Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.
Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.
Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.
Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.
Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.
Dan Putra Mahkota yang membuangnya?
Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 — Tabib yang Menipu Tuan Muda
Mu Shen telah memikirkan satu hal selama empat hari penuh.
Rahasia mengenai tubuhnya bahkan tidak diketahui oleh kakeknya sendiri. Namun Yun Luofeng dapat mengetahui masalah itu hanya dengan sekali melihat.
Semakin dipikirkan, semakin dia yakin bahwa gadis yang selama ini dianggap sampah oleh seluruh Kota Kekaisaran sebenarnya menyembunyikan sesuatu.
Saat Yun Luofeng berjalan memasuki halaman depan, Mu Shen langsung terpaku.
Cahaya matahari jatuh di atas pakaian putihnya, menegaskan wajah cantik yang dahulu sudah dikenal banyak orang. Namun sekarang, ada sesuatu yang berbeda.
Bukan wajahnya.
Melainkan auranya.
Gadis yang dulu selalu mengejar Gao Ling dengan menyedihkan kini berjalan dengan penuh keyakinan, seolah tidak ada seorang pun di dunia yang pantas membuatnya menundukkan kepala.
Untuk pertama kalinya, Mu Shen bahkan merasa kakaknya, Mu Wushuang, mungkin suatu hari akan kalah dibandingkan perempuan di depannya.
“Yun Luofeng…”
Nada suaranya terdengar canggung.
Yun Luofeng berhenti beberapa langkah darinya.
“Ada apa?”
Mu Shen menggertakkan gigi sebelum akhirnya bertanya, “Bagaimana kau tahu… aku memiliki masalah dalam hal itu?”
Yun Luofeng tersenyum tipis.
“Kalau kau sudah datang kemari, bukankah berarti kau sudah mengetahui jawabannya?”
Bruk!
Tanpa diduga, Mu Shen langsung berlutut.
“Tabib Agung, selamatkan aku!”
Qingyan yang berdiri di belakang Yun Luofeng hampir menjatuhkan rahangnya.
Beberapa hari lalu, pria ini masih menghina nona mereka di jalan. Sekarang dia malah berlutut sambil memohon pertolongan.
Yun Luofeng mengangkat alis.
“Bukankah kau mengatakan aku sampah?”
“Waktu itu aku buta!”
Mu Shen sama sekali tidak memedulikan harga dirinya.
“Tabib Agung, selama kau bisa menyembuhkanku, aku tidak akan pernah menyinggungmu lagi. Bahkan kalau perlu, aku akan mengikuti semua perkataanmu.”
“Aku tidak membutuhkan pengikut.”
Yun Luofeng menghela napas panjang, seakan menghadapi masalah yang sangat berat.
“Lagipula, mengobati penyakit membutuhkan biaya. Harga tanaman obat akhir-akhir ini sangat mahal, sedangkan Kediaman Jenderal miskin. Aku ingin menolongmu pun tidak memiliki kemampuan.”
Mata Mu Shen langsung berbinar.
“Uang bukan masalah!”
Inilah kalimat yang ditunggu Yun Luofeng.
Dia tetap mempertahankan ekspresi tenang.
“Karena kau cukup tulus, aku hanya akan mengambil biaya dasar.”
Mu Shen menunggu dengan penuh harap.
“Lima puluh juta tael.”
“Apa?”
Mu Shen nyaris terjatuh.
“Lima puluh juta?”
“Penyakitmu bukan penyakit biasa.”
Yun Luofeng menatapnya dengan serius.
“Itu hanya biaya tanaman obat. Aku bahkan belum menghitung jarum perak maupun biaya pengobatanku.”
Mu Shen menelan ludah.
“Kalau bukan karena kebetulan aku merasa kau masih bisa diselamatkan, bahkan seratus juta tael pun belum tentu membuatku mau mengobatimu.”
Ekspresi Mu Shen perlahan berubah.
Jadi begitu.
Ternyata penyakitnya memang sangat sulit disembuhkan.
Di dalam ruang Kitab Dewa Medis, Xiao Mo sampai memutar mata.
Menurut pengetahuan Yun Luofeng, masalah Mu Shen bahkan termasuk penyakit ringan. Bahan obat yang dibutuhkan tidak akan mencapai sepuluh ribu tael.
Namun sekarang dia meminta lima puluh juta dan masih berhasil membuat pasien merasa beruntung.
“Nona benar-benar…”
Xiao Mo tidak tahu harus memujinya atau merasa kasihan kepada Mu Shen.
“Tabib Agung,” kata Mu Shen dengan wajah malu, “lima juta bisa kuberikan sekarang. Tapi sisanya… bisakah aku diberi waktu?”
“Bisa.”
Yun Luofeng mengangguk.
“Aku mulai mengobatimu setelah seluruh biaya terkumpul. Satu hal lagi, jangan pernah memberi tahu siapa pun bahwa aku memiliki kemampuan medis.”
Mu Shen segera mengangguk.
“Aku mengerti!”
“Kalau rahasia ini tersebar, jangan pernah datang kepadaku lagi, bahkan jika suatu hari kau terkena penyakit yang lebih parah.”
Ucapan itu justru membuat Mu Shen semakin terharu.
Dia merasa Yun Luofeng pasti seorang tabib hebat yang sengaja menyembunyikan kemampuan karena tidak suka kerepotan.
