Sedikit tentang Arderos, geng motor dengan 172 kepala di dalamnya. Geng yang menjunjung tinggi solidaritas, pertemanan, dan persaudaraan di atas segalanya. Sama seperti slogan mereka yang berbunyi "Life in solidarity, solidarity for life." Kuat dan tangguh itulah mereka. Selain itu makna logo Arderos juga tak kalah keren dari slogannya.
• Sayap, yang memiliki simbol kebebasan, kekuatan, dan kecepatan. Bisa juga mewakili perlindungan atau penjagaan.
• Pedang, simbol kekuatan, keberanian, dan ketegasan.
Semua elemen itu saling melengkapi, dan tak akan lengkap jika salah satunya hilang. Sama halnya dengan Arderos yang tidak akan lengkap jika tak bersama.
"Solidaritas tanpa syarat, persaudaraan tanpa batas!"
"Riding bebas, tapi jangan kebablasan!"
Dengan lima pilar utama yang menjadikan pondasi itu kokoh. Guna mempertahankan rumah mereka dari segala macam badai.
Akankah lima pilar itu bisa bertahan hingga akhir tanpa luka atau kehilangan?.
~novel yang ku pindah dari wp ke sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Joging
THE ETERNALLY; our home
Happy reading....
...Tentang bumi yang tak akan pernah bisa mendapatkan matahari nya....
.......
........
.........
...💫...
Indah, satu kata yang bisa dia ungkapkan kala menatap langit malam bertabur bintang.
Kelap-kelip bintang seolah menari-nari di angkasa, menyajikan sebuah pertunjukan yang tak akan pernah terlupakan.
Aroma dari bunga mawar bermekaran menyapa Indra penciumannya, suara katak dan jangkrik berpadu menciptakan sebuah harmonisasi yang indah.
"Kamu tau?"
"Nggak tau," balasnya cepat.
"Aku belum selesai Jana,"
"Hehe, iya, iya, kamu mau bilang apa?"
"Kamu tau, ada berapa jumlah bintang-bintang itu?" tunjuk nya dengan netra menatap langit, begitu juga dengan gadis cantik yang sedang berbaring di sampingnya beralaskan rerumputan hijau.
Gadis itu nampak berfikir keras, "Emm, 2 juta bintang?"
"Salah."
"Terus berapa dong?"
"Tak terhingga," balasnya
"Kok nggak terhingga? Emangnya nggak bisa di hitung?"
Pemuda di sampingnya menghadap ke gadisnya, lalu merapihkan surai nya, "Iya, tak terhingga, kayak cinta aku ke kamu." balasnya mencubit pipi sang gadis.
"Huhh! Kak Tala gombal, nanti aku bilangin bunda loh!" ancamnya membelakangi pemuda itu, agar wajahnya yang merona tak terlihat.
Pemuda bernama Tala itu terkekeh lalu bangkit dari posisinya, dia mengambil sesuatu dari kantong jaket yang dia kenakan. "Jana jangan marah oke, aku punya hadiah buat kamu," bujuknya.
Gadis itu membalikan badannya menatap pemuda di depannya, "Hadiah? Hadiah apa?"
Tala mengangkat tangannya tepat di hadapan gadis nya, lalu menunjukkan apa yang dia bawa, "Aaaaa! Gemes banget kak Tala!" serunya saat melihat dua gelang couple yang Tala bawa.
"Kamu suka?"
Jana mengangguk dengan antusias, "Suka banget! " ujarnya riang.
Senyum manis yang mengembang, membuat dada pemuda itu berdetak dengan sangat kencang.
"Sini aku pakein," Tala lantas memakaikan gelang itu di pergelangan tangan Jana.
Setelah selesai memasangkan gelang di tangan Jana dan tangan nya sendiri, Tala mengangkat tangan gadis yang dia genggam ke atas, "Jangan pernah lepas gelang ini ya," kata nya.
Jana tersenyum dengan lembut, "Nggak akan."
Astra terbangun dari tidurnya, dia tak sadar tertidur di balkon semalaman, Astra lantas memegang dadanya yang berdetak sangat kencang, lalu dia menyentuh pipinya tiba-tiba air matanya jatuh begitu saja.
Sesak itu yang dia rasakan. Namun karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 05.30, Astra lantas bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap.
Setelah selesai dan telah siap dengan outfit olahraga nya dia turun ke lantai satu, dimana keempat inti Arderos juga sudah siap.
"Yuk, gas! Kita jogingg! " seru Arka, weekend kali ini mereka akan joging.
Jaya menarik tangan Satya yang masih ogah-ogahan untuk beranjak dari sofa, "Ayo, Sat buruan! " ujarnya.
"Ck, gue nggak ikut ya," rengek nya.
Arka menggelengkan kepalanya ribut, "Nggak, nggak, semuanya harus ikut, titik! " ujarnya tak mau di bantah.
Bumi mendekat ke arah Satya lalu membisikan sesuatu, "Gimana?"
Satya yang awalnya lemah, letih, dan lesu, menjadi full energi, "Lo kok nggak bilang dari tadi si, yok gas! Kita berangkat! " seru Satya berjalan mendahului mereka berempat.
Mereka berangkat menaiki motornya masing-masing menuju taman.
"Hai bang, kalian udah lama?" tanya Calya yang baru datang bersama Kiran.
"Belum terlalu, lo udah makan?"
"Belum bang hehe," balas kiran.
"Yaudah makan dulu," ujar Astra pada mereka semua.
"Maaf kita telat," ujar Nindi yang baru Sampai bersama Ailya.
Jaya lantas mengandeng gadis pujaan hatinya, kekasih yang baru saja dia tembak 1 Minggu yang lalu.
"Kok kamu nggak bilang mau ikut? Kan bisa aku jemput," ujar Jaya lembut.
Ailya menggeleng, "Nggak, biar surprise," balasnya.
"Berhubung udah komplit, ayo, cuz, makan dulu." seru Kirana, mereka ber sepuluh lantas berjalan beriringan menuju gerobak bubur mang Salam, yang memang berjualan di sana.
"Mang, buburnya 10 porsi, makan sini," ucap Astra pada mang Salam.
"Siap mas Astra, tunggu sebentar ya,"
Perlu menunggu beberapa saat untuk mang Salam menyiapkan pesanan mereka, "Ini mas, mba, pesanannya."
"Makasih mang," balas Satya.
Setelahnya mereka memakan bubur itu dengan nikmat, tentunya dengan cara makan yang berbeda-beda pula. Ada tim bubur di aduk dan yang tidak.
Mereka melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda karena mengisi perut, berlari mengelilingi taman cukup luas, udara pagi baik untuk jantung.
Nindi tertinggal cukup jauh dari yang lainnya, karena tadi dia menyempatkan diri untuk membeli minuman.
Karena terlalu terburu-buru Nindi kaki nya tersandung dengan kakinya sendiri.
Brukk!
Dia memejamkan mata untuk menikmati sensasi sakit mencium paving paving itu. Namun ada yang janggal, kenapa tidak sakit? Kenapa dia merasa ada yang memeluknya?.
Dengan perlahan Nindi membuka matanya, netra coklat miliknya bersitobrok dengan netra hazel milik seorang pemuda.
"Lo nggak papa?" tanyanya memecah keheningan.
Nindi tersadar lalu merapihkan sedikit bajunya, ternyata tubuhnya tadi di tangkap oleh pemuda itu, "E-em, nggak papa, makasih." balasnya canggung.
"Santai aja, Yaudah lanjut lagi larinya." ajak pemuda itu sebelum berlari mendahuluinya.
Nindi menatap punggung pemuda itu, namun saat pemuda itu membalikan badannya. Nindi lantas memalingkan wajahnya, "Ayo," serunya lagi, mau tak mau Nindi kembali berlari.
Calya meluruskan kakinya di atas rerumputan hijau, setelah beberapa kali memutari taman, begitu juga dengan Kirana dan Ailya.
Di tempat yang tak terlalu jauh juga para inti Arderos sedang beristirahat.
"Ran, Al, si Nindi Kemana? Kok nggak sampai-sampai," tanya Calya, dia tak melihat eksistensi sahabat juteknya itu.
"Nggak tau, mungkin bentar lagi," balas Kirana.
Dan benar saja tak lama kemudian Nindi berjalan menghampiri mereka dengan seseorang di belakangnya.
"Woy! Sat! Abis ngapain lo? Lama amat! "
Satya duduk di samping Bumi, "Gue tadi beli minum, malah di tinggal, bangsat emang! "
"Hehe... Nggak papa lah, kan lo jadi ada kesempatan deketin Nindi lagi," goda Jaya.
"Setan! Diem lo! " serunya membekap mulut lemes Jaya.
"Kan Satya masih sering liatin fotonya Nindi," ceplos Arka polos, membuat Satya membulatkan matanya. .
Ingin menampol wajah polos nan mengesalkan Arka, namun ada Astra di samping pemuda itu yang siap melemparkannya ke Pluto jika berani melakukan itu.
"Arka, lo jangan buka rahasia gue dong anjim! " pintanya dengan wajah memelas.
"Kan emang bener."
"Udah Ar, harga dirinya sebagai playboy bisa-bisa ambruk kalo lo buka rahasianya terus," timpal Bumi, dia cukup kasihan melihat wajah memelas Satya.
Astra meraup wajah polos Arka, lalu mereka tertawa bersama menertawakan Satya, bahan bullyan mereka kali ini.
Nindi yang duduk tak jauh dari sana juga wajahnya memerah, ya, tentunya dia mendengar semua percakapan mereka.
"Nin, lo bener nggak papa?" tanya Calya khawatir karena wajah nindi begitu merah.
Nindi menggelengkan kepalanya, "Gue nggak papa, cuma kepanasan aja," balasnya cepat.
Meskipun Tomboi Kirana paham apa yang sedang sahabatnya rasakan, dia hanya tersenyum lalu sedikit menyenggol lengan Nindi.
Ekemmm- mainnya pake orang dalem si Nindi niee😋
....💫TBC💫...
...Haiii? Apa kabar? Aku ketik ini malam-malam sambil ngantuk, jadi kalo agak nggak nge fell maaf yah;)...
...Gimana menurut kalian tentang satya x Nindi?...
...Jangan lupa bahagia kalian★...