NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Kaya

Dinikahi Duda Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Nikah Kontrak / Chicklit
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Setelah ibu mertuanya meninggal, Zara Hafizah dihadapkan pada kenyataan pahit. Suaminya, yakni Jaka telah menceraikannya secara tiba-tiba dan mengusirnya dari rumah. Zara terpaksa membesarkan anaknya yang masih berusia 6 tahun, seorang diri

kehidupan Zara semakin membaik ketika ia memutuskan hijrah dan bekerja di Ibu Kota.
Atas bantuan teman dekatnya,

Suatu hari, Zara bertemu dengan Sagara Mahendra, CEO perusahaan ternama dan duda dengan satu anak. Sagara sedang mencari sosok istri yang dapat menjaga dan mencintai putrinya seperti ibu kandungnya.

Dua orang yang saling membutuhkan tersebut, membuat kesepakatan untuk menikah secara kontrak.

Sagara membutuhkan seorang istri yang bisa menyayangi Maura putrinya dengan tulus.

Dan Zara membutuhkan suami yang ia harap bisa memberinya kehidupan yang lebih baik bagi dirinya serta Aqila putrinya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka selanjutnya, akan kah benih-benih cinta tumbuh di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulutmu setajam pisau

Tepat pukul sembilan malam, Sagara telah tiba di kediaman Syailendra. Hari ini ia merasa begitu lelah karena banyaknya pekerjaan yang harus selesai hari ini. Saat ia masuk menuju ruang tamu, ada satu pemandangan yang membuatnya cukup terkejut, yakni dimana putri kecilnya sedang mengobrol serius dengan neneknya.

"Mam, kenapa Maura belum tidur? Ini kan sudah jam sembilan malam, malah hampir mau jam sepuluh!" ucapnya sambil menatap sinis ke arah Maura.

Di tatap seperti itu, Maura langsung menundukkan kepalanya.

"Saga, biarkan saja! gak tiap hari ini kok Maura kaya gini, lagian hari ini putrimu sedang merasa bahagia, mangkanya Mamah sedari tadi mendengarkan ocehannya!" jawabnya mencoba membela cucunya.

"Saga tidak peduli Mah, di rumah ini ada aturannya, Suster cepat kau bawa Maura ke kamarnya, ganti pakaiannya dengan pakaian tidur, dan jangan lupa Maura harus meminum segelas susu!" jawabnya dengan netranya tertuju ke arah Maura, kemudian Maura memberanikan diri menatap wajah Papahnya, tatapan seorang anak yang sangat membutuhkan kasih sayangnya, berharap saat Papahnya pulang dirinya di peluk serta mendapatkan sebuah ciuman hangat yang bisa membuatnya merasa di sayangi dan di cintai, namun apa yang Maura dapat? hanya omelan lah yang ia dapat, Maura pun sudah sangat jengah.

Tanpa berkomentar apapun, Maura bergegas pergi menuju kamarnya di bantu oleh Suster Mira.

Hatinya menangis saat Papahnya menatapnya dengan tatapan dingin, sepanjang jalan menuju kamar tidurnya, Maura hanya bisa menangis, dan suster Mira telah menjadi saksi bisu kesedihan Maura.

Ketika Sagara akan melangkahkan kakinya menuju lantai dua, tiba-tiba saja Mamahnya memintanya untuk duduk di kursi sofa, tepat di sebelahnya, awalnya Sagara ingin menolaknya, namun ia urungkan.

"Iya Mah ada apa?" tanyanya sambil duduk di samping Mamahnya.

"Begini Saga, Mamah cuma mau tanya sama kamu, apakah kau sudah mendapatkan calon istri untuk menjadi ibu sambungnya Maura?" tanya Mamah Jelita.

Mendengar Mamahnya bertanya seperti itu, Sagara terlihat malas untuk menjawabnya.

"Kenapa Mamah menanyakan hal ini lagi? berapa kali Saga bilang sama Mamah, kalau Saga belum bisa melupakan Naura, Saga sangat mencintainya sampai kapanpun!" tegasnya sedikit emosi.

Namun Mamah Jelita berusaha untuk tidak menjawabnya dengan emosi, karena ia tahu jika watak putranya sangat keras kepala.

"Kau jangan egois Saga, pikirkan Maura! Ia masih membutuhkan sosok seorang ibu!" tegasnya seolah menekan putranya.

