NovelToon NovelToon
Salah Balas Dendam

Salah Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Dea, alias Althea Twina Darmawan, tumbuh sebagai anak angkat yang kehilangan kasih sayang setelah ibu angkatnya melahirkan anak kandung. Terbiasa disalahkan, ia memilih mengabdikan hidupnya sebagai dokter.

Namun, hidupnya berubah ketika Linjaryani, calon istri Elden Zarreti, seorang tuan tanah kaya raya yang dingin dan berkuasa, meninggal secara misterius. Dea dijadikan kambing hitam, sementara Elden, dibutakan dendam, menghukumnya tanpa mencari kebenaran.

Pernikahan paksa dan perlakuan kejam Elden meninggalkan luka mendalam dalam diri Dea. Ketika bukti baru mengungkap pengkhianatan di balik kematian Linjaryani, Elden menyadari kesalahannya.

Mampukah ia menebus kehancuran yang diciptakannya, atau kebencian Dea telah menutup pintu maaf selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31. Maaf yang Terlambat

Elden masih berdiri di tempat yang sama setelah Dea menghilang di balik pintu rumah sakit.

Ada begitu banyak hal yang ingin disampaikannya, tetapi kesempatan itu kembali terlepas dari tangannya. Perempuan yang pernah menjadi istrinya itu bahkan tidak sanggup berdiri tenang di saat ia hadir di hadapannya.

Elden menunduk, menatap flashdisk kecil yang sejak tadi digenggam dengan erat.

Benda itu berisi rekaman CCTV yang berhasil dipulihkan oleh orang-orang yang ia bayar. Rekaman yang mungkin bisa membantu mengungkap kebenaran di balik kematian Linjaryani.

Ia datang ke sini sepagi ini untuk menyerahkan langsung kepada Dea. Namun, melihat ketakutan di mata perempuan itu membuat semua terasa lebih sulit.

Ia begitu sadar atas sikapnya beberapa bulan yang lalu telah menghancurkan rasa aman Dea. Meski demikian, Elden tidak ingin pergi begitu saja tanpa menyerahkan barang bukti tersebut.

Ia kembali mencoba mengejar dengan perlahan, dan beruntung Dea belum terlalu jauh. Perempuan itu sedang berdiri di dekat area pelayanan, seolah berusaha mengumpulkan kembali ketenangan yang sempat hilang.

“Dea,” panggilnya pelan.

Langkah Dea langsung terhenti, tubuhnya kembali membeku. Bahu perempuan itu menegang. Jemarinya mencengkeram tali tas, sementara tatapannya perlahan beralih kepada Elden.

Elden memilih untuk tidak mengambil posisi terlalu dekat. Ia mengangkat flashdisk di tangannya.

“Sebenarnya aku ke sini karena membawa sesuatu untukmu. Ini rekaman CCTV yang berhasil dipulihkan. Kamu bisa memeriksanya sendiri.”

Dea hanya menatapnya tanpa berkata-kata.

Elden akhirnya melangkah ke brankar yang sedang disiagakan di dekat mereka. Ia meletakkan flashdisk itu di atasnya, lalu mundur agar tidak membuat Dea merasa terdesak.

“Kamu bisa mengeceknya sendiri,” katanya lirih.

Namun, Dea tetap tidak bergerak.

Wajahnya datar, matanya terbuka tanpa berkedip. Seluruh perhatiannya tertahan pada sosok lelaki yang masih berdiri di hadapannya.

Elden merasakan dadanya semakin sesak. “Dea, aku tahu aku tidak pantas meminta apa pun darimu.”

Perlahan, ia menekuk kedua lututnya hingga berlutut di hadapan perempuan itu. Kedua tangannya ditangkupkan di depan dada, sementara kepalanya tertunduk.

“Aku sangat berdosa kepadamu. Aku minta maaf atas segala kebejatan yang telah aku lakukan padamu.”

Suaranya terdengar rendah dan bergetar.

“Aku sudah menyakitimu, merendahkanmu, dan membuatmu kehilangan kendali diri setiap melihatku. Aku tidak punya alasan untuk membela diri lagi.”

Elden mengangkat wajahnya. Matanya memerah, tetapi Dea tetap diam.

“Aku tahu permintaan maaf ini tidak akan mampu menghapus apa pun yang telah terjadi. Aku juga tidak berhak memintamu memaafkanku.” Ia menarik napas yang terasa berat.

“Aku benar-benar menyesal, Dea.”

Keheningan menyelimuti mereka.

Tidak ada jawaban. Tidak ada kemarahan ataupun tangisan.

Dea hanya berdiri mematung dengan wajah datar dan tatapan yang tak berkedip sama sekali.

Elden mulai memahami bahwa diamnya Dea bukan berarti perempuan itu menerima permintaan maafnya. Bisa jadi, kehadirannya saja sudah terlalu menyiksa bagi perempuan yang pernah ia lukai.

