Dalam pernikahan yang terlihat indah dan romantis, Aisha Khalisa, seorang dokter muda yang cerdas dan cantik, merasa hidupnya hancur ketika mengetahui suaminya, Fajri Nadhir, seorang dosen tampan dan sukses, memiliki istri rahasia.
Di tengah kebohongan dan perselingkuhan, Aisha harus menghadapi kenyataan pahit dan memecahkan teka-teki yang menyelimuti kehidupan pernikahannya. Dengan kekuatan dan keberanian, Aisha berjuang untuk mengungkapkan kebenaran dan mempertahankan cintanya.
Namun, apakah Aisha dapat memaafkan Fajri dan menyelamatkan pernikahannya, ataukah dia harus memilih jalan yang berbeda? "Istri Kedua Suamiku" adalah kisah tentang cinta, kepercayaan, dan kekuatan seorang wanita dalam menghadapi kesulitan dan kekecewaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Nuraenii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Sesampai nya di Kampus tempat Fajri mengajar ,Resa langsung menghampiri Security yang bertugas untuk bertanya tentang Fajri.
"permisi pak, saya ingin bertanya sesuatu ,apa bapak kenal Dosen yang bernama Fajri ? ini foto nya" Tanya Resa seraya menunjukkan foto Fajri di ponsel nya.
"Maaf sebelum nya ,tapi ada perlu apa yah mbak?" ucap Security itu, mau bagaimana pun ia harus memastikan keperluan Resa kepada Fajri untuk menjaga keamanan dan juga privasi Fajri.
Resa diam sejenak, pikiran nya sedang kacau ,ia tak bisa mencari alasan dengan cepat.
"eh anu pak, saya punya anak , kuliah disini dan setau saya orang ini Dosen nya ,saya ingin bertanya apa anak saya sering masuk kelas atau tidakk ,makanya saya ingin bertemu dengan pak Fajri" ujar Resa beralasan sebisa nya.
"baiklah mbak kalau seperti itu ,mbak bisa kembali besok, pak Fajri sudah pulang , atau mbak mau nomor telepon nya?" jawab Security itu setelah mengetahui alasan Resa.
"oh baik pak, Tapi benar kan dia orang nya namanya Fajri ?" tanya Resa lagi.
"betul mbak" jawab Security itu, Setelah mendapat jawaban, agar Security itu tak curiga ,Resa menerima tawaran nomor telepon Fajri, dan benar saja itu nomor Fajri suaminya, Fajri menggunakan satu nomor untuk semua keperluan nya, Resa pun kembali dengan pikiran nya yang semrawut.
Bagaimana tidak ,kini sudah dipastikan bahwa Fajri suami nya ternyata merupakan suami Aisha, bahkan pekerjaan Fajri itu adalah sebuah kebohongan belaka.
Resa merasa dirinya di khianati, karena Fajri ternyata adalah seorang Dosen , bahkan ia terlihat hidup dengan penuh kebahagiaan dengan Aisha.
Mereka bahkan mempunyai dua mobil, Rumah yang mewah dan juga bisa belanja bulanan, berbeda dengan Fajri yang ia kenal ,yang hanya mengandalkan gaji seorang Security dan selalu meminjam mobil orang.
"Halo Johan, aku ada urusan mendadak, bisakah kamu menjaga Adinda untuk beberapa hari ? Maaf aku lancang seperti ini" Resa menghubungi Johan, ia tak bisa fokus merawat Adinda saat ini.
"Bukan kah suami mu yang Security itu tak mengizinkan? , dia bisa menjaga kalian kan?" sindir Johan, ia bukan nya tak ingin merawat Adinda hanya saja ia merasa kesal dengan Fajri yang sok hebat itu.
"Johan ! Bisa atau tidak? Kalau tak bisa aku tak memaksa !" Resa memutuskan sambungan telepon nya , Adinda hanya bisa melihat ibu nya yang terlihat garang itu.
Bahkan Driver yang sedang menyetir juga sudah tak berani bertanya apapun kepada Resa , ia sudah tahu kondisi Resa.
"Terimakasih Pak, maaf saya hanya ada uang segini " Resa memberi Driver itu uang bayaran melebihi yang tertera di aplikasi.
"mbak sudah lah, tadi mbak sudah membayar lebih, pakailah uang ini untuk hal lain, semoga mbak diberi kesabaran dan nasib baik kedepan nya ,jangan sungkan yah untuk meminta bantuan saya lagi" Driver itu merasa iba kepada Resa.
Resa bersyukur masih ada orang yang peduli dan baik kepadanya ,Driver itu pergi ,Resa pun membuka kunci Rumah nya, namun sebuah suara klakson mobil menghentikan nya.
"papa !" Adinda langsung mengenali mobil Johan ,Johan turun dari mobil nya lalu menggendong Adinda.
Resa masuk ke dalam Rumah, ia menyiapkan baju dan beberapa snack untuk Adinda.
"maaf Johan,tolonglah" ucap Resa.
"apa ada masalah?" tanya Johan ,ia sedikit khawatir saat melihat Resa dengan pandangan kosong nya.
"ada sedikit, setelah semuanya selesai,aku akan mengambil Adinda" ujar Resa.
"tenanglah dia anak ku ,selesaikan urusan mu saja " ucap Johan lalu mulai pergi membawa Adinda.
Resa masuk ke dalam Rumah nya, Rumah yang cukup besar hasil kerja keras nya dengan Fajri selama ini, mereka baru bisa membeli Rumah ini.
Dilihat nya foto - foto Resa dan Fajri yang dipenuhi kebahagiaan terpampang di dinding ruang tamu mereka.
Resa mengambil foto - foto dengan bingkai kaca itu, dan tanpa segan Resa membantingnya ke lantai dengan sekuat tenaga.
"biadab kamu mas !" Teriak Resa menggema di seluruh bagian dalam Rumah itu.
Ia menginjak - injak foto itu ,tak peduli walau kaki nya tertusuk pecahan kaca dan mulai berdarah.
..
"wah masakan mas lebih enak kali ini " Ucap Aisha , sepulang belanja tadi, keduanya menikmati makan malam hasil masakan Fajri tadi.
Berbeda dengan Resa yang tengah sengsara ,Aisha justru sedang merasakan kebahagiaan nya bersama dengan Fajri.
Keduanya sedang menikmati makanan enak , persedian mereka sudah terjamin sampai seminggu kedepan ,uang tabungan mereka cukup untuk membiayai kehidupan mereka.
Berbeda dengan Resa yang bahkan tak memiliki uang pegangan sedikit pun, selama ini Resa hanya mengandalkan Fajri.
..
"Kenapa belum tidur mas?" Aisha memeluk Fajri dengan erat,malam mulai larut, namun Fajri sedang merasa gelisah ia tak bisa tidur dengan tenang malam ini.
"tak apa sayang,mungkin mas kebanyakan makan tadi ,jadi gelisah" jawab Fajri.
"mas mau ?" Ucap Aisha seolah menantang Fajri.
"Nakal banget sih " Fajri langsung menutup tubuh keduanya dengan selimut, menimbulkan suara gelak tawa Aisha yang kegelian menggema di kamar mereka yang bernuansa romantis itu.
..
"Jangan tinggalkan salat, jangan kelewat makan siang, maaf hari ini mas tak bisa mengantar dan menjemput juga tak bisa menemani makan siang, rapat kali ini sangat penting sayang" ucap Fajri ,Keesokan hari nya Fajri dan Aisha saling berpamitan.
"tidak apa mas , mas juga yah jangan melewatkan semua kewajiban mas" jawab Aisha menanggapi.
Hari ini keduanya memakai mobil masing - masing untuk berangkat, Fajri beralasan akan menghadiri rapat Dosen yang sangat penting.
Namun niat Fajri sebenar nya ,hari ini ia tak ada kelas , Fajri mempunyai uang lebih ia akan mengajak Resa dan Adinda berbelanja dan jalan - jalan.
Sudah sangat lama sejak Fajri membawa Resa dan Adinda pergi keluar, ia akan mencari supermarket dan Mall yang jauh dari area ini agar tak bertemu orang yang mereka kenal.
Fajri tersenyum sepanjang jalan, membayangkan betapa akan bahagianya Resa dan Adinda ketika di ajak pergi keluar nanti.
Fajri berhenti tepat di depan Rumah nya, ia membunyikan klakson mobil nya , namun tak ada respon sama sekali.
"apa Resa sedang keluar?" ujar Fajri ,ia turun dari mobil nya.
"ceroboh sekali" keluh Fajri saat menyadari gerbang Rumah nya tak di gembok.
Fajri membuka gerbang itu, lalu memasukan mobil nya, setelah mobil terparkir ,Fajri mengetuk pintu , Resa pasti ada di dalam pikir nya.
Karena Resa selalu mengirim pesan jika pergi keluar, Namun pintu itu terbuka saat Fajri mengetuk pintu nya.
"Astaghfirullah ! Resa ? Adinda ?" Fajri sungguh terkejut saat melihat kondisi Rumah yang berantakan.
Foto - foto nya di dinding Rumah sudah berada di lantai dalam keadaan pecah, Ruang tamu menjadi sangat berantakan, Fajri juga melihat bercak - bercak darah di lantai.
Fajri berpikiran Rumah nya kemalingan, ia segera berlari mencari Resa dan Adinda.