NovelToon NovelToon
SUARA 2 [RUKMINI]

SUARA 2 [RUKMINI]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horror Thriller-Horror / Iblis / Hantu
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"

"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."

Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.

Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..

"WANI TEKO WANI MATI!"

[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 32. Aku buat ibuku merasakan sakitku di masa itu. [RUKMINI]

Rukmini sedang mencangkul tanah di tengah hujan, dia sendiri yang melakukan nya sampai dalam galian yang dia cangkul sudah cukup untuk mengubur jasad seseorang.

Rukmini lalu pergi kedalam rumah, dia masuk ke dalam kamar ny dan menyeret jasad ayah nya ke adah pintu belakang. Saat jasad ayah nya di seret, Rukmini sama sekali tidak hati - hati sampai kepalanya terbentur - bentur pun dia tidak peduli.

"BRUGH!"

Rukmini menendang tubuh ayah nya kedalam lubang yang dia gali lalu saat tubuh ayah nya sudah masuk kedalam lubang, dia tersenyum. Lubang itu mulai tergenang oleh air, Rukmini lalu mulai mengubur ayah nya itu tanpa prosesi pemakaman yang layak.

Hujan malam itu menyapu bersih noda darah yang berceceran sepanjang jalan, tapi juga menebarkan bau anyir. Untung nya jarak rumah Rukmini dengan tetangga nya jauh, mereka tidak melihat atau mendengar apapun.

...\=\=\=\=\=...

Ke esokan harinya..

"Yu Sri! Kang Yono!"

"Kang Yono, Koe di rumah ndak?!

Seorang laki - laki sedang berkacak pinggang berdiri di depan rumah Rukmini, dia meneriaki nama kedua orang tua Rukmini.

"Sepi, ndak ada orang opo yo?" Gumam nya.

Tapi tiba - tiba Rukmini membuka pintu, dan pria itu tersenyum menatap Rukmini. Rukmini juga tersenyum pada laki - laki itu..

"Eh, den ayu.. Bapakmu ada, ndak?" Tanya nya pada Rukmini.

"Bapak ndak pulang, wa. Akhir akhir iki bapak jarang di rumah.." Jawab Rukmini, pria itu tertegun dan tepok jidat.

"Weleh, lah sepedaku di bawa kemana iki." Gumam nya..

"Sepeda toh, lek? Itu di samping rumah ada sepeda, ndak tau sepeda siapa itu bapak yang bawa." Ucap Rukmini, pria itu lalu menoleh.

"Laaahh.. Iku sepedaku, nduk. Bapakmu pinjem buru - buru katane mau di balekno lha di tunggu ndak dateng - dateng." Ucap nya, dia lalu pergi ke samping rumah untuk mengambil sepeda nya.

Rukmini juga mengikuti pria itu, dia memastikan pria itu tidak mencurigai sesuatu apapun di rumah nya karena semalam dia telah melakukan pembunuhan.

"Yo wes, tak mulih yo nduk." Ucap nya, Rukmini tersenyum..

"Iya, wa." Ucap Rukmini dengan senyum manis nya.

Pria itu sungguhan pergi, sebenar nya dia mencium aroma - aroma aneh tapi dia tidak hiraukan dan lanjut melangkah pergi dari rumah Rukmini. Padahal kalau saja dia menoleh sedikit ke arah dapur, di sana masih ada noda darah ayah Rukmini yang masih belum di bersihkan.

Setelah hari itu, Rukmini menjalani hari - harinya dengan sedikit damai karena dia sudah pindah dan sudah resmi membuka hiburan malam nya di kios yang dia beli, di sana Rukmini mempekerjakan perempuan - perempuan yang senasib dengan nya. Dan tempat itu ramai seketika..

Nama Rukmini semakin hari semakin besar dan di kenal, sampai tidak terasa 2 bulan sudah berlalu..

2 BULAN KEMUDIAN.

"Den ayu, kok aku ndak pernah liat ibu dan bapakmu yo?" Tanya salah satu tamu yang berpengaruh, yang menjadi pelanggan di tempat Rukmini.

"Saya juga ndak tau mereka kemana kang, mereka bawa kabur uang hasil kerja saya. Meninggalkan utang judi, jadi semua sawah di jual buat bayar utang bapak." Ucap Rukmini, wajah nya sedih.

"Kok ngunu (gitu) mereka, hidup enak sendiri tapi den ayu di tinggal." Ucap tamu nya, Rukmini hanya menunduk.

"Mungkin karena saya bukan anak kandung mereka, kang." Ucap Rukmini, tamu nya mengudap - usap lengan Rukmini.

"Lho! Den ayu bukan anak mereka?!" Pria itu terkejut, dan Rukmini menggeleng.

"Bukan.." Sahut Rukmini. Meski ibunya adalah ibu kandung nya tapi.. Rukmini sudah tidak mau menganggap nya.

"Kasihan den ayu, ndak usah khawatir.. Kang mas setiap hari akan datang temani den ayu." Ucap nya dan Rukmini mengangguk.

Senyum smirk Rukmini terbit tanpa ada siapapun yang tau, dia berhasil menyembunyikan kebenaran tentang keberadaan kedua orang tua nya.

Berpindah ke tempat lain..

Lain dengan apa yang di katakan oleh Rukmini, kondisi ibunya saat ini sangat memprihatinkan. Tubuh nya kurus, rambut nya acak - acakan. 2 Bulan tinggal di tempat itu bagai neraka baginya, ibunya Rukmini masih belum tahu dalang di balik penculikan dirinya itu adalah Rukmini.

