Aaron Alexander Demian Dirgantara, seorang pria sukses yang memiliki perusahaan di Amerika yang bergerak di bidang infrastruktur dengan kekayaan yang tidak terhitung, memiliki paras tampan dengan tinggi badan ideal dan bentuk tubuh yang cukup bagus.
Ia merupakan seorang pria yang sangat di puja puja dan menjadi impian para wanita, namun ia hanya menganggap wanita sebagai tisu basah dan mainannya.
Setelah 10 tahun ia tak pulang ke negaranya, ia malah terpincut pada seorang wanita muda yang sering ia temui di sebuah club, wanita yang membuatnya penasaran dan ingin memiliki nya seutuhnya.
Namun takdir berkata lain, selain saingannya yang lumayan banyak ia tertampar dengan kenyataan jika wanita kecil incarannya adalah adik angkatnya sendiri yang sering ia temui di rumah dengan pakaian syar'i nya.
Bagaimanapun kelanjutannya, yuk ikuti kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundaAma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps-3
krekk.... Husss... Pffttt....
Demian menyulut rokoknya lalu mengisap nya dengan gerakan perlahan, ia duduk di tepi ranjang tanpa memakai kain untuk menutupi dada bidangnya dan prut sixpack juga tubuh berotot nya. Kulitnya yang eksotis di tambah tubuhnya yang kini tengah berkeringat menambah kesan menggoda bagi siapapun yang melihatnya.
Sebuah tangan dengan kuku berhiaskan nail art yang mewah melingkar di perut sixpack nya seraya mengelus ngelus halus dengan gerakan menggoda.
Tanpa aba aba apalagi tergoda Demian menghempas kan tangan Zoey begitu saja yang tengah melingkar di perutnya, seolah jijik tubuhnya di sentuh oleh Zoey ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Siall!" umpat Zoey saat Demian pergi begitu saja meninggalkan nya yang masih ingin melanjutkan pergumulan panas yang tadi.
Drttttt.... Drtttt.....
Ponsel Zoey berdering, menampilkan sebuah nama temannya di layar ponsel miliknya, Neitara.
"Zoeyyyyy!!! Gimana rasanya?!" tanya Neitara berteriak kegirangan di seberang sana.
"Aisshhh sialll!!!" umpat Zoey seraya mengambil sebatang rokok lalu menyulutnya dengan korek api milik Demian.
"Gue gak bisa berhenti meski tanpa pemanasan, anj*ing emang!!!" umpat Zoey seraya menghisap rokok miliknya yang terpasang di sela jari telunjuknya.
"Gak salah cerita orang orang emang,!entah gue mimpi apa semalem sampe bisa dapet jackpot di tidurin Demian,.." cerita zoey menjatuhkan dirinya kembali ke atas ranjang hingga membentang tanpa tertutup apapun, ia seolah bangga menjadi salah satu wanita yang dipakai Demian.
"Terus gimana zoey? Loh gak cumbu cumbuan dulu? langsung jlepp ajeh?"
"Boboro cumbu cumbuan, megang t*Ket gue ajah kagak, bener bener melepaskan sesak doang,.."
"Gilanya gitu ajah bikin gue ketagihan, pantesan antrean nya sepanjang itu lah orang enaknya ajah seenak ini..." ucap Zoey panjang lebar dengan otak yang masih berkelana ke waktu tadi di mana mereka saling memadu kasih mengejar kenikmatan meskipun zoey awalnya sedikit kesakitan.
"Tip for you..." ujar Demian datar seraya menyerahkan beberapa lembar uang dolar di atas nakas, entah sejak kapan ia sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkapnya.
"Demian tunggu..." zoey berlari mengejar Demian saat Demian pergi begitu saja setelah memberikan beberapa lembar uang padanya.
"Aku bukan wanita seperti itu Dem,.. Aku cuman butuh kamu.." ujar Zoey menahan pergelangan tangan Demian yang meskipun tangannya langsung di hempas kasar begitu saja oleh sang empu tangan.
"Lalu apa yang anda inginkan dari saya? Bukankah anda memang sudah tahu seperti apa sikap saya?" tanya Demian dengan alis yang mengangkat sebelah
"Dan anda pasti tahu saya hanya memakai tisu basah bukan kanebo kering, jadi jangan berharap apapun dari pertemuan singkat kita yang berujung ONS (one night stand)," lanjut Demian lagi.
"Tapi tadi kamu dua ronde dem? biasanya dengan wanita lain kamu hanya satu ronde, bukankah itu berarti aku berbeda dari wanita lain, dan kamu menikmati servis dari ku?" tanya Zoey tersenyum bangga dengan wajah yang berbinar dan sok kecantikan.
Hahahah hahahahah
Demian tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan yang keluar dari mulut zoey, wanita yang baru ia temui di bandara tadi siang dan langsung mengajak nya untuk check-in di sebuah hotel terdekat.
"Jangan terlalu berbangga diri..." ucap Demian sembari menahan tawanya.
"Kamu tidak berbeda dari wanita lain, apa katamu? Servis mu bagaimana? Servis yang ugal ugalan maksud mu?" tanya Demian mengejek.
"Mereka jauh lebih bisa memuaskan ku dibanding kamu zoey, rasanya..... Longgar rr.." ucap Demian seraya menekankan kata longgar dengan berbisik ke telinga kanan zoey, dan zoey hanya bisa menahan amarah nya dengan tangan mengepal dan wajah memerah menahan malu.
"Aku hanya sedang kelelahan, kamu harusnya tahu, pria seperti ku cara menghilangkan jet lag nya dengan cara muntah muntah di bawah,...."
"Dan ingat zoey, kamu sama murahan nya dengan mereka, merangkak ke atas ranjang membawa sesuatu yang sudah longgar...." ucapnya tersenyum sumringah dengan alis yang terangkat secepat kilat.
"Ingat zoey, longgar, salon okey..." ucapnya lagi menepuk pundak zoey lalu berlalu keluar kamar tanpa merasa bersalah apalagi menghiraukan kondisi zoey saat ini yang tengah menahan tangis.
Night Club
Suara dengungan musik memekakkan telinga di iringi lenggokan tarian orang orang di bawah gemerlap nya lampu lampu disko, bau alkohol dan rokok tercium begitu saja saat seseorang mencoba mengajaknya berbicara.
Di tengah kerumunan orang orang yang memakai pakaian hitam mewah namun elegan, seorang wanita berjalan melewati mereka yang tengah menari di bawah gemerlap nya lampu, dengan gaya edgy-lux mengenakan sequin mini dress merah dengan belahan (sulit) pada rok, dipadukan dengan aksesoris minimalis, hingga semua mata menatap ke arahnya yang berani tampil berbeda dengan warna mencolok dan kaki jenjangnya yang mampu membuat mata pria nakal tak bisa berhenti menatap nya.
Langkah ringannya membawanya ke sebuah ruangan VVIP yang biasa menjadi tempat nya bersama kedua temannya menghabiskan waktu.
Klekkkk
Ia, menarik gagang pintu hingga semua orang di dalam menatap ke arahnya yang baru saja datang ke sana.
"Upss sorry, ternyata ini bukan ruangan teman saya..." ucap Hajeera sopan lalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari orang di dalamnya.
Yah begitulah Hajeera, ia selalu datang dengan pakaian yang paling mencolok ke sebuah club, namun anehnya ia tidak pernah di usir dari club hanya karena memakai pakaian yang tidak sesuai dress code.
Hajeera datang hanya dengan memakai riasan tipis hingga kemungkinan besar tidak ada yang bisa mengenalinya di sini jika dirinya adalah Hajeera Afza Hadriana Manopo, seorang pelajar di sekolah yang berbasis islamic school yang selalu datang dengan wajah kusam yang tanpa perawatan, namun mereka tidak tahu jika wajah kusam nya adalah sebuah kepalsuan hanya agar ia ingin fokus belajar tanpa di ganggu para pria kegantengan, itulah mengapa alasan nya jika ia hanya memakai riasan tipis agar terlihat cantik karena pada dasarnya wajah Hajeera memang cantik bak seorang aktris.
"Livia sialan!" umpat Hajeera setelah di beritahu seorang pelayan di mana Livia saat ini.
Klekkk
Pintu terbuka lebar, Hajeera masuk ke dalam ruangan tempat Livia berada, bau asap rokok tercium ke indra penciumannya di tambah bau alkohol yang membuatnya tidak nyaman.
"Norak!" satu kata yang keluar dari mulut Hajeera saat melihat seorang pria tengah duduk dengan diapit dua orang wanita dewasa dengan pakaian yang sangat terbuka hingga sama saja dengan tidak memakai pakaian.
Matanya menangkap sosok kedua temannya yang tengah berlutut di bawah lantai, Maspupah dengan pakaian pelayan nya dan Livia dengan gaun hitam mewahnya.
"What happened Livia?" tanya Hajeera berjalan menghampiri Livia yang tengah memohon mohon pada pria yang membuat Hajeera merasa muak dengan tingkah angkuh nya.