Julius Randle Seorang Laki-laki yang Memiliki aura yang mampu membekukan ruangan, namun seketika mencair hanya oleh senyum satu wanita.
Jane Mommartre, Seorang Gadis Yang menganggap dirinya Hanya Figuran Dan Hanya Debu yang tidak Terlihat Dimata Julius Randle, Dengan segala kekaguman dari jarak Tiga Meter, Dia Sudah menyukai Julius Randle Sejak Lama.
Dibalik Layar seorang Mr A dan Ms J sebagai pelengkap, yang ternyata Mr A adalan Julius Yang Tak tersentuh, Dan Ms J adalah Jane Si gadis Tekstil.
Cinta mereka tumbuh di antara jalinan Kerja sama Tekstil. Julius yang kaku perlahan mencair oleh Jane si Ms J, menciptakan momen-momen manis yang puncaknya terjadi di malam penuh kenangan.
Kekuatan cinta mereka diuji oleh manipulasi kejam Victoria Randle, Yang merupakan ibu Dari Julius Randle . Fitnah mendorong ibu, pesan singkat palsu, hingga tuduhan perselingkuhan membuat Julius buta oleh amarah. Jane diusir dalam keadaan hancur, membawa rahasia besar di Rahimnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sisi Gelap
Di dalam penthouse yang temaram itu, aroma mawar mahal milik Grace bercampur dengan bau asap rokok dan alkohol. Grace tidak lagi memakai gaun sutra kaku yang ia kenakan saat mencium Julius tadi siang. Ia hanya memakai kemeja kebesaran milik Liam, duduk di pangkuan pria bertato itu sambil menyesap wine.
"Sampai kapan kau harus berakting menciumi si patung es itu di depan umum?" tanya Liam, suaranya serak, jemarinya yang kasar mengusap pipi Grace dengan cara yang tidak akan pernah dilakukan Julius.
Grace mendengus, matanya menatap tajam ke arah TV yang sedang menyiarkan berita ekonomi tentang Randle Group. "Sampai kontrak merger itu ditandatangani, Liam. Ayahku butuh koneksi perbankan Julius, dan aku butuh warisan Liberty untuk membiayai gaya hidup kita. Julius itu hanya aset. Dia tidak punya perasaan, jadi tidak sulit membohonginya."
"Tapi kulihat tadi di berita kampus, dia mulai dekat dengan gadis asistennya itu," pancing Liam sambil mengecup leher Grace.
Grace tertawa meremehkan. "Maksudmu si anak tekstil itu? Jane? Julius hanya memanfaatkannya karena otaknya pintar. Julius tidak akan pernah mempertaruhkan takhtanya demi gadis kelas menengah yang parfumnya saja bau detergen murahan. Kami sudah sering menghabiskan malam di ranjang yang sama sejak pertunangan ini dimulai, setidaknya itu yang dipikirkan orang tua kami."
Liam terkekeh. "Padahal setiap malam kau ada di sini, bersamaku."
Kenyataannya, publik dan kedua orang tua mereka percaya bahwa Grace dan Julius sudah sangat intim. Grace sering sengaja menginap di salah satu sayap mansion Randle, namun saat lampu dipadamkan, mereka tidur di kamar yang berbeda, atau Grace menyelinap keluar lewat pintu belakang untuk menemui Liam.
Bagi Grace, Julius adalah pria yang cacat secara emosional. Ia menganggap kedekatan Julius dengan Jane hanyalah eksperimen sosial sang tunangan yang membosankan.
Keesokan harinya di kampus, sebuah mobil sport hitam milik Julius terparkir berdampingan dengan mobil merah menyala milik Grace. Jane, yang baru turun dari bus, melihat pemandangan yang membuatnya tertegun.
Grace keluar dari mobil Julius dengan rambut yang sedikit acak-acakan (sengaja ia buat demikian) dan riasan yang tipis, memberikan kesan bahwa mereka baru saja menghabiskan malam bersama di mansion Randle.
"Terima kasih untuk malam yang hebat, sayang," ucap Grace cukup keras saat Julius turun dari kursi pengemudi. Ia mengusap dada Julius dengan gerakan intim sebelum berjalan pergi menuju gedung fakultas.
Julius berdiri mematung. Wajahnya terlihat sangat lelah, lingkaran hitam samar terlihat di bawah matanya. Saat ia berbalik, matanya langsung bertemu dengan mata Jane yang berdiri mematung di dekat halte.
Jane melihat kalung kristal di lehernya sendiri terasa sangat berat. Informasi dari story Instagram semalam bertabrakan dengan pemandangan di depannya. Apakah Grace berbohong? Atau apakah Julius benar-benar menghabiskan malam dengan Grace meskipun dia tahu Grace punya pria lain?
Jane menunduk, hatinya terasa seperti diremas. Otak pintarnya mulai meragukan segalanya.
Jane masuk ke kelas dengan langkah gontai. Ia mengirim pesan singkat pada Mr. A, mencari kepastian di tengah badai kebingungan ini.
Ms. J: Tadi pagi aku melihat mereka berangkat bersama. Grace tampak seperti... baru bangun tidur di rumahnya. Mr. A, apakah aku benar-benar hanya figuran yang bermimpi terlalu tinggi?
Kali ini, jawaban Mr. A datang sangat cepat, dan suaranya di dalam teks terasa lebih tegas dari biasanya.
Mr. A: Jangan percaya pada apa yang ingin ditunjukkan oleh mata orang lain padamu, Ms. J. Terkadang, seseorang sengaja terlihat bersama hanya untuk menutupi betapa hancurnya mereka saat sendirian. Mataharimu tidak bersinar untuknya semalam. Dia terjaga sendirian di ruang kerjanya, memikirkan seseorang yang memakai kalung kristal.
Jane tersentak. Bagaimana Mr. A tahu Julius terjaga di ruang kerja? Jane melirik ke baris depan. Julius sedang duduk tegak, namun tangannya bergetar sedikit saat memegang pena, sebuah tanda kelelahan yang nyata.
🌷🌷🌷🌷
Happy Reading dear 😍😍😍