NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Transmigrasi / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Han Feng, seorang peneliti sejarah kuno dari Bumi, meninggal karena kecelakaan di situs penggalian. Jiwanya bertransmigrasi ke Benua Roh Azure, masuk ke dalam tubuh Tuan Muda Ketiga keluarga Han yang dikenal sebagai "sampah" karena meridiannya yang rusak.

Namun, Han Feng membawa serta sebuah Pustaka Ilahi di dalam jiwanya—sebuah perpustakaan gaib yang berisi semua teknik bela diri yang pernah hilang dalam sejarah. Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Han Feng menolak nasibnya sebagai sampah. Dia akan memperbaiki meridiannya, membantai mereka yang menghinanya, dan mendaki puncak Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Malam itu, di dalam gubuknya.

Han Feng membuka gulungan bambu Langkah Ledakan Guntur di atas meja. Cahaya lampu minyak menerangi aksara-aksara kuno dan diagram aliran Qi yang rumit.

"Pustaka Ilahi, pindai dan analisis," perintah Han Feng.

Sebuah sinar keemasan keluar dari matanya, memindai seluruh isi gulungan itu dalam sekejap.

[Memproses Data: Langkah Ledakan Guntur (Fragmen)] [Analisis: Teknik ini adalah turunan dari Teknik Tingkat Bumi Kuno: "Sembilan Langkah Dewa Guntur".] [Status: Tidak Lengkap (Hanya 30% konten asli).] [Kalkulasi Perbaikan: Menggunakan basis data Pustaka Ilahi dan pengetahuan Sutra Hati Naga Purba...]

Di dalam ruang kesadaran Han Feng, bayangan hologram manusia mulai mempraktikkan teknik tersebut. Awalnya gerakannya kaku dan menyebabkan kerusakan pada meridian kaki. Namun, Pustaka Ilahi terus melakukan simulasi, mengubah jalur aliran Qi, menyesuaikan titik tumpuan, dan menyelaraskannya dengan Tubuh Dewa Naga.

Lima menit kemudian.

[Perbaikan Selesai.] [Teknik Baru Tercipta: "Langkah Naga Guntur" (Thunder Dragon Step).] [Tingkat: Tingkat Misterius - Puncak.] [Efek: Menggunakan ledakan otot dan Qi elemen api/petir untuk melesat jarak pendek. Setiap langkah menciptakan gelombang kejut yang bisa melukai musuh di sekitar.]

Han Feng tersenyum puas. Inilah keuntungan terbesar memiliki perpustakaan pengetahuan dari ribuan dunia di dalam kepalanya. Han Feng bisa mengambil sampah dan mengubahnya menjadi emas.

"Mari kita coba."

Han Feng keluar ke halaman belakang.

Dia memejamkan mata, memusatkan Qi di titik Yongquan di telapak kakinya. Dia memadatkan kekuatan otot betis dan pahanya seperti pegas yang ditekan maksimal.

"Langkah Pertama!"

BOOM!

Tanah tempat Han Feng berpijak meledak, menciptakan lubang sedalam sepuluh sentimeter.

Sosok Han Feng menghilang dari tempatnya.

Dalam sekejap mata, Han Feng sudah muncul sepuluh meter di depan, menabrak batang pohon besi hitam yang biasa dipakainya latihan.

BRAKK!

Pohon besi itu bergetar hebat. Han Feng tidak mengerem tepat waktu. Bahunya menghantam pohon itu dengan keras.

"Ugh..." Han Feng mengusap bahunya. "Cepat. Sangat cepat. Terlalu cepat bahkan."

Kecepatannya meningkat tiga kali lipat dibandingkan lari biasa. Ini adalah Instant Flash. Dengan kecepatan ini, Han Feng bisa mendekati musuh tipe jarak jauh (seperti pemanah atau pengendali Qi) sebelum mereka sempat merapal mantra kedua.

"Tapi kontrolnya sulit. Aku seperti menaiki kuda liar," analisis Han Feng. "Aku punya waktu dua hari untuk menjinakkan teknik ini."

Dua hari berikutnya dihabiskan Han Feng dengan latihan gila-gilaan.

Halaman belakang gubuknya hancur berantakan. Lubang-lubang bekas pijakan kaki memenuhi tanah seolah-olah tempat itu baru saja dibombardir oleh mortir. Pohon-pohon bambu di sekitarnya banyak yang tumbang karena tertabrak tubuh Han Feng yang sedang melatih manuver Langkah Naga Guntur.

Han Feng jatuh bangun ratusan kali. Kulitnya lecet, otot kakinya terasa seperti terbakar, tapi Sutra Hati Naga Purba terus memulihkannya dengan cepat.

Pada malam terakhir sebelum turnamen.

Han Feng berdiri di tengah halaman yang hancur. Napasnya teratur. Pedang Meteor Hitam terhunus di tangan kanannya.

Han Feng menatap sehelai daun bambu yang jatuh melayang perlahan dari atas.

Saat daun itu menyentuh tanah...

Wuuush!

Han Feng bergerak. Kali ini tidak ada suara ledakan tanah. Gerakannya lebih halus, lebih terkontrol, namun kecepatannya tetap mengerikan.

Bayangan Han Feng melesat membentuk pola zig-zag di antara pepohonan bambu.

Satu langkah. Dua langkah. Tiga langkah.

Pada langkah terakhir, Han Feng muncul di depan sebuah batu besar seukuran kerbau. Pedang Meteor Hitam diayunkan dengan momentum penuh dari kecepatannya.

Langkah Naga Guntur + Tebasan Berat!

SLAASH!

Tidak ada suara ledakan. Hanya suara sret yang bersih.

Han Feng mendarat dengan mulus di balik batu itu, pedangnya perlahan dimasukkan kembali ke sarung kain di punggungnya.

Di belakang Han Feng, batu besar itu terdiam sesaat. Lalu, perlahan-lahan, bagian atas batu itu bergeser miring dan jatuh ke tanah dengan bunyi gedebuk berat.

Permukaan potongannya halus dan rata, namun bagian dalamnya retak-retak hancur karena getaran tenaga dalam yang mengerikan.

"Sempurna," bisik Han Feng.

Han Feng menengadah menatap bulan purnama di langit. Besok pagi, gong pembukaan turnamen akan berbunyi.

"Han Lie... Han Tong... Tetua Klan..."

Mata Han Feng bersinar dingin di bawah sinar bulan.

"Kalian ingin melihat pertunjukan? Besok, aku akan memberi kalian pertunjukan yang tidak akan pernah kalian lupakan seumur hidup."

Han Feng kembali masuk ke gubuknya, memadamkan lampu, dan tidur dengan nyenyak tanpa mimpi, menyimpan tenaganya untuk pembantaian esok hari.

Keesokan Paginya.

Matahari terbit membawa suasana meriah yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kota Awan Terapung. Arena pertarungan raksasa di pusat kediaman Keluarga Han telah dipenuhi oleh ribuan penonton. Bendera-bendera berkibar.

Di tribun utama, duduk Kepala Keluarga Han—Han Tian—ayah dari Han Lie. Di sampingnya duduk para tetua klan dan tamu kehormatan dari keluarga lain serta perwakilan Sekte Pedang Langit.

Di bawah, ratusan peserta berbaris rapi. Mereka mengenakan pakaian tempur terbaik mereka, wajah-wajah muda penuh semangat dan ambisi.

Namun, di sudut paling belakang barisan, berdiri satu sosok yang berbeda.

Dia berdiri sendirian, terpisah dari kelompok lain yang menjauhinya seolah dia membawa wabah penyakit. Dia berdiri tegak dengan mata terpejam, memeluk dada, dengan pedang raksasa terbungkus kain di punggungnya.

Gong besar dipukul tiga kali.

DONG! DONG! DONG!

Seorang wasit senior naik ke tengah arena.

"Turnamen Agung Keluarga Han... DIMULAI!"

"Babak Pertama: Pertarungan Eliminasi Acak! Nomor 1 melawan Nomor 15!"

Han Feng membuka matanya perlahan.

Giliran untuk mengguncang dunia telah tiba.

1
Roy Kkk
bagus/CoolGuy//CoolGuy/
King Salman
bagus
King Salman
go
ikyar
Terima kasih atas dukungannya
Sarndi Kurma
bagua tor ceritanya
Turki Salman
lanjutkan ceritanya tor
jamanku
lanjutkan tor
Raikuu 1
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!