Janitra Widari Pramudya memutuskan kembali ke Tanah Air. Sebelumnya, ia tinggal di luar negeri selama lima tahun karena melanjutkan kuliah. Orang tuanya telah meninggal dunia sejak enam tahun yang lalu karena kecelakaan.
Janitra akhirnya menerima perjodohan dari Keluarga Syailendra sesuai wasiat mendiang kakeknya. Janitra baru mengetahui ternyata dirinya dijodohkan dengan Kresna Maharaja Syailendra sejak lama. Bagi Janitra, Kresna adalah cinta pertamanya.
Aku mencintainya sederas hujan. Namun, dia memilih untuk membangun tembok setinggi langit~Janitra.
Jangan pernah melangkah jauh menembus batasan yang sudah aku terapkan karena itu percuma saja. Kita menikah bukan karena cinta. Hanya sebatas utang budi keluarga. Aku harap kamu tidak pikun~Kresna.
Simak kisah mereka.💋💋
Mohon dukungannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Mapak Kehamilan
Janitra menyerah.
Ia akhirnya menelan suapan makan malam dari tangan suaminya hingga menyisakan sedikit.
"Saya udah kenyang," ucap Janitra ingin menyudahi.
"Tinggal dua sendok lagi. Ayo aaa lagi," bujuk Kresna yang tanpa sadar gayanya seperti emak-emak merayu anak kecil yang sedang susah makan agar lahap.
"Perut saya sudah penuh, Gusti. Saya takut muntah," tolak Janitra secara halus.
Faktanya, perut Janitra memang sudah cukup kekenyangan. Walaupun lama tak diisi makanan sehingga ketika tercukupi sudah terasa penuh.
"Baiklah, aku tak memaksa lagi. Ayo minum dulu obatnya," ucap Kresna seraya memberikan segelas air putih dan vitamin dari dokter.
Janitra pun menerimanya. Lalu, ia meminum semua obat tersebut dengan baik.
"Terima kasih," ucap Janitra.
Beberapa menit keduanya terdiam. Suasana kamar yang awalnya cukup riuh mendadak hening. Kresna terdengar menghela nafas beratnya. Sedangkan Janitra sejak tadi terus menundukkan kepalanya di depan Kresna.
"Kelak jangan pernah sakit lagi apalagi melukai diri sendiri," ucap Kresna seketika memecah keheningan yang ada.
Perlahan Janitra mengangkat pandangannya. Ia menatap Kresna secara mendalam.
"Saat kamu sakit, ada orang lain yang jauh lebih sakit. Jadi, kamu harus selalu sehat agar dia tetap waras."
Deg...
Hati Janitra sontak berdegup cukup kencang. Namun, tatapannya intens terukur ke arah Kresna.
"Maksud Gusti?" tanya Janitra.
"Bukan apa-apa. Istirahatlah. Aku gak akan mengganggumu," jawab Kresna seraya berdiri dan berpamitan.
Janitra menatap punggung Kresna yang terlihat gagah. Namun entah mengapa hati kecilnya seakan mengatakan bahwa pria di depannya itu menyimpan luka dan kerapuhan.
Akan tetapi, Janitra tak tau luka apa itu? Rapuh yang bagaimana?
Sebab, selama ini Kresna selalu terlihat melakukan segala urusannya dengan tertib dan tak banyak mengeluh.
Saat tangan Kresna telah berada di gagang pintu, langkah kakinya mendadak berhenti.
"Maaf," ucap Kresna secara tiba-tiba tanpa membalikkan tubuhnya. "Maaf jika aku terlalu banyak melukaimu. Apapun yang terjadi, tetaplah bertahan di sisiku." sambungnya sebelum benar-benar pergi dari kamar Janitra.
☘️☘️
Keesokan harinya, pagi-pagi buta Kresna telah pergi ke luar kota untuk urusan bisnis yang sudah dijadwalkan sebelumnya.
"Piye, Nduk. Kata Kresna kamu lagi sakit. Apa perlu ibu bawa kamu opname ke rumah sakit?" tanya Bu Ayu seraya mengelus wajah dan rambut Janitra terlihat penuh kekhawatiran.
Saat ini Janitra sedang bersama Bu Ayu dan Kartika di meja makan untuk sarapan.
"Saya sudah sehat, Bu. Jangan khawatir lagi,"
"Gimana ibu gak khawatir? Kamu belum ada sebulan tinggal di Kasepuhan ini, tapi udah sakit begini."
"Lagi musim orang sakit, Bu. Jadi wajar kalau saya ikutan sakit," jawab Janitra seraya tersenyum berusaha menenangkan kecemasan ibu mertuanya itu.
"Ngeles terus kayak bajaj!" protes Bu Ayu. Janitra sontak tertawa kecil mendengarnya.
"Maaf, kalau saya sudah merepotkan orang-orang di Kasepuhan karena jatuh sakit. Maaf sudah bikin ibu cemas," tutur Janitra tulus meminta maaf.
"Kamu itu keluarga di sini, anak-ibu. Jadi jangan sampai sakit lagi. Jangan sungkan bilang ke ibu kalau ada apa-apa,"
"Baik, Bu."
"Apa jangan-jangan Mbak Janitra hamil, Bu?" celetuk Kartika.
Uhuk...uhuk...
Janitra yang sedang meneguk air putih sontak terbatuk-batuk usai mendengar celetukan dari Kartika.
"Husshh !" tegur Bu Ayu.
"Bisa jadi toh, Bu. Hehe..."
"Masmu dan Mbak Janitra belum ada sebulan menikah, Nduk." Ucap Bu Ayu.
"Ada kok berita-berita yang Tika pernah baca kalau menikah belum sebulan udah langsung hamil. Namanya 'mapak' Bu," ujar Kartika.
Mapak kehamilan artinya mengacu pada kondisi pasangan suami istri yang langsung atau cepat mendapatkan garis dua (positif hamil) dalam hitungan minggu atau bulan pertama setelah pernikahan.
"Kalau itu ibu ya tau. Cuma ibu ragu kalau Janitra langsung cepat hamil kalau kelakuan masmu masih malu-malu kucing begitu!" keluh Bu Ayu.
"Mas Kresna memang kudu dipaksa. Haha..." ucap Kartika seraya tertawa di depan ibunya dan Janitra.
"Udah sana pergi sekolah. Jangan bergosip terus tentang mas dan mbak iparmu!" omel Bu Ayu.
"Oke. Siap laksanakan perintah permaisuri," ucap Kartika yang memang suka bercanda dan selalu riang di dalam keluarganya.
Sepeninggal Kartika, Bu Ayu mengajak Janitra duduk di taman utama. Sembari minum teh, mereka berdua pun berbincang bersama.
"Yang dibahas Kartika soal kehamilan tadi, jangan terlalu kamu masukin ke hati ya Nduk. Dia memang biasa ceplas-ceplos. Dia sayang banget sama kamu dan Kresna," ucap Bu Ayu.
"Enggak apa-apa, Bu. Saya paham. Saya juga sayang sama Kartika,"
"Yang Tika bilang tentang kehamilan, ibu juga ingin sekali hal baik itu segera terwujud. Ibu gak memaksa kalian berdua segera punya anak. Akan tetapi, kehadiran anak dalam pernikahanmu dengan Kresna bisa membuat seseorang mundur dengan sendirinya dan semakin mengokohkan posisimu di sini. Ibu sangat yakin hal itu," ucap Bu Ayu.
"Maksud ibu Mbak Mayang?"
"Tentu saja. Kamu harus berhati-hati padanya dan ibu mertuanya. Mereka setali tiga uang. Sama saja!" desis Bu Ayu.
"Janitra mengerti, Bu."
"Apalagi sekarang wadon ga_tel itu nempelin Kresna pergi ke luar kota,"
"Mbak Mayang juga ikut pergi, Bu?" tanya Janitra yang memang tidak tau akan hal ini.
"Iya. Dia manfaatin jabatannya. Jadi Kresna luluh mengiyakan saja Mayang ikut. Padahal kegunaan dia di sana gak urgent sekali. Dasar janda ga_tel!" umpat Bu Ayu yang memang tak menyukai Mayang sejak lama.
Terlebih setelah mengetahui rencana tipu muslihat Selir Gandawati dengan Mayang perihal gagasan pernikahan naik ranjang beberapa waktu yang lalu.
Janitra berpikir Panca dan karyawan lain yang menemani Kresna lawatan bisnis di luar kota, bukan Mayang. Pagi tadi juga Kresna tak berpamitan padanya karena tak ingin mengganggu istirahat sang istri.
Kata Mbok Yem, Kresna hanya menitipkan pesan untuk menjaga Janitra agar cepat sehat.
☘️☘️
Hari menunjukkan pukul delapan malam.
Di kota lain, Kresna dan Mayang baru saja kembali ke hotel setelah lawatan bisnis hari pertama selesai. Panca memilih masuk lebih dulu ke kamarnya yang bersebelahan dengan Kresna.
"Istirahatlah," titah Kresna pada Mayang.
"Apa kamu butuh sesuatu, Kres?" pancing Mayang.
"Butuh apa?"
"Teman buat ngopi dan ngobrol mungkin. Soalnya aku belum ngantuk," jawab Mayang tanpa basa-basi.
"Ada Panca yang bisa menemaniku. Lebih baik kamu tidur dan besok jangan terlambat bangun," tolak Kresna.
"Besok kan acaranya udah cukup santai cuma ketemu beberapa perangkat dinas setempat saja yang dominan formalitas saja," ujar Mayang.
"Kita sedang di luar Kasepuhan. Aku harap kamu ingat hal itu. Jangan sampai ada gosip di luar sana yang enggak-enggak!" tegas Kresna.
"Kita kan keluarga. Aku dan kamu ipar. Apa salahnya kita jalan-jalan atau nongkrong berdua?" pancing Mayang.
"Aku gak mau istriku cemburu melihatku dekat bersama wanita lain karena aku orangnya pencemburuan bila terjadi sebaliknya," balas Kresna sengaja.
Raut wajah Mayang seketika berubah masam setelah mendengarnya.
"Apa benar mereka berdua sudah melakukan malam pertama sebagai suami-istri?" batin Mayang merasa tak percaya.
Sebab, Mayang sempat mendengar desas-desus bahwa Kresna dan Janitra tidur pisah kamar di Paviliun Teratai.
Namun di hatinya, Mayang berjanji tak akan menyerah begitu saja.
"Aku harus mendapatkan Kresna malam ini. Apapun caranya," batin Mayang.
Bersambung...
🍁🍁🍁
gak bisa tidur karna belum berendam racikan rempah cinta ala janitra
wahhh KY nya ada yang mau unboxing nihh😅😅😅
kresna butuh di ninabobokan sama janitra😄