Jingga membuka mata, kembali ke masa sebelum tragedi besar menimpa keluarga Amazon.
Kali ini, tidak ada lagi gadis lugu yang mudah dimanfaatkan, matanya penuh dendam dan kebencian.
Hanya ada satu hal, Balas Dendam!
Mari kila mulai permainannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Tidak menerima putri angkat
Bromm....
Mobil yang ditumpangi Tasya, Arga dan Bryan akhirnya tiba di sebuah hotel mewah kota Rama.
Hotel ini adalah hotel yang telah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu dan memiliki gaya klasik khas kota Rama yang semua bangunannya terbuat dari kayu dan batu gunung, tidak menggunakan paku untuk menyatukan sambungan demi sambungannya.
Begitu turun dari mobil, mata Tasya berbinar-binar menatap bangunan klasik di hadapannya, "aku dengar sangat sulit untuk mereservasi tempat ini, bahkan perlu 2 tahun antrian untuk bisa mendapatkan layanan mereka. Keluarga Pratama benar-benar niat untuk bekerjasama dengan keluarga Amazon hingga mengundang kita membahas kerjasama di tempat seperti ini," ucap Tasya segera mengeluarkan ponselnya.
Karena sudah berada di tempat yang sangat sulit untuk dikunjungi, dia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapat banyak foto dirinya dan mengunggahnya di media sosial.
Teman-temannya pasti iri!
"Tasya bener, kerjasama ini sudah 80% berada di tangan kita," ucap Bryan.
"Ayo masuk," kata Arga merangkul Tasya memasuki hotel mewah itu.
Ketiganya langsung dihampiri oleh resepsionis hotel membuat ketiganya merasa sangat luar biasa dengan perlakuan khusus yang manajer hotel lakukan pada mereka.
"Keluarga Amazon, silakan ikuti saya," kata Sang manager segera menunjukkan jalan untuk ketiganya.
Mereka pun segera tiba di depan sebuah ruangan VIP.
"Maaf, tuan muda berpesan hanya pewaris keluarga Amazon yang boleh masuk, siapa di antara kalian yang merupakan pewaris tunggal keluarga Amazon?" Tanya sang manager.
Ketiganya berpandangan satu sama lain sebelum Arga berkata, "ini adalah pembahasan kerjasama kedua perusahaan, adikku tidak akan paham mengenai bisnis ini, jadi dia tidak bisa sendirian mewakili grup Amazon untuk membahas sebuah proyek penting."
Sang manager terdiam beberapa saat memandang ketiga orang dihadapannya.
"Saya adalah Putri keluarga Amazon," Tasya berbicara, "tetapi saya tidak mengurus perusahaan keluarga Amazon, jadi tidak banyak mengetahui masalah kerjasama ini, jadi biarkan kedua kakakku masuk bersamaku."
"Hm..." Sang manager menatap Tasya, "setahu saya pewaris keluarga Amazon memiliki kulit putih pucat, rambut hitam lurus dan warna mata coklat. Kau gadis dengan rambut blode bergelombang dan kulit yang lebih gelap, apa kau anak angkat keluarga Amazon?"
Tangan Tasya langsung bergerak meramas lengan Arga setelah mendengar ucapan sang manager.
Dia merasa dikucilkan, merasa dihina dan merasa rendah diri saat mendengar ucapan manajer itu.
"Manager, kami di keluarga Amazon entah Putri asli atau Putri angkat, semuanya memiliki posisi yang sama," ucap Arga.
"Benar," Bryan mengangguk, "Putri kandung keluarga Amazon memiliki beberapa masalah kesehatan mental, jadi tidak bisa datang kemari untuk mewakili keluarga Amazon. Saya dan kakak saya Arga, kami berdua adalah anak angkat keluarga Amazon yang telah ditunjuk langsung untuk menjadi perwakilan keluarga Amazon dan juga grup Amazon, jadi urusan di luar keluarga Amazon selalu kami berdua yang menangani," kata Bryan.
"Maaf, ini sudah perintah dari atasan kami, baik itu anak angkat keluarga Amazon atau perwakilan keluarga Amazon, tuan muda kami tidak akan menemuinya, hanya pewaris asli keluarga Amazon, Putri kandung keluarga Amazon yang berhak bertemu langsung dengannya! Pintu keluarnya ada di sebelah sana," kata Sang manager tanpa basa-basi mengusir ketiga orang di sana.
Ketiganya sangat terkejut, apakah semua orang luar sebenarnya berpikiran seperti ini terhadap mereka?
Arga masih berusaha berkata, "manajer, tolong beri--"
"Pihak grup Pratama akan kembali menjadwalkan ulang pertemuannya, tetapi berikutnya mohon yang hadir adalah pewaris asli keluarga Amazon," kata sang manajer selalu berjalan meninggalkan tiga orang di sana.
.