NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 30

​Cahaya fajar di ufuk timur masih samar, namun Aula Keharmonisan sudah berdenyut oleh ketegangan yang menyesakkan paru-paru. Sejak pagi buta, para menteri dan pejabat tinggi telah memadati ruangan tersebut dengan langkah terburu-buru. Suara gemerincing zirah dari pasukan pribadi yang mereka bawa tanpa izin terdengar mengancam, menciptakan atmosfer yang lebih mirip persiapan kudeta daripada sidang negara.

​Namun, di balik kegaduhan itu, Shen Lan berdiri kokoh seperti pilar baja hanya sepuluh kaki di depan singgasana Phoenix yang kosong. Di sampingnya, Li Ming, Wu Sheng, dan Jenderal Shue telah membentuk barikade manusia yang tak tergoyahkan. Tanpa seorang pun menyadari, di balik tembok-tembok yang dingin dan di atas balok kayu atap yang gelap, ratusan pemanah jitu dan pasukan bayangan telah bersiaga dengan jarum beracun dan busur yang melengkung tajam, yang Maharani siapkan diam-diam jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak.

​"Tahta ini tidak boleh dibiarkan dingin!" teriak Han Tan, sang Perdana Menteri, sambil menunjuk ke arah kursi kosong itu. "Negeri sedang dalam bahaya. Maharani terluka parah dan tidak mampu menjalankan tugasnya. Kita butuh Pangeran Wali untuk memulihkan ketertiban!"

​Shen Bo, sang Pangeran Kedua, melangkah maju dengan jubah kebesarannya. "Aku adalah saudara tertua yang ada di sini. Sudah menjadi kewajibanku untuk memikul beban ini demi rakyat Dinasti Shen!"

​"Lancang!" bentak Shen Lan, suaranya menggelegar di seluruh aula. "Selama Maharani masih bernapas, siapapun yang mencoba menyentuh singgasana ini akan dianggap sebagai pemberontak. Mundur sekarang, atau pedangku yang akan memaksamu!"

​"Diam kau, bocah ingusan!" balas Shen Bo dengan seringai licik. "Kau hanya menjaga kursi kosong. Kekuasaan itu dinamis, dan saat ini, kau berada di pihak yang kalah."

​Tiba-tiba, suara Kasim melengking tinggi, memecah perdebatan panas tersebut.

"Putri Panjang Yue tiba!"

​Pintu aula terbuka lebar. Shen Yue, Putri Ketiga, masuk dengan langkah anggun namun penuh kesombongan. Ia mengenakan sutra termahal, memancarkan aura provokatif yang seketika membuat Shen Bo mengerutkan dahi.

​"Kenapa kau ikut campur, Yue? Ini bukan tempat bagi wanita sepertimu," desis Shen Bo dengan nada merendahkan.

​Shen Yue tertawa renyah, namun matanya menatap tajam. "Benarkah? Aku adalah Putri Panjang bergelar resmi. Apa kau, Pangeran Kedua, merasa sudah melampaui kekuasaanku hingga berani mengatur ke mana kakiku melangkah?"

​"Pemerintahan adalah urusan pria!" bentak Shen Bo. "Wanita sepertimu cukup menikmati kemewahan dan kejayaan. Silakan kembali ke istana belakangmu dan tunggu di sana bersama para model pria simpananmu!"

​Gerrr...

Tawa pecah di antara para menteri pendukung Han Tan. Sindiran itu menusuk tepat pada reputasi Shen Yue yang gemar mengoleksi pria tampan. Wajah Shen Yue memerah padam karena amarah yang meledak.

​"Kalian meremehkanku?!" teriak Shen Yue. Ia mengangkat tangannya. "Prajurit! Tunjukkan pada mereka siapa yang sebenarnya memegang kendali!"

​Pasukan pribadi Shen Yue merangsek maju, menyerang barisan pengawal Shen Bo. Denting pedang mulai bergema di dalam ruangan suci tersebut. Darah mulai membasahi lantai marmer yang bersih.

​"Berhenti!" teriak Shen Lan. "Jika ingin berkelahi, sebaiknya di luar istana! Jangan mengotori tempat suci ini dengan ambisi kotor kalian!"

​"Diam kau anak kecil! Kau pikir kau siapa?" maki Shen Yue yang sudah kehilangan akal sehatnya.

​SYUTTT! SYUTTT! SYUTTT!

​Tiga prajurit terdepan Shen Yue tiba-tiba ambruk dengan mata melotot. Di leher mereka tertancap jarum perak halus yang nyaris tak terlihat. Shen Lan menurunkan tangannya yang baru saja memberikan kode rahasia kepada pasukan di atas atap.

​"Diam, atau kalian semua akan keluar dari aula ini sebagai mayat," ancam Shen Lan dengan nada sedingin es.

​"Kurang ajar! Kau berani menyerang kami diam-diam?" teriak Han Tan. "Lihatlah! Inilah bukti bahwa faksi Maharani telah kehilangan akal. Mereka menggunakan cara licik! Serang! Rebut kursi itu!"

​"Kalian ingin kudeta?" Jenderal Shue mencabut pedang besarnya. "Hadapi dulu prajuritku!"

​Suasana menjadi sangat kacau. Pasukan pribadi para menteri mulai merangsek maju, hendak menggulingkan barisan Shen Lan. Teriakan "Serang!" bergema dari segala penjuru.

​"APA KALIAN KEMBALI MENGANGGAP AKU SUDAH MATI?"

​Suara itu tidak melengking, namun memiliki daya tekan yang begitu besar hingga membuat udara di aula terasa membeku. Keributan berhenti seketika. Semua mata tertuju pada pintu besar di belakang singgasana.

​Di sana, Shen Yuhan berdiri dengan tegak. Ia mengenakan jubah Phoenix emas yang megah, mahkota naga berkilau di atas kepalanya. Meskipun wajahnya sedikit pucat, aura yang terpancar dari tubuhnya jauh lebih menyeramkan dan kuat daripada sebelumnya seolah ia baru saja merangkak keluar dari neraka untuk menagih hutang nyawa.

​"Yang Mulia Maharani Shen Tiba!"

​Seluruh orang di dalam ruangan itu, termasuk Shen Bo dan Shen Yue, merasa lutut mereka lemas. Tekanan kultivasi Yuhan yang kini telah stabil di tingkat ketiga menyapu ruangan seperti badai.

"HORMAT YANG MULIA MAHARANI SHEN. HIDUP SERIBU TAHUN. HIDUP SERIBU TAHUN. HIDUP SERIBU TAHUN."

​Yuhan berjalan dengan langkah pasti, dibantu oleh dua orang kasim setia di sisinya. Setiap langkahnya menimbulkan suara ketukan yang berirama dengan detak jantung para pengkhianat yang kini berkeringat dingin. Ia duduk di singgasana Phoenix, menatap kerumunan itu dengan pandangan menghina.

​Shen Lan menatap kakaknya dengan mata berkaca-kaca. Dia selamat... dia benar-benar kembali, batinnya lega.

​"LANCANG!" teriakan Yuhan menggetarkan pilar-pilar aula. "Ini adalah kedua kalinya kalian mencoba merebut takhtaku! Apa kalian sudah begitu bosan hidup sehingga ingin mencoba bagaimana rasanya dihukum karena pemberontakan sembilan turunan?"

"Mohon ampun Yang Mulia Maharani. Ampunkan kami Yang Mulia Maharani Shen."

​Semua menteri jatuh berlutut, dahi mereka menyentuh lantai. Suasana yang tadinya riuh kini berubah menjadi keheningan yang mencekam, hanya diiringi suara napas pendek para pejabat yang ketakutan.

​"Berani-beraninya kalian membawa pasukan pribadi ke dalam istana suci ini," ucap Yuhan dengan nada rendah namun mematikan. "Kepala Kasim, bacakan dekritku!"

​Kepala Kasim maju dengan gulungan perkamen emas, suaranya lantang membelah kesunyian:

​"DEKRIT MAHARANI SHEN!"

​"PERTAMA: SEMUA PEJABAT DAN MENTERI YANG MEMBAWA PASUKAN PRIBADI KE DALAM ISTANA HARI INI, DICOPOT DARI JABATANNYA DAN DITURUNKAN STATUSNYA MENJADI RAKYAT JELATA. SEMUA HARTA BENDA DISITA UNTUK KAS NEGARA, DAN SELURUH PRAJURIT PRIBADI MEREKA MENJADI MILIK KERAJAAN!"

​"Ampun, Yang Mulia! Ampun!" ratap para menteri yang kini kehilangan segalanya dalam sekejap.

​Yuhan mengabaikan mereka. Matanya tertuju pada Han Tan dan Shen Bo yang gemetar.

​"KEDUA: PERDANA MENTERI HAN TAN DAN PANGERAN KEDUA SHEN BO TELAH MELANGGAR ATURAN PROTOKOL BERKALI-KALI. SEBAGAI HUKUMAN, GAJI DAN TUNJANGAN MEREKA DIHENTIKAN SELAMA TIGA TAHUN, DAN DIWAJIBKAN MEMBAYAR DENDA SEBESAR 100 TAEL EMAS DALAM WAKTU TIGA HARI!"

​"Dan untukmu, saudariku tersayang..." Yuhan menatap Shen Yue yang wajahnya kini pucat pasi.

​"PUTRI PANJANG YUE TELAH MENEROBOS ISTANA TANPA IZIN DAN MEMICU PERKELAHIAN. KEKUASAANNYA DI WILAYAH BARAT DICABUT! DIA AKAN MENERIMA 30 CAMBUK SEBAGAI KOMPENSASI. JIKA KESALAHAN INI BERULANG, STATUS BANGSAWANNYA AKAN DICABUT DAN DIA AKAN DIBUANG KE PERBATASAN!"

​"Yang Mulia... hamba..." Shen Yue ingin membela diri, namun tatapan Yuhan membuatnya bungkam seribu bahasa.

​"Seret mereka semua keluar!" perintah Yuhan.

​Prajurit istana bergerak cepat, menyeret para pejabat yang kini sudah tak punya taring lagi. Yuhan menghela napas panjang, matanya beralih ke Shen Lan. Meskipun ia baru saja menunjukkan kekuatannya, di dalam hati Yuhan masih ada satu luka yang belum sembuh.

​"Lan..." bisik Yuhan saat aula mulai kosong. "Bagaimana dengan Mu Lian? Apa sudah ada kabar?"

​Shen Lan tertunduk, menyerahkan kembali giok putih milik Mu Lian. Yuhan menerimanya dengan tangan bergetar. Singgasana ini telah ia amankan, namun pria yang berdiri di sampingnya kini masih hilang dalam kegelapan.

​"Cari dia sampai ketemu, Lan," perintah Yuhan, matanya kembali menajam. "Karena jika dia tidak kembali, aku akan memastikan Dinasti ini menangis darah bersama denganku."

^^^​^^^

1
Tiara Bella
kepedean bngt sh Shen Bo ini.....
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
Shen Bo kau pikir mudah mau menghancurkan Qingmei dia sekarang bukan hanya seorang anak menteri kelesss tapi sudah naik statusnya menjadi seorang Putri yang akan jadi istrinya pangeran keempat
Biyan Narendra
Dan Shenlan akan jadi pelindung Qingmei jika Shen bo berani macam macam
@Mita🥰
wah semoga qingmei gak kenapa"
Biyan Narendra
Sekarang belum..
lama2 bakalan bucin...
Tiara Bella
keputusan yg bagus Maharani aku suka ....
SENJA
puas banget kayanya wu sheng 🤣
SENJA
mau lu jadi gimana nyonyah? udah di bilang jadi isteri kok 😶
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
benar apa yang dikatakan Wu Sheng keputusan Maharani Yuhan menikahksn Qingmei sama pangeran keempat karena darah itu jadi ikatan batin klo tidak kasian nanti Qingmei
Dirman Ha
u food
Dirman Ha
ig food
Dirman Ha
ig good
Dirman Ha
ig gkpp
Dirman Ha
yd tu
Dirman Ha
td dg joon
Dirman Ha
yd dg joon
Dirman Ha
td CV oleh
Dirman Ha
yr gh jo
Dirman Ha
hv ckp
Dirman Ha
hv book
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!