NovelToon NovelToon
Satu Derajat Celcius

Satu Derajat Celcius

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Fantasi Wanita / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi Zayden Abbey, dunia adalah medan tempur yang bising dan penuh amarah, sampai suatu siang di perempatan kota, ia dipaksa berhenti oleh lampu merah. Di tengah deru mesin motor yang memekakkan telinga dan kepulan asap knalpot yang menyesakkan, Zayden melihatnya—Anastasia Amy.
Gadis itu berdiri tenang di trotoar, seolah memiliki dunianya sendiri yang kedap suara. Saat Amy menoleh dan menatap Zayden dengan pandangan dingin namun tajam, jantung Zayden yang biasanya berdegup karena adrenalin tawuran, tiba-tiba berhenti sesaat. Di mata Zayden, Amy bukan sekadar gadis cantik; dia adalah "hening yang paling indah." Dalam satu detik itu, harga diri Zayden sebagai penguasa jalanan runtuh. Pemuda yang tak pernah bisa disentuh oleh senjata lawan ini justru tumbang tanpa perlawanan hanya karena satu tatapan datar dari Amy. Zayden menyadari satu hal: ia tidak sedang kehilangan kendali motornya, ia sedang kehilangan kendali atas hatinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan Sayang di Tengah Ancaman

Cynthia turun dari mobil sport-nya dengan wajah sinis, diikuti oleh dua temannya. Ia melihat mobil Amy dan pengawal di depan bengkel, lalu matanya menyipit saat melihat Zayden berdiri di depan Amy, seolah melindunginya.

"Wah, wah, wah... lihat siapa ini," Cynthia melangkah masuk ke bengkel dengan angkuh. "Ternyata benar gosipnya. Kak Zayden sekarang jadi montir panggilan buat Anastasia Pratama. Kasihan sekali ya, putri keluarga kaya harus nyasar ke tempat kumuh begini."

Cynthia melirik ke arah pengawal Amy, lalu tersenyum licik. "Bapak pengawal, sebaiknya Anda segera laporkan ke Tuan Pratama kalau putrinya ada di tempat ini bersama... sampah masyarakat."

Pengawal Amy tampak ragu. Mereka tahu Tuan Pratama akan marah besar.

"Cynthia, lo mau apa?" desis Zayden. "Mending lo balik sekarang sebelum gue kirim Papa lo surat kelakuan buruk lo selama ini."

"Oh, Kak Zayden mau mengancam? Lucu sekali," Cynthia tertawa remeh. "Aku cuma mau memastikan Ayah Amy tahu di mana putrinya berada."

Cynthia mendekati Amy, mencoba memprovokasi. "Gimana, Amy? Enak kan pacaran sama cowok bau bensin? Jangan-jangan sudah main kuda-kudaan di sini ya? Makanya Kak Zayden sampai bela-belain jadi montir."

Mendengar provokasi itu, wajah Zayden memerah menahan amarah. Namun, Amy selangkah maju, menatap Cynthia dengan mata yang lebih tajam dari biasanya.

"Jaga bicaramu, Cynthia," ucap Amy tenang, namun suaranya mengandung ancaman yang jelas. "Zayden lebih berharga dari semua orang munafik yang mengelilingi mu."

Amy lalu menoleh ke Zayden, sebuah senyum manis terukir di bibirnya. "Sayang, sudah ya. Jangan ladeni dia. Dia cuma cari perhatian."

Zayden terpaku. "S-sayang?" Ia tidak pernah mendengar Amy memanggilnya dengan panggilan selembut itu, apalagi di depan umum, di depan Cynthia, dan di depan pengawal ayahnya.

Wajahnya yang penuh oli mendadak memerah. Cynthia dan teman-temannya juga terdiam, kaget mendengar panggilan itu.

"Iya, Sayang," Amy mengulang, menatap mata Zayden dengan tulus.

"Aku lelah kalau kamu selalu bicara gue-lo. Mulai sekarang, pakai aku dan kamu saja. Aku tidak mau ada jarak di antara kita."

Tanpa menunggu reaksi Zayden, Amy berjinjit sedikit dan mengecup pipi Zayden yang penuh oli. Ciuman itu singkat, namun terasa seperti bom yang meledak di tengah bengkel.

Zayden, sang Panglima Jalanan, sang penakluk tawuran, kini berdiri mematung dengan pipi merah padam dan mata terbelalak.

Ia benar-benar tidak menyangka,

Cynthia dan teman-temannya terdiam seribu bahasa, mulut mereka ternganga. Pengawal Amy juga tampak sangat kaget, mungkin mereka sedang membayangkan bagaimana cara melaporkan "ciuman di bengkel" ini kepada Tuan Pratama.

"Zayden," Amy berbisik sambil tersenyum. "Aku tidak takut lagi. Aku percaya padamu."

Zayden akhirnya tersadar. Ia menatap Amy, lalu beralih menatap Cynthia dengan senyum puas. "Dengar itu, Cynthia? Kamu baru saja jadi saksi sejarah. Dan kalau kamu berani lapor ke Papa Amy, aku jamin dia akan lebih sibuk mengurusi anaknya yang baru saja ciuman di bengkel daripada mendengarkan omong kosong mu."

Zayden lalu menatap pengawal Amy. "Pak, tolong laporkan apa adanya. Bilang saja Tuan Putri Anda... bahagia di sini. Kalau ada yang protes, suruh dia datang ke saya."

Cynthia mendengus kesal. Ia merasa kalah telak. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berbalik dan masuk ke mobilnya dengan wajah cemberut.

Amy menarik tangan Zayden, menggenggamnya erat. "Antar aku pulang, Zayden. Tapi kali ini, aku tidak mau pakai strategi ninja atau kamu menyembunyikan wajahmu. Aku mau kita pulang seperti biasa."

Zayden tersenyum lebar, menunjukkan gigi putihnya yang kontras dengan noda oli di wajah. "Siap, Sayang. Aku bahkan nggak butuh helm sekarang, karena aku ngerasa ini semua cuma mimpi indah."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰🥰🥰🥰

1
Marine
mantap kak buat chapter pembukaannya, janlup mampir yaww
Marine
mantap kak buat chapter pembukaannya, janlup mampir yaww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!