NovelToon NovelToon
Sang Ratu Dua Dunia

Sang Ratu Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

Dua Benua. Satu Darah Campuran. Sebuah Takdir yang Terbuang.

Maria Joanna adalah kesalahan terindah dalam sejarah kerajaan. Terlahir dari perpaduan darah Kekaisaran China dan Kerajaan Spanyol, identitasnya adalah rahasia yang lebih mematikan daripada perang itu sendiri. Ia dibuang, disembunyikan, dan diasah menjadi senjata rahasia.

Namun, kesunyian itu berakhir ketika Adrian, bangsawan haus kekuasaan, menculik sosok paling berharga dalam hidupnya.

Di puncak Montserrat yang diselimuti kabut, Maria Joanna melepaskan amarahnya. Dengan Shadow Step dari Timur dan Estocada dari Barat, ia menumpahkan darah demi keadilan. Di tengah dentingan pedang dan intrik pengkhianatan yang melibatkan ayah kandung yang tak pernah dikenalnya, Maria harus memilih: menjadi pion dalam permainan takhta, atau menjadi Ratu sejati yang menyatukan dunia di bawah kekuatannya.

Siapapun yang berani mengusik kedamaiannya, akan merasakan amukan Sang Ratu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkota di Ambang Kehancuran

POV Maria Joanna

Dua kekuatan bertabrakan.

Samudera mendidih.

Langit di atas Barcelona pecah menjadi pusaran cahaya dan kegelapan. Pilar energi emas-merah milikku menahan sinar kehancuran hijau Adrian, dan untuk beberapa detik yang terasa seperti abad, dunia berhenti bernapas.

Tekanan energi itu menghancurkan udara di sekelilingku. Kayu kapal induk di bawah kakiku retak seperti kaca. Prajurit elit China berjatuhan ke laut hanya karena gelombang aura yang keluar dari tubuhku.

Tapi aku tahu satu hal.

Aku tidak bisa menahan ini selamanya.

Sinar Adrian bukan sekadar senjata.

Itu adalah sihir pengorbanan massal — mesin yang ditenagai jiwa.

Dan semakin lama aku menahannya… semakin banyak nyawa yang dia bakar untuk mempertahankan daya sinarnya.

Aku mengatupkan rahang.

“Bajingan…”

Di dalam kesadaranku, sesuatu bergerak.

Dunia berubah menjadi ruang hitam tak berbatas. Di hadapanku berdiri dua sosok.

Seekor naga emas raksasa dengan mata seperti matahari.

Dan singa bercahaya dengan surai dari cahaya bintang.

Suara mereka berbicara bersamaan.

“Akhirnya… kau menerima kami.”

“Aku tidak punya pilihan,” jawabku.

“Salah.”

“Kau memilih.”

Aku menatap mereka.

“Kalau aku menggunakan kekuatan penuh… aku mungkin kehilangan diriku.”

Singa itu mendekat.

“Seorang ratu tidak kehilangan dirinya.”

“Ia menjadi sesuatu yang lebih besar.”

Naga itu melingkarkan tubuhnya di sekelilingku.

“Tapi harga harus dibayar.”

Aku memejamkan mata.

“Aku sudah siap membayar.”

Dunia nyata kembali menghantamku.

Tekanan energi meningkat dua kali lipat.

Kulit di tanganku mulai retak, cahaya bocor dari dalam dagingku.

Aku mengangkat tangan kiriku.

“Kalau begitu… mari kita akhiri ini.”

POV Adrian

Menarik.

Sangat menarik.

Dia masih berdiri.

Aku menaikkan output mesin jiwa kapal selam hingga batas maksimum. Jeritan roh yang terperangkap di dalam reaktor memenuhi ruang komando.

Sebagian awak menutup telinga mereka. Sebagian muntah darah.

Aku hanya tersenyum.

“Lihatlah… Maria Joanna… lihat berapa banyak dunia ini bersedia korbankan untuk kekuasaan.”

Jantung iblis di dadaku berdetak semakin cepat, menyinkronkan dirinya dengan mesin.

“Sekarang… hancur.”

Aku mengunci koordinat Madrid.

POV Pangeran Li

Aku berlutut di dek kapal, menatap langit yang pecah.

Ini… bukan lagi perang kerajaan.

Ini adalah perang dewa.

Aku menatap Maria.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku… aku merasa bangga.

Dan takut.

“Apa kau benar-benar akan menanggung semuanya sendiri…” gumamku.

POV Maria

Tidak.

Aku tidak akan sendiri lagi.

Aku mengangkat pedang cahaya ke atas kepala.

Aura di sekelilingku berubah bentuk. Sayap naga melebar… lalu retak menjadi ribuan serpihan cahaya yang mengelilingiku seperti galaksi.

Mahkota cahaya muncul di atas kepalaku.

