NovelToon NovelToon
Obsesi Raviel

Obsesi Raviel

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Ibu Mertua Kejam / Pernikahan Kilat / Hamil di luar nikah / Mafia / Iblis
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: his wife jay

....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon his wife jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ngidam

Pukul tiga sore.

Nara dan Tasya berjalan santai di area taman kota setelah menyelesaikan jadwal pelajaran di kampus. Langkah mereka pelan, sengaja diperlambat, seolah ingin memberi jeda pada kepala yang sejak pagi dipenuhi tugas-tugas yang bergentayangan.

Angin sore berembus ringan.

Surffffff—

Jus mangga mengalir masuk ke tenggorokan Tasya. Bahunya sedikit terangkat, wajahnya langsung berbinar.

“Ahh, enaknya,” ucap Tasya puas.

Ia menoleh ke arah Nara.

“Kamu mau coba nggak?”

Namun yang ia dapatkan hanyalah tawa khas Nara.

“Aku nawarin, loh. Kok malah ketawa?” ucap Tasya heran, alisnya terangkat.

“Hahaha…” Nara menutup mulutnya sebentar, wajahnya memerah menahan tawa. “Enggak. Aku masih belum terbiasa denger kamu bicara pake aku-kamu. Biasanya kan lo-gue.”

Tasya mendengus kecil, lalu berkacak pinggang.

“Kok kamu gitu sih, Nar. Aku lagi berusaha jadi cewek feminin, loh. Pakai aku-kamu.” Tangannya bergerak-gerak ikut menekankan kata-katanya. “Aku bakal berubah. Masa nanti kalau aku punya pacar masih pakai lo-gue? Aku tuh mau upgrade, jadi versi lebih baru.”

Nara tersenyum lebar.

“Hahaha… iya deh, terserah kamu. Tapi bagus sih pakai aku-kamu,” katanya sambil mengangguk kecil. “kamu juga udah dewasa jadi kurang pantes pakai lo-gue kayak anak SMA aja.”

Tasya mengangguk setuju.

Namun senyum Nara perlahan memudar saat pandangannya terhenti pada dua sosok di kejauhan. Langkahnya melambat.

Raviel.

Dan seorang wanita di sampingnya—wanita yang pernah ia lihat di supermarket waktu itu.

wajah Nara memerah

“Udah aku duga,” gumam Nara kesal. “Dia nggak cukup satu cewek.”

“Kamu kenapa, Nar?” tanya Tasya heran melihat sahabatnya tiba-tiba melamun ke arah depan.

Ia mengikuti arah pandang Nara, lalu matanya membesar.

“Nar… itu kan Pak Raviel,” ucapnya tak percaya. “Kok jalan sama cewek sih?”

“Biarin, Sya,” jawab Nara cepat, suaranya terdengar datar tapi pahit. "Aku udah yakin dia itu nggak cukup sama satu cewek.”

Ia terkekeh miris.

“Lagipula dia bakal nikahin aku karena rasa tanggung jawab, dia aja kan?"

Tasya menatap Nara dengan sorot kasihan.

“Jangan gitu lah, Nar. Kamu inget kan dia pernah gendong kamu waktu kamu muntah-muntah? Kayaknya dia emang suka kamu,” ucapnya, mencoba berpikir positif.

Nara menghela napas pelan. Dadanya terasa sesak.

“Udahlah, Sya. Aku males bahas dia," katanya sambil memalingkan wajah. “Kita pergi ke depan aja, yuk.”

“Yaudah deh, ayo,” jawab Tasya, meski raut wajahnya masih menyimpan khawatir.

Sementara itu, dari seberang, Raviel terlihat dibuat kesal oleh Vanessa yang terus mengikuti langkahnya bersama Ethan.

Ia sebenarnya hanya ingin berkeliling taman kota untuk menyegarkan pikiran setelah meeting panjang tadi. Namun sialnya, ia justru bertemu wanita ini.

“Raviel~ aku laper,” rengek Vanessa sambil meraih tangan Raviel. “Kita makan di restoran, yuk.”

Sentuhan itu membuat Raviel refleks menepis tangannya. Ia bahkan mengusap tangannya sendiri, seolah menghilangkan sesuatu yang kotor. Raut wajahnya dingin.

Vanessa berdecak kesal.

“Tuan, sepertinya saya melihat Nara dan temannya tadi,” ucap Ethan dengan hati-hati.

Raviel langsung menoleh.

“Di mana?”

“Di sana,” jawab Ethan sambil menunjuk.

“Ayo, kita susul,” ucap Raviel singkat, lalu melangkah pergi begitu saja.

Vanessa terdiam sesaat, lalu mengepalkan tangannya sebelum akhirnya menyusul.

“Ishh,” gumamnya kesal. “Apa istimewanya sih itu cewek. Miskin, nggak berguna.” Bibirnya mencibir. “Cantik sih, tapi pokoknya cantikan gue.”

Langkahnya makin cepat, mengejar dua pria di depannya.

★★★

Tasya saat ini benar-benar dibuat pusing dengan sifat Nara. Biasanya, gadis itu akan lembut dan menerima apa saja. Tapi sekarang—Nara terlihat kekeuh dengan pendiriannya, seolah tak mau mengalah sedikit pun.

Dan saat ini, Tasya benar-benar syok dengan permintaan Nara yang menurutnya tak masuk akal.

