Hani Ravenna Arclight memiliki IQ 278 dan hidup dengan dua wajah. Di balik layar dunia digital, ia dikenal sebagai The Velvet Phantom, hacker profesional yang bergerak tanpa jejak. Di dunia nyata, ia menyembunyikan identitasnya dan menjalani hidup sederhana di sebuah kampung, menutupi masa lalu dan nama besar keluarganya.
Pertemuannya dengan Darren Maximilian Vireaux mengguncang ketenangan yang ia bangun. Darren memaksanya kembali menghadapi dirinya sendiri bukan sebagai bayangan, melainkan sebagai Hani Ravenna Arclight yang sesungguhnya.
Di antara rahasia dan pilihan, Hani harus menentukan: tetap bersembunyi, atau berani kembali ke cahaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon woonii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya 50%
Darren tersenyum tipis melihat Hani yang berani melawan nya bahkan tanpa ada rasa takut, sedangkan Jack menelan salivanya dengan kasar 'Bagaimana jika nyonya muda juga meracuni ku?' Jack negatif thinking.
...--------------------------------...
"Sudahlah aku tidak akan meracuni kalian sungguhan, sepertinya asisten Jack terlalu takut" ucap Hani menyindir Jack yang tampak resah.
Jack menelan ludahnya dengan susah payah ketika Darren menatap nya dengan tatapan maut. 'Mereka berdua sama sama menyeramkan, pantas saja cocok ' batin Jack
"Cepat katakan apa yang ingin kau tanyakan tuan Darren" ucap Hani datar dan tegas mencerminkan perubahan sikap nya menjadi dewasa tidak kekanak-kanakan seperti biasanya.
Darren menatap pujaan hatinya itu yang kini tampak lebih tegas dan dewasa dengan sorot mata tajam. "Kau tampak berubah sayang" ucap Darren.
Mutia dan Jack memilih diam untuk mendengarkan, mereka tidak berani bersuara karena merasakan hawa ruangan yang begitu tegang.
Hani tersenyum tipis mendengar ucapan Darren. "Semua orang bisa berubah tuan Darren, termasuk saya juga dapat berubah tergantung situasi" ucapnya.
Darren mengangguk pelan, setelah melihat ruangan ini dia yakin bahwa Hani telah terlibat dalam dunia bayangan. "Aku ingin kau menceritakan semua tentang dirimu yang sebenarnya." pintanya.
Hani menghela nafas kecil lalu menatap Darren dalam dalam, saat tatapan tajam milik mereka bertemu keduanya saling diam hingga akhirnya Hani menjawab. "Bukankah dengan melihat isi dari ruangan ini anda sudah tau siapa saya yang sebenarnya, untuk apa menceritakan nya lagi" ucap Hani.
"Ya aku tahu mungkin kau telah terlibat tentang dunia bayangan sebagai hacker bukan? tetapi aku ingin mendengarkan cerita dari dirimu langsung" ucap Darren tak ingin ditolak.
"Aku memang adalah seorang hacker, dan kau tahu siapa itu The Velvet Phantom?" tanya Hani.
Darren dan Jack saling tatap mereka akhirnya mengetahui bahwa Hani adalah hacker, dan mereka tahu kehebatan yang dimiliki dari seorang The Velvet Phantom yang Hani sebut itu. "Ya aku tahu, dia adalah hacker yang handal namun kami belum pernah bekerja sama dengan nya" balas Darren.
Hani mengangguk anggukan kepalanya, tentu saja dia belum pernah bekerja sama dengan Darren karena pria itu pasti sudah memiliki jangkauan yang sangat luas.
"Seharusnya kalian hari ini adalah orang yang beruntung karena dapat bertemu langsung dengan The Velvet Phantom dihadapan kalian" ucap Hani tenang.
Darren dan Jack sedikit terkejut mendengar pernyataan Hani. "Jadi kau.... " ucap Darren menggantung.
"Ya aku adalah The Velvet Phantom yang sudah menghilangkan jejak selama 2 tahun ini" papar Hani.
