Impian Malika menikah dengan Airlangga kandas ketika mendapati dirinya tidur bersama Pradipta, laki-laki asing yang tidak dikenalnya sama sekali. Gara-gara kejadian itu Malika hamil dan akhirnya menikah dengan Pradipta.
Sebagai seorang muslimah yang taat, Malika selalu patuh kepada suaminya.
Namun, apakah dia akan tetap menjadi istri yang taat dan patuh ketika mendapati Pradipta masih menjalin asmara dengan Selina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30.
Bab 30
Malika tidak tahu kalau ucapannya sudah sangat melukai perasaan Mama Aisyah dan membuat dirinya down. Wanita yang sudah mengandung dan melahirkan itu menjadi depresi setelah di tuduh sebagai pembunuh.
Cantika mencoba mendekati Malika karena dia yakin sudah terjadi sesuatu kepadanya. Karena tidak mungkin keponakannya yang masih kecil itu bisa menuduh ibunya dengan begitu keji.
"Kenapa Kak Malika berpikir kalau kematian adik Alkhaf itu dibunuh? Bukannya itu karena kecelakaan tidak di sengaja?" tanya Tante Cantika.
"Tidak, Tante. Mama, lah, yang sudah membuat adik Alkhaf meninggal. Dia dibunuh sama mama," jawab Malika.
"Kata siapa?" Tante Cantika terus mengorek informasi.
"Kata Tante Syifa juga begitu. Itu semua perbuatan mama. Sekarang mama berubah menjadi monster," balas Malika.
Tante Cantika mengelus dada. Wanita yang masih terlihat cantik meski usianya sudah berkepala lima itu hanya bisa mengelus dada mendengar ucapan Malika.
"Dengarkan Tante, ya?" Tante Cantika memegang tangan Malika dan menatapnya dengan lembut.
"Mama Aisyah bukanlah monster. Dia adalah orang yang sudah berjuang mengandung dan melahirkan Kak Malika, Adzam, dan adik Alkhaf. Semua itu butuh perjuangan dan mempertaruhkan nyawa. Jadi, tidak mungkin Mama Aisyah membunuh adik Alkhaf," jelas Tante Cantika. "Hanya orang jahat yang akan melakukan hal itu. Sedangkan Mama Aisyah adalah orang baik, sama seperti Kak Malika."
"Yang jahat itu pengasuh kamu," celetuk Rain yang sejak tadi duduk di samping ibunya sambil mengajak main Rania yang ada di kursi anak.
"Maksud kamu kalau yang dikatakan oleh Tante Syifa semua itu adalah bohong?" tanya Malika.
"Sudah jelas dia bohong sama kamu. Agar kamu benci sama mama kamu sendiri. Gitu saja kamu tidak sadar. Mana ada seorang ibu yang selalu mati-matian menjaga dan mengurus anaknya, tega membunuhnya. Kecuali jika dia lemah iman dan mendengarkan bisikan setan!" jawab Rayyan kesal karena Malika bisa dibodohi.
"Tidak. Tante Syifa adalah orang baik. Mama, lah, yang jahat!" Malika pun berlari ke kamarnya.
Alex yang sejak tadi diam memerhatikan, hanya mengangkat bahu ketika sang istri menoleh kepadanya. Anak-anak dia sejak kecil sudah dilatih agar bisa membedakan mana orang yang tulus baik dan mana yang cuma modus. Didikannya ini sering dicemooh oleh Papa Andromeda karena melihat anak-anak Alex dipersiapkan untuk menjadi pasukan elit yang menguasai ilmu dan teknologi.
Karena tidak bisa membujuk Malika, akhirnya Cantika memutuskan untuk membawa Mama Aisyah ke Amerika untuk melakukan pengobatan. Dia tidak tega melihat istri sepupunya menjadi seperti ini.
Cantika meningkalkan pesan untuk Om dan Tantenya—orang tua Andromeda—kalau Mama Aisyah dibawa tanpa memberi tahu suami dan kedua anaknya. Biar mereka bisa merasakan bagaimana berartinya kehadiran seorang istri dan ibu.
Istri Alex juga meminta mertua Aisyah itu untuk mengawasi dan menyelidiki tentang pengasuh yang bernama Syifa. Sudah jelas kalau wanita itu sudah mencuci otak Malika agar membenci ibu kandungnya sendiri.
***
Adzam terus menangis karena ingin bertemu dengan mamanya. Bukan hanya anak laki-laki itu saja yang merasa kehilangan ibunya, Papa Andromeda juga sama. Dia berkeliling mencari sang istri. Dia mencari ke desa di mana mertuanya tinggal. Rumah kerabatnya, teman-temannya, dan kenal Mama Aisyah. Namun, tidak ada seorang pun yang tahu akan keberadaan Mama Aisyah.
Malika terkejut ketika melihat beberapa orang polisi datang ke rumah untuk menangkap Syifa. Dia dan Adzam sangat shock ketika melihat pengasuh mereka hendak kabur dan berhasil di cegah.
Sempat terjadi aksi perlawanan yang dilakukan oleh Syifa. Wanita itu juga melemparkan beberapa barang yang ada di dekatnya. Namun, pada akhirnya bisa diringkus dan di masukan ke dalam penjara.
Rupanya kedua orang tua Papa Andromeda melakukan pelaporan itu dan dengan bukti yang mereka punya. Mereka tahu niat buruk Syifa yang menjelma menjadi pengasuh baik, padahal punya niat busuk.
Setelah berputus asa mencari keberadaan Mama Aisyah, akhirnya Papa Andromeda diberi tahu keberadaan sang istri. Apalagi Adzam sampai jatuh sakit karena merindukan ibunya. Malika juga pada akhirnya merasa kehilangan sosok sang ibu.
***
Satu bab lagi, kenapa Malika bisa melupakan kejadian itu?
Sambil menunggu bab berikutnya baca karya aku ini. Kisahnya mengaduk emosi.
karna dia satu satunya pria yg menyentuhmu
lagian suami mu tidak bersalah
💪💪 update thorrr 😍😍
Di novel nya mama Reni
Ayok Malika bangkit cari orang yng menyebabkan Misha nggak ada , jangan2 Selina dan ibu mertua mu pelaku nya , atau Syifa sdh beraksi 😠😠😠
Duh koq bisa mereka keracunan