NovelToon NovelToon
Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Janda / Selingkuh
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Maxime Brixtone adalah seorang mafia yang sepanjang hidupnya terjebak dalam perselisihan kelam dengan ibu tirinya. Di tengah hidupnya yang penuh duri dan misteri tentang bagaimana konflik itu akan berakhir, Max berada di ambang kematian akibat rencana pembunuhan yang dirancang oleh sang ibu tiri.

Tak disangka, hidupnya di selamatkan oleh seorang wanita yang telah bersuami. Max bersembunyi di kediaman wanita tersebut, hingga mereka tanpa sengaja menyaksikan sang suami melakukan perselingkuhan.

Dari titik itu, batas antara rasa terima kasih, kemarahan, dan obsesi kepada wanita penyelamat hidupnya mulai kabur.

Max pun memiliki sebuah ide gila untuk menjadikan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya menjadi seorang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 23

Merasa Zayna telah memberikan isyarat persetujuan, Max pun melanjutkan gairah liarnya yang ingin ia salurkan pada Zayna, Max sadar hanya Zayna dan hanya ingin ia lakukan pada Zayna.

Max kembali mencium Zayna, bibir mereka saling berpagut dalam irama yang indah, suara ciuman itu memenuhi rumah sunyi yang sudah lapuk di makan usia.

Sedangkan tangan kekar Max perlahan masuk ke dalam pakaian Zayna, punggung dan payudaraa Zayna tak luput dari genggaman tangan raksasa itu.

Lembut dan begitu halus Max menyentuhnya.

“Ehmhh… Aahh…”

Erangan indah dan suara khas Zayna menambah gejolak hasrat dan gairah Max.

”Teruskan suaramu, aku suka, suaramu sangat indah…” Bisik Max.

Sentuhan itu kini berubah menjadi api yang membakar habis sisa-sisa keraguan mereka. Max tidak lagi mampu menahan gejolak yang selama ini ia pendam, setiap inci tubuh Zayna di bawah jemarinya terasa seperti candu yang menuntut lebih.

Zayna, dalam kerapuhan dan gairahnya yang tumpah, membalas setiap sentuhan Max dengan melingkarkan kedua tangannya di tengkuk kepala Max dan membelai kepala Max.

Max sempat tersenyum dalam hatinya hanya Zayna yang berani menyentuh kepalanya, jika itu orang lain, pasti tangan itu sudah hilang.

Zayna kemudian menarik kerah kemeja Max, memaksa pria itu untuk tidak memberi jarak barang satu milimeter pun. Napas mereka yang menderu kini bersahutan di antara ciuman yang kian liar dan dalam.

Tangan Max aktif terus menerus meremass payudara kenyal dan besar milik Zayna, memiliin dan memelintirr secara bergantian.

“Aah.. Ehmm Max… “ Zayna memejamkan matanya, menggigit bibirnya dan mengapitkan kedua kakinya di pinggang Max sembari meremass kepala Max serta rambut lebat pria yang juga di kejar gairah itu.

Ciuman Max turun ke leher kembali, meninggalkan jejak-jejak panas yang membuat tubuh Zayna melengkung lemas dalam dekapan Max. Suara rintihan halus yang lolos dari bibir Zayna menjadi pemantik terakhir bagi pertahanan Max yang runtuh total.

”Aaahh….”

Max tak lagi peduli pada dunia di luar kamar itu, baginya, saat ini hanya ada Zayna dan dahaga yang harus dipadamkan. Tangan Max yang besar gemetar karena gairah mulai bergerak tidak sabar, menelusuri lekuk tubuh Zayna di balik pakaiannya yang terasa menghalangi.

Dengan satu gerakan dominan, ia membaringkan Zayna di atas lantai tanpa memutus tautan bibir mereka, dan tanpa melepaskan tangannya yang meremass lembut payudaraa Zayana, Zayna menyambut beban tubuh Max dengan tangan yang melingkar erat di leher pria itu, seolah takut jika ia melepaskannya, semua kehangatan ini akan menguap.

