Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
SELAMAT MEMBACA !!!
Kini mereka sudah sampai di restoran yang sangat rame dengan pengunjung . Mereka semuanya turun dan ketiga bocil itu bergandengan dengan Vania yang berada ditengah.
" Ayo Bu, Pak, Mbok, Dik kita makan dulu tuch lihatlah ketiga bocil kita sudah siap hehehe ." Ajak Sarah dengan tersenyum sambil melihat ketiga bocil yang rukun .
Mereka masuk Sarah meminta tempat yang nyaman untuk anak anak dan karyawan itu mengantarkannya ke rumah rumahan diatas kolam yang bawahnya ada ikan hias yang sangat banyak .
" Dik Vania lihatlah kita bisa melihat ikan ikan yang sangat banyak, tuch Dik !" Heboh Riri ketika mereka baru sampai ditempat yang direkomendasikan oleh karyawan restoran .
" Ayo kita masuk dulu ke sana nanti kalian bisa lihat dari atasnya tapi ingat harus hati hati ya kalian bertiga mengerti !" Pesan Sarah kepada ketiga bocilnya.
Mereka masuk ke dalam ruangan yang rapat dan pagernya dari kaca keliling yang tingginya cuma lima puluh centi meter jadi bocil bocil masih bisa melihat ikan yang berada di kolam bawahnya dan heboh sendiri .
" Ayo Pak, Bu, Mbok, Dik kalian pesan saja makanannya !" Seru Sarah sambil memberikan buku menu kepada mereka . Sarah memesankan ayam krispi untuk ketiga bocil dan ikan bakar sama capcay yang nggak pedas satu untuk mereka bertiga dan untuk dirinya sendiri dia pesan ikan bakar gurami dengan sambel ijo.
Pak Imam, Bu Leni sama Mbok dia memesan Ikan Gurami saos Bali dan untuk Sasa sama Febri mereka berdua pesan Bebek Bakar dengan sambil terasi dan untuk tambahannya Sarah memesan tempe goreng tepung .
" Berarti besok Nak Sasa sama Nak Febri akan kembali pulang ke Jakarta ya ?" Tanya Pak Imam disela sela waktunya menunggu pesanannya mereka .
" Ya benar Pak, saya titip Kakak saya ini ya Pak jagain dia dan kalau ada apa apa Bapak bisa hubungi saya dengan no ini ." Sasa menyodorkan kartu namanya karena selama ini yang para pengunjung tau Sasa adalah asistennya yang punya Butik dan mereka belum tau siapa yang punya Butik selama ini kecuali para karyawan Butik.
" Baik Nak Sasa lagian Bapak nggak punya anak dan Nak Sarah mau menganggap kami orang tuanya saja sudah senang Nak tapi kami justru dan membebani hidupnya Nak Sarah ." Ujar Pak Imam ada rasa nggak enak di sisa hidupnya yang sudah tua ini dia sama istrinya akan membebani Sarah yang sudah menganggap dirinya orang tua mereka.
" Apaan sih Pak, kalau cuma menghidupi kalian berdua insyaallah aku masih sanggup Pak, kalau kalian menganggap aku anak kalian ya biarkan aku yang menanggung hidup kalian Pak, Bu, kalian hanya dirumah saja menjaga Vania dan untuk Mbok Marni juga nggak akan aku biarkan bekerja lagi. Nanti aku akan cari Art yang membantu membersihkan rumah ." Ucap Sarah kepada ketiga orang tua angkatnya .
" Apa nggak sebaiknya kami saja yang membersihkan rumah Nak Sarah !" Seru Mbok Marni ikut nimbrung di obrolan mereka .
" Nggak Mbok, kalian adalah orang tua aku mana ada anak menyuruh orang tuanya untuk membersihkan rumahnya dan masak. Janga Mbok aku masih sanggup untuk membayar Art , Mbok nggak lupa kan siapa aku hehehehe ." Jawab Sarah dengan terkikih .
" Ah terserah kamu saja Nak, Mbok ngikut saja lagian ditolak pun percuma." Jawab Mbok Marni akhirnya mengalah percuma mendebat Sarah nggak bakalan menang .
Para karyawan mengantarkan makan yang dipesan sama Sarah tadi semua dihidangkan di meja makan. Mereka mengambil makanan yang dipesannya tadi dan Sarah meminta meja kecil sama karyawan untuk para bocil .
Sarah membantu bocil bocil itu memilah duri di ikan bakar yang dipesannya, Sarah membagi sama rata ikannya untuk Tasya sama Riri sudah bisa makan sendiri kalau Vania masih harus disuapi tapi tangannya juga ikut menyuapkan ayam ke mulutnya sendiri .
" Wah ayamnya enak Tante !" Seru Rika dengan ceria. Tasya sama Vania menganggukan kepalanya juga setuju memang ayamnya enak krispi banget .
" Ya Nak, kalian harus menghabiskan makanannya ya biar cepat besar dan nurut sama Ibu ya Nak ." Jawab Sarah dengan tersenyum. Sarah masing menyuapi Vania tapi sesekali dia menyuapkan makanannya sendiri .
" Kalian mau nambah lagi nggak Pak, Bu, Mbok, Dik ?" Tanya Sarah pada mereka orang dewasa .
" Sudah cukup Mbak, ini saja masih belum habis tapi nasinya sudah habis hehehe tinggal bebeknya dicolek sama sambel terasinya wih mantap banget ." Jawab Febri dengan gelak tawanya .
Setelah ketiga bocil selesai makannya mereka kembali melihat ikan di kolam bawahnya mereka duduk . Sarah baru bisa fokus sama makanannya sendiri .
Sarah memanggil satu karyawan untuk bertanya dimana dia harus membayarnya .
" Maaf Mbak, dimana saya harus membayar makanannya ?" Tanya Sarah langsung ketika Karyawan itu datang .
" Oh Ibu bisa langsung ke kasir atau mau saya bantu juga nggak masalah Bu ." Jawab Karyawan itu dengan ramah .
" Dari sini saja ya Mbak, tolong dibantu untuk meminta notanya ke kasir, terima kasih ya Mbak maklum kekenyangan malas untuk berjalan ." Jawab Sarah dengan tersenyum.
" Nak untuk barang yang dijual di Butik itu diproduksi sendiri apa ambil dari konveksi orang lain Nak ?" Tanya Pak Imam yang belum tau benar siapa Sarah. Dia itu kaya banget sudah ada konveksi sendiri tapi untungnya suaminya nggak tau dan taunya paling dikira Sarah belanja di Butik kalau izin ke suaminya bilang mau ke Butik .
" Wah Bapak belum tau ya Pak, kalau Kak Sarah itu sudah punya konveksi sendiri Pak dan untuk desain juga Kak Sarah sendiri yang mendesain setiap baju yang dijual di Butiknya Pak ." Bukan Sarah yang menjawab justru Sasa yang menjawabnya sedangkan Sarah cuma tersenyum dengan Sasa yang gercep menjawab pertanyaan dari Pak Imam.
" Masyaallah Nak, apakah itu benar Nak !" Kaget Pak Imam sama Bu Leni. Sarah hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum .
Datanglah Karyawan yang tadi dimintain tolong sama Sarah untuk mengambilkan nota pembayaran.
" Ini untuk pembayarannya ya Mbak dan ini untuk Mbak disimpan sendiri ya Mbak ." Pesan dari Sarah .
" Terima kasih ya Bu, Alhamdulillah aku bisa membelikan obat untuk Ibu ." Ucap Karyawan itu dengan rasa syukur mendapatkan tips dari Sarah .
" Lho apa Ibunya sakit ya Mbak, memangnya sakit apa Mbak ?" Tanya Sarah, pantas dari tadi mukanya Mbaknya lesu walaupun sudah dipaksakan untuk tersenyum dan ramah .
" Saya belum tau Bu, karena untuk ke dokter saya harus nunggu gajian dulu itupun masih satu minggu lagi gajiannya Bu ." Ucap Karyawan itu sedih dia langsung pamit untuk membayarkan nota makannya Sarah .
" Ayo bocil bocil kita pulang ya, kapan kapan lagi kita kesini lagi mau ?" Tanya Sarah memanggil ketiga bocil itu yang masih senang melihat ikan ikan hias yang sedang berenang .
salam sehat sehat selalu
Aamiin