NovelToon NovelToon
DEWA PEDANG TANPA TANDING

DEWA PEDANG TANPA TANDING

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:89.9k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.

Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.

Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 — Satu Serangan, Satu Nyawa

Su Dong Fang menyandarkan tubuhnya dengan santai di kursi tribun, seolah pertandingan di hadapannya tidak lebih dari hiburan kecil.

“Benar-benar di luar dugaanku,” katanya sambil tersenyum tipis. “Aku tidak menyangka kau bisa bertahan sampai sejauh ini. Sepertinya rumor yang menyebutmu sampah memang sedikit berlebihan.”

“Tidak. Rumor itu tidak salah.”

Suara berat tiba-tiba terdengar dari arena.

Su Kuang melangkah naik dengan tatapan tajam tertuju pada Su Yun. Tubuhnya tinggi dan kekar, sementara aura Alam Roh Sejati yang mengelilinginya terasa jauh lebih ganas dibandingkan Tian Yuan.

Setiap langkahnya seakan membawa tekanan berat.

Beberapa murid yang duduk dekat arena bahkan tanpa sadar menahan napas.

“Su Kuang!”

“Habisi dia!”

“Satu lagi kemenangan untuk Su Kuang!”

Sorakan bergema dari berbagai sisi.

Nama Su Kuang sudah lama dikenal di wilayah dalam. Sejak kecil, kekuatan fisiknya jauh melampaui orang seusianya. Setelah memasuki Alam Roh Sejati, keunggulan itu semakin menonjol.

Tidak heran hampir semua orang menjagokannya.

“Su Yun memang sudah membuktikan dirinya kuat, tapi Su Kuang berbeda.”

“Benar. Tian Yuan terlalu meremehkan lawan. Su Kuang tidak akan melakukan kesalahan yang sama.”

“Kalau Su Yun masih bisa menang kali ini, barulah aku benar-benar percaya dia monster.”

Di antara penonton, Qian Ge mengamati Su Kuang dengan serius.

“Langkah Harimau,” gumamnya.

Pemuda berambut panjang di sampingnya mengangguk. “Teknik wilayah dalam yang memperkuat daya ledak tubuh melalui sirkulasi energi spiritual. Bahkan sebelum pertandingan dimulai, Su Kuang sudah menggunakannya.”

Qian Ge tidak menjawab.

Tatapannya justru berpindah kepada Su Yun.

Ia ingin melihat bagaimana pemuda itu menghadapi lawan yang lebih berhati-hati dan jauh lebih ganas daripada Tian Yuan.

Di sudut lain, Su Gui Mu juga memperhatikan arena dengan ekspresi rumit.

Dulu ia mengira Su Yun hanya mengandalkan seseorang di belakangnya. Namun setelah melihat perjalanan pemuda itu selama turnamen, keyakinannya mulai goyah.

“Kalau bertemu dengannya setelah ini, jangan cari masalah,” katanya kepada beberapa junior di belakangnya.

Salah seorang langsung mengangguk.

“Lebih baik begitu. Orang seperti dia tidak akan berhenti di wilayah luar.”

Lonceng pertandingan berbunyi.

Keributan perlahan mereda.

Juri berdiri di antara kedua peserta, lalu mengangkat tangan.

“Bersiap.”

Su Yun menatap lawannya tanpa ekspresi.

Su Kuang menurunkan tubuh sedikit. Aura di sekelilingnya terus meningkat, membuat udara di arena terasa semakin berat.

“Mulai!”

Su Kuang langsung bergerak.

Tubuh besarnya melesat dengan kecepatan yang sama sekali tidak sesuai dengan penampilannya. Dalam sekejap, ia sudah berada di depan Su Yun.

Su Yun menggeser tubuh dan menghindari pukulan pertama.

Namun Su Kuang tidak memberinya kesempatan bernapas.

Energi spiritual berkumpul di jemarinya lalu membentuk lima bilah tipis menyerupai cakar.

Beberapa penonton langsung mengenalinya.

“Energi spiritual keluar dari tubuh!”

Kemampuan seperti itu tidak mudah dilakukan bahkan oleh kultivator Alam Roh Sejati. Dibutuhkan kendali energi yang sangat baik untuk mempertahankan bentuknya di luar tubuh.