Pakaian terlepas satu demi satu, terlempar ke lantai yang dingin, kontras dengan kulit mereka yang kini bersentuhan langsung—panas dan lembap oleh keringat.

Kini Zayna hanya sisa celana dalamnya yang menempel di tubuhnya, wajah nya sayu dan memerah ketika Max menegakkan tubuhnya dan bertumpu pada kedua lututnya. Tatapan Max tertuju pada Zayna yang nampak lebih cantik.

“Tubuhmu sangat indah Zayna…” ucap Max.

“Aku Malu…” Kata Zayna menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Max kemudian menarik tangan Zayna dengan lembut dan menciuminya lembut, kecupan-kecupan selembut sutra yang hangat.

Zayna kemudian menatap tubuh Max yang sempurna, begitu sempurna hingga Zayna berpikir, tubuh Max seperti pahatan yang mahal.

Perlahan Zayna menyentuh perut Max yang tak terhalang kain apapun, perut itu penuh dengan lekukan, dan keras. Berbeda dengan Drake, meski Drake kekar ototnya belum terbentuk sempurna, namun tubuh Max jauh lebih indah karena otot-otot yang terbentuk di seluruh tubuhnya.

Max menatap Zayna sejenak, matanya gelap oleh keinginan yang murni, sementara Zayna menatapnya balik dengan binar pasrah yang mengundang.

“Hanya aku, Zayna.”

“Katakan hanya aku… Kau hanya menginginkan aku… Lupakan dia dan bergantunglah padaku…” bisik Max parau di depan bibir wanita itu.

Zayna tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan dengan tarikan di tengkuk Max yang kembali menyatukan mereka dalam pagutan yang lebih menuntut.

Tubuh Max menindih tubuh Zayna yang kecil.

Di bawah temaram lampu yang redup, mereka kehilangan kendali sepenuhnya. Logika telah mati, digantikan oleh naluri purba yang menuntut penyatuan. Mereka saling melepaskan gairah yang selama ini terkunci rapat, membiarkan tubuh mereka bicara dalam bahasa yang hanya dimengerti oleh dua orang yang sedang didera rindu dan rasa sakit yang sama.

Tubuh yang saling menekan dan menggesek. Malam itu, mereka bukan lagi pelari atau pengejar. Mereka hanyalah dua jiwa yang saling memangsa dalam keindahan yang menyesakkan, tenggelam dalam lautan gairah yang tak bertepi.

Suasana dalam kamar itu kian memanas, pengap oleh gairah yang meluap-luap. Max tak lagi memberikan ruang bagi udara untuk mendinginkan kulit mereka. Setiap sentuhannya kini terasa lebih menuntut, lebih dalam, dan penuh kepemilikan.

Max membenamkan wajahnya di ceruk leher Zayna, menghisap aroma tubuh wanita itu yang membakar kewarasannya. Rintihan Zayna pecah, memenuhi kesunyian malam saat tangan kekar Max bergerak liar, menjelajahi setiap inci lekuk tubuh menggunakan mulut, dan lidah, tanpa ampun.

“Aahh… Ahmmm…. Max…”

Kali ini tidak ada lagi kelembutan yang ragu-ragu, yang ada hanyalah desakan kebutuhan yang purba.

Zayna merasakan gelombang panas menjalar dari ujung kaki hingga ke puncak kepalanya.

Jemarinya mencengkeram bahu Max yang keras, sebelum akhirnya berpindah meremas rambut Max, kala mulut Max mulai menghisap payudaraa Zayna.

Sesaat pelan, sesaat kemudian lebih kuat.

“Aahmm… Aahh… Max… Ehmmhh…”

Zayna meremas kepala Max, menarik pria itu semakin dekat, seolah ia ingin Max menyatu ke dalam kulitnya. Ia tidak lagi peduli pada rasa sakit hatinya atau kerapuhan yang membawanya ke sini karena Drake— pikirannya kini hanya di penuhi sensasi elektrik yang meledak setiap kali kulit mereka bergesekan.

“Max... ahh, lebih...”desah Zayna, suaranya parau, hilang dalam gairah yang menyesakkan.

Permintaan itu seperti bensin yang menyambar api. Max mengangkat tubuhnya sedikit, menatap Zayna yang tampak kacau di bawahnya—rambut berantakan, bibir bengkak memerah, dan mata yang sayu penuh damba. Pemandangan itu menghancurkan sisa-sisa kendali Max.

“Aku tidak akan menahan diri…” Kata Max pada Zayna.

Max kemudian bergerak turun, menelusuri lekukan tubuh Zayna yang indah menggunakan lidah dan bibirnya. Hingga Max sampai pada sesuatu yang membuat tubuh Zayna terguncang.

“Jangan… Max… Jangan di situ…” Kata Zayna antara di ambang pasrah, lemas dan juga nikmat.

“Aku sudah katakan padamu, aku tidak akan menahan diri.” Kata Max mencengkram kedua tangan Zayna dengan satu tangan besarnya.

Kemudian Max kembali terbenam dalam satu bagian inti Zayna. Menghisapnya menggunakan mulutnya, pelan lalu kuat. Tak puas sampai di sana, Max menggunakan lidahnya masuk menerobos. Lalu menghisap lagi. Perpaduan luar biasa yang membuat Zayna kehilangan akalnya.

“AAAHH….!!!” Zayna memekik keras mengangkat kedua kakinya dan menaruhnya di atas punggung Max. Sembari menjambak kepala Max, dan mengapit kepala Max dengan kedua paha Zayna, si Mafia yang tak pernah menundukkan kepalanya pada siapapun itu sekarang benar-benar sedang menaruh kepala dan mulutnya di bagian intim Zayna.

Tubuh Zayna menegang sempurna, sebuah cairan mengalir dari bagian intim Zayna. Merasakan kenikmatan yang tak bisa ia gambarkan menggunakan kata.

Bersambung

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
penguntit suruhan nevari belum tuntas yg kemarin 🤣🤣🤣
Umi Zein
kamu gak tau yg sebenarnya Max/Sob/, klo kamu tau tentang kebenarannya bencinya kamu pasti akan berbuah syang 0d ayahmu/Whimper//Chuckle/
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
Apa penguntit itu suruhan nevari???
hemmm mau ketemu istri orang aja adaaa saja gangguannya😏
ceritanya nggantung lagi dah kayak kates
Hanima
lanjut Maxxx
Umi Zein
ya seneng bahagia laah! wong dapet jatah dr istrinya orang😂😂
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Gas Max, Bisa jadi benihhhmu juga sdh tumbuh. Jadi tanggung jawablah, perjuangkan Zayna sampai titik darahhh penghabisan🤭🤣
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Anggap saja Max adalah obat untuk luka yang diderita zayna.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Semoga saja Drake segera menceraikannn Zayna. takut bangeet Zayna goyah dan dibodohiii drake. karena mereka sd impas sdh merasakan kehangatan bersama orang lain.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
demi zayna max rela melakukan apapun🤭
Hanima
Lanjuttt Max
Hanima
semuaaaanya 🤭
Hanima
👍👍
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
gak papa drake sekarang bergaya dulu ala ala CEO yang terkenal dingin dan tak tersentuh😁🤭
sombonge ndhisek ajooorrre kari wkwkwk
Anonymous
Thor kok blm update
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
duuuuh bolak balik ngintipin up apa blom🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Umi Zein
ooh jdi si Max sengaja ngasih posisi itu ke Drakula biar dia bisa mantau trus. licik tp pinter jg si Max /Proud//Joyful//Joyful/
Achimedess
keren
Achimedess
siipp
dlups
lanjukan
dlups
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!