Sagara malah menghela nafas panjangnya.

"Kan ada suster Mira yang selalu ada untuk Maura, jadi untuk apa Saga menikah lagi! Saga sudah malas membahas masalah ini, Mah!" jawabnya sambil memijit pelipisnya.

"Itu beda Saga, kau itu selau saja tidak peka dengan apa yang di butuhkan oleh Maura saat ini, kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu sehingga kau tidak pernah ada waktu untuk anakmu, kenapa kau menjadi kejam seperti ini, setelah istrimu meninggal?" sungutnya mulai geram.

"kalau boleh Saga memilih, lebih baik Naura tidak usah memiliki seorang anak kalau ujungnya malah merenggut nyawanya."

Duar...

Tanpa di sadari rupanya Maura diam-diam menguping percakapan Papahnya dengan Neneknya, suster Mira yang turut menyaksikannya langsung, ia begitu tidak tega melihat seorang gadis kecil yang tidak berdosa telah tersakiti seperti ini. Maura terus saja menangis tanpa bersuara, ia menahan rasa sesak di dadanya.

Mendengar putranya berkata seperti itu, Nyonya Jelita semakin kesal di buatnya.

"Kau jangan keterlaluan Saga, Maura tidak ada kaitannya dengan kematian istrimu, ini semua sudah menjadi suratan takdir, bukankah kau sedari dulu sangat mendambakan seorang anak, tapi setelah tuhan mengabulkan keinginanmu, kau malah menyia-nyiakan nya, Mamah kecewa sama kamu!"

Sagara pun terdiam, kemudian menoleh ke arah Mamahnya yang sedari tadi terus menatap ke arahnya.

"Lantas maunya Mamah apa?"

"Jika kau tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk Maura, setidaknya carilah seorang ibu sambung yang bisa dengan tulus menyayangi Maura, itu akan jauh lebih beradab ketimbang putrimu di perlakukan seperti itu oleh Papah kandungnya sendiri, dan sepertinya putrimu sudah menemukan orangnya, Saga!"

Mendengar ibunya berkata seperti itu, Sagara malah beranjak dari tempat duduknya.

"Maaf Mah, aku belum bisa menikah lagi! Sampai kapan pun tidak ada yang bisa menggantikan posisi Naura di sisiku!" tegasnya bersikukuh.

"Tapi ini semua demi Maura, tolonglah kau dengarkan ibumu ini nak?" pintanya memohon.

Namun sayangnya Sagara benar-benar tidak menghiraukannya, dan ia memilih untuk meninggalkan ibunya seorang diri di ruang tamu.

......................

Pagi-pagi sekali Zara terpaksa harus sudah berada di tempat ia bekerja, beruntungnya ada Dewi yang mau menjaga Aqila di Rumah sakit.

Setibanya di tempat ia bekerja, ternyata pekerjaannya sudah sangat menumpuk, meskipun saat ini kondisinya tidak sedang baik-baik saja karena Zara mengalami kurangnya istirahat. Apalagi saat di rumah sakit menjaga Aqila, ia sangat sulit untuk memejamkan matanya.

Ketik Zara melintasi area Ballroom Hotel, para karyawan di bagian pelayan menatapnya dengan tatapan tidak sukanya.

"Akhirnya, pacarnya si Bos besar sudah kembali lagi ke kesini! Wah hebat ya kamu Zara, bagi tipsnya dong, biar si Bos tampan bisa aku taklukan juga!" ejek Lina.

Beruntungnya Zara tidak menghiraukannya, ia malah bergegas pergi ke Laundry untuk mengambil sepre serta selimut untuk kamar Hotel

"Woy, elo bisu ya? Gue ngomong sama elo!" bentak Lina sangat geram

Zara hanya bisa mengusap dadanya atas kejadian barusan, benar-benar ia harus menebalkan kupingnya atas tuduhan yang tidak-tidak.

"Zara tunggu!" panggil Dini, salah satu teman Zara yang dekat dengannya.

"Dini? Aku kira siapa?" jawabnya sambil menoleh.

 Dini adalah teman satu profesi dengan Zara

"Emang nya kamu kira siapa? Sudah Ra, kau tidak usah menghiraukan para pelayan menyebalkan itu, perasaan setiap hari hobby nya ngomongin kamu terus, gak apa topik lain apa?" sungutnya mulai kesal.

