NovelToon NovelToon
Masalalu Yang Terulang

Masalalu Yang Terulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Time Travel / Dikelilingi wanita cantik / Murid Genius / Mengubah Takdir / Jujutsu Kaisen
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: YuniPus

Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Bab 33 – Keahlian Memanah

Sebelum kelompok Arya sampai, setiap marga telah mengirimkan beberapa orang untuk menelusuri reruntuhan semacam ini. Sangat disayangkan tidak banyak penemuan. Dengan begitu, tidak ada banyak orang yang datang menjelajah setelah itu. Rian entah bagaimana mendapatkan peta Peninggalan Kuno Kota Anggrek Tua ini, yang membuatnya memutuskan untuk menjelajahi tempat ini.

“Akhirnya, kita sudah sampai di Peninggalan Kuno Kota Anggrek Tua! Sekarang, kita memiliki dua rute yang bisa kita ambil. Ini adalah petanya!” kata Rian, menyebarkan peta dan menunjuk pada garis di peta.

Semuanya mulai berkumpul mengelilingi peta dan mulai berdiskusi rute mana yang harus mereka ambil.

“Rute pertama adalah melalui gerbang barat. Dengan berjalan di sepanjang dinding, kita bisa mencapai kota utama dengan cepat. Tapi, apa yang bisa kita temukan dalam rute ini? Kita pastinya ingin memasuki rumah-rumah di dalam kota agar kita bisa mendapat beberapa jarahan!” kata salah satu bawahan Rian.

“Aku setuju dengannya!”

“Yeah, kita sebaiknya mencari di wilayah perumahan ini!” Kata semua orang.

Rian terdiam sesaat. Dia mengangkat kepalanya, melihat ke Arya dan bertanya, “Bagaimana menurutmu?”

Semua orang lain sedikit terkejut. Mereka tidak menyangka Rian akan bertanya pendapat Arya pada saat ini.

Lestari juga melihat pada Arya dengan matanya yang jernih. Sarti Lanruo juga tidak bisa melepaskan matanya dari Arya.

Sekarang, semua orang sangat memperdulikan pandangan Arya.

Arya menyebarkan tangannya dan berkata, “Jika kalian datang kesini hanya untuk mencari di dalam rumah-rumah, maka itu adalah kesalahan besar! Mereka yang datang sebelumnya pasti sudah mencari di dalam rumah-rumah penduduk biasa. Meskipun kita mencari lagi, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Pada umumnya di dalam sebuah kota, siapa yang paling kaya? Apakah itu penduduk biasa? Tentu saja tidak. 90% kekayaan sebuah kota berada di tangan marga besar.”

“Tempat ini berukuran ratusan mil. Ada banyak rumah-rumah penduduk biasa dan juga banyak tempat yang sudah hancur. Bagaimana kita bisa tau dimana letak rumah marga besar itu?” Surya membantah pada satu sisi. Selama itu adalah kata-kata Arya, dia wajib membantah.

“Teruskan.” kata Rian, melihat Arya dengan wajah tertarik. Tampaknya, dia setuju dengan penafsiran Arya.

“Sangat mudah untuk menemukan tempat tinggal marga besar. Bangunan mana dari peta ini yang paling kosong? Itulah tempatnya! Umumnya, marga besar memiliki halaman sendiri.” Lanjut Arya.

Mata semua orang langsung jatuh ke peta setelah mendengar kata-kata Arya.

“Disini!” kata Sarti Lanruo, terkejut.

“Benar. Seharusnya ini tempatnya. Ada banyak bangunan besar disini!”

Rian mengerut dan berkata, “Tempat ini sudah digeledah sebelumnya. Meskipun ada barang yang ditemukan, itu tidak bernilai besar. Beberapa dari mereka bahkan menggali sampai 3 kaki ke bawah tetapi tidak menemukan ruangan tersembunyi.”

“Menurutku, apapun yang kamu pikirkan, apakah orang lain tidak akan memikirkan itu juga? Kau pikir semua marga besar di Kota Gemilang itu vegetarian?” Dengus Surya.

Arya mengerut, menatap pada Surya dan berkata, “Sewaktu aku berbicara, apa kau bisa diam? Karna kau begitu pintar, kenapa kau tidak mengambil alih?”

Ketika Surya baru akan membalas, Rian menatap Surya dan berkata, “Diam!”

Surya membuka mulutnya, lalu menutupnya lagi, merasa depresi. Meskipun dia adalah keturunan langsung dari Keluarga Karaton. Posisinya tidak bisa disejajarkan dengan Rian. Walaupun nyalinya sepuluh kali lebih besar, dia tetap tidak akan berani melawan Rian.

“Tidak heran kalau tempat ini sudah pernah digeledah. Mari terus perhatikan peta. Rumah Marga besar ini terletak pada pusat sumbu kota. Oleh karena itu, ini pasti tempat yang paling dijaga, juga paling aman.” Arya menunjuk pada wilayah di belakang rumah itu dan berkata, “Ini pasti dimana gedung Bupati Kota berada!”

