Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Cinta dan Bela Diri
Dikehidupan yang tak abadi ini, setiap orang pasti selalu diberatkan oleh antara dua pilihan yang mengharuskan kita harus memilih salah satu diantara kedua pilihan itu. Berat? sudah pasti iya. Begitulah yang dialami Reina sekarang ini. Dimana dia harus memilih antara Organisasinya dan Cintanya. Disisi lain Reina sangat menginginkan untuk melanjutkan Organisasinya hingga pada tingkatan paling tinggi. Namun, disisi lain, apabila iya memilih untuk melanjutkan bergabung di dalam Organisasi Bela Diri tersebut justru dapat menimbulkan masalah terhadap hubungannya dengan Kevin.
Kevin yang dikenal dengan cowok yang posesif, ia tidak mau wanitanya dekat dengan cowok lain, apalagi dalam organisasi tersebut lebih dominan cowok daripada cewek. Kevin selalu mengingatkan Reina agar tidak terlalu dekat dan tidak terlalu akrab dengan cowok. Akan tetapi seperti yang kita tahu, dalam sebuah Organisasi Bela Diri bahkan pelatihnya pun dominan cowok. Ini yang membuat Kevin selalu merasa cemburu ketika Reina selalu ikut latihan.
Hingga pada suatu kejadian, ketika Reina pulang dari latihan iya mendapat chat dari salah satu pelatihnya.
"Assalamualaikum, Teh?". Ucap Ben melalui chat dengan panggilan sesama anak Bela Diri.
"Wa'alaikumsalam, Kang". Balas Reina.
"Lagi apa Teh?". Tanya Ben.
"Nggak ngapa-ngapain Kang". Balas Reina.
"Mau tidak Reina pacaran sama Akang?". Tanya Ben tiba-tiba.
"Maaf, Kang Reina ada pacar". Balas Reina singkat.
"Tapi Akang suka sama kamu Reina". Balas Ben.
"Setahu Reina, Sesama anak Belah Diri tidak boleh pacaran Kang". Balas Reina menjelaskan.
"Kang Doni dan Teh Rina juga pacaran". Balas Ben.
"Itu mereka Kang, Reina tidak mau, Reina punya pacar". Jawab Reina menegaskan.
"Yaudah kalau begitu, teh". Balas Ben.
Reina tidak membalas chat dari Ben. Reina ingin mengatakan hal tersebut kepada Kevin, akan tetapi Reina takut. Jangan sampai jika Reina mengatakan hal tersebut kepada Kevin, justru Kevin bisa saja marah kepada Reina. Tapi Reina kembali berfikir, kalau dalam sebuah hubungan tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Kita harus terbuka satu sama lain, tidak boleh ada rahasia. Bagaimanapun hasilnya nanti setelah Reina mengatakan kepada Kevin, Reina akan terima semua respon yang diberikan oleh Kevin. Reina meraih handphonenya dan mulai ngechat pacarnya itu.
"Sayang". Chat Reina singkat.
"Iya sayanggg, kenapa?". Balas Kevin.
"Kevin lagi apa?". Tanya Reina.
"Kevin baru aja selesai makan sayang. Kenapa sayang?". Tanya Kevin.
"Reina mau kasi tau sesuatu, tapi Kevin jangan marah ya?". Jelas Reina.
"Apa itu sayang?". Tanya Kevin.
"Kevin janji dulu jangan marah ya". ucap Reina lagi.
"Iya sayang, Kevin nggak bisa marah sama Reina. Memangnya mau kasi tau apa sayangku?". Tanya Kevin lagi.
"Ini sayang, tadi kan Reina abis latihan tadi, terus sampai d rumah, salah satu pelatih Reina ngechat. Dia bilang kalau dia suka sama Reina. Dia mau jadi pacar Reina". Jelas Reina.
"Terus Reina jawab apa?". Tanya Kevin singkat.
"Reina bilang kalau Reina punya pacar". Jawab Reina.
"terus dia bilang apa sayang?". Tanya Kevin lagi.
"Dia bilang, yaudah nggak apa-apa. Reina nggak balas lagi sayang". Jelas Reina.
"Hmmm, iya sayang". Balas Kevin singkat.
"Sayang, kamu marah ya?". Tanya Reina dengan emot sedih.
"Tidak sayang, Kevin boleh minta sesuatu nggak?". Balas Kevin.
