NovelToon NovelToon
Di Labrak Selingkuhan Suami

Di Labrak Selingkuhan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Yurinika tak mengira akan di labrak oleh selingkuhan suaminya. bukan hanya sekali tapi berkali-kali selingkuhannya itu datang dan melabrak dia. memintanya meninggalkan sang Suami Abimana. pria bingung itu justru tak mau meninggalkan keduanya.

hingga akhirnya Yuri benar-benar kecewa kepada Abimana dan saat tahu Sandra adalah anak dari atasannya di kantor membuat Yuri memiliki ide untuk memanfaatkannya.

apa yang akan di lakukan Yuri atas rasa kecewa yang dia dapat dari suami yang sudah dia bersamai dari titik nol sampai mereka menikah dua tahun? ikuti terus ceritanya.

dan jangan lupa baca karya othor lainnya dengan mencari nama pena Yam_zhie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yurinika 7

Seharian itu, suasana di kedai kopi terasa agak tidak biasa. Bukan karena tumpukan pesanan atau mesin espresso yang bermasalah, melainkan karena kehadiran seorang pria berkeja kemeja kasual yang duduk di sudut ruangan dekat jendela.

Pria itu datang sejak kedai baru saja dibuka pukul delapan pagi. Ia hanya memesan satu cangkir Americano panas dan sepotong roti, namun hingga jam menunjukkan pukul tiga sore, ia masih betah duduk di sana. Jarinya menari lincah di atas papan ketik laptop, sesekali menghentikan ketukan untuk menyesap kopinya yang pasti sudah dingin.

"Yuri, kamu ngeh nggak sih sama cowok di pojokan itu?" bisik Ajeng sambil berpura-pura mengelap meja kasir di sebelah Yuri. Matanya melirik curiga ke arah sudut jendela.

Yuri mendongak sejenak dari mesin kasir, memperhatikan pria bersikap tenang dengan kacamata berbingkai tipis itu.

"Iya, kelihatan dari pagi belum bangun dari kursinya. Kenapa memangnya, Jeng?"

"Ya aneh aja! Orang biasanya ngerjain tugas atau kerja paling lama dua-tiga jam terus balik. Ini mah udah kayak mau ngebeli meja itu sekalian! Mana dari tadi cuma pesan satu kopi doang lagi," cerocos Ajeng gemas.

"Mana tiap kali kamu lewat bawa nampan atau nganter pesanan ke meja lain, mata dia suka ngelirik ke kamu. Jangan-jangan dia mata-mata suruhan si Sandra?"

Yuri terkekeh pelan menyikapi kecurigaan sahabatnya. "Mana ada mata-mata seharian cuma memangku laptop, Jeng. Lagian kalau dia betah di sini, ya bagus dong, kedai kita jadi kelihatan selalu ada pengunjung."

"Tapi beneran aneh, Yur. Penampilannya rapi banget, jam tangannya juga kelihatan mahal, tapi kok betah banget nongkrong di kedai kopi kecil kayak gini seharian?" Ajeng menggeleng-gelengkan kepala penuh kebingungan.

Tepat saat jam menunjukkan pukul empat sore, pria itu akhirnya menutup laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas kulit berdesain elegan. Ia berdiri, merapikan kemejanya, lalu melangkah menuju meja kasir tempat Yuri dan Ajeng berdiri.

Ajeng seketika menyenggol lengan Yuri, memasang wajah siaga seolah siap pasang badan jika pria itu berniat membuat keributan.

Pria itu mengulas senyum tipis yang ramah namun berwibawa saat sampai di depan Yuri.

"Permisi, Mbak. Saya mau bayar pesanan yang tadi pagi, sekalian mau pesan satu Latte untuk dibawa pulang," ucapnya dengan suara berat yang tenang.

Yuri membalas tersenyum profesional. "Baik, Mas. Kopi Americano panas dan roti tadi pagi, ditambah satu Latte take away ya. Totalnya jadi lima puluh lima ribu rupiah."

Pria itu mengeluarkan dompetnya, menyerahkan lembaran uang tunai, lalu menatap nametag di apron Yuri sejenak.

"Terima kasih ya, Mbak Yurinika. Maaf kalau saya duduk terlalu lama dari pagi," ujarnya santai sambil membaca name tage Yuri..

"Tempat ini nyaman sekali buat kerja... Besok saya kesini lagi,"

Yuri menyerahkan kembalian beserta struk pembayaran. "Sama-sama, Mas. Tidak masalah, senang kalau Mas merasa nyaman di sini."

