NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Paman Suamiku

Terjerat Cinta Paman Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Saling selingkuh / Cinta Terlarang / Menikah dengan Kerabat Mantan / Penyesalan Suami
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

"Ketika cinta datang disituasi yang salah"

Rieta Ervina tidak pernah menyangka, jika keputusannya untuk bekerja pada Arlan Avalon, pria yang menjadi paman dari suaminya justru membuat ia terjebak dalam lingkaran cinta yang seharusnya tidak ia masuki.

Pernikahan tanpa cinta yang awalnya ia terima setulus hati berubah menjadi perlawanan saat Rieta menyaksikan sendiri perselingkuhan suaminya bersama wanita yang menjadi rekan kerjanya. Dan di saat yang sama, paman dari suaminya justru menyatakan peraasaannya pada Rieta.

"Cinta ini adalah cinta yang salah, tapi aku tidak peduli." Arlan.

Apa yang akan Rieta lakukan setelahnya? Akankah ia menerima cinta yang datang? Atau tetap bertahan pada pernikahan bersama suami yang sudah mengkhianati dirinya?

Ikuti kisah mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30.

"Bisa tuangkan segelas air untukku, Rie?"

Permintaan itu datang dari Arlan yang kini sudah duduk di samping Rieta, siap untuk menikmati makan malam yang sudah terhidang di meja setelah ia baru saja menghabiskan air putih di gelasnya.

"Tentu." sahut Rieta seraya berdiri.

Tangan Rieta terulur meraih gelas Arlan yang sudah kosong, menuangkan air putih ke dalamnya, lalu menyodorkan gelas itu kembali.

Arlan menerimanya, sengaja memberikan sentuhan ringan pada jemari Rieta yang membuat wanita itu melotot dan segera menarik tangannya, tetapi sekilas ia juga melihat senyum tipis terbentuk di bibir wanita itu, cukup untuk membuat dirinya terkekeh tanpa suara.

Tidak ada yang menyadari perubahan sikap yang Arlan berikan pada Rieta, tatapan nakal dengan senyum yang menyimpan janji tersembunyi, serta sentuhan yang menurut mereka tidak sengaja, nyatanya berisi bisikan menggoda tanpa kata yang hanya dipahami oleh keduanya.

Makan malam pun dimulai dalam keheningan, seolah tidak ada yang ingin memulai percakapan karena kejadian memalukan malam itu masih begitu membekas. Rieta sendiri memilih diam, tidak ingin membahas apapun sebelum waktu yang menurutnya baik tiba.

Dalam keheningan itu, Arlan berulang kali mencuri pandang ke arah Rieta, tersenyum kecil dengan rencana yang sudah ia susun. Hal sama juga dilakukan Evan yang berada di samping Rieta, berulang kali juga dirinya melirik istrinya yang kini selalu menolak untuk bicara, bahkan saat di kamar beberapa waktu lalu, istrinya terus menghindar. Begitu pula dengan Tuan Marlan dan Nyonya Melani, tatapan keduanya tertuju pada Rieta, seakan ingin mencari jawaban dari pertanyaan yang mereka simpan di benak mereka.

Apakah Rieta baik-baik saja setelah melihat Evan bersama wanita lain di hotel?

Hingga, keheningan itu terpecah saat Evan membuka suara. Satu kalimat yang sukses mengacaukan pikiran Arlan dalam sekejap.

"Pa, Ma, ada yang ingin aku sampaikan," ucap Evan memecah keheningan.

Wajah Evan terangkat, menyadari atensi semua orang kini tertuju padanya, menunggu apa yang akan ia ucapkan selanjutnya. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan cepat.

"Aku ingin pernikahanku dengan Rieta dipublikasikan."

Hening...

Keheningan itu singkat, tetapi terasa begitu lama, dan cukup untuk membuat napas empat orang yang mendengarnya seakan terhenti sesaat dengan arti berbeda.

Klang!

Sendok yang berada di tangan Rieta terlepas, jatuh tepat di atas piringnya sendiri. Suaranya menggema, seakan suara itu mewakili penolakan hatinya. Wajahnya terangkat, menoleh ke arah Evan dalam gerakan lambat, lalu menatap kedua mertuanya.

Tatapan semua orang berubah dengan arti berbeda. Rahang Arlan mengeras, kilat amarah di matanya berusaha ia tutupi, setidaknya untuk saat ini.

"Setelah apa yang sudah kau lakukan, kau ingin membuka statusmu di depan semua orang, untuk apa?" Arlan menoleh, menatap tajam keponakannya. Namun setiap katanya menyiratkan olokan.

"Untuk menyamarkan kebusukanmu yang sudah terbongkar? Agar kau bisa berlindung dari sisi bejatmu dengan kebohongan yang kau narasikan sebagai salah paham?" tembaknya tanpa tedeng aling-aling.

"Arlan." tekan Tuan Marlan mencoba menengahi.

"Paman tidak berhak ikut campur. Ini masalahku, rumah tanggaku," sambut Evan mengabaikan suara ayahnya.

"Lalu apa?" Arlan menatap dingin. "Kau merasa dirimu memiliki hak setelah apa yang terjadi?"

"Arlan!" suara Tuan Marlan meninggi. "Jaga batasanmu."

Arlan tergelak singkat, mendorong piring di depannya setelah meletakkan sendok dengan kasar, melipat kedua tangan di dada.

"Kau memintaku untuk menjaga batasan tapi kau tidak meminta putra kesayanganmu ini menjaga batasan? Lucu sekali," dengus Arlan.

"Tanyakan padanya berapa lama dia menjalin hubungan dengan wanita itu, dan berapa kali dia menghabiskan waktu bersama. Mengabaikan tanggung jawabnya sendiri sebaagai seorang suami dan sekarang membahas tentang hak yang ingin dia ambil, kau pikir itu masuk akal?"

Tuan Marlan terbungkam dengan kedua tangan terkepal, begitu pula dengan Evan. Banyak kalimat sanggahan yang sudah ada di ujung lidah Evan, tetapi segera ia telan kembali. Lidahnya berubah kelu.

"Tolong berhenti, jangan bertengkar," Rieta angkat bicara setelah lama terdiam, berusaha menengahi.

Ada rasa sesak di hatinya setelah mendengar permintaan Evan. Dulu, ia memang menginginkan untuk diakui, ia ingin pernikahannya tidak ditutupi, tetapi kali ini tidak lagi. Ia tidak ingin, ia lebih ingin melepaskannya.

"Ada hal yang ingin aku sampaikan juga pada Papa, Mama juga padamu, Evan," ucap Rieta pelan.

"Katakan, Rie," sambut Evan tersenyum hangat. "Kamu juga ingin pernikahan kita dipublikasikan bukan?" imbuhnya penuh harap, di dalam hatinya ia yakin Rieta mencintainya.

Rieta menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Ditatapnya pria yang kini masih berstatus sebagai suaminya, lalu beralih ke kedua mertuanya. Dalam benaknya merangkai kata yang tepat untuk ia ucapkan, ia tahu apa yang akan ia ucapkan kali ini akan menimbulkan pertentangan, tetapi ia tidak bisa lagi menahannya lebih lama. Tentang hutang budi yang ingin ia balas, akan ia pikirkan cara lain menebusnya.

"Aku minta maaf, Pa, Ma. Aku... tidak bisa mempertahankan pernikahan ini. Aku ingin bercerai."

.

.

.

"Rie, tunggu!"

Evan segera meraih tangan istrinya saat wanita itu baru saja masuk ke dalam kamar, membalikkan badan Rieta hingga tatapan mereka bertemu, dan memegangi bahu Rieta.

"Apa maksud perkataanmu tadi? Kamu bercanda bukan?"

"Aku serius." jawab Rieta segera menyingkirkan tangan Evan dai bahunya.

"Bukankah kamu mencintaiku? Aku tidak setuju kita bercerai," ucap Evan dengan tatapan memohon.

Rieta tersenyum samar. "Kapan aku mengatakan jika aku mencintaimu, Evan?"

"Saat itu... malam itu kamu mengatakannya-"

"Aku mengatakan ingin belajar mencintaimu, bukan sudah mencintaimu, itu jelas dua kata berbeda," potong Rieta cepat.

"Aku salah, Rie. Aku minta maaf. Beri aku kesempatan untuk memperbaikinya," harap Evan menggenggam tangan Rieta.

"Aku sudah memberikan kesempatan itu, tapi kamu tidak menggunakannya." jawab Rieta menarik tanganya sendiri dari genggaman Evan. "Dan sekarang, kesempatan itu tidak ada lagi."

"Kamu bisa kembali bersama kekasihmu tanpa gangguan dariku lagi."

"Kamu berubah, Rie." Evan menggelengkan kepala. Bukan karena kecewa, tetapi karena tak percaya jika wanitanya akan berubah.

"Kamu berubah sejak kembali dari luar negri, sejak ... " kalimatnya terhenti sejenak, pikirannya melayang ke satu momen yang hampir ia lupakan. "Sejak pamanku tinggal di rumah ini."

"Sekarang aku ingat, pamanku bersikeras tinggal di rumah ini sejak kamu kembali, apa kau bermain api dengannya?"

. . . .

. . . .

To be continued...

1
Zenun
apakah Rieta akan mengabulkan permintaan Papa mertua?
Zenun
Si paman sudah rindu
Zenun
serangga raksasa
Zenun
kau juga yang akan kena malu
Dewi Payang
Mulai mau licik kayanya....
Zhu Yun💫
Ada Lenny jodohnya Liam kah yang datang 😁
Zhu Yun💫
Si Paman mau minta jatah plus-plusnya ini 🤭🤣🤣✌️
Zhu Yun💫
Pekerjaan plus-plus itu 😅😅😅
Zhu Yun💫
Mungkinkah Tuan Marlan sedang butuh kehangatan 🤣🤣🤣✌️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
masa tengah malam masuk ke kamar mantu, kok ya rieta boleh boieh aja sih
Zhu Yun💫: Maklum, Papa mertua mau menggatal dulu, Ibu... 🤣🤣 astaga 🤣🤣🤣✌️
total 1 replies
Cindy
lanjut
Bima Sakti
KA up nya yg bnyak dong🤭
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
oiiikkkkk mau minta balik jasa loe!!??? klo si arlan tau mah, bisa tantrum dia
axm
double up thor💪
Teteh Lia
Dih... kenapa nih bocah. Tiba-tiba baik 🙄
Teteh Lia
Di tembak kek gini tuh. bikin bingung, sumpah. Kata akoh yang pernah muda, masih muda dan awet muda. 🤭
Cindy
lanjut
Patrick Khan
ahh siapa ketok pintu🤔🤔😁
〈⎳ FT. Zira: coba kita cek.. beneran paman gak😏😏
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!