NovelToon NovelToon
Kekasih Perwujudan Kucing

Kekasih Perwujudan Kucing

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO
Popularitas:607
Nilai: 5
Nama Author: Seven Introvert

Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.

Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.

Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.

Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga puluh satu

"Sa-sakit tuan," cicit Lunar.

Wanita itu menangis. Jackson mengendurkan remasan di bahu Lunar lantas melepasnya. Pria itu berteriak frustasi, Lunar heran kenapa Jackson begitu sensitif. Apalagi setelah mengetahui Jackson tak pernah membesuk Aaron, Lunar bisa menjadi perwakilan. Bukankah begitu?

Akan tetapi, daripada berdebat Lunar memilih ke kamar mandi. Wanita itu membasuh wajah dengan kasar. Emosinya belum tersalurkan membuat Lunar menampar kedua pipinya bergantian.

"Sayang?"

Lunar melirik sekilas pada Jackson yang sudah di belakangnya tapi Lunar membisu. Jackson harus tahu bahwa saat ini Lunar tengah marah padanya.

"Kenapa kau pergi ke sana?" suara Jackson melembut.

"Sebagai sahabat kau pun tak sekalipun membesuknya di tahanan. Kau berbohong padaku dengan mengatakan sudah menyewa pengacara untuk membantunya. Tuan, terbuat dari apa hatimu?!" Lunar menatap suaminya.

"Aaron seorang penjahat"

"Owh, jadi selama ini kau bersahabat dengan penjahat?" cecar Lunar.

"Berani sekali kau berbicara seperti itu padaku!" Jackson menjadi sensi.

Lunar menggedikan bahu lantas ke luar dari kamar mandi. Jackson mengekorinya. Karena merasa tak dihargai oleh Lunar, Jackson menarik wanita itu ke ranjang sehingga mereka berdua jatuh bersamaan.

Jika tidak sedang bertengkar, mereka akan tersipu karena di posisi intim. Lunar membuang wajah ketika napas mereka beradu. Dia mencoba mengayunkan kakinya yang terjuntai, mengusir halus Jackson yang berada di atasnya.

"Aku tidak mood bercinta," tolak Lunar ketika Jackson menghirup lehernya.

Namun Jackson tak memperdulikan Lunar. Pria itu tetap mencumbu istrinya bahkan jika dia mau bisa bersikap kasar pada Lunar. Kadang Lunar tak paham, meski hubungan mereka mendingin tapi Jackson tetap meminta jatah tiap hari.

Jackson mengelap keringat di dahinya. Setelah permainan panas bersama Lunar, kemarahan pria itu mereda tapi berbeda dengan Lunar masih membekas meski sudah dibelikan tas mahal aesthetic Suede yang lembut nan feminin oleh Jackson. Pria itu mengatakan Lunar akan sangat memakainya.

Lunar kira Jackson sudah tak menyayanginya. Tapi, wanita itu tak butuh tas. Dia inginkan Jackson yang dulu.

"Tuan, aku bisa melihat ketidakberdayaan tuan Aaron ketika di sana. Tak bisakah kau membantunya? Mereka masih kerabatku tuan dan nona Alice menghilang begitu saja," Lunar menggesekan pipinya di dada bidang Jackson.

Pria itu terdiam sesaat. Bola mata berwarna hijau dan biru milik Lunar nampak berkaca-kaca. Jackson tak habis pikir, meski keluarga Erina sudah memperlakukan Lunar dan Aling dengan buruk bisa-bisanya Lunar masih bersimpati.

Mami Alice pun dilaporkan ke polisi karena arisan bodong yang dia lakukan. Erina pun sama-sama mendekam karena terbukti terlibat mendukung suaminya selama beberapa dekade. Pemilik rumah sakit swasta yang sebenarnya alias suami Erina sudah berpulang tiga tahun lalu dan mempercayakannya kepada Aaron.

Jackson menarik napas panjang. Dia jujur pada Lunar meskipun bersahabat, untuk kasus yang menjerat Aaron Jackson tidak tahu menahu. Jackson hanya mengatakan Aaron memang bersalah dan sudah sepatutnya dihukum.

"Tuan, setidaknya kau temui sekali saja." Ujar Lunar menggenggam tangan Jackson.

......................

"Aku akan bertanggung jawab Jackson, aku takkan menerima bantuanmu lagi. Kalaupun aku lolos dari hukuman mati atau bebas dari sini, untuk siapa aku hidup? Aku tak punya tujuan jelas. Tak ada keluarga atau cinta yang menyambutku," tutur Aaron sengau melirik Lunar.

Jackson bersama Lunar ke kantor polisi untuk bertemu Aaron. Ceo AHP itu meminta Aaron untuk berterus terang padanya. Jika penjualan organ ilegal itu sudah dilakukan jauh sebelum Aaron menjadi dokter, lantas kenapa tiba-tiba terbongkar. Dugaan Jackson tak meleset sudah pasti banyak oknum yang terlibat.

Aaron membenarkan. Jackson maupun Lunar terkejut setelah mengetahui terbongkarnya kejahatan sadis di rumah sakit, Aaron lah yang sengaja membongkarnya. Meski berterus terang, pria itu tak mengatakan pada Jackson bahwa cintanya pada Lunar lah motivasi Aaron berubah.

Lunar menahan untuk tidak menangis. Dia terharu dengan apa yang Aaron lakukan, sekarang dia paham dengan apa yang dikatakan Aaron ketika di balkon AHP. Pria itu sungguh-sungguh ingin berubah.

"Aku tidak mengerti kenapa bisa?" Jackson bertanya gusar.

"Ceritanya panjang Jackson." Aaron tertawa hambar.

"Sepanjang apa?"

Jackson dan Lunar tak bisa berbincang lebih lama karena waktu besuk sudah habis. Sepanjang ke luar dari kantor polisi Jackson hanya membisu. Sesekali Lunar melirik suaminya yang pasti memikirkan Aaron.

"Tuan Jackson dan nona Lunar! Anda membesuk dokter Aaron dan apa yang kalian bicarakan?!"

Jackson dan Lunar terkejut karena tiba-tiba dicecar wartawan. Memang scandal Aaron menjadi trending topic. Orang-orang media pun tak bisa menghubungi Alice yang tenggelam, kabarnya mantan it girl itu melarikan diri ke New Zealand.

"Kami hanya bertanya kabar, itu saja tuan puan. Permisi," Jackson menarik Lunar untuk meninggalkan wartawan.

Akan tetapi jalan mereka terhambat. Melihat wawancara eksklusif itu, Tom segera mengerahkan bodyguard untuk melindungi Jackson dan Lunar. Para wartawan sampai mengumpat kesal karena Jackson tak memberi info apa pun. Lunar kembali melirik suaminya. Dari raut Jackson, pria itu tengah memikirkan sesuatu.

"Aku akan buatkan sesuatu tuan," ujar Lunar ketika sampai di rumah.

Lunar meminta Jackson untuk menunggunya di kamar sementara dia pergi ke dapur. Lunar tersenyum kikuk ketika berpapasan dengan Aling. Tatapan wanita tua itu sulit diartikan. Aling mengingatkan Lunar untuk lebih mendominasi Jackson Adiwangsa. Lunar merasa sekarang Jackson lebih mendengarkan dirinya seperti dulu. Benar kata Aling, pria itu seperti bayi. Beri kenyamanan maka dengan sendirinya takkan berpaling.

"Nyonya Aling, tidakah Anda penasaran pada nasib nyonya Erina dan keluarganya?" Lunar bertanya hati-hati.

"Sejak kapan kita menanam cabai akan panen mentimun? Tidak ada sejarahnya, Lunar." Aling menjawab tegas.

"Lunar, aku hidup lebih lama darimu. Kurang dari satu dekade usiaku menuju satu abad, sebuah anugerah Sang Pencipta membuatku masih bernapas sampai detik ini. Andai kau tahu, malaikat pencabut nyawa sudah melambaikan tangan padaku. Se-inchi demi inchi, sudah mati rasa sebagian tubuhku. Aku bukanlah Kaelix yang menginginkan kehidupan abadi, aku terlalu lelah dan tua berlama-lama di dunia ini. Sebelum waktunya tiba, aku ingin memberitahumu. Aku titipkan Silvanwood padamu dan keturunanmu kelak," Aling menarik napas panjang setelah berbicara panjang lebar.

"Kau tahu, kenapa kau ditakdirkan untuk Jackson? Pria itu keras kepala dan sangat ambisius. Sementara kau lembut dan penyabar. Suami dan isteri itu seperti bayangan, jadilah bayangan yang teduh untuk Jackson. Lunar, aku kuatir dengan hidupmu tapi aku hanya bisa berdoa untuk kebaikanmu dan Jackson. Sekarang, izinkan aku pergi berziarah di masa tuaku ini. Jangan cari aku, jika aku tidak kembali berarti nyonya Alingmu sudah sirna di dunia ini." Lanjut Aling membuat Lunar tak bisa berkata-kata.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!