“Nar, yang bener aja dong,” ucap Tasya sambil berkacak pinggang. “Masa aku manjat pohon. Aku kan mau jadi cewek feminin.”

“Jangan dulu jadi cewek feminin,” sahut Nara cepat. Ia menatap Tasya dengan mata memohon, bahunya sedikit merunduk. “Sekarang kamu turutin dulu apa yang aku mau.”

Tasya menghela napas kasar.

“Kalau permintaannya wajar, aku mau aja. Lah ini… nyuruh manjat pohon mangga. Mana pohonnya punya orang lagi,” katanya heran.

“Sekali ini aja, Sya,” ucap Nara pelan, suaranya melembut.

Tasya melirik gelas di tangannya.

“Ini aja deh, minum jus mangga aku. Sama-sama mangga, kan,” celetuknya asal.

Nara langsung menggeleng.

“Nggak mau. Maunya langsung dari pohon,” katanya sambil mengelus perutnya. “Dan babynya mau kamu yang manjat.”

Ia lalu mendramatisir suaranya.

“Kayaknya auntie kamu nggak mau nurutin apa yang kamu mau deh, baby. Kita cari auntie baru aja, ya.”

“AKHHH!”

Tasya mendecak kesal. Namun saat melihat wajah Nara yang memohon—lengkap dengan tangan yang masih mengusap perut—hatinya langsung melunak.

“Yaudah deh,” katanya akhirnya. “Aku manjat demi anak kamu, ya.”

Dengan langkah kesal, Tasya berjalan menuju pemilik pohon mangga itu. Nara memperhatikan dari kejauhan. Ia bisa melihat Tasya menunjuk ke arahnya saat berbicara, lalu pemilik pohon itu mengangguk setuju.

Tasya kembali menghampiri Nara dengan wajah cemberut.

“Ayo. Pemiliknya udah ngizinin. Untung kamu lagi hamil, jadi aku dibolehin.”

“Makasih, auntie,” ucap Nara dengan suara dibuat kekanak-kanakan. Senyumnya langsung merekah.

Beberapa menit kemudian, Tasya sudah nangkring di atas pohon mangga. Untung saja ia memakai jeans baggy, jadi lebih leluasa memanjat dan menahan tubuhnya di dahan.

“Baby, kamu sedang apa di sini?”

Suara itu membuat Nara menoleh. Raviel berdiri tak jauh darinya, bersama Ethan dan Vanessa. Saat mencari Nara dan Tasya, Raviel tadi melihat Nara yang berdiri menengadah ke atas pohon.

“Kepo,” jawab Nara ketus, matanya langsung menangkap keberadaan Vanessa di samping Raviel.

Vanessa ikut menengadah ke atas. Matanya membesar, lalu ia berlonjak kaget.

“Heh! Kamu ngapain di situ? Kamu nyuri, ya?” ucapnya keras, sengaja agar Raviel dan Ethan ikut tersulut emosi.

“Heh, kamu jangan fitnah ya,” balas Nara kesal.

Raviel refleks ingin menarik tangan Nara, namun dengan cepat Nara menghindar, satu langkah mundur darinya.

“Sya, turun aja. Itu udah cukup kok mangganya,” ucap Nara sambil menengadah ke atas.

Tasya menatap ke bawah. Entah kenapa, kakinya mendadak gemetar.

“Kamu bisa turun nggak?” tanya Nara khawatir.

“Bisa… tapi aku agak takut. Ketinggian,” jawab Tasya. Ia memang mudah naik karena tenaga, tapi saat harus turun, rasa takutnya datang tiba-tiba.

“Hati-hati,” ucap Nara, suaranya jelas cemas.

Dengan perlahan dan penuh usaha, Tasya akhirnya berhasil turun dengan selamat.

“Heh! Nggak sopan banget sih kalian,” ucap Vanessa sinis. “Gundik-gundik nggak tahu diri, ngambil mangga orang.”

Nara melirik ke arah Raviel. Dadanya terasa panas saat menyadari pria itu diam saja—tidak membelanya. Sementara Raviel sendiri tampak kebingungan, terjebak di antara situasi yang memanas.

“Kamu jangan asal nuduh ya,” bentak Tasya. “Nara lagi pengen buah mangga langsung dari pohonnya. Dan tadi pemiliknya udah ngizinin.”

Ia menatap Raviel tajam.

“Dan kamu, sebagai calon suami Nara, nggak berguna banget sih. Badan doang gede, gentleman enggak.”

“Udah yuk, Sya. Kita pulang,” ucap Nara sambil menarik tangan Tasya.

“Sayang—” panggil Raviel.

“Lepas,” sahut Nara kesal tanpa menoleh.

“Urus aja tuh cewek kamu,” lanjut Nara dingin. “Jangan serakah pengen punya dua cewek.”

Ia berjalan pergi bersama Tasya tanpa ragu.

“BABY!” teriak Raviel, menyusul mereka, diikuti Ethan.

Sementara itu, Vanessa terdiam di tempat. Ucapan Tasya terus terngiang di kepalanya.

“Calon suami?”

Tangannya mengepal.

“Ini nggak bisa dibiarin.”

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel trs
tiaahyeon: thanks youuuu
total 1 replies
Nurmalia Lia
ditunggu up ny Thor semangat 💪 suka dgn karya mu😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!