Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15 Bukti mas Pram mendua sudah lengkap.
Aku bangun pagi, kemudian langsung mandi, mumpung masih pagi, biar tidak antri, kemudian sholat subuh dan Zidan ku bangunkan, dia pun langsung ke kamar mandi untung belum antri, ku bawa sebagian baju Zidan buat ku simpan di apartemen Oma saja
" Bund aku mau susu coklat dong di makan sama roti abon dan pizza pasti enak, Zidan nggak sarapan nasi, nanti siang saja Zidan ingin makan soto" Kata dia, kecil kecil sudah pandai request dia,
" Iya, bunda akan buatkan susu buat kamu sayang" jawabku
Aku membuat kopi untuk ku dan susu buat Zidan, Zidan pun sarapan, dia duduk di kursi panjang,di samping kos aku juga minum kopi di situ, Kemudian aku siap siap akan mengantar Zidan, pizza tadi ku panas kan di teflon biarkan masih suka.
Ku bawa tas rangselku dan ku siapkan sepatu Zidan, kemudian ku pasangkan kaus kaki dan sepatunya.
" Selesai nak, ayo berangkat bentar ya bunda kunci pintu kamar dulu" ajakku
" Zidan Salim dulu sama ayah nih, ayah kasih uang saku, dek kamu nggak bikin kopi buat mas" tanya dia
" Itu ada kopi saset kamu bikin sendiri" kata ku
Aku langsung berangkat, biar tidak ada drama dan perdebatan, tak lama kami sampai sekolahnya Zidan kemudian aku titip Zidan, kalau aku tidak menunggu di kafe depan, jadi kalau ada apa apa agar gurunya telephon aku
Aku lansung kerumah Mita, ku lihat perabotanku di pajang di teras katanya ada yng mau beli kesini,
" Mbak masuk saja Mita di dalam" kata Bayu
" Mbak aku melihat media sosialnya Dewi, lihat saja bisa di screenshot, bisa buat tambah bukti, perselingkuhan mas Pram" kata Mita
Ku lihat media sosial Dewi, di situ ada foto mereka pacaran di pantai, foto nikah siri, makan bareng foto USG, dan foto di kamar depan,dan foto beli bra dan celana dalam yang kemarin, dengan caption, Sulitnya menjadi yang kedua, tapi nggak apa apa di kasih nafkah lebih banyak,
" Kamu screenshot semua kirim ke hpku biar aku print, nanti aku lampirkan di gugatan cerai di berkas yang sedang aku siapkan.
Bayu bilang kursi ruang tamu laku, kulkas, dan masih cuci ada yang nawar dan Mereka akan datang lihat barang ke sini,
" Mbak Ayo sarapan, aku sudah selesai masak, mumpung bayiku masih bobok" ajak Mita
" nggak ah Mit, tadi aku sudah sarapan, sama Zidan dan Zidan pulang sekolah minta makan soto, jadi aku akan makan soto bareng Zidan" kata ku
"Mbak ternyata Dewi sangat ingin merebut Pram ya" kata Mita.
" Iya lah Mit itu kamu lihat saja caption nya di medsos, dia sangat berambisi jadi istri satu satunya Pram" jawabku
" Mbak uangnya gimana aku transfer atau kamu ambil cas" tanya Bayu
" Nitip dulu nunggu sepeda motorku laku nanti kita hitung hitungan" jawabku
" kamu kan nggak di kasih uang sama Pram, dan uang kamu kan belum cair" Tanya Bayu.
"Aku minta uang ke Oma, uang hasil desain ku di bayar oleh Miss Valen tapi lewat Oma" jawabku
" Nanti kalau sudah resmi cerai, aku akan investasi ke kamu biar showroom mu labih banyak isinya" Jawabku.
" Siap bos, aku tunggu saat itu" kata Bayu
Aku pamit pulang dan menjemput Zidan di sekolah, ku tunggu sebentar Zidan bentar lagi pasti keluar,
" Bund kita jadi makan soto ayam kampung di soto Lamongan ya" kata dia
" Iya, kita makan siang di sana" jawabku
Setelah Zidan naik ke boncengan belakang, aku segera melajukan sepeda motorku dan menuju kedai soto Lamongan kesukaan Zidan,aku pesan nasi soto dua, es jeruk dua, kami pun makan dan warung mulai rame karena waktunya makan siang.
Selesai membayar makanku, aku lanjut ke apartemen Oma dan aku pun mengucapkan salam pada Oma dan Mona yang lagi duduk di ruang tamu,
" berapa hari kamu nggak kesin? Oma kepikiran sama kamu nduk" kata Oma khawatir
" Drama di mulai Oma, mas Pram pura pura bangkrut dan sekarang kami pindah di kosan masing masing satu kamar, aku nggak kesini sibuk pindahan Oma, ketika mas Pram lengah ku jual semua perabotan, Bayu yang membantu aku" jawabku sambil tertawa.
" Alhamdulillah kamu masih tegar nggak susah dan sekarang sudah kuat, kapan kamu nuntut cerai" tanya Oma.
" Besok rencananya aku mau daftar di pengadilan agama" jawabku
" Kamu nggak pakai jasa pengacara, nduk, biar pakai pengacara langganan Oma" kata Oma.
" Nggak usah oma, aku konsultasi saja nanti sama pengacara Oma, dan aku minta nomer nya" jawabku
" Kamu sudah melengkapi berkas untuk gugatan cerai kamu" tanya Oma
" Sudah Oma insya Alloh lengkap" jawabku
" kalau gitu Oma mau bobok dulu, mikirin kamu oma nggak bisa bobok sekarang Oma jadi ngantuk" kata Oma
" Oma sudah makam siang, dan minum obat" tanya ku
" Sudah kalau kamu mau makan siang, masak saja itu di kulkas banyak bahan, atau kamu bisa tanya sama Mona" kata oma
" Kami sudah kenyang Oma tadi Zidan ngajak makan soto" jawabku
" Mon kamu istirahat saja aku mau kerja di kamarku, Zidan di sini atau di kamar bunda?" tanyaku pada Zidan.
" Zidan nonton tv di sini bund, bunda kerja saja di kamar" jawab Zidan
Aku pun masuk kamar, hari ini aku ingin mengambar manual dulu di buku gambar, nanti kalau berhasil ku gambar lagi dengan tablet ku, kalau Susana tenang seperti ini aku kerja bisa lancar, dan ide ku keluar semua.
Tak terasa sudah sore, Zidan ngajak pulang kerena mau ngaji di dekat musola, tabletku simpan di sini saja, aku hanya bawa hp baruku dan hp lamaku.
Kami sampai rumah Zidan segera mandi, kemudian berangkat ke mengaji di musola,
Aku duduk di dalam kamar dan aku menghubungi pengacara Oma dan minta saran, jadi dia ngasih saran saja, nanti kalau kesulitan baru aku akan dibantu,
" Dek bukakan pintunya dong" kata mas Pram.
" Ada apa kamu kesini, entar di cari istri sirimu" kataku
" Aku mau bikin kopi saja kok minta gula dong dan kopi hitamnya dong"kata dia
Aku mengambil bubuk kopi dan gula ku berikan pada mas Pram biar dia bikin sendiri.
" Dek kamu masih pakai mukena, habis sholat ashar ya?" tanya mas Pram basa basi.
" Iya nggak ku lepas nunggu sholat magrib bentar lagi kenapa," jawab ku ketus
" ya nggak apa apa dek kamu makin cantik, tapi kamu ketus sama suami sendiri nggak pernah lagi nurut dan melayani" kata dia sengak
" Aku sudah nurut dan melayani selama lima tahun tapi balasanya suamiku adalah menyakiti aku, sekarang aku hanya bisa berdoa, semoga yang menyakiti aku dapat balasan yang setimpal dari Alloh yang maha adil, dan dapat karma yang lebih sakit dari yang aku rasakan " Aamiin" kataku
Mas Pram diam tak berkutik dengan jawabanku sampai air yang akan di bikin kopi mendidih.
" Airnya Sudah mendidih mas?" kataku sambil mengunci pintu kamar kos ku dan aku segara ke mushola untuk jamaah sholat magrib juga menemani anakku ngaji.
Bersambung.
terimakasih sudah update 😀👍