"Alhamdulillah Din, itu artinya dosa-dosa ku sebagian di tanggung oleh mereka, setidaknya ada yang mengurangi dosa-dosa ku!" ucapnya tersenyum tipis.

"Aish, terserah kau saja lah Ra, tapi aku salut sama kamu, kamu tidak mudah terpancing oleh mulut busuknya si Lina, kalau aku jadi kamu, sudah habis aku cakar dan aku jambak rambutnya!" geram Dini sembari melotot ke arah Zara.

"Sudahlah Din, ngapain juga meladeni mereka!"

"Betul sih Ra, oh iya ngomong-ngomong gimana keadaan putrimu Ra?"

"Alhamdulillah sudah mendingan Din, yasudah ayo kita segera bekerja, biar pekerjaan kita cepat selesai." ucapnya bergegas pergi menuju laundry.

hari ini Zara terpaksa lembur karena pekerjaanya yang cukup banyak bahkan tadi ia sempat keteteran, akibat banyaknya tamu yang check out hari ini.

Sekitar pukul delapan malam, akhirnya semua tugasnya telah selesai, ia pun buru-buru pergi menuju rumah sakit.

 Perusahaan Syailendra Group

"Tuan, semua berkas untuk bahan meeting besok sudah rampung semua, dan ruang meeting yang anda minta di hotel Raflesia sudah seratus persen siap untuk di gunakan besok!" ucapnya yang kemudian mengosongkan beberapa file dalam sebuah map berwarna coklat.

"Syukurlah kalau begitu Jhon, aku suka cara kerjamu yang cekatan, oh iya setelah ini aku ingin meninjau langsung tempat untuk meeting besok." pintanya dan langsung bersiap-siap pergi menuju hotel Raflesia.

Jhon pun merasa ada sesuatu yang janggal dengan Tuannya.

'Sejak kapan Tuan mau meninjau langsung tempat meeting untuk besok? Biasanya juga Tuan tinggal terima beres? Hemmm...ini sangat mencurigakan, sepertinya bukan karena ruang meeting? Akan tetapi ada hal lain, ck..ck! Tuan..Tuan, anda akan kena batunya sendiri!' gumamnya, yang kemudian pergi menyusul Sagara yang sudah berada jauh darinya.

Setibanya di Hotel Raflesia, saat menuju area parkir, tanpa di sengaja Zara melintas di samping mobil Sagara, namun kali ini Zara terlihat jalan sempoyongan sambil memijit pelipisnya, wajahnya sudah terlihat pucat.

Melihat kondisi Zara seperti itu, entah kenapa Sagara meminta Jhon untuk menghentikan laju mobilnya, dan dengan segera Sagara membuka pintu mobil.

Kini netranya fokus ke arah Zara, sedangkan Zara tidak tahu jika di belakangnya ada Bosnya yang sangat menyebalkan itu.

"Ya Rabb, kenapa kepalaku mendadak menjadi pusing begini!" ucapnya yang secara tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, lalu pandangannya tiba-tiba saja menjadi kabur hingga akhirnya Zara tumbang dan tidak sadarkan diri.

Beruntungnya Sagara buru-buru mendekat ke arahnya, dan kini tubuh Zara telah jatuh kedalam pelukan Sagara.

"Hey wanita menyebalkan, kenapa kau pingsan di sini sih? cih merepotkan sekali!" keluhnya sembari mendengus kesal.

Jhon sedari tadi memperhatikan tingkah laku Tuannya yang ternyata niatnya datang ke hotel Raflesia bukan sekedar untuk melihat kondisi ruangan meeting untuk acara penting besok, rupanya kedatangannya ketempat ini mempunyai maksud lain, yakni agar bisa bertemu dengan Zara, dan itu tidak bisa di pungkiri lagi.

Akhirnya Sagara membopong tubuh Zara dan membawanya masuk ke dalam Hotel, lagi dan lagi gosip miring tentang hubungan spesial antara Zara dan Sagara kembali mencuat dan semakin memanas terutama Lina dan kawan-kawan nya, mereka tampak syok, bahkan sampai kebakaran jenggot saat melihat Tuan Sagara membopong tubuh Zara.

