seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pak bos
Perbincangan bram dan sekera terhenti karena kini sudah menunjukan pukul tujuh,melihat itu bram dan sekar pun bersiap untuk segera pergi,
"apakah kamu sudah siap sekar?,jika sudah sebaiknya kita bergegas pergi" ujar bram kepada sekar,
" sudah mas,aku sudah menyiapkan segala sesuatu yang di butuh kan di dalam tas" balas sekar,tak lama setelah itu,sekar dan bram mulai melangkah pergi menuju garasi,meninggalkan ruang makan,
beberapa saat kemudian bram dan sekar telah keluar dari garasi dan halaman rumah nya,tak lupa,seperti biasa bram mengunci pintu gerbang rumah nya sebelum pergi,dan sesaat setelah selesai mengunci gerbang,bram kembali masuk kedalam mobil,lalu bergegas pergi bersama sekar,
Di perjalanan keluar komplek,
Sekar tampak takjub saat melintas di komplek perumahan bram,ia kagum melihat semua rumah mewah yang ada di komplek tersebut,seakan baru pertama kali melihat nya
"wah semua rumah di sini sungguh mewah,dan bersih,ohhh yaa tuhan ,kapan aku punya rumah seperti ini" gumam sekar sambil melihat rumah-rumah yang telah di lewati,sementara itu bram tampak tersenyum sambil berkata kepada sekar yang duduk di sebelah nya,
" suatu saat nanti kamu akan memilikinya sekar" ujar bram sembari mengendarai mobil milik nya,
"semoga saja mas,oh iyaa aku pernah sesekali masuk ke komplek perumahan yang bagus,namun tak sebagus rumah-rumah di sini" ujar sekar kepada bram,
"menurut mu apa mereka yang tinggal disini semua bahagia sekar?" tanya bram pada sekar,
" pastinya mereka bahagia,karena semua orang yang tinggal disini pasti orang kaya" balas sekar pada bram,disaat yang bersamaan,kini mereka sudah sampai di pintu gerbang komplek perumahan,
" bim,,,bim,,,bim,," suara klakson mobil bram saat keluar dari komplek,menyapa beberapa satpam yang telah membukakan gerbang untuk bram,
Setelah itu bram bersama sekar pergi menjauh dari kawasan komplek menggunakan mobil,
" apa aku terlihat bahagia sekar,karena tinggal di komplek itu" ujar bram kepada sekar sembari memacu mobil nya menjauhi komplek
"menurutku, mas itu hanya kesepian karena hidup sendiri di rumah besar,namun jika mas udah nikah mungkin rasa kesepian itu akan hilang dan mas akan bahagia" ujar sekar,sembari melihat bram yang fokus mengendarai mobil nya,
"entah lah,aku juga tak tahu sekar" balas bram sembari terus mengemudi.
Setelah berhasil menembus padat nya pengendara di jalan,akhirnya bram dan sekar sampai di depan kantor,
" apakah ini kantornya mas?" tanya sekar tampak terkejut kepada bram,
" iyaa ini kantornya,"balas bram,sembari memarkir mobil milik nya,
" apakah mas yakin,kantornya sangat besar,apakah aku bakal di terima bekerja di kantor ini,lihat lah orang-orang yang sedang masuk ke dalam kantor,mereka terlihat sangat rapi,ganteng-ganteng,yang cewek pun cantik-cantik,lihat lah sekitar ,tak ada satupun motor terparkir,semua karyawan di sini pakai mobil" ujar sekar seakan minder saat melihat beberapa karyawan yang masuk kantor untuk bekerja,semua tampak berkelas,
"jangan ragu dan bimbang,percaya lah kamu bisa,ingat tujuan mu kesini kan,dan tenang lah aku akan selalu membantu mu jika kamu mengalami kesulitan" ujar bram kepada sekar,memberikan semangat dan dukungan kepada sekar,
" kamu benar mas,terima kasih telah memberiku dukungan,aku akan berusaha semaksimal mungkin," ujar sekar dengan raut kegigihan nya,
Bram kembali tersenyum melihat sekara berkata seperti itu,
" itu baru namanya semangat,sekarang pergilah ke dalam kantor ,disana ada orang yang sedang menunggu kedatangan mu sekar" ujar bram kepada sekar,
" baiklah mas,mas bisa tinggalkan aku disini sementara aku melamar kerja,nanti jika sudah selesai aku akan menghubungi mu" ujar sekar kepada bram,
" aku akan tunggu kamu hingga selesai" balas bram kepada sekar,dan akhirnya sekar pun keluar dari dalam mobil sambil tersenyum meninggal kan bram di mobil,kini terlihat sekar yang melangkah dengan kaki yang mantap berjalan menuju kantor tersebut,
Sementara itu bram yang melihat sekar sudah masuk kedalam kantor langsung mengeluarkan ponsel milik nya,lalu menghubungi seseorang,
" hallo,ini aku,sekarang dia sudah masuk kedalam,sekarang atur sesuai apa yang aku katakan padamu sebelum nya," ujar bram kepada seseorang lewat ponsel milik nya,
" baik pak,aku sudah melihat nya,dia sedang duduk di lobi,aku akan mengurusnya" balas seseorang tersebut kepada bram.
" aku ingin masuk kedalam untuk menemani mu,namun aku tak mau kalau kamu sampai tahu aku adalah pemilik kantor ini sekar,aku takut jika kamu sampai tahu, sikap mu akan sangat formal padaku dan itu akan membuatku risih saat bersama mu"gumam bram dalam batin,ternyata kantor tersebut adalah milik bram sendiri,namun entah mengapa bram tak ingin sekar tahu soal itu,satu-satu nya alasan adalah bram tak ingin sekar berubah sikap setelah tahu bram adalah bos di kantor.
Sambil menunggu sekar selesai,bram membuka kaca mobil nya lalu menyalakan rokok milik nya.