Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shampo kayu bakar
Sekeras apapun Lea mencoba mengingat. apa yang sudah terjadi dengannya, tidak membuahkan hasil apapun. Ingatan terakhir tentang dirinya, waktu itu dia menghajar seorang jalang yang mau mencoba menjebak saudaranya, itu saja yang bisa dia ingatkan.
Sesampai di depan rumah mewah orang tuanya Carlin, Lea mengamati di sekitarnya. sepertinya rumah itu sudah tidak di tempati lagi.
di lihat dari banyaknya debu-debu, serta sampah di sekitarnya. Lagi pula rumah itu juga sudah kosong melompong Kelly, juga bisa merasakan bahwa rumah itu mungkin sudah lama tidak di tempati lagi.
" Mereka diam-diam pindah tanpa mengabari putrinya sendiri? Apa hubungan di antara mereka jelek, atau tidak akur! " gumam Lea.
otaknya mulai bekerja, memikirkan segala hal yang kemungkinan, bisa saja terjadi.
Kelly menoleh. " Apa tadi nyonya mengatakan sesuatu? " rasanya dia bisa mendengar suara dari sang nyonya meskipun samar.
" Aku berubah pikiran, sepertinya mereka sudah lama pindah rumah. Dan lupa memberi tahu. lebih baik kita ke mall saja. Aku ingin membeli pakaian, dan kebutuhan lainnya."
Mumpung masih di luar Lea, akan menguras sedikit uang Axel. Dia tidak ingin memakai pakaian Carlin, yang super girly. Karena selera Lea dan Carlin sungguh sangat berbeda.
" Saya akan minta tolong kepada pengawal untuk mencari tahu keberadaan orang tua nyonya. Sekarang kita lebih baik pulang saja' dokter juga sudah menyarankan anda agar nyonya banyak-banyak istirahat. Soal pakaian dan kebutuhan nyonya, bisa di bicarakan dengan pihak butik. Nanti mereka akan datang ke mansion. "
Lea akui bahwa kelly adalah pelayan yang berdedikasi tinggi pada majikannya. Tapi Lea juga merasa kasian karena Kelly rela meninggalkan cita-citanya, dan bekerja pada Axel. gara-gara orang tuanya Kelly terlilit banyak hutang kepada Axel.
" Aku bosan Kelly. Memangnya kamu tidak muak diam terus di mansion, dengan setumpuk pekerjaan? Kita butuh sesuatu yang bisa membuat kita Rileks sejenak Apa lagi aku, aku sudah terlalu lama berbaring koma. dan juga sudah lama tidak berada di lingkungan luar! "
belum sempat Kelly menjawab Lea sudah menyetop taksi, dan langsung menarik tangan Kelly agar segera masuk ke dalam taksinya.
" Nyonya, bagaimana kalau tua.----"
" kalau begitu keluar, aku bisa pergi sendiri."
Kelly langsung menggelengkan kepalanya, mana mungkin dia membiarkan sang nyonya pergi sendirian. Yang ada Kelly yang bakalan habis di hukum oleh tuan Axel Alexander itu. Yang tak punya belas kasihan apa lagi jika tuan besarnya tahu.. habislah Kelly.
" Bawa kami ke mall yang paling bagus! " ucap lea, tanpa ragu. Sopir taksi nya hanya mengangguk kepalanya, sedangkan Kelly, diam-diam langsung mengirim pesan kepada Juan.
" Kelly minta kepada kepala pelayan agar mengosongkan lemari ku, dan tambahkan kulkas mini! " ucap lea.
Kelly mengangguk kepalanya, lalu menoleh di rasakan ada yang janggal.
" Kulkas mini, kulkas mini untuk apa nyonya!"
" Pertanyaan bodoh macam apa ini? Menurut mu kulkas untuk apa? Menaruh bantal, sampai kamu tidak tahu fungsi nya? Sarkas Lea. Membuat Kelly, meringis dalam hatinya.
Begitu juga dengan sopir taksi nya. Yang merasa bahwa penumpangnya itu benar-benar kelewatan dan kejam pada pelayannya sendiri.
" Maaf nyonya, tapi kan anda. tidak minum minuman dingin! " ucap Kelly, sambil mengigit bibirnya.
" Itu kan dulu, tidak dengan sekarang! Dan jangan membantah ku Kelly. aku tidak sebaik yang kamu bayangkan! " Lea langsung menatap ke luar jendela taksinya. Dengan ekspresi wajah suram.
Kalau saja yang mengatakan itu versi nyonya lamanya. Mungkin Kelly tidak percaya, tapi nyonya-nya yang sekarang sangat lah berbeda dari yang dulu jadi Kelly, tidak bisa mengabaikan ucapan dari sang nyonya.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka tiba di sebuah mall bagus dan mewah. Kelly, dengan cepat membayar sopir taksinya. Setelah selesai dia segera menyusul Lea. yang sudah duluan masuk ke dalam mall.
Lea tidak bisa berhenti kagum, saat melihat keindahan mall, yang memanjakan matanya.
Apa karena dia jarang pergi ke pusat perbelanjaan, dan berkecimpung langsung dengan kemewahan. Makanya dia merasa sangat berlebihan sekarang. Sepertinya iya karena semenjak lulus dari sekolah Lea, bekerja gila-gilaan. Barang-barang mewah yang dia punya di apartemennya, juga dia dapat dari pusat lelang.
" Aih betapa menyedihkan diriku ini! " Lea meringis. setelah teringat dirinya tidak pernah melakukan self reward. yang artinya memberi penghargaan kepada dirinya sendiri.
" Apakah nyonya baik-baik saja? " tanya Kelly dia takut terjadi sesuatu kepada Lea. Mengingat wanita itu, belum terlalu sembuh.
" Aku baik-baik saja. tapi aku laper! Kita cari makan dulu yah? Setelah itu baru kita berbelanja! " ucap lea, dengan penuh semangat.
" Pasti karena tadi pagi anda tidak mau untuk sara.----"
" Diam, lah. "
Kelly langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Sang nyonya, sepertinya memiliki
kepribadian ganda. soal moodnya bisa berubah dalam hitungan detik. meskipun begitu Kelly, senang karena sang nyonya. nampak lebih hidup dari pada dulu.
" Kelly ayo cepat? Kenapa kamu malah mematung di situ! Kamu mau jadi manekin. "
ucap lea, dengan tatapan tajamnya.
" Jangan-jangan nyonya, memang punya kepribadian ganda.? Aih apa yang sedang aku pikirkan! "
Batin Kelly, dia Menggelengkan kepalanya.
lalu menyusul sang nyonya yang sudah jalan duluan..
*****
Bruuumm...
Mobil Bugatti, berhenti di area bandara. Dan di ikuti 5 buah mobil mewah, dan belasan motor sport. yang sadari tadi mengawal mobil mewah itu.
Juan, melirik ke arah tuannya. yang masih memejamkan matanya, tanpa terganggu sama sekali. namun detik berikutnya ia tersentak kaget ketika mata tajam, itu langsung terbuka.
" Kita, sudah sampai tuan.? " ucap Juan, lalu turun untuk membuka pintu mobilnya.
Axel keluar dengan gagahnya, Sambil melangkah dia membetulkan letak dasinya.
siang ini dia harus terbang ke ibu negara texas Austin. Alex pergi ke sana untuk menghindari acara dari rekan kerjanya. Selain itu dia juga akan mengunjungi casino miliknya, yang ada di sana.
Para bodyguard yang memakai pakaian serba hitam, dan bersenjata lengkap. sudah berbaris dengan rapi, di karpet merah yang di gelar sepanjang jalan menuju private jet. begitu tuan Alexander, mendekat para bodyguard. itu langsung membungkukkan badannya.
" Tuan, kelly. melaporkan bahwa nyonya, mau menghabiskan sebagian waktunya, di mall." lapor Juan.
Tak ada respon apapun dari Alex. Wajahnya datar, dia melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga satu persatu. Saat dia sampai di pintu masuk Axel, di sambut lagi oleh 4 orang
Pramugari cantik. yang mengunakan pakaian cukup sexy dan terlihat sangat menggoda sekali. Ke 4 wanita itu juga langsung menundukkan kepalanya ke arah Axel. Sambil menatap Axel dengan genit, dan memuja.
Axel hanya berdeham kecil kemudian segera menuju ke arah kursi. Juan, menghela nafas panjang dan lelah saat melihat para wanita binal.yang sudah duluan mengambil posisinya masing-masing di sekitar tuannya.
" Kapan, tuan. akan mengakhiri kebiasaan buruknya itu? " gumam Juan, pria tampan itu segera bergabung bersama beberapa pasukan yang juga ikut serta mereka.
" Tuan Juan saya mendengar kabar bahwa nyonya muda sudah sadar. Apakah itu benar?" tanya salah satu dari pasukan itu.
" Ya. " sahut Juan, singkat.
" Saya dengar nyo.----"
" Ingat batasan mu? " potong Juan, dengan mata yang berkilat tajam. Pasukan itu langsung meminta maaf, kemudian diam membisu. Sebenarnya Juan, tidak beda jauh dari pemimpin mereka. hanya saja Juan tidak sekaku dan sekejam Axel.
Sedangkan Axel membiarkan ke 4 wanita cantik itu, menggerayangi tubuhnya. dia memejamkan matanya, menikmati sentuhan dari ke 4 wanita itu. Akan tetapi baru beberapa detik saja tiba-tiba wajah dan perkataan dari istri bodohnya itu tiba-tiba muncul dan terngiang begitu saja, sehingga membuat moodnya hancur lebur Axel, langsung membuka matanya, dan menatap tajam ke 4 wanita cantik itu.
" Pergi! " ucapnya tak terbantahkan.
ke 4 wanita cantik itu yang sedang meraba-raba tubuhnya, tersentak kaget' ingin protes tapi tahu posisi. pada akhirnya mereka pergi dengan rasa kekecewaan.
" Tidak seperti biasanya tuan Alexander, menolak sentuhan kita.? " salah satu dari mereka merasa heran.
" Mungkin tuan, akan memintanya nanti! Siapa tahu saat ini tuan. masih lelah " sahut salah satu dari wanita itu.
" Padahal aku, sudah bersiap memanjakan miliknya." keluh wanita yang berambut pirang
Dia tadi sudah bersiap untuk membuka celana Axel, Tapi ah...sudah lah, mungkin karena dia memang tidak beruntung hari ini.
*****
" Minggir.! " maki seorang wanita, dengan dandanan menor nya.
Wanita itu menabrak bahu Lea, dengan kasar lalu mengibaskan rambut pirangnya. Membuat wajah Lea, terasa di tampar akibat kibasan rambut itu. Padahal jalannya luas tapi dia malah mempersulit, atau lebih tepatnya mencari ribut!
" Shampo, apa yang kamu. pakai nona! " tanya Lea, dengan ramah.
Wanita, itu berhenti melangkah lalu menoleh.
dan berkata dengan angkuh " kenapa? Kamu mau juga mengunakan shampo yang sama dengan ku? Kayaknya tidak bisa deh, harga untuk satu botolnya 1000 Rubel! " ucap wanita itu, dengan sombong.
Wanita, itu juga menatap Lea. dari ujung kaki hingga ujung kepalanya, Lea yang sadar wanita itu sedang menilai penampilannya ikut memperlihatkan penampilannya sendiri. Lea sendiri sudah menyingkirkan dress terkutuk di tubuhnya, menggantikan dengan jumpsuit.
jeans berlengan pendek. Wanita itu bersedekap tangannya di dadanya lalu berbicara.
" Kamu, dengan tampang pengemis mu itu. tidak cocok dengan shampo, yang sama dengan ku. Bahkan untuk pakaian branded, yang sedang kamu pakai. tidak terlihat pas. Pakaian itu jadi terlihat murahan! "
Seketika Lea, mengulum senyumnya agar tidak tertawa. soalnya dia merasa terhibur dengan mulut sampah wanita, heboh di depannya itu. Sedangkan Kelly terpaksa diam karena Lea tidak mengijinkan untuk bicara. Meskipun Kelly, sudah sangat geram melihat wanita itu, yang berani melakukan itu semua kepada nyonya-nya.
" Iya, lagian aku juga tidak pernah berniat untuk membeli shampo itu. Masa harganya 1000 Rubel, aromanya mirip kayu bakar.. Habis itu rambut mu, juga tidak terlihat sehat dan berkilau. seharusnya rambut mu, sehat kuat dan berkilau bulan? "
Lea, menarik nafas dalam-dalam. lalu melanjutkan perkataannya. " Kalau aku tidak cocok dengan pakaian santai begini, lalu bagaimana dengan pakaian mu. yang seperti penggoda, sedang mencari mangsa? eh.! "
Lea, memasang wajah polosnya. sambil berpura-pura menutup mulutnya, seolah-olah ia sedang bicara keceplosan, Lea menyeringai tipis.
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA