Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keributan di Acara Pernikahan Dhira
"Alhamdulillah lancar, sekarang putrimu menjadi putriku. Oya... jeng Emily, bawa berkas milik Dhira kan? Besok saya mau urus semuanya, termasuk membuat kartu keluarga baru." ucap ibu Ayu, membuat mommy Emily tersenyum canggung.
"Bawa jeng, masalah membuat KK baru. Apa tidak bisa di tunda? Rasanya aneh, kalo nama Dhira tak ada di KK ku jeng." jawab mommy Emily, seraya memberikan semua berkas yang diminta oleh ibu Ayu.
Ibu Ayu masih tersenyum, tangannya dengan cepat mengambil berkas di tangan mommy Emily. Lalu ibu Ayu memberikan berkas itu, pada asisten pribadi suaminya. Yang sejak tadi, berdiri di belakang Bu Ayu. Setelah mendapat berkas, pria itu gegas pergi dari sana.
"Apa jeng Emily tidak salah bicara? Harusnya kalian senang kan, Dhira pergi dari kehidupan kalian?" tanya Bu Ayu
DEG
"Maksud jeng Ayu gimana?" tanya mommy Emily, wajahnya sudah berubah pucat.
"Loh?? Jeng Emily ga lupa kan? Kalo kalian lebih menyayangi dia, di banding putri kandung jeng sendiri??" tanya ibu Ayu, menggerakkan dagu ke arah Ratu, sepupunya Dhira.
"Jeng Ayu ini bicara apa, mana mungkin saya begitu?" tanya mommy Emily, yang belum menyadari kesalahannya. Ibu Ayu tersenyum, tetapi senyuman itu menyiratkan penuh kekecewaan.
"Benarkah?? Kalo gitu saya tanya, berapa tanggal ulang tahun dia?" tanya ibu Ayu, menunjuk Ratu. Ratu terlihat canggung dan salah tingkah, di tatap ibu Ayu.
"12 Oktober" jawab mommy Emily, dengan lancarnya.
"Ulang tahun Dhira??"
DEG
Wajah mommy Emily dan Edward kakak Dhira, bertambah pucat. Mereka saling tatap, lalu mencoba untuk mengingat. Ibu Ayu hampir saja tertawa, namun hatinya ingin menjerit dan meneriaki orang di depannya.
"Tidak ingat bukan?? Kenapa?? Karena kalian tak pernah merayakan ulang tahun Dhira, tapi selalu merayakan ulang tahun dia dengan begitu meriahnya. Kamu tau kesukaan Dhira? Apa Dhira punya alergi atau tidak? Kapan dia pertama datang bulan? Apa makanan favoritnya?? Kalian tau?" kalimat dan pertanyaan ibu Ayu, mengguncang hati ibu dan kakaknya Dhira
"Tidak.... Kalian tidak tau, tapi kalian tau semua tentang dia. Coba katakan, apa ini yang disebut menyayangi Dhira?? Bahkan jeng Emily, tak sadar bila Dhira sudah selama 2 bulan ini tak pulang." Mommy Emily menunduk
"Apa segitu tak di anggapnya Dhira, di kediaman keluarga kalian?? Sampai tak ada satu orang pun, yang sadar bila Dhira tak ada di rumah." suara Bu Ayu kali ini, terdengar bergetar.
"BAHKAN KALIAN SELALU MEMBELANYA, MEMPERCAYAI SETIAP UCAPAN YANG DIA KATAKAN. APAPUN YANG DI ADUKANNYA, KALIAN AKAN LANGSUNG MAIN HAKIM SENDIRI. MENCACI, MEMUKUL, MENGURUNG DHIRA... APA ITU YANG DI SEBUT MENYAYANGI?!" bentak Bu Ayu
Ratu... Diam-diam dia tersenyum, karena merasa sudah berhasil merebut semua milik Dhira.
'Apa arti anak kandung, karena tetap aku yang menjadi kesayangan di keluarga.' ucap Ratu dalam hati
Tanpa mereka sadari, Dhira berdiri tak jauh dari mereka. Gadis yang sudah berubah status, berdiri mematung. Ia tau, bila ia tak di sayangi. Tapi... Mendengar semua ini, kembali mengoyak hatinya.
Bahkan.... Ibu yang melahirkan nya ke dunia.... Tak mengingat kapan ia melahirkan dirinya. Dhira menggigit bibir bawahnya, berusaha agar tangisannya tak terdengar. Kedua tangannya terkepal, sampai kukunya menancap pada telapak tangannya.
Aulia yang berdiri di samping Dhira, sudah mengepal kan kedua tangannya. Dia menoleh ,melihat Dhira menundukkan kepala. Dengan kedua bahunya yang bergetar, samar-samar terdengar suara isakan.
Dengan cepat, Aulia berjalan ke arah keempat orang terkaya tersebut. Amarahnya semakin memuncak, saat melihat senyuman terbit di bibir Ratu.
BUGH
KYAAAAAA
BRUGH
"RATUUUU" teriak mommy Emily dan Edward, Bu Ayu terkejut. Dia langsung menoleh pada Aulia, ia mengerjapkan kedua kelopak matanya.
Perlahan Bu Ayu mendekati Aulia, Aulia menoleh.
"Ibu marah?" tanya Aulia, yang belum bisa menguasai amarahnya.
"Nggak, ibu mau bilang... Kereeeeennn kamu Auliaaaa. Ibu suka gaya kamu, sok aja hajar lagi. " jawab Bu Ayu, memberi semangat pada putri angkatnya
"APA YANG KAMU LAKUKAN, SIALAN!!" teriak Edward, menatap nyalang pada Ayu
"Hmmpp... Kalo orang ga tau, liat lo kaya gini. Mereka akan menganggap, lo ga terima liat wanita yang lo cintai terluka." ucap Aulia, membuat Edward tanpa sadar langsung melepaskan dekapannya.
"D-dia adikku.." ucap Edward tergagap
"Tapi lo ga kaya gitu, sama adek kandung Lo. Jangankan meluk, gandeng tangan adek lo aja ga pernah." balas Aulia
Para tamu, yang tadi sibuk masing-masing. Mulai mengalihkan perhatian mereka, pada keributan yang di dengar. Bisik-bisik mulai terdengar, apa yang dikatakan Aulia memang benar.
'Tapi tunggu, bukankah adik tuan Edward memang Ratu kan? Memang ada yang lain?'
'Ehhh.... Yang nikah tadi, bukan Ratu ya? Bukankah undangannya, pernikahan keluarga Malik dan keluarga Mubarak?'
'Aku ga merhatiin, ternyata nama yang tadi di sebut itu...... Hadhira Bilqis Malik, benar... Bukan Ratu Adinda Malik.'
'Jadi... siapa sebenarnya Ratu?? Kenapa nona keluarga Malik, tak pernah muncul atau di ajak ke acara-acara besar?'
Mommy Emily terlihat salah tingkah, begitu juga dengan Edward. Mereka memang tak pernah membawa Dhira, karena Ratu selalu merengek ingin bergegas pergi. Dan Ratu selalu bilang, kalau Dhira tidak suka keramaian. Ratu bilang, Dhira suka sendiri. Padahal yang sebenarnya terjadi, Ratu memang tak ingin Dhira ikut. Sampai akhirnya Dhira terbiasa tak di ajak, memilih pergi ke rumah Arkan.
"KALIAN ITU KELUARGA TERBODOH, YANG PERNAH AKU TAU!! MENGABAIKAN PUTRI KANDUNG, HANYA DEMI ANAK SEORANG PELAKOR!!!" teriak Aulia
"Brengsek, JANGAN SEMBARANGAN LO KALO NGOMONG!!!" bentak balik Edward
"Secinta ini Lo ma dia, ga terima gue katain dia. Asal kalian tau, nyokap dia... Yang katanya MATI, karena nolongin Dhira. Sekarang lagi berbagi keringat di atas ranjang, bersama suami tercinta anda NYONYA EMILY" ucap Aulia
"LO MAKIN NGACO KALO NGOMONG, SIALAN!!!" maki Edward, tak terima ayahnya di fitnah. Ia bangun, hendak menampar Aulia.
TAP
Aulia menahan tangan Edward, gadis itu menatap nyalang pada pria di depannya.
"Jangan pernah berani, sentuh gue dengan tangan kotor Lo." ucap Aulia, seraya menghentakkan tangan Edward keras. Saking kerasnya, tubuh Edward oleng dan mundur, bahkan nyaris terjatuh.
"Kalo kalian ga percaya, sekarang juga kalian pergi ke perumahan elit xxx, no 2. Mumpung mereka belum selesai, kalian bisa menyaksikan langsung perselingkuhan. Antara pria yang selalu Lo idolakan, dengan wanita yang bangkit dari kematian." ucap Aulia
"Tidak mungkin..." ucap Emily
"Tak ada yang tak mungkin nyonya, cepatlah kalian pergi sebelum mereka selesai. Bukankah jarak dari sini ke sana tidak terlalu jauh? Buat kalian... Yang suka dengan kabar panas, kalian bisa grebek langsung ke sana." ucap Aulia, membuat para tamu yang kepo saling tatap. Ingin melihat karena penasaran, tapi tak enak dengan pemilik acara.
"AYO KITA LIAT!!!"
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