Aku menarik napas.

Lalu berteriak—

“ASCENSION: EMPRESS FORM!”

Langit pecah sepenuhnya.

Tubuhku berubah menjadi wujud energi setengah naga, setengah cahaya kerajaan. Tinggiku kini setara menara gereja. Rambutku berubah menjadi aliran cahaya hitam-emas yang mengalir tanpa gravitasi.

Aku menggenggam pilar energiku dengan kedua tangan.

Lalu—

Aku mendorong.

Sinar Adrian mundur satu meter.

Lalu lima meter.

Lalu sepuluh.

Aku meraung, menyalurkan semua darah pengorbanan Arthur melalui nadiku.

“Aku… tidak akan… kehilangan dunia ini lagi!”

Aku mendorong lebih keras.

Pilar energiku menembus sinar kehancuran Adrian seperti tombak menembus kabut.

Dan untuk pertama kalinya—

Sinar itu retak.

POV Adrian

Tidak mungkin.

TIDAK MUNGKIN.

Aku meningkatkan daya lagi.

Alarm sihir berbunyi di seluruh kapal.

Reaktor jiwa mulai overload.

“Tahan!” teriakku. “Tahan sampai sinarnya stabil!”

Tapi aku tahu.

Aku tahu dia sedang menang.

POV Maria

Sekarang.

Aku mengumpulkan seluruh energi ke ujung pedang.

Lalu—

Aku mengayunkannya ke bawah.

Pilar cahaya menghantam menara kapal selam Adrian.

Ledakan energi menghancurkan separuh laut.

Air laut terangkat seperti dinding raksasa sebelum jatuh kembali dengan gemuruh kiamat.

Kapal selam Adrian tenggelam setengah badan.

Sinar kehancuran… padam.

Madrid… selamat.

Aku jatuh berlutut di dek kapal.

Wujud Ascension-ku menghilang.

Tubuhku terasa seperti baru melewati seribu kematian.

Tapi aku masih hidup.

“Maria…”

Suara lemah.

Aku menoleh.

Sebastian muncul di langit menggunakan artefak sayap mekanis.

“Arthur… masih hidup… tapi dia tidak punya banyak waktu…”

Duniaku berhenti.

POV Maria – Tebing Montserrat (Beberapa Menit Kemudian)

Aku berlari.

Tidak… aku terbang.

Aku mendarat di reruntuhan biara.

Sebastian dan Julia ada di sana.

Dan Arthur…

Tubuhnya semakin menghitam.

Aku berlutut di sampingnya.

“Ayah…”

Matanya terbuka sedikit.

Dia tersenyum.

“Kau… terlihat seperti ratu… sekarang…”

Air mataku jatuh.

“Jangan bicara.”

Dia menggeleng lemah.

“Dengarkan…”

Tangannya yang menghitam menggenggam pergelangan tanganku.

“Adrian… bukan musuh terakhir…”

Jantungku mencelos.

“Apa maksudmu?”

“Dia… hanya gerbang…”

Napasnya tersengal.

“Ada… sesuatu… yang lebih tua dari kerajaan… lebih tua dari naga…”

Tubuhnya bergetar.

“Jika kau ingin menyelamatkan dunia… kau harus menyatukan Timur… dan Barat… sepenuhnya…”

Air mataku jatuh ke wajahnya.

“Aku janji.”

Dia tersenyum.

Lalu… napasnya berhenti.

Dunia hening.

Tidak ada perang.

Tidak ada naga.

Tidak ada sihir.

Hanya aku… dan ayahku… yang pergi.

Aku memeluk tubuhnya.

Dan untuk pertama kalinya sejak aku menjadi senjata…

Aku menangis sebagai seorang anak.

POV Tidak Dikenal – Kedalaman Laut

Kapal selam Adrian tenggelam perlahan.

Di ruang inti… jantung iblis masih berdetak.

Adrian berdiri, berdarah… tapi tertawa.

“Bagus… Maria… sangat bagus…”

Dia menekan tombol terakhir.

Di dasar laut… sesuatu… terbangun.

Mata raksasa terbuka dalam kegelapan abadi.

Dan suara kuno bergema—

“Pewaris Dua Dunia… akhirnya bangkit…”

POV Maria

Aku berdiri di puncak Montserrat saat matahari terbit.

Armada musuh hancur.

Langit kembali biru.

Tapi hatiku tahu.

Ini belum berakhir.

Aku mengangkat pedangku ke langit.

“Aku bersumpah…”

“Aku akan menyatukan dunia ini.”

“Aku akan menghancurkan siapa pun yang mencoba memecahnya.”

“Aku adalah Maria Joanna.”

“Ratu Dua Dunia.”

Dan jika para dewa sendiri menghalangiku…

Maka aku akan menaklukkan mereka juga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!