamu tidak sedang bercanda?” tanya Xuan Hao melalui transmisi suara.
[Ding!]
[Tuan, Sistem tidak pernah bercanda!]
Mendengarnya Xuan Hao mengangguk kecil, lalu ia membuka suara, “Biar aku saja yang menikah dengan Putri Yan Yueling!” ucapnya tegas.
“Cih, menikah dengan sang Putri? sebelum pernikahan itu terjadi, kau sudah lebih dulu mati di tangan orang-orang Kekaisaran Yan Zhou!” seru Xuan Zifeng.
“Baik, aku akan melaporkannya ke Yang Mulia Kaisar apa yang menjadi keputusanmu!” ucap Pangeran Xuan Lie, sepenuhnya mengabaikan ucapan Xuan Zifeng, membuat pria itu menatap tidak suka ke arah sang ayah.
Xuan Hao sendiri hanya mengangguk kecil, dan karena urusan dianggap sudah selesai, ia pun memilih pamit undur diri, kembali ke Paviliun Qingfeng.
Saat berada di ambang pintu keluar aula samping, Xuan Hao bergerak cepat menangkap sesuatu yang dilemparkan ke arahnya, yang ternyata itu adalah pisau lempar.
“Lemparan yang bagus,” ucap Xuan Hao tanpa menoleh, dan begitu saja ia menjatuhkan pisau itu di depan pintu aula.
Pangeran Xuan Lie adalah orang yang melemparkan pisau ke arah Xuan Hao.
Saat lemparan itu dilakukan, ia yakin pisau akan menancap di bahu Xuan Hao, tapi gerakan menghindar yang begitu cepat serta tangkapan yang tepat bersentuhan dengan gagang pisau. Semua itu menjelaskan secara tidak langsung kalau putranya itu bukanlah sosok sampah.
Meski hanya sedikit yang diketahuinya, entah sejak kapan dalam diri Pangeran Xuan Lie muncul rasa tidak rela kalau Xuan Hao pergi menikah ke Kekaisaran lain.
Tetapi saat ini ia sama sekali tidak memiliki pilihan lain, selain mengirim Xuan Hao.
Sementara itu~, meski awalnya menolak dan sejak awal tidak ingin melakukan pernikahan ke Kekaisaran lain, Xuan Zifeng juga tidak ingin Xuan Hao, si sampah itu pergi melakukan pernikahan ke Kekaisaran lain, apalagi menikahi seorang putri.
‘Kau tidak akan pernah bisa menikahi seorang putri dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik!’ batin Xuan Zifeng dengan pikiran dipenuhi berbagai rencana jahat yang ditujukan pada Xuan Hao.
Xuan Mingyu sendiri meski tampak tenang, sebenarnya ia sama seperti adiknya, Xuan Zifeng. Baginya, orang seperti Xuan Hao tidak layak bahagia.
Sedangkan bagi para Putri Pangeran Xuan Lie, mereka sedikitpun tidak peduli pada apa yang terjadi pada Xuan Hao, kecuali Putri kecil Xuan Xiaoyu yang merasa senang dengan pernikahan sang Kakak, meski ia tau pernikahan itu sangatlah berbahaya.
Ia bukan gadis kecil biasa, tetapi dalam hal kepintaran, diam-diam Putri Xuan Xiaoyu mengungguli seluruh kakaknya, bahkan dalam bakat beladiri dia juga lebih unggul, dan semua itu berkat latihan keras yang dijalaninya bersama sang ibunda, Selir Qin Rouyin yang merupakan Jenderal wanita pertama Kekaisaran Tian Yuan.
Di tempat berbeda, Xuan Hao akhirnya tiba kembali di Paviliun Qingfeng, dan ia menceritakan apa yang terjadi di Paviliun Zhenlong pada kedua pelayannya, dimana mereka dengan tegas akan ikut menemani sang Pangeran pergi ke Kekaisaran Yan Zhou.
Xuan Hao memang berencana mengajak mereka, tapi statusnya bukan sebagai pelayan, melainkan ingin meningkatkan status mereka sebagai pengawalnya.
Untuk mewujudkan semua itu mereka harus bekerja keras, dan ternyata bukan hanya mereka yang ingin ikut ke Kekaisaran Yan Zhou bersama dengannya, melainkan empat orang baru yang tinggal di Paviliun Qingfeng juga ingin ikut.
Mengetahui semua itu, Xuan Hao dengan tegas berkata kalau mulai besok ia akan melatih keempat pengawal, sedangkan untuk kedua penjaga, ia akan memberikan kitab jurus untuk mereka pelajari, dimana jurus-jurus itu bisa meningkatkan kekuatan mereka secara signifikan.
Saat ini keduanya sudah kuat, hanya saja mereka hanya sekedar menguasai jurus dasar, bukan jurus yang mematikan dan bisa dijadikan pembalik keadaan saat bertemu lawan tangguh.
Keduanya memiliki keahlian yang lumayan di penggunaan pedang, jadi Xuan Hao selain mencarikan jurus pedang yang sesuai untuk mereka, dia juga akan memberi senjata yang bisa mereka gunakan untuk memperkuat jurus.
Dengan senjata yang tepat, jurus mereka akan berfungsi dengan maksimal.
Setelah menyelesaikan urusan dengan para pelayan juga penjaga, Xuan Hao kembali fokus pada urusannya sendiri, dimana ia hari ini belum menyelesaikan latihan hariannya, jadi sekarang juga dia melakukan latihan harian sekaligus melihat hadiah Sistem karena telah menghadiri perjamuan makan di Paviliun Zhenlong.