Rian mengangguk. Hingga saat ini, deduksi Arya semuanya benar. Namun, bahkan Bangunan Bupati Kota ini sudah pernah digeledah oleh mereka yang datang duluan, termasuk bagian bawah tanah, tapi tidak ada yang menemukan apapun.

“Mari teruskan lihat pada peta. Beberapa ratus mil dari Bangunan Bupati Kota, terdapat tiga wilayah. Apakah kamu tau apa ketiga wilayah ini?” Tanya Arya kepada Rian.

“Pada ketiga wilayah ini, salah satunya adalah tanah militer, dimana tentara Bupati Kota berlatih. Yang satu lagi adalah benteng batu. Di dalamnya kosong, dan terbuat dari marmer hitam. Bahkan sebuah pahat tidak akan bisa menggoresnya. Sedangkan yang terakhir, aku tidak tau apa itu. Letaknya tepat di sebelah benteng dan berhutan oleh pepohonan dan rerumputan.” Jawab Rian. Sebelum datang ke tempat ini, dia telah menghafal wilayah Peninggalan Kuno Kota Anggrek Tua.

Mendengar kata-kata Rian, Arya tersenyum dan berkata, “Tidak jauh dari apa yang aku pikirkan!”

Mata Rian menyala dan berkata, “Maksudmu ketiga wilayah ini sangat mencurigakan? Mungkinkah itu benteng batu ini? Tapi…. tempat ini sudah digeledah!”

“Benteng batu itu harusnya adalah tempat berlindung dari bencana. Ketika bencana datang, mereka mungkin bersembunyi di dalam benteng batu. Oleh karena itu, mungkin ada ruangan rahasia yang menyembunyikan harta. Sebidang tanah di dekat benteng batu sangat jelas adalah perangkap, yang digunakan untuk menahan serangan binatang iblis. Jika mereka mendekat, mereka sendiri tidak akan tau bagaimana mereka mati. Ditambah lagi, aku lihat tempat yang paling mencurigakan adalah tanah militer ini!” kata Arya, sambil tersenyum kecil.

“Kenapa tanah militer malah menjadi tempat yang paling mencurigakan?”

Tanah militer itu adalah sebidang tanah lumpur, yang merupakan tempat latihan. Kenapa tempat ini mencurigakan?

“Tempat yang paling tidak mencolok seharusnya menjadi tempat yang paling aman! Ditambah lagi, Bupati Kota ini menempatkan tanah militer di pusat sumbu kota, dan hanya dengan ini saja, sudah membuktikan tempat ini tidak seperti kelihatannya. Pasti ada sesuatu yang penting yang disembunyikan dibawah tanah militer!” Arya menunjuk ke peta itu lalu berkata, “Kita akan mencari di sekitar wilayah ini!”

“Okay! Jadi, sudah ditentukan!” Rian mengambil peta itu, dan sedikit cekikikan. Karena arahnya sudah ditentukan, mereka bisa menghemat banyak waktu dan jalan memutar.

Mata bawahan Rian memiliki tanda kagum ketika mereka melihat pada Arya. Pada saat ini, tidak ada yang merendahkan Arya dan merasa sudah selayaknya Arya memilih satu harta terlebih dulu.

Sarti Lanruo mengangkat kepalanya. Matanya dipenuhi dengan kemegahan. Penalaran Arya membuatnya mengaguminya dengan rasa hormat. Ia mulai merasa bahwa Arya ini tidak biasa. Kalau tidak, bagaimana seorang Peringkat Perunggu 1-bintang bisa memecahkan teknik pesonanya?

‘Pria yang aku pilih, sudah sepantasnya tidak biasa!’ Sarti Lanruo bergumam dengan bangga. Meskipun Arya sepenuhnya mengabaikan dia, dia menaruh matanya pada dia dengan tegas.

Jika Arya tau pikiran Sarti Lanruo saat ini, dia pasti akan langsung meneteskan air mata. Kenapa dia harus menjadi pusat perhatian tanpa alasan? Setelah menempel padanya seperti permet karet, dia takut dia tidak akan bisa lolos darinya.

Lestari mengerucutkan bibirnya tertawa. Ekspresi menawan itu membuat Arya tertegun, itu memiliki sebuah perasaan yang familiar.

Melihat tampang tertarik pada wajah Arya, Sarti Lanruo hampir gila! Seorang cantik dan seksi seperti dia berdiri di depan Arya, tapi Arya sepertinya buta. Di matanya hanya ada Lestari.

‘Ini sangat memalukan!’ pikir Sarti Lanruo, ‘Arya akau benci padamu!!’

Arya sama sekali tidak memperdulikan apa yang Sarti Lanruo pikirkan. Dia mengeluarkan sebuah anak panah dari tasnya, lalu mengeluarkan agen Rumput Kabut Ungu dan mengoles pada mata anak panah itu.

“Arya, apa yang kau lakukan?” kata Sarti Lanruo ketika dia dan Lestari melihat Arya penasaran.

Arya mengangkat bahunya dan berkata, “Bukan apa-apa.”

“Oke, ayo kita pergi!” teriak Rian. Kelompok mereka perlahan-lahan bergerak menuju Kota Anggrek Tua, berjalan melalui tepi dinding dan memilih jalan yang relatif lebih cepat dan aman. Jika mereka memilih untuk bergerak melalui rute awal, mereka takut itu akan sangat sulit karena ada banyak binatang iblis yang bersembunyi disana.

Raungan binatang iblis dapat terdengar dari kedalaman Peninggalan Kuno Kota Anggrek Tua. Disamping binatang iblis, terkadang-kadang akan ada sekelompok orang lain. Mereka juga berasal dari Kota Gemilang. Mereka datang untuk menjelajagi reruntuhan Kota Anggrek Tua.

Sama seperti Rian, Arya dan yang lain yang bergerak menuju kedalaman Kota Anggrek Tua, sekelompok orang muncul di jalan masuk Kota Anggrek Tua.

Kelompok orang itu berpakaian hitam, berjumlah 15 orang.

“Apa kau yakin anak-anak ini berasal dari keluarga bangsawan?” Pria yang memimpin menyapukan pandangannya ke orang-orang disampingnya dan bertanya. Figurnya tinggi, satu kepala lebih tinggi dari orang-orang di sampingnya.

“Ya, Pendeta Yun Hua!” Salah satu dari pria berjubah hitam itu menjawab.

“Bagus!” wajah Pendeta Yun Hua meunjukkan senyuman cemberut dan berkata, “Pergi tangkap tiga anak dengan peringkat paling tinggi. Gunakan mereka untuk meminta tebusan dari keluarga besar itu, dan bunuh sisanya!”

Perserikatan Gelap adalah sebuah eksistensi yang mengerikan di Kota Gemilang. Mereka kadang-kadang akan menculik bangsawan untuk dimintai tebusan. Mereka seperti sekelompok lintah, hidup di balik bayang-bayang Kota Gemilang. Mereka akan menggunakan segala cara untuk memperoleh uang untuk menyediakan sumber daya latihan bagi anggota mereka. Meskipun banyak keluarga di Kota Gemilang akan berkumpul untuk menhabisi Perserikatan Gelap, Perserikatan Gelap tiba-tiba menghilang.

Katanya, markas Perserikatan Gelap terletak di tempat yang sangat tersembunyi di Pegunungan Leluhur Agung. Mereka adalah sebuah pasukan yang sangat kuat, yang tidak bisa dibasmi bahkan oleh Tuan Handoko sekalipun.

Sou Sou Sou Orang-orang berjubah hitam itu semuanya meluncur menuju Kota Anggrek Tua.

Di dalam reruntuhan Kota Anggrek Tua.

Kelompok sedang mengalami kesulitan untuk bergerak maju. Kadang-kadang, akan ada Kera Lengan Biru Raksasa (binatang iblis dengan penampilan kera/gorilla) yang muncul. Binatang iblis ini memiliki tinggi dua meter. Lengan tebal mereka seperti tiang hitam, tapi mereka sangat lincah dan mereka umumnya peringkat perak.

Enam Kera Lengan Biru Raksasa melompat-lompat melalui dinding reruntuhan, mengekor pada kelompok Arya.

Kera Lengan Biru Raksasa ini memiliki kecerdasan yang mengerikan. Menyadari ada lebih dari 30 orang, mereka tidak maju. Mereka hanya mengekor saja, menunggu kesempatan.

“Kera Lengan Biru Raksasa ini sangat menyebalkan!” Rian mengerut. Meskipun Kera Lengan Biru Raksasa tidak menyerang mereka, mereka tidak bisa melakukan apa-apa terhadap Kera Lengan Biru Raksasa ini. Dan setelah beberapa saat berlalu, semakin banyak Kera Lengan Biru Raksasa yang berkumpul. Ketika jumlah Kera Lengan Biru Raksasa semakin besar, mereka akan berkumpul untuk menyerang.

Pada saat ini, suara Sou dapat terdengar. Sebuah sinar dingin memotong melewati bayang-bayang di sudut.

Rian dan yang lain segera melihatnya dengan jelas. Itu adalah sebuah anak panah. Mata anak panah itu meluncur melalui celah antara ranting-ranting pohon dan pada sudut yang sangat rumit, menuju ke salah satu Kera Lengan Biru Raksasa.

Pu!

Anak panah itu mengenai Kera Lengan Biru Raksasa. Kera Lengan Biru Raksasa itu menjerit dan terjatuh dari tembok tinggi itu, mendarat dengan berat ke tanah dan membuat debu mengepul di lokasi itu. Kera Lengan Biru Raksasa itu berjuang di tanah tapi tidak bisa berdiri lagi.

Melihat hal itu, Rian bergegas maju, menyiapkan pedangnya lalu memotong turun. Plop Darah Kera Lengan Biru Raksasa itu memercik dan binatang iblis itu mati di tanah.

Kelompok mereka melihat ke belakang dengan kagum dan hanya melihat Arya berjalan keluar dari bayang-bayang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!