Setiap hari dia melakukan apa yang di lakukan Rukmini, bahkan lebih parah karena darah nya di ambil setiap hari dengan cara di sayat dan di tampung di cawan yang terbuat dari batok kelapa.

"Haus.. Haus.." Gumam nya, kondisi kedua kaki nya terikat rantai.

Ibunya Rukmini bagai tahanan, dia menjalani sehari - harinya di ruangan itu dan sama sekali tidak di ijinkan keluar melihat dunia luar. Makan, tidur, bahkan buang air pun di situ, dia bagai anjing peliharaan. Hanya saat dia akan di pakai baru di bawa ke kamar lain, kamar khusus.

"BYUR!!"

"UHUK! UHUK! UHUK!"

"Bangun! Bersihkan badanmu, bau!" Ucap salah seorang anggota yang mengurus.

"Aku haus." Ucap ibunya Rukmini, dia tidak memakai pakaian hanya di lilit kain saja.

"Iki, minum." Ucap pria tadi tapi memberikan air keruh di ember yang dia bawa.

"Iki banyu kotor, toh?" Ucap ibunya Rukmini, dia menolak.

"Jadi mau ndak?! Nek ndak mau tak pakai buat guyur kotoranmu." Ucap pria itu, ibunya Rukmini menelan ludah dengan sedih.

Dulu meski susah, dia minum lun dari air yang bersih.. Waktu itu Rukmini lah yang menimba air, hanya setelah Rukmini menjadi perempuan malam barulah dia yang mencari air sendiri.

Akhir nya ibunya Rukmini membungkuk dan meminum air keruh itu, dia berpikir mungkin kalau dia mati baru penderitaan nya di sana akan berakhir juga. Padahal dia hanya baru di kurung 2 bulan, Rukmini menjalani itu selama 2 tahun meski memang Rukmini di perlakukan lebih manusiawi.

"Mana orang nya?" Tiba - tiba datang seorang pria lagi memakai pakaian serba putih seperti dokter, dia membawa stetoskop.

"Iki di sini." Ucap pria yang meng nyangking ember.

"Fiuh, ambune.." Ujar nya sambil menutup hidung.

"Nanti tak pindah ke sebelah." Ucap pria yang meng nyangking ember dan membanting ember nya.

Ibunya Rukmini tidak tahu apa yang akan di lakukan mereka padanya, selama dua bulan ini dia hanya bisa pasrah bagai mayat hidup saat di pakai ramai - ramai oleh para laki - laki di sana.

Kini ibunya Rukmini tau bahwa apa yang dia katakan pada Rukmini saat dulu nyata nya tidak semudah yang dia bilang. Kini dia merasakan apa yang Rukmini rasa, padahal usia Rukmini masih belia sat itu.

"Ampun.." Gumam nya.

"Diam!" Bentak laki laki itu.

Ibunya Rukmini di pindah ke ruangan sebelah masih dengan kaki yang di ikat rantai, di sebelah lalu kain penutup nya di buka dan di gantikan dengan yang baru. Setelah itu pria yang berpakaian seperti dokter itu memeriksa kondisi ibunya Rukmini dan dia menyadari bahwa ibunya Rukmini..

"Sudah hamil dia." Ucap nya, ibunya Rukmini tertegun.

"Hamil.." Gumam nya, dia sedih.. Tapi mau bagaimanapun itu wajar karena tubuh nya di pakai ramai - ramai.

"Kabari den ayu, dia menunggu hari ini." Ucap si pria yang menyeret ibunya Rukmini.

"Den ayu!!? Rukmini!!?" Ibunya Rukmini kaget saat mendengar sebutan den ayu di sebut.

BERSAMBUNG!

1
SENJA
hmmn apa khalid awal kejatuhan mini
Nureliya Yajid
semangat thor lanjut
Nureliya Yajid
lanjut thor
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Astaghfirullah... Kenapa harus mengorbankan orang lain? kenapa tidak kalian saja🥺
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Tipu daya iblis memang sedahsyat itu😣
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
untung istri khalid nurut
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
ish bengisnya s rukmini
Desyi Alawiyah
𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘪𝘵𝘶... 𝘋𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘪𝘩
Hary Nengsih
sadis nget
Desyi Alawiyah
𝘜𝘥𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩 𝘒𝘩𝘢𝘭𝘪𝘥, 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘢𝘫𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘢𝘵.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯...

𝘈𝘥𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶, 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢.. 😫
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: iyaa, malah nurut sama dukun 😌
total 3 replies
Desyi Alawiyah
𝘗𝘢𝘩𝘢𝘭𝘢 𝘰𝘱𝘰 𝘵𝘰𝘩 𝘥𝘦𝘯 𝘈𝘺𝘶... 😯😌
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
Hhhmmm 😤😤
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
Sudah khalid percuma ngomong sama ibliss 😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
astaghfirullah, kenapa sampai mengorbankan orang yang tidak berdosa tidak ini semakin tidak bener saja sesatnya sudah keterlaluan sekali mereka bukan manusia lagi tapi iblis, semoga segera nanti ada yang bisa menumpas mereka semua 😭😭
intan naysila
ya Allah rukmini makin sesat aja, kasian Khalid.. dia mau menyelamatkan justru dia terancam dan terpojok
zoeyy
😍😍
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Yg namanya iblis, pasti aja terus²an nyari cara buat menyesatkan😣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ya Allah... Semoga kita semua terhindar dari orang² seperti Rukmini ini
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘮𝘪𝘯 𝘺𝘢 𝘳𝘢𝘣𝘣𝘢𝘭 𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪𝘯.. 🤲
total 1 replies
SENJA
ih mini tega banget 😤
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bener bener sangat sesat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!