NovelToon NovelToon
Sisa Cinta, Bara Dendam

Sisa Cinta, Bara Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Pernikahan rahasia / Selingkuh / Cinta Terlarang / Chicklit
Popularitas:49.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wida_Ast Jcy

Naila tak pernah menyangka hidupnya akan hancur dalam sekejap. Dihujani fitnah dan kebencian dari keluarga mantan suaminya, ia menjadi orang asing di rumah yang dulu dianggap tempat pulang. Difitnah suami dan dikhianati adik sendiri. Luka batin bertubi-tubi dan pengkhianatan yang mendalam memaksanya bangkit menjadi sosok baru yang tegas, penuh perhitungan, dan siap membalas setiap luka yang pernah diterimanya.

Lima tahun berlalu, Naila kembali dengan wajah dan tekad yang berubah. Bukan lagi wanita lemah, ia kini hadir sebagai ancaman nyata yang mengguncang rumah tangga mantan suaminya. Dalam perjalanan membalas dendamnya, ia akan menguak rahasia-rahasia kelam dan menetapkan aturan baru, tidak ada yang boleh melecehkannya lagi.

Siapakah yang akan bertahan saat permainan balas dendam dimulai?
Bersiaplah menyelami kisah penuh emosi, intrik, dan kekuatan wanita yang tak tergoyahkan dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida_Ast Jcy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 AKU WANITA PALING SEMPURNA

POV NADIA

Aku terbangun dengan senyum mengembang. Mentari pagi yang menembus jendela kamar tidak ada artinya dibandingkan pemandangan di sampingku Mas Naufal yang tampan, sosok yang dulu hanya bisa aku impikan, kini menjadi milikku.

Aku menyusuri wajahnya dengan jemariku, membelai perlahan rambutnya. Ah, betapa beruntungnya aku. Tak peduli bagaimana cara yang kutempuh, kini aku berhasil mendapatkan apa yang selama ini kudambakan.

Namun, semua ini tidaklah terjadi begitu saja. Butuh perjuangan. Butuh rencana licik. Dan tentu saja, butuh pengorbanan. Pengorbanan siapa lagi kalau bukan Naila, kakakku sendiri, dan juga Ayah kandungku.

Aku masih mengingat dengan jelas malam saat aku dan Julian menyusun rencana licik itu. Julian, kekasihku yang setia, selalu menjadi otak di balik setiap tindakanku.

“Kamu yakin ini akan berhasil, Julian sayang?” tanyaku ragu.

“Apa aku harus tidur dengan Mike? Mengapa tidak denganmu saja?”

Julian menatapku dengan pandangan menenangkan. “Kamu jangan khawatir, Sayang. Ini hanya sekali, dan aku percaya kalau cinta kamu tetap milikku. Kalau aku yang melakukannya, mereka bisa mengenaliku saat kita perlihatkan videonya. Aku tidak apa-apa dan tak masalah. Yang penting kamu berhasil merebut Naufal dari Naila.”

Aku tahu, ini gila. Tapi aku bersedia melakukan apa pun saja demi membuktikan kepada dunia bahwa aku lebih pantas mendapatkan semua yang Naila miliki.

Malam itu berjalan mulus. Mike, pria yang dibayar oleh Julian, menjalankan perannya dengan sempurna. Naila, kakakku perempuan bodoh itu, masuk ke dalam perangkap. Rekaman video yang kami buat terlihat sangat nyata. Naila tampak seperti wanita menjijikkan yang tidak setia. Tanpa mereka sadari, perempuan yang ada dalam video panas itu sebenarnya adalah aku.

Semuanya percaya begitu saja. Mereka yakin bahwa Naila berselingkuh. Ayah bahkan saat itu hampir terkena serangan jantung. Dan aku berpura-pura menangis sambil memeluk Ibu, seolah aku tak percaya Naila bisa berbuat sehina itu. Namun di balik pelukan itu, aku menahan tawa. Aku tahu, itulah awal dari kejatuhan dan kehancuran Naila.

Dendam ini sudah lama kusimpan. Sejak kecil, aku selalu dibandingkan dengan Naila. Dia anak kesayangan Ayah, anak teladan yang selalu dibanggakan. Sementara aku? Tidak ada yang menganggapku. Bukankah seharusnya anak bungsu yang dapat perhatian dan kasih sayang lebih. Tapi ini sebaliknya, justru anak sulung lah yang selalu diperhatikan.

Ayah pernah berkata, “Kamu ini, Nadia, hanya bisa menghabiskan uang. Lihat Kakakmu itu, dia mandiri dan membanggakan.” Kata-kata itu terus terngiang di kepalaku, seperti belati yang menusuk hati.

Aku tidak bisa membiarkan Naila terus menjadi yang terbaik. Dan sekarang, aku berhasil. Mas Naufal menceraikan Naila malam itu juga. Bahkan, Nyonya Linda ibu Mas Naufal tetap ingin melanjutkan resepsi pernikahan yang sudah direncanakan. Bedanya, akulah yang menjadi mempelai wanita.

“Tidak apa-apa kalau Mas Naufal belum mencintaiku,” pikirku saat itu. Yang penting, aku sudah mendapatkan apa yang Naila miliki bahkan lebih. Dua bulan setelah Naila diusir dari rumah, aku mendapatkan kabar mengejutkan Naila meninggal dunia karena mengakhiri hidupnya sendiri.

Meskipun awalnya kami semua tidak percaya, setelah ditemukan surat dari Olivia di salah satu kamar hotel tak jauh dari pantai tempat Naila menginap waktu itu, kami akhirnya mempercayainya. Terlebih lagi, kabar itu diperkuat oleh pernyataan beberapa orang di sekitar pantai yang mengatakan bahwa mereka melihat seorang wanita berjalan ke tengah laut hingga akhirnya terseret ombak.

Semua orang tampak terpukul oleh kabar mengejutkan itu. Aku berpura-pura histeris, menangis sejadi-jadinya di hadapan Mas Naufal dan keluarga besar kami.

“Kasihan Mbak Naila... Meskipun kita semua tahu dia bersalah, tetapi dia tidak pantas mati dengan cara seperti ini...” Aku meratap, memeluk ibuku dengan air mata yang mengalir deras. Padahal dalam hati, aku tertawa.

“Baguslah. Dengan begini, tidak akan ada yang mengganggu kebahagiaanku lagi,” pikirku.

Namun aku tahu lebih banyak daripada yang orang lain ketahui. Sebulan sebelum kabar kematian Naila tersebar, aku tahu dia masuk rumah sakit karena wajahnya terluka parah. Hal itu tidak diketahui siapa pun, termasuk Mas Naufal.

Tentu saja aku tahu banyak, karena akulah yang merencanakannya. Aku membayar orang-orang jahat untuk menyerangnya. Melihat Naila menderita, melihat wajah cantiknya hancur, itu adalah kepuasan tersendiri bagiku.

Awalnya aku berharap Mas Naufal mengetahui kondisi Naila waktu itu agar dia merasa jijik dan menjauh. Namun, ternyata wanita itu menyerah lebih dulu. Aku tidak menyangka jika akhirnya Naila, yang dikenal salehah itu, bisa mengakhiri hidupnya.

Mungkin kematian itu lebih baik karena Naila tidak akan lagi menderita. Dan aku tidak perlu khawatir lagi dengan rumah tanggaku. Tentu saja, aku akan menjadi satu-satunya.

Kini, kehidupanku sempurna. Dua bulan setelah pernikahanku dengan Mas Naufal, aku dinyatakan hamil. Aku melihat perubahan pada Mas Naufal. Perlahan, dia mulai menerimaku sebagai istrinya.

“Mas, aku senang sekali. Akhirnya kita akan punya keluarga kecil yang sempurna,” ucapku suatu malam.

Mas Naufal hanya tersenyum tipis, tapi itu sudah cukup bagiku. Namun, di balik kebahagiaan ini, ada sesuatu yang terus menghantui pikiranku.

“Apakah benar Naila sudah mati?” pertanyaan itu sering muncul di benakku.

Naila dinyatakan hilang dan meninggal dunia, namun jasadnya tidak ditemukan. Dan itu menjadi keuntungan besar sebab tidak ada makam Naila. Dengan begitu, orang-orang akan mudah melupakannya.

“Naila sudah mati. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku adalah pemenangnya.”

Aku tahu, mungkin banyak orang, bahkan para pembaca, akan menganggapku monster. Tapi mereka tidak tahu betapa sakitnya menjadi aku. Selama bertahun-tahun, aku hidup dalam bayang-bayang Naila.

Wanita itu selalu dipuja-puji, selalu mendapatkan apa yang dia mau. Bahkan, dia mendapatkan suami idaman, meskipun pernikahannya melalui proses perjodohan.

Sekarang, akulah pemenangnya. Aku memiliki Mas Naufal, pria yang selama ini kuimpikan. Aku akan menjaga kebahagiaan ini dengan segala cara, meskipun harus menginjak siapa pun yang berani mengusikku.

Lantas, bagaimana hubunganku dengan Julian saat ini? Tentu saja aku dan dia masih berhubungan, meskipun tidak sedekat dulu. Kami sering menghabiskan waktu bersama jika Mas Naufal sedang keluar kota.

Julian begitu setia, bahkan dia tidak menikah meski aku sudah beberapa kali memintanya. Aku tidak mau menjadi wanita egois, karena bagaimanapun Julian membutuhkan seseorang yang siap melayaninya kapan pun.

Namun dia terus saja menolak, katanya hanya aku yang ada di hatinya. Meskipun tak bisa memiliki ragaku, Julian berkata bahwa dirinya sudah bahagia hanya dengan memiliki cintaku.

“Nadia, kamu benar-benar wanita paling bahagia di dunia,” gumamku sambil tersenyum puas, memandangi Mas Naufal yang masih terlelap.

Mas Naufal menggeliat, perlahan matanya terbuka. Dia tersenyum memandang ke arahku yang masih membelai wajahnya.

“Selamat pagi, Sayang. Kenapa tidak membangunkanku untuk shalat subuh berjemaah?” tanya Mas Naufal lembut. Sebelah tangannya memeluk pinggangku.

“Mas terlihat sangat lelah. Maaf ya, aku tadi shalat duluan. Ehm, selagi masih jam setengah enam, Mas pergilah shalat dulu! Nanti aku buatkan sarapan sekaligus bekal untuk Mas Naufal dan Niko!” ucapku yang dibalas dengan senyum hangat darinya.

Beginilah kehidupan kami setelah lima tahun berlalu. Pernikahan yang diawali dengan keterpaksaan, akhirnya lambat laun bisa begitu lengket dan harmonis.

Sekeras-kerasnya batu, jika terus diukir, pasti akan berbekas pula. Begitulah seperti hatinya Mas Naufal yang begitu keras itu. Aku selalu mencoba bersabar untuk menjadi versi terbaik, aku lakukan apa pun yang membuatnya senang, hingga akhirnya semuanya membuahkan hasil. Bahkan dengan kelicikan ku aku dapat menaklukkan hatinya.

BERSAMBUNG...

1
Mingyu gf😘
/Chuckle/busuj
Mingyu gf😘
cihh lu yang mendukan senang senang aja
Panda
chapter ini kena ya bagian nya menyentuh menggetarkan hati

baguslah Najla ga benar benar sendiri karena ada Olivia sebagai moral sistem
PrettyDuck
alhamdulillah. selamat kamu dari laki2 judgemental yang gak cinta2 amat sama kamu nai.
semoga dikasih jodoh yg lebih baik sama author, aamiin.
PrettyDuck
kocak emang orang2 di sekitar naila ini. udah nai, pergi aja, toxic semua, bikin capek batin.
PrettyDuck
naufal tau yang namanya "konformasi" gak??
Suherni 123
mungkin maksud kak othor ucapnya lirih x ya bukan ucapannya lembut😄
Wida_Ast Jcy: Hahaha... iya kak. maaf buru buru update jadi kata-katanya gak disaring lagi🤭🤭🤭 Makasih kak atas komentar nya dan makasih lho selalu mampir nih jangan lupa like dan ikuti kisahnya ya
total 1 replies
Alfatia🌷
Tiba-tiba banget, Nadia. Pengen aku seret rasanya.
Alfatia🌷
Pasti ada dalang di balik semua ini
Tulisan_nic
Heh, main tangan aja Kau /Awkward/
Greta Ela🦋🌺
Ya harusnya kamu mikirlah dari awal. Kan kau yg dari awal itu udah terranam emosi. Udah dibilangi menyesal pun tiada guna oh Naufalll
Greta Ela🦋🌺
Dia itu mau menggoda Naufal pake baju kek gitu🤣
Greta Ela🦋🌺
Maksa kali beliau ini
Greta Ela🦋🌺
Eleh bekas orang itu
Indira Mr
iya banci kaleng gak bisa belaain isteri, udah Nail.. balas Nail.. gemes tahu..
Indira Mr
liciknya Julian nih,,lu pilih kuburan apa rumah sakit , Julian..tenang Nail, aq siap buat nabok Julian..🤕
Indira Mr
fitnah lebih kejam.. 😭
MARDONI
WAAAAHHHH 😭❤️ Bikin hati jadi hangat banget baca ini! Pas Olivia ngomongin biar Naila jangan menyerah dan bilang orang-orang yang menghancurkannya bakal menyesal, itu bener-bener seperti oase banget ya buat Naila yang lagi terluka parah... 😢 Dan meski mereka berbeda keyakinan, Olivia malah kasih tahu ada mukena dan sajadah buat Naila, toleransinya tinggi banget, bikin aku sangat bangga sama persahabatan mereka!

Pas Naila berdoa dan mikir tentang hikmah dari musibahnya, aku juga ikutan merenung... 😔 Ia merasa bersalah karena keguguran tapi tetap berusaha ikhlas, bahkan bilang mungkin Tuhan udah tunjukin wajah asli orang-orang sekitarnya. Keesokan paginya pas Olivia bilang mau dia tinggal sama aja dan bahkan mengajakin ke Singapura, bikin aku seneng banget deh! Naila juga mulai sedikit ceria lagi dan bilang udah jual butiknya buat modal hidup baru... Semoga benar-benar bisa mulai hidup baru yang lebih baik ya Naila! 😊 Penasaran banget gimana kelanjutannya authorrr, apakah dia bakal pindah ke Singapura atau ada tempat lain yang jadi pilihan nya? ❤️✨
Jing_Jing22
baru segitu nad udah kejer-kejer coba kamu inget-inget gimana naila menjalankan hidupnya.
Jing_Jing22
cari yang banyak dah naufal biar puas dah🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!