Pria itu menerima minumannya, memberikan anggukan sopan, lalu melangkah keluar dari kedai kopi. Namun, sebelum masuk ke dalam mobil SUV hitam berkelas yang terparkir tepat di depan kedai, ia sempat menoleh sebentar melalui kaca jendela, menatap ke arah coffe shop itu.

Udara dingin dari pendingin ruangan di lantai empat kantor cabang tak mampu meredakan peluh dingin yang membasahi dahi Abimana. Di balik meja kerjanya yang baru, ia sibuk membolak-balik papan ketik, mencoba mencari celah dana atau meninjau ulang tagihan kartu kreditnya yang hampir jebol.

Pintu ruangannya yang berdinding kaca mendadak terdorong tanpa ketukan.

Seorang wanita bergaun merah marun melangkah masuk dengan anggun. Kacamata hitam bertengger di atas kepalanya, sementara aroma parfum mahal yang sangat pekat langsung memenuhi ruangan. Sandra, anak dari Pak Gunawan Wijaya, sang Wakil Pimpinan Kantor Caabng itu menutup pintu dengan sekali dorongan pelan, lalu melemparkan tas bermereknya ke atas sofa kulit.

"Mas Abi..." sapa Sandra dengan nada manja, melangkah mendekat dan langsung duduk di tepi meja kerja Abimana.

Abimana tersentak, refleks menutup layar laptopnya setengah katup. Wajahnya sempat tegang sebelum akhirnya dipaksa tersenyum manis.

"Sandra? Kok ke sini enggak kabarin Mas dulu?" tanya Abimana seraya berdiri, mencoba bersikap sesopan mungkin agar tak memancing kecurigaan staf di luar ruangan kaca.

"Ini kan jam istirahat, nanti kalau ada pegawai lain atau papa kamu yang lihat..."

"Kenapa memangnya?" potong Sandra cepat, menaikkan satu alisnya. Ia membelai kerah kemeja Abimana dengan jemarinya yang berkuteks merah menyala.

"Papa kan lagi rapat di luar kota sampai besok. Lagian, masa calon Manajer kesayangan Papa enggak boleh didatangi pacarnya sendiri?"

Abimana tertawa canggung, mengusap tengkuknya yang terasa kaku. Rasa bersalah dan panik bergelut di dadanya. Sandra adalah 'tiket emas'nya menuju puncak karier. Berkat kedekatan rahasia mereka selama enam bulan terakhir, jalan Abimana menuju kursi Wakil Manajer mulus tanpa hambatan. Namun, ada satu rahasia besar yang selalu disimpan rapi oleh Abimana dari Sandra, Ia sudah memiliki istri sah bernama Yuri.

Di mata Sandra, Abimana adalah pria lajang mapan, pekerja keras, dan sangat berwibawa yang hanya belum menemukan wanita yang tepat, hingga akhirnya bertemu dengannya.

"Ya bukannya enggak boleh, sayang," bujuk Abimana lembut, menggenggam jemari Sandra.

"Mas cuma mau menjaga profesionalitas aja di kantor. Kamu tahu sendiri kan, posisi Mas ini baru. Mas enggak mau ada gosip aneh-aneh."

Sandra tertawa renyah, tawa anggun yang dipaksakan. Matanya menatap Abimana dengan binar yang sulit diartikan.

"Gosip apa sih, Mas? Wajar dong kalau aku makin perhatian sama kamu. Apalagi..." Sandra mencondongkan badannya, menatap Abimana dengan senyum manis yang menyimpan teka-teki.

"Sebentar lagi kan hubungan kita bisa lebih serius."

Dahi Abimana berkerut heran. "Lebih serius? Maksud kamu gimana, San?"

Sandra mengibaskan tangannya santai, lalu berjalan menuju jendela besar yang menampilkan pemandangan kota. Ia berpura-pura tidak tahu soal pernikahan Abimana, menyembunyikan aksi pelabrakan nekatnya kemarin sore di kedai kopi Yuri.

"Ya... aku cuma mikir, kamu kan udah mapan sekarang. Jabatan udah Wakil Manajer, sebentar lagi pasti naik lagi," ujar Sandra, suaranya mengalun santai namun menuntut.

"Kapan kamu mau resmikan hubungan kita ke Papa? Aku mau kita segera tunangan, Mas."

Jantung Abimana mendadak berdegup kencang. Wajahnya tegang seketika.

"Tu... tunangan?"

"Iya, tunangan!" Sandra berbalik, menatap Abimana penuh minat.

"Kenapa? Kamu kaget begitu? Kamu kan selalu bilang kalau kamu lajang dan lagi nyari wanita yang pas buat mendampingi karier kamu. Aku kurang pas apa coba?"

"Eng...enggak kok, San..." Abimana terbata-bata, peluh dingin mulai menetes di pelipisnya. Kaki pria itu mendadak terasa lemas di balik celana kainnya.

"Mas cuma... Mas merasa ini terlalu cepat. Mas kan baru dua bulan menjabat. Mas mau fokus menata keuangan dan karier Mas dulu."

Sandra melangkah mendekat, mengusap dada Abimana dengan raut muka yang dibuat sedih dan manja.

"Kenapa harus nunggu lama-lama sih, Mas? Papa pasti dukung penuh kamu kalau kita udah tunangan. Soal keuangan, kamu enggak usah khawatir, Papa bisa bantu apa aja. Apa ada hal lain yang kamu sembunyiin dari aku?" desak Sandra, memasang perangkap halus.

"Nggak ada! Nggak ada sama sekali, San!" sahut Abimana cepat, panik setengah mati jika rahasia status pernikahannya membongkar segalanya.

Jika Sandra tahu ia sudah beristri, jangankan untuk tunangan, Sandra pasti akan mengadu pada Pak Gunawan dan memecatnya detik itu juga.

"Bagus kalau enggak ada," bisik Sandra manis, walau di dalam hatinya ia tersenyum sinis.

Sandra sengaja menyembunyikan fakta bahwa ia sudah menemui Yuri kemarin sore. Ia ingin melihat sejauh mana Abimana akan terus bersandiwara dan menutupi keberadaan istri sahnya. Dia terlanjur mencintai Abimana, kalau Abimana tidak jujur dan tak mau mengakuinya. Maka Sandra sendiri yang akan mengusir Yuri dari kehidupan Abimana.

"Ya udah, pokoknya aku mau minggu depan kamu ajak aku ketemu sama keluarga kamu, Mas!" tegas Sandra tak mau dibantah. Ia melirik jam tangannya yang bertahtakan berlian.

"Yuk keluar makan siang! Aku mau makan steak di restoran tempat biasa."

Abimana menatap Sandra dengan pandangan menyedihkan. Di satu sisi, ia dituntut Sandra untuk segera melamar dan menujukkan peta kekayaan. Di sisi lain, di dalam sakunya, ponselnya bergetar halus, sebuah notifikasi pesan masuk dari bank yang mengingatkan tagihan kartu kredit dan jatuh tempo cicilan KPR rumahnya yang sudah mepet, sementara Yuri baru saja menutup rapat pintu keuangannya tadi pagi.

1
Mundri Astuti
habislah kau Abimana ...diinjak" harga dirimu sama Sandra...pas banget jadi bonekanya Sandra 😛
Ambu Rinddiany Thea
getek pisan duuuhh . hyg ningali s sandra hancur
sunaryati jarum
Berkas perceraian sudah lengkap Sandra tinggal tranfer atau vidio arogan dan mesummu dengan Abimana viral.
sunaryati jarum
Emak segera kasih 5 🌟 jika Abimana sudah hancur dan Sandra transfer 2 M ke Yuri
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤭 Sandra jika kau ingin segera dinikahi Abimana segera transfer ke Yuri.Dan Abimana silakan menikmati hidupmu yang dikendalikan Sandra.
Ilfa Yarni
kalian bakal hancur lebih2 km abimana
Muft Smoker
mantaf kn Abimana ,,
km udh gx bisa keluar dr cengkraman nenek lampir berkedok malaikat mu😏
ryuka
wkwkwkwk.. makan tuhh abimana jabatan manager kamu
Thewie
abiawak 🤣🤣🤣
Muft Smoker
kalo tau yurii lebih berharga buat km ,,
knp km nekat ,, gila gilaan bersama nenek lampir ,, gila gilaan ,, gila gilaan ,,
lama2 km jd gila beneran Abimana😏😏😏
ryuka
mampus kamu abimana
Ilfa Yarni
skr aja kau udah hancur gmn nanti klo Yuri menceraikan km Dan dia akan bahagia dgn adhyaksa gigit jari kau
Adrian
bodoh kamu abimana nanti kau hancur bersama gundikmu itu
ryuka
baguusss.. semangat teruss thoorrr
ryuka
gilaaaa fix ga tau malu sama sekali 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 Sandra mengumbar sifat tidak ntahu malu, tidak punya sopan santun dan murahan.
Ambu Rinddiany Thea
aslina hyg marabkn ka lauk piranha eta s sandra ..
Fitria Syafei
jeng .jeng .. mengkeret kan Abymana kalau tau Yuri deh di samperin Sandra 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 🥰
nely_48
yuri ketemu kenzie, mrk saling menguatkan
nely_48
apakah afhiyaksa sang duren anak satu ❓❓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!