Cakar spiritual menyapu dada Su Yun.

Ia mundur cepat.

Ujung serangan hanya mengenai pakaiannya, meninggalkan sobekan panjang tanpa melukai kulit.

Su Kuang segera mengejar.

Kali ini Su Yun tidak terus menghindar. Ia menghentakkan kaki dan mengirim tendangan ke arah kepala lawan.

Su Kuang justru tersenyum.

Kalung di lehernya tiba-tiba memancarkan cahaya kuning.

Lapisan pelindung muncul di sekitar kepala.

Tendangan Su Yun menghantamnya dengan keras, tetapi rasanya seperti menendang lempengan besi.

Su Kuang bahkan tidak bergeser.

Xin Yue yang menonton dari luar arena langsung mengerutkan kening.

“Dia memakai artefak pelindung?”

Tidak ada aturan yang melarangnya.

Namun murid wilayah luar hampir tidak mungkin memiliki perlengkapan seperti itu.

Su Kuang sendiri tidak hanya mengenakan satu artefak. Pelindung di lengan dan kakinya juga memancarkan fluktuasi energi spiritual samar.

Perbedaan sumber daya antara wilayah dalam dan wilayah luar terlihat jelas.

Su Yun terdorong ke belakang.

Punggungnya hampir menyentuh penghalang arena ketika Su Kuang membuka mulut dan mengeluarkan raungan keras.

Gelombang suara bercampur energi spiritual menyapu seluruh arena.

Su Yun tidak sempat menghindar.

Kepalanya langsung terasa berat, telinganya berdenging, dan keseimbangan tubuhnya terganggu.

Sorakan meledak dari tribun.

“Bagus!”

“Habisi dia!”

Su Dong Fang tersenyum semakin lebar.

Dari awal pertandingan, Su Kuang hampir selalu memegang kendali.

Setiap kali Su Yun menghindar, ia mengejar. Ketika Su Yun mencoba melawan, artefak pelindungnya menahan serangan. Jika jarak terbuka, teknik gelombang suara kembali digunakan untuk mengganggu kesadaran lawan.

Qian Ge menghela napas perlahan.

“Situasinya buruk.”

Junior di sampingnya mengangguk. “Su Kuang jelas lebih siap daripada Tian Yuan.”

Qian Ge masih belum mengalihkan pandangan.

Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu yang aneh.

Su Yun memang terdesak. Namun matanya terlalu tenang.

Di arena, Su Kuang kembali menerjang.

Cakar spiritual muncul di kedua tangannya. Kali ini sasarannya bukan bahu atau perut.

Melainkan jantung.

Beberapa penonton yang lebih berpengalaman langsung menyadari niatnya.

Su Kuang ingin membunuh.

Juri belum menghentikan pertandingan karena Su Yun masih mampu berdiri. Dalam pertarungan seperti ini, selama tidak ada pelanggaran yang jelas sebelum serangan mengenai sasaran, keputusan sering kali terlambat diambil.

Su Kuang tahu itu.

Ia juga tahu Su Dong Fang tidak ingin Su Yun meninggalkan arena dalam keadaan hidup.

Kalau pemuda itu mati dalam pertandingan, semuanya bisa disebut kecelakaan. Dan dirinya akan mendapatkan lebih banyak keuntungan dari Su Dong Fang.

Cakar spiritual melesat menuju dada Su Yun.

Namun tepat ketika jaraknya tinggal beberapa langkah, Su Kuang tiba-tiba membeku.

Tubuhnya kehilangan ritme.

Untuk pertama kalinya sejak pertandingan dimulai, ketenangan di wajah Su Yun menghilang.

Sepasang matanya berubah gelap dan dingin.

Tatapan itu membuat dada Su Kuang terasa sesak. Seolah-olah yang berdiri di depannya bukan lagi pemuda Alam Murid Roh tahap kedelapan, melainkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Teknik Iblis Tersembunyi.

Sebuah teknik yang tidak bergantung pada gerakan besar ataupun formasi mencolok. Kekuatan sesungguhnya terletak pada tekanan jiwa dan niat membunuh yang dilepaskan pada saat paling tepat.

Dalam kehidupan sebelumnya, Su Yun pernah bersentuhan dengan jalan iblis.

Ia tahu bagaimana rasa takut dapat menghancurkan fokus seseorang hanya dalam sepersekian detik.

Dan sejak awal—

itulah yang ia tunggu.

Semua kemunduran.

Semua penghindaran.

Bahkan kesan bahwa dirinya benar-benar terdesak.

Semuanya hanya untuk membuat Su Kuang yakin bahwa kemenangan sudah berada di tangannya.

Ketika seseorang merasa dirinya adalah pemburu, kewaspadaannya terhadap mangsa akan menurun.

Su Kuang baru menyadari jebakan itu ketika tubuhnya sudah terlambat bereaksi.

Su Yun bergerak.

Satu langkah membawa dirinya ke depan.

Tangannya mencengkeram leher Su Kuang, sementara energi spiritual yang selama ini ditahan di dalam tubuh meledak sekaligus.

Wajah Su Kuang berubah.

Ia mencoba bergerak, tetapi tekanan jiwa tadi masih membuat pikirannya tersendat.

Su Yun menariknya mendekat.

Tidak ada keraguan di matanya.

Su Dong Fang yang berada di tribun tiba-tiba berdiri.

Wajahnya berubah drastis.

“Su Yun! Berani sekali kau!”

Terlambat.

Su Yun mengumpulkan seluruh kekuatannya ke satu tangan.

Energi spiritual memadat.

Kemudian pukulannya dilepaskan.

Ledakan keras mengguncang arena.

Tubuh Su Kuang berhenti bergerak.

Beberapa tetes darah jatuh ke lantai batu sebelum tubuhnya perlahan roboh.

Juri terdiam.

Begitu pula seluruh penonton.

Beberapa saat sebelumnya, hampir semua orang yakin Su Kuang akan memenangkan pertandingan.

Sekarang pria itu tergeletak tanpa kehidupan di kaki Su Yun.

Su Yun berdiri diam di tengah arena.

Napasnya berat, pakaiannya robek di beberapa tempat, tetapi tatapannya tetap dingin.

Sejak awal Su Kuang berniat membunuhnya.

Maka Su Yun tidak melihat alasan untuk menunjukkan belas kasihan.

Di tribun, wajah Su Dong Fang tidak lagi menyisakan sedikit pun senyum.

Untuk pertama kalinya—

ia menyadari bahwa pertandingan yang sengaja ia atur mungkin telah menciptakan masalah yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.

......................

Bersambung...

1
Okta Oktafianto
keren
Otna Forever: mksh bosku 🙏
total 1 replies
Okta Oktafianto
alurnya kerennnn
Otna Forever: mksh bosku 🙏 jangan lupa baca karyaku yang lain PENGUASA DEWA NAGA
total 1 replies
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
🤣🤣malah di peras Nasib sial murid dalam👍🤣🤣
Eko🍤
mantap Thor lanjut 👍👍
Widianto Dalang
alur terlalu lambat. ud bab 100 lebih, masih seputar keluarga saja. blm ada peningkatan sama sekali
Eko🍤
apakah akan terjadi bentrok🤣🤣👍
will
wah stres gk tuh su yun? 😁👍
Nusra Perdana
tahap ke 6, tahap ke 7..?? namanya apa cok😡😡
Nusra Perdana
tahap ke enam apa..?? emang gak ada namanya Thor
Nusra Perdana
nyebutin kekuatan mereka kok hanya tingkat 5, tingkat 6,8 10..apa gak ada nama ranahnya..?
Nusra Perdana
awal yg bagus..coba kita baca terus😄
Eko🍤
bagus lariiii terus🤣🤣👍
Eko🍤
julukan sampah nya melekat terus 🤣🤣
Eko🍤
hehehehe...salah pilih lawan.. bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko🍤
hahahahaha...waktu nya panen 🤣👍🤣
Eko🍤
bagus bantaaaaaaaiiiiii semua
Casver Mentawai
ntah kapan mc nya naik level dah diatas seratus bab nya masih stagnan di pevel enam 🤣🤣🤣 nggak nyambung jga dari bab ke bab lainnya 🤣🤣🤣
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Muh Nasrun
Tambah ga menarik ceritanya, baru tahap awal sdh spt ujian ahli itngkat tinggi, hyperbola sekali ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!