"Dasar brengsek kau Zara, aku yang sedari dulu mengincar Tuan Sagara, tapi kenapa justru dengan mudahnya kamu bisa sedekat itu dengannya? awas saja kamu, aku akan membuat perhitungan denganmu Zara!" ucapnya sangat geram, kedua tangannya sampai ia kepalkan.

Bersambung...

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

1
💠🇩𝗘𝗪𝗜ˢᵃʳᵃˢʷᵃᵗᶦ🌀🖌:
saga tuh duren sawit, duda keren sarang duit
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: gak biasa jauh kak, sukanya yang deket aja 😂😂
💠🇩𝗘𝗪𝗜ˢᵃʳᵃˢʷᵃᵗᶦ🌀🖌:: onel main nya kurang jauh 🤭
total 5 replies
💠🇩𝗘𝗪𝗜ˢᵃʳᵃˢʷᵃᵗᶦ🌀🖌:
acian saga
꧁۝༒𝑨𝒇𝒚𝒂꧂™
dendam kesumat akan memberi kesan yg buruk pd diri sendiri
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: betul itu kak dan sangat merugikan
total 1 replies
Ana
maya itu temennya zara kan dikampung yang merebut mantan suami zara
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: /Smile//Smile//Smile/
total 1 replies
Ana
cinta merubah segalanya jhon🤣 yang tadinya es batu bisa cair
Ana: 😂😂😂😂😂
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: si kulkas dua pintu mencair 😂
total 2 replies
Ana
ck dulu aja benci eh sekarang jadi cinta kan 😅
Ana: iya 🤣
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: jadi bucin malah 😂
total 2 replies
Ana
Alhamdulillah🥰
sabar saga tunggu halal 😁
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: bener tuh 😁
total 1 replies
Sugiharti Rusli
Maya sahabatnya si Zara bukan yah,,,
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: /Good//Good//Good//Good/
total 1 replies
꧁۝༒𝑨𝒇𝒚𝒂꧂™
dari tatapan mata turun ke hati itu lah perasaan Sagara pd Zara, tanpa disedari sudah ada rasa cinta.. namun masih menafikan perasaannya itu.
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: /Curse//Curse//Curse//Curse/
꧁۝༒𝑨𝒇𝒚𝒂꧂™: /Facepalm//Facepalm/ nnti author gertok kepala si Sagara ya biar dia sedar perasaan nya pd Zara
total 3 replies
Nar Sih
wao..fantastis bangett nilai cicin kawin 1,2m bnr kmu sepesial di hti calon suami mu zara,trus siapa maya kak thorr ,penasarannnn,,
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nar Sih: oalah iya kak lupa ,brati mesti di ulang nih😂
total 3 replies
Sugiharti Rusli
karena kamu memang sudah jatuh cinta yang terus kamu sangkal Gara😝😝😝
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
💞Eli P®!w@nti🐼🦋
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ana
semoga operasi nya berjalan lancar dan berhasil Aamiin🤲, semoga lala bisa sehat kembali
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: aamiin 🤲
total 1 replies
Ana
asal jangan tegang yang bawah ya ga eh🤭 🙈
Ana: 😁😁🤭🤭🤭
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: no komen /Curse//Curse//Curse/
total 4 replies
Ana
ehmmm 🤭🤭🤭🤭 menang banyak Sagara
Nar Sih
semoga diberikan kemudahan dan kelancaran oprasi nya lala ,sgra sembuh lgi biar bisa lihat bunda nya menikah ,semagatt buat zara ya,juga buat kak eli nya semagat terus dlm menbuat cerita yg luar biasa bagus ini👍💪💪🥰
💞Eli P®!w@nti🐼🦋: terimakasih banyak kak, sudah menjadi pembaca setiaku 🙏😘
total 1 replies
💞Eli P®!w@nti🐼🦋
mungkin batunya kali kak 🤭
💠🇩𝗘𝗪𝗜ˢᵃʳᵃˢʷᵃᵗᶦ🌀🖌:
belum apa " pikiran nya ngeres
💠🇩𝗘𝗪𝗜ˢᵃʳᵃˢʷᵃᵗᶦ🌀🖌:
nah loh kena segag sama anak nya
💠🇩𝗘𝗪𝗜ˢᵃʳᵃˢʷᵃᵗᶦ🌀🖌:
Sagara kena baru nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!