Darren dan Jack tidak bersuara, mereka tidak menyangka bahwa seorang dibalik nama The Velvet Phantom adalah seorang gadis cantik yang masih berusia cukup muda untuk menguasai dunia bayangan hingga mendapatkan gelar legenda.
"Jadi karena kalian sudah mengetahui siapa aku yang sebenarnya, aku ingin kita bekerja sama untuk menghancurkan Steven." ucap Hani.
Darren menatap Hani intens. "Apakah hanya itu tentang hal yang kamu sembunyikan selama ini sayang?" tanya Darren.
Hani tersenyum penuh arti. "Hanya 50%...." ucap Hani berjeda.
"Dan kalian akan mengetahui sepenuhnya sore hari nanti" lanjut Hani ketika sudah menarik nafas dalam mengambil keputusan ini.
Mutia yang mendengarkan perkataan Hani sontak menoleh. "Apa lagi yang kamu sembunyikan selama ini? bukannya cuma tentang hacker doang ya?" bisik Mutia sangat lirih.
Hani menoleh ke arah sang sahabatnya itu. "Selama ini kamu cuma tau sekitar 35% dari hidupku, mungkin ini saatnya kamu untuk tau juga tentang kebenarannya" ucap Hani.
Darren semakin dibuat penasaran akan gadisnya itu, sedangkan Mutia hanya mengangguk setuju mendengarkan ucapan sahabatnya.
"Kenapa kalian semua diam?" tanya Hani bingung karena mereka semua tampak kalut pada pikiran masing-masing.
Darren menatap ke arah gadis pujaan nya yang tampak bingung itu. "Aku hanya sedang menunggu waktu berjalan agar kau cepat memberitahu semuanya sayang" ucap Darren lembut.
Hani menghela nafas, ia menjadi kepikiran untuk bermanja manja dengan Darren, karena Hani sudah mulai merasa nyaman ketika berdekatan dengan pria kutub menyebalkan itu.
Hani bangkit dari duduknya dan berpindah ke atas pangkuan Darren yang sedang berada dihadapan nya, ntah setan dari mana yang merasuki nya tetapi ia sedang ingin dimanja oleh pria itu.
Darren dengan senang hati memangku hadisnya itu yang tiba tiba menghampiri nya, sungguh ringan sekali tubuh dari gadisnya itu. "Kenapa kau sangat ringan sekali sayang?" tanya Darren sembari mengusap usap punggung Hani yang sekarang sedang bersembunyi didada nya.
Jack sedikit terkejut namun bangga akan pemandangan tuan nya yang bersikap lembut dan mesra untuk pertama kali, sedangkan Mutia malah membayangkan jika saat ini ia dan Jack juga dalam posisi yang sama seperti itu.
Hani tidak berniat menjawab pertanyaan Darren, dia sibuk menghirup aroma maskulin khas pria itu. Hani merasa sedikit hangat akan perlakuan Darren yang begitu lembut padanya, karena dia sendiri sejujurnya sudah mulai tertarik dengan Darren setelah melihat perut kotak kotak milik pria itu.
Tanpa Hani sadar tangan nya kini mulai meraba-raba dada bidang milik Darren tanpa menyadari bahwa tingkah nya sedang diperhatikan oleh Mutia dan Jack.
"Kamu suka hm?" tanya Darren sedikit berbisik di telinga Hani.
Pertanyaan Darren sontak menyadarkan Hani pada tingkah nya yang sangat aneh dan memalukan. ' Duh kok bisa kepikiran buat dimanja sama om kutub ini sih, dasar hani aneh' pikir nya sendiri.
Hani buru buru bangkit dari pangkuan Darren, dia sangat merutuki kebodohan sikap nya. "E-eh mendingan sekarang kita pergi ke sungai kampung ini" ucap Hani gugup menutupi rasa malu, tentunya dengan pipi yang memanas dan berubah menjadi tomat.
Darren tersenyum tipis ketika melihat wajah gadisnya itu yang memerah karena malu. Sedangkan Mutia dan Jack hanya bisa menahan tawanya agar tidak meledak karena dia takut akan amarah Darren.
