Ye Tianming, seorang pemuda biasa, secara tidak sengaja membangkitkan Jiwa Heavenly Demon yang tersembunyi dalam plakat kayu pengganjal pot bunga. 500 tahun yang lalu, Heavenly Demon pernah menjadi musuh terbesar umat manusia dan dihancurkan oleh Aliansi Beladiri, yang memaksa pengikutnya untuk meninggalkan seni beladiri yang ia wariskan. Kini, dengan kekuatan jiwa tersebut, Ye Tianming menjadi penerus Heavenly Demon dan memulai perjalanan yang mengguncang dunia seni beladiri. Namun, dengan kekuatan baru yang dimilikinya, apakah Ye Tianming akan mengulang tragedi kelam yang telah dihapus dari sejarah dunia tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pamer Kekuatan Orang Dalam
Hari Kedua di Kota Xuecheng, Ye Tianming dan Xiao Lian hanya keluar masuk ke toko-toko penjual Ramuan Spritual, saat sore hari keduanya akan mandi di air es. Mereka melakukan hal itu karena katanya berendam di air es dapat meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan kekuatan otot.
Kegiatan itu terus berulang mereka lakukan selama seminggu ini, hal tersebut membuat Jiang Han jenuh mengawasi kegiatan mereka yang membosankan tersebut.
“Senior Tianming, Kita mau ke mana hari ini? Semua toko penjual Ramuan Spritual sudah Kita kunjungi dan tidak ada Ramuan Spritual berharga miring.”
Xiao Lian bertanya