“Pantas selama ini semua orang salah memahami Tabib Agung!”
Dia tersenyum menjilat.
“Aku sudah tahu sejak awal bahwa kau bukan sampah. Kau pasti sengaja menyembunyikan kemampuan!”
Yun Luofeng hampir tertawa.
“Pergilah. Lima juta tael harus sampai sebelum waktunya habis.”
Mu Shen langsung berlari keluar tanpa berani membuang waktu.
Setelah sosoknya menghilang, Yun Luofeng mengusap dagu.
“Ternyata tabib memang mudah menghasilkan uang.”
“Lebih tepatnya Nona terlalu pandai menipu,” sahut Xiao Mo.
“Bahan pengobatannya bahkan tidak sampai sepuluh ribu tael. Nona meminta lima puluh juta, tetapi orang itu masih berterima kasih.”
Yun Luofeng tersenyum santai.
“Dia anggota Klan Mu. Kalau bukan mereka yang kutipu, siapa lagi?”
Selain memperoleh uang untuk pengobatan, dia juga sedang mengambil kembali sedikit demi sedikit utang Klan Mu kepada keluarganya.
“Sekarang aku harus menyelesaikan rendaman terakhir.”
Tatapannya berubah tajam.
“Setelah hari ini, aku akhirnya bisa mulai berkultivasi.”
Rendaman kelima jauh lebih menyakitkan daripada empat hari sebelumnya.
Di dalam bak kayu, wajah Yun Luofeng telah kehilangan warna. Kedua tangannya mencengkeram sisi bak sementara rasa sakit seperti ribuan jarum menembus seluruh tubuhnya.
Dia tidak tahu berapa kali hampir kehilangan kesadaran.
Namun dia tetap bertahan.
Cairan obat yang awalnya hijau perlahan berubah menjadi hitam pekat.
“Nona, sedikit lagi!”
Suara Xiao Mo terdengar di benaknya.
Yun Luofeng menggertakkan gigi.
Dia sudah datang sejauh ini.
Tidak mungkin berhenti pada langkah terakhir.
Beberapa waktu kemudian, rasa sakit yang menyiksa tubuhnya mendadak mereda.
Yun Luofeng membuka mata.
Udara keruh keluar perlahan dari bibirnya.
“Nona, berhasil!”
Xiao Mo hampir berteriak kegirangan.
“Sekarang Nona sudah menjadi kultivator tingkat awal lapisan rendah! Mulai hari ini, tidak ada lagi yang bisa mengatakan Nona tidak mampu berkultivasi!”
Yun Luofeng mengepalkan tangannya.
Energi spiritual benar-benar mengalir di dalam tubuh.
Lemah.
Namun nyata.
Ini hanyalah langkah pertama.
“Sayangnya kita belum memiliki tanaman spiritual,” lanjut Xiao Mo. “Kalau rumput yang Nona dapatkan dari Paviliun Medis ditanam di ruang Kitab Dewa Medis, efeknya nanti jauh lebih baik.”
Yun Luofeng hendak menjawab ketika suara Xiao Mo tiba-tiba berubah.
“Nona, ada seseorang!”
Tatapan Yun Luofeng menajam.
Dia segera mengambil jubah dan mengenakannya sebelum melangkah keluar dari bak.
“Siapa di sana?”
Dari balik penyekat ruangan, sesosok pria berpakaian hitam perlahan muncul.
Yun Luofeng langsung mengenalinya.
Pria misterius yang jatuh menimpanya di gang beberapa hari lalu.
Wajah tampan itu tetap sedingin es, sementara mata hitamnya menatap Yun Luofeng tanpa berkedip.
“Kenapa kau datang ke sini?”
Pria itu mengangkat tangan.
Sebuah giok tergantung di jarinya.
Pada permukaannya terukir satu karakter.
Yun.
Yun Luofeng tersentak kecil.
Dia memang kehilangan giok miliknya beberapa hari lalu dan tidak pernah menemukannya.
“Kau menjatuhkan ini.”
Yun Luofeng mengambilnya.
“Terima kasih. Sekarang kau boleh pergi.”
Pria itu tidak bergerak.
Yun Luofeng mengerutkan kening.
“Ada urusan lain?”
Bibir pria itu bergerak sedikit.
“Kau menyelamatkanku.”
“Benar.”
“Kau juga sudah melihat wajahku.”
“Lalu?”
Untuk pertama kalinya, ekspresi pria yang sejak tadi sedingin es terlihat sedikit canggung.
“Bertanggung jawablah.”
Yun Luofeng menatapnya seolah tidak yakin dengan apa yang baru didengarnya.
Pada saat bersamaan, Xiao Mo langsung heboh.
“Nona! Terima saja! Tubuh Spiritualnya sangat berguna bagi kultivasi Nona!”
“Diam!”
Yun Luofeng membentak dalam hati sebelum kembali menatap pria tersebut.
“Aku hanya menyelamatkan hidupmu dan kebetulan melihat wajahmu. Kenapa aku harus bertanggung jawab?”
Pria itu terdiam cukup lama.
“Aku tidak tahu.”
Tatapan gelapnya tetap tertuju pada Yun Luofeng.
“Aku hanya merasa… berada di dekatmu membuatku nyaman.”
......................
Bersambung...