Hani segera keluar dari ruangan bawah tanah itu tanpa menunggu mereka yang sedang duduk diam di tempatnya. "Hani bodoh kenapa bisa kepikiran tingkah kaya gitu sih" gumam nya lirih sembari membuka pintu ruang prestasinya untuk keluar.
Tanpa menghiraukan anak buah Darren yang sedang berjaga disekeliling rumahnya, Hani pergi menuju ke belakang rumahnya yang terdapat sebuah pohon mangga sedang berbuah, ia segera menyikap dress yang sedang digunakan olehnya itu dan langsung naik ke atas pohon.
Anak buah Darren menjadi panik ketika melihat calon istri tuan nya itu tiba-tiba naik ke atas pohon. Mereka tidak tahu harus berbuat apa, sedangkan Hani malah sibuk memilih beberapa mangga yang tidak terlalu matang untuk ia makan diatas pohon itu.
Beberapa saat kemudian, Darren keluar dari rumah Hani disertai Jack dan juga Mutia, dia sibuk mencari gadisnya itu. Hingga tampak seorang anak buah yang mendekati nya dengan raut wajah takut.
"T-tuan, nyonya Hani sekarang sedang berada di atas pohon mangga dan memakan mangga di sana" ucap anak buah itu sembari menunjukkan arah pohon mangga.
Mutia tanpa sadar tertawa lepas sembari berlari ke arah pohon yang dinaiki oleh sahabat nya itu. "Ahahaha dari dulu kamu ga berubah, sama sama petakilan. Sukanya manjat pohon mulu" ucap nya sembari mendongak menatap Hani yang sedang sibuk memakan mangga.
Hani menunduk ke bawah, tampak Mutia yang sedang menertawakan nya dan juga Darren serta Jack yang sedang berjalan ke arah nya dengan tatapan dingin.
"Ayo naik mut, kita makan mangga sama-sama" ajak Hani.
"Gas lah" jawab Mutia asik, dan langsung menaiki pohon mangga itu, kini kedua nya sudah berada diatas pohon mangga dengan bertengger pada dahan dahan nya.
"Sayang turun" seru Darren khawatir dari bawah, dia memang bisa memanjang pohon tetapi takut dahan dahan pohon itu akan patah dan membahayakan gadisnya.
Hani menatap ke arah bawah dengan pipi yang belepotan dengan sisa mangga membuatnya seperti anak kecil. Hani mendadak menjadi malu ketika melihat kembali wajah pria menyebalkan itu.
"Eh ke pemakaman nya nanti ya om, ini masih mau makan mangga dulu hehe" ucap nya nyengir.
Darren merasa gemas namun khawatir jika gadisnya itu jatuh dan terluka. "Turun sayang, aku akan memerintahkan anak buah ku untuk mengambilkan mu mangga" bujuk Darren lembut.
Pipi Hani semakin memerah mendengar ucapan Darren. ' Ya ampun aku tidak boleh jatuh cinta dengan pria kutub itu ' batin Hani meyakinkan diri.
Hani mendekat ke arah Mutia yang duduk didahan sebelahnya, ia berbisik pelan kepada sahabatnya itu. "Eh mut, kalo aku punya suami kaya dan tampan seperti om Darren kamu setuju ga?" tanya nya.
Mutia nyaris tersedak mangga yang sedang berada didalam mulut nya. Dia mengangguk cepat sebagai jawaban. "Dia romantis banget sama kamu, pasti udah kecintaan banget itu, buruan nikah sana" ucap Mutia tak berbisik sehingga Darren dan Jack beserta beberapa anak buah dibawah sana bisa mendengarkan nya.
Hani menghela nafas kasar. "Dasar Mutia, kenapa ga bisik bisik sih, mereka denger tuh" gerutu Hani kesal.
Darren tersenyum samar. "Kau dengar itu? jadi mereka membahas tentang pernikahan diatas sana" ucap Darren kepada Jack.
"Benar tuan, seperti nya nyonya ingin segera dinikahi oleh anda" ucap Jack asal, karena dia tidak terlalu tahu akan hal yang dibahas oleh mereka berdua diatas pohon.
Darren semakin bahagia mendengar perkataan asisten nya itu, ia mendongak melihat ke atas pohon yang dimana gadisnya itu tetap disibuk memakan mangga sembari berbisik bisik dengan Mutia.
"Turunlah sayang, satu minggu lagi aku akan menikahi mu" ujar Darren tegas tak main main.
Uhuk
uhuk
uhuk
Hani reflek tersedak mangga yang sedang ia kunyah ketika mendengar penuturan Darren, hingga ia kehilangan keseimbangan pada kaki yang ia gunakan untuk menopang diatas pohon itu dan...
Grep
Darren dengan sigap menangkap tubuh gadisnya itu. Hani hanya bisa pasrah menunggu dirinya terjatuh diatas tanah, namun saat beberapa saat menunggu ia tidak merasakan hal itu, perlahan Hani membuka kedua matanya yang tertutup. Dia dapat melihat wajah tampan Darren yang sedang menangkap tubuh kecilnya itu, terlihat tegas dan juga sangat dewasa sekali menurutnya.
'Ah keturunan Vireaux ini memang sangat tampan, tapi aku ga boleh naksir begitu aja, harus ingat selesaikan misi dulu ' batin Hani sembari menatap lekat mata biru milik Darren.
"Neng Hani!!!! " suara keras dari kejauhan membuat Hani segera menegakkan kembali tubuhnya yang sedang berada dalam dekapan Darren.
Mereka semua menoleh ke arah sumber suara dan dapat terlihat seorang pemuda kampung dengan membawa sekarung rumput berdiri didepan beberapa anak buah Darren sembari melambai-lambaikan tangan nya.
Hani melangkah cepat menghampiri pemuda itu, yang tak lain adalah Joko. Hani memperkejakan Joko untuk mencari rumput sapi sapi peninggalan ayahnya.
"Eh kang Joko, masuk sini" ucap Hani ketika sudah sampai dihadapan Joko beserta Darren, Jack, dan sahabatnya. Hani melirik sinis ke arah para penjaga Darren sekilas, lalu segera mengajak Joko untuk menuju ke kandang belakang.
' Nyonya serem juga, sama seperti tuan ' batin anak buah Darren yang berjaga sembari memandangi mereka yang sedang berjalan menuju kandang.
"Eh ini siapa neng? kok saya ga pernah lihat dikampung ini?" tanya Joko dengan menatap Darren sedikit sinis, karena memang sejak lama dia telah diam diam menyukai Hani.
Hani dapat melihat Joko yang melirik sinis ke arah Darren. ' Wah jangan jangan si Joko suka aku juga kaya pemuda kampung yang lain, aduh ga bisa di biarin sih ini, saatnya berakting ' ucap Hani dalam hati.
Hani mendekat ke arah Darren lalu merangkul lengannya dengan mesra dan penuh senyum bahagia tipu tipu. "Kenalin ini Darren, calon suami saya kang Joko. Iya kan sayang?" ucap Hani genit sembari mendongak melihat wajah Darren yang lebih tinggi darinya.
Darren tersenyum tipis ketika ia menyadari bahwa gadisnya itu sedang berakting, namun ia tidak mempersalahkan hal itu. "Tentu sayang, kita akan menikah minggu depan" jawab Darren santai namun penuh keseriusan.
Mutia dan Jack saling melirik bingung tetapi tidak berani bersuara, mereka tetap berdiri diam mematung. ' Jadi sahabat ku benar-benar mau nikah sama sultan nih? ' monolog Mutia dalam hati.
Joko yang mendengarkan ucapan Hani dan Darren mendadak cemburu. "T-tapi kok mendadak neng? perasaan saya neng Hani belum pernah bawa calonnya main kesini, tapi kalau dipikir pikir saya teh ga asing sama nama calon suami neng" ucap Joko.
"Oh ya tentu atuh ga asing kang, calon suamiku ini pengusaha besar jadi namanya terkenal dimana-mana, bahkan dia dikagumi orang-orang kampung ini" ucap Hani membanggakan Darren.
Darren terkekeh kecil untuk pertama kalinya didepan semua anak buah nya ketika mendengarkan penuturan Hani, tangannya merangkul mesra pinggang milik gadisnya itu.