"Apa itu sayang?". Tanya Reina
"Reina bisakan kalau nggak usah ikut latihan lagi, Kevin tidak suka kalau ada pelatih yang seperti itu sayang". Jelas Kevin.
"Tapi ini impian Reina sejak dulu sayang, Reina udah beli seragamnya, Reina juga sudah ikut ujian penaikan tingkat. Kalau Reina tidak ikut penyabukan percuma Reina bayar mahal-mahal sayang". Jelas Reina.
"Kevin tidak mau kalau ada cowok yang seperti itu ke Reina. Kevin nggak suka. Tapi ini terserah Reina, Kevin tidak setuju kalau Reina masih tetap ikut latihan". Balas Kevin.
"Iya sayangg, Reina tidak akan ikut latihan lagi". Balas Reina sedih.
"Janji ya sayang". Balas Kevin.
"Iya sayang, Reina janji". Balas Reina.
"Yaudah, Reina bobo ya udah jam tidurnya nih". Jelas Kevin.
"Iya sayangg, Kevin juga ya". Balas Reina mengakhiri chat mereka.
Waktu menunjukkan pukul 21.00, ini adalah jam tidur Reina. Kevin selalu ingat jam tidur pacarnya itu. Setiap jam tidur Reina tiba, Kevin selalu menyuruh Reina istirahat tepat waktu. Perhatian kecil itu yang membuat Reina semakin yakin kalau Kevin ini adalah laki-laki yang baik buat Reina.
...***...
Keesokan harinya, seperti hari-hari biasa Reina berangkat ke kampus dengan penuh semangat. Di kampus, kegiatan perkuliahan selalu berjalan dengan baik dan lancar. Reina kembali kepikiran tentang perkataan Kevin yang menyuruhnya untuk berhenti ikut latihan. Reina bingung, disisi lain ini adalah impian Reina dari dulu. Akan tetapi disisi lainnya juga Reina berpikir lagi bahwa apa yang dikatakan Kevin semalam itu benar.
Setelah kejadian itu Reina tidak lagi pernah muncul selama latihan. Reina merasa canggung karena bukan cuman Ben yang pernah mengungkapkan perasaanya, ada beberapa teman organisasinya juga seperti itu. Tetapi Reina tidak menghiraukan hal tersebut karena Reina sudah ada Kevin. Dimata Reina tidak ada lagi cowok yang semenarik pacarnya itu.
Reina pun memutuskan untuk berhenti dalam organisasi tersebut. Meskipun cukup banyak uang yang Reina keluarkan selama tergabung dalam organisasi tersebut tapi menurut Reina itu tidak jadi masalah. Reina tetap memilih pacarnya itu. Reina yakin apapun keputusan yang ia ambil inilah yang terbaik untuknya.
Sejak saat itu Reina tak lagi bergabung dalam organisasi apapun. Reina mulai fokus pada kuliahnya yang sebentar lagi akan memasuki masa-masa KKN. Ada banyak hal-hal yang perlu ia persiapkan mulai dari sekarang. yang paling utama adalah, Reina harus memilih sebuah judul penelitian dan dimana tempat ia meneliti nantinya. Reina berharap kalau ia bisa KKN sekaligus penelitian di tempat itu juga.
Reina kini mulai sibuk memikirkan judul penelitiannya dan bingung memilih siapa yang mau dijadikan pembimbing 1 dan pembimbing 2-nya nanti. Reina pun bingung harus memilih siapa, yang pastinya Reina mewanti-wanti banget dosen yang tegas dan keras. Karena Reina adalah tipe orang yang kalau diajarin dia paling tidak bisa kalau dibentak. Apabila Reina dibentak sekali saja, maka otaknya langsung tidak bisa berpikir. Dia langsung tiba-tiba seperti orang bodoh yang tidak tau harus ngapain.
Reina ingin sekali menjadi anak bimbingan dari Bu Nia. tapi sepertinya ini mustahil buat Reina. Ada banyak mahasiswa yang memilih Bu Nia sebagai pembimbing mereka. Apalagi penelitian Reina kali ini adalah penelitian kuantitatif. Sedangkan Bu Nia cenderung ke penelitian kualitatif. Jadi ini sangat mustahil bagi Reina untuk menjadi anak bimbingan dari Bu Nia.
Reina kini mulai memfokuskan diri dengan kuliahnya. Iya tak lagi pernah memikirkan tentang organisasinya itu. Reina tak lagi bergabung dalam organisasi apapun itu.
...ΩΩΩ...