Perlahan, Elden bangkit. “Baiklah. Aku akan pergi,” ucapnya lirih. “Kamu tidak perlu menjawab apa pun.”

Ia mundur beberapa langkah sebelum berbalik. Kali ini, ia tidak mencoba menghentikan Dea ataupun menunggu perempuan itu memanggilnya.

Namun, perutnya kembali terasa tak nyaman. Ia belum sempat sarapan. Biasanya, untuk mengendalikan rasa mual, ia berusaha sarapan sepagi mungkin. Namun hari ini, karena terlalu bersemangat ingin menyerahkan barang bukti itu, ia sampai lupa kalau tiap pagi dia punya rutinitas mual setiap pagi.

Ia juga lupa, Dea begitu ketakutan melihat wajahnya. Dan terasa, gas mulai naik dari lambung merambat ke tenggorokan dan wajah Elden memutih seketika.

"Maaf, toilet di mana?" tanya Elden.

Dea memutar kepala bagai robot, tangannya bergerak kaku menunjuk ke arah toilet.

Dengan cepat, Elden berlari menuju toilet dan terdengar suara yang begitu keras dan terdengar langsung oleh Dea.

Perempuan itu mengernyit. "Sebenarnya dia sakit apa? Kenapa tak sembuh-sembuh juga?"

Lalu tatapannya beralih pada brangkar. Perlahan dia mengintip ke arah toilet. Suara Elden masih terdengar memuntahkan banyak hal.

Dea bergerak perlahan menuju benda kecil yang diletakkan Elden. Ia mengulurkan tangan dengan jemari gemetar, lalu mengambil flashdisk tersebut.

"Saudara kenapa?"

Terdengar suara dari arah toilet membuat Dea dengan cepat menyimpan flasdisk yang ditaruh Elden tadi. Ternya terlihat dua pria sedang keluar dari toilet dan kini berdiri di depan pintu toilet.

"Saya kurang tahu, Pak. Akhir-akhir ini saya selalu mual setiap pagi. Dan anehnya, saya suka makan makanan yang asem-asem gitu untuk meredakan mualnya." Elden mengusap perutnya, wajahnya masih terlihat pucat.

Pria paruh baya yang berada di dekat Elden tertawa penuh makna. Dea mendengar obrolan dua pria itu dengan sangat jelas.

"Apa istrimu sedang hamil?" tanya pria paruh baya.

Elden refleks menatap Dea. Dea terbelalak mendengar pertanyaan yang dilontarkan kepada Elden. Tangannya refleks terangkat memegang perutnya.

Elden menyadari gerakan Dea yang memegang perut itu.

Bersambung.

1
Mia Camelia
lanjut thor😁
MomyWa
udah aku kasih thor ttp smngay
Safira Aurora
ellea ttp lah membuat elden pusing 😂
Aku Rajin Membaca: karena kepusingan elden adalah hiburan buat kita 🤭
total 1 replies
Safira Aurora
oke, nanti aku tontonin
Safira Aurora
dipikir2 dulu yah
MomyWa
pusing kan elden, mau bersama dia aja terasa sulit
Aku Rajin Membaca
walah, syukurlaaah
Aku Rajin Membaca
hmmmm gimana ni aksi anak buah alvara
Sri Widiyarti
dah dkasih vote semangat up-nya...
Aku Rajin Membaca
nah loh, gak bisa mereka
Dini Anggraini
Kakak tolong jangan buat pembaca bingung dea bilang dea bila alvara bilang alvara jadi bisa di bedakan kenapa dea gak langsung di ajak alvara kembali ke rumahnya ya takutnya Stella nanti operasi plastik wajahnya semirip mungkin dea dan ngaku2 anak orang kaya kembaran alvara q gak suka kak kasihan dari kecil dea sudah menderita sejak ortu angkatnya punya anak kandung dea di telantarkan. 😡
SoVay: maksudnya kak? 🤣
total 1 replies
Esther
Ayo Elden selamatkan Dea.
Ingat Dea sedang mengandung anakmu
mery harwati
Alvara tidak menyediakan bodyguard bayangan bwt saudara kembarnya kah?
Aneh klo tidak dipantau & dilindungi bodyguard bayangan keluarga, ceroboh !!
Aku Rajin Membaca: harusnya biarin authornya dulu, kan suka2 author mau nulis
total 1 replies
Esther
Ternyata Stella keponakan Josep.
Dan Josep berusaha melindungi Stella.
Yang pasti...kali ini Dea tidak akan tinggal diam.
Esther
lho lho....mencurigakan nih direktur Josep.
Jangan2 ada main dia dengan Stella
MomyWa
kalau bagian ini kangen sama naga dan bonar eta teh 🤣
Safira Aurora
buruan up lg
Safira Aurora
berhasil marathon aku thor
Aidil Kenzie Zie
nggak sadar juga si jalang 😡😡😡😡
Haryanti10
dikit amat sih thor KLO up,☹️☹️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!