NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Dokter Buangan

Kebangkitan Sang Dokter Buangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Mafia
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Velyqor

Kayra Ardeane mengasingkan diri ke desa sunyi bernama Elara demi mengubur trauma masa lalunya sebagai ahli bedah. Namun, ketenangannya hancur saat seorang pria bersimbah darah menerjang masuk dengan peluru di dada. Demi sumpah medis, Kayra melakukan tindakan gila: merogoh rongga dada pria itu dan memijat jantungnya agar tetap berdenyut.

Nyawa yang ia selamatkan ternyata milik Harry, seorang predator yang tidak mengenal rasa terima kasih, melainkan kepemilikan. Di bawah kepungan musuh dan kobaran api, Harry memberikan ultimatum yang mengunci takdir Kayra.

"Pilihannya sederhana, Dokter. Mereka selamat dan kau ikut denganku, atau kita semua tetap di sini sampai musuh mengepung. Aku tidak akan membiarkanmu pergi ke tempat di mana aku tidak bisa melihatmu."

Terjebak dalam pelarian maut, Kayra menyadari satu hal yang terlambat, ia memang berhasil menyelamatkan jantung Harry, namun kini pria itu datang untuk mengincar jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Velyqor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Topeng di Balik Gala

Kayra terbangun saat cahaya fajar menyelinap malu-malu melalui celah tirai otomatis penthouse. Ia mengerjap, menyadari bahwa ia tidak tertidur di sofa atau kamarnya sendiri, melainkan masih dalam dekapan Harry.

Aroma kayu cendana yang menenangkan menyambut indra penciumannya. Kayra sedikit mendongak dan mendapati Harry masih terlelap, napasnya teratur dan dalam. Wajah pria itu saat tidur tampak jauh lebih muda, tanpa garis-garis ketegangan yang biasanya mendominasi dahinya.

Perlahan, Kayra mencoba beringsut mundur, namun lengan Harry yang kokoh seolah memiliki insting sendiri, pria itu justru mempererat pelukannya dalam tidur, menarik Kayra kembali ke dadanya.

"Lima menit lagi, Kayra," bisik Harry dengan suara parau khas bangun tidur. Matanya masih terpejam, namun sebuah senyum tipis tersungging di sudut bibirnya.

Kayra mematung, wajahnya memerah. "Harry, ini sudah pagi. Aku harus memeriksa jahitanmu."

Harry membuka matanya perlahan, obsidian hitamnya menatap Kayra dengan kelembutan yang sanggup meluluhkan logika apa pun. "Jahitannya baik-baik saja. Jantungku yang butuh pemeriksaan. Dia berdetak terlalu cepat sejak kau bersandar di sini."

Kayra tertegun, kehilangan kata-kata. Ia segera bangkit dengan canggung, merapikan kaus katunnya yang sedikit kusut. "Bualannya disimpan untuk nanti saja. Sekarang, minum airmu dan biarkan aku bekerja."

Meskipun Kayra mencoba bersikap profesional, Harry bisa melihat binar malu di matanya. Hari itu menandai berakhirnya masa pemulihan satu minggu Harry. Kekuatan pria itu telah kembali, dan bersamanya, rencana besar yang sempat tertunda kini siap diluncurkan.

Sore harinya, griya tawang itu berubah menjadi pusat kesibukan yang tenang. Enzo datang membawa beberapa koper berisi pakaian formal kelas atas. Suasana menjadi sedikit lebih serius saat Harry membentangkan peta digital Rumah Sakit Pusat di meja makan.

"Malam ini adalah Gala Dinner tahunan," Harry menjelaskan sambil menyesap kopi hitamnya. "Aris akan meresmikan laboratorium regenerasi saraf baru yang ia klaim sebagai pencapaian medis terbesar dekade ini. Dia tidak tahu bahwa kita akan masuk dan mengambil sampel serum Genesis yang asli dari sana."

Kayra menatap profil Aris di layar. "Keamanannya pasti sangat ketat, Harry. Setelah apa yang kita lakukan di acara peresmian sayap rumah sakit tempo hari, dia pasti meningkatkan kewaspadaan."

"Itu sebabnya kita butuh topeng baru," Harry menunjuk dua paspor diplomatik di atas meja. "Ucapkan selamat tinggal pada Kayra Valeska untuk malam ini. Kau adalah Dokter Alana Chen, seorang investor muda berbakat dari Singapura yang memiliki ketertarikan pada teknologi regenerasi. Dan aku ... adalah Arthur Low, suamimu sekaligus mitra bisnismu."

Kayra menelan ludah. "Suami?"

"Itu satu-satunya cara agar kita bisa terus bersama di dalam ruangan tanpa memancing kecurigaan. Seorang investor kelas dunia selalu membawa pasangannya ke acara seperti ini," Harry berdiri, berjalan mendekati Kayra yang tampak gugup.

Ia meraih kotak beludru kecil dan membukanya, menyingkap sebuah kalung berlian dengan liontin safir yang berkilau mewah.

"Pakai ini," perintah Harry lembut.

Kayra berbalik, membiarkan Harry memakaikan kalung itu. Jemari pria itu yang kasar bersentuhan dengan kulit lehernya yang sensitif, mengirimkan gelombang listrik yang membuat bulu kuduknya berdiri.

Harry tidak segera melepaskan tangannya, ia membiarkan telapak tangannya beristirahat sejenak di bahu Kayra.

"Kau akan menjadi wanita tercantik di ruangan itu, Alana," bisik Harry tepat di telinga Kayra. "Tetaplah di sampingku. Jangan lepaskan lenganku sedikit pun. Jika situasinya memburuk, kode kita adalah 'angin utara'. Mengerti?"

Kayra mengangguk pelan, menatap pantulan mereka di cermin besar. Mereka tampak seperti pasangan elit yang sempurna, namun di balik pakaian mewah itu, ada pistol yang tersembunyi dan dendam yang membara.

Pukul delapan malam, sebuah limosin hitam berhenti di depan hotel mewah tempat gala diadakan. Karpet merah membentang luas, dikelilingi oleh jurnalis dan lampu kilat yang menyilaukan.

Kayra mengenakan gaun malam berwarna zamrud tua yang membalut tubuhnya dengan elegan, sementara Harry tampak sangat berwibawa dalam balutan tuksedo hitam.

Harry mengulurkan lengannya. Kayra melingkarkan tangannya di sana, merasakan otot lengan pria itu yang keras memberikan rasa aman yang aneh.

"Tersenyumlah, Sayang. Dunia sedang memperhatikan kita," ujar Harry dengan nada menggoda namun waspada.

Begitu memasuki aula megah, suasana terasa begitu mewah. Denting gelas sampanye dan musik klasik memenuhi ruangan.

Kayra melihat Aris di kejauhan, dikelilingi oleh para pejabat tinggi. Pria tua itu tampak sangat bangga, tidak menyadari bahwa maut sedang berjalan ke arahnya dalam balutan gaun hijau.

"Aku akan memancing Aris ke balkon lantai dua untuk membicarakan 'investasi'," Harry berbisik pelan sambil menyapa beberapa tamu dengan akting yang sempurna.

"Saat itu terjadi, Enzo akan memutuskan arus listrik di sayap laboratorium selama enam puluh detik. Kau punya waktu segitu untuk masuk dan mengambil sampelnya. Ingat, lokernya ada di balik lemari pendingin suhu rendah."

"Harry, luka perutmu ... kau yakin bisa menangani Aris sendirian?" Kayra menatap Harry dengan cemas.

Harry menghentikan langkahnya, menatap Kayra dengan sorot mata yang intens. Di tengah kerumunan orang, ia menarik tangan Kayra dan mencium punggung tangannya dengan sangat lama.

"Aku sudah melewati gua dan tebing bersamamu, Kayra. Seorang pria tua seperti Aris bukan tandingan bagi pria yang sudah mendapatkan kembali jantungnya darimu."

Kayra merasakan sesak di dadanya, sebuah campuran antara takut dan kasih yang mendalam. "Hati-hati, Harry."

Operasi dimulai. Saat Harry berhasil menarik Aris menjauh dari kerumunan menuju area yang lebih sepi, Kayra segera menyelinap menuju lift servis. Dengan bantuan Enzo dari jarak jauh, ia berhasil menembus keamanan pintu laboratorium.

Di dalam, ruangan itu sangat dingin. Kayra bergerak cepat, memorinya sebagai dokter membantunya mengenali peralatan dengan mudah. Ia menemukan sampel serum biru itu, Proyek Genesis. Saat ia memasukkannya ke dalam wadah pendingin portabel, lampu mendadak padam.

Satu ... dua ... tiga ...

Kayra menghitung dalam hati.

Tiba-tiba, sebuah tangan membekap mulutnya dari belakang. Kayra meronta, tangannya meraih pisau bedah kecil yang ia sembunyikan di balik gaunnya. Namun, sebuah suara bisikan yang familiar menghentikannya.

"Ini aku," suara Harry terdengar di kegelapan.

"Harry? Kenapa kau di sini? Di mana Aris?" tanya Kayra terengah saat Harry melepaskannya.

Lampu menyala kembali. Harry berdiri di sana dengan napas sedikit memburu, bajunya sedikit berantakan. "Aris hanya umpan. Luca ada di sini, Kayra. Dia sudah tahu identitas kita sejak kita menginjakkan kaki di karpet merah. Kita harus keluar lewat atap."

Harry menarik tangan Kayra, berlari menyusuri lorong laboratorium yang steril. Di belakang mereka, suara teriakan sekuriti dan desing peluru mulai terdengar. Mereka sampai di pintu keluar darurat yang menuju helipad.

"Harry, lukamu!" Kayra melihat noda merah kecil mulai muncul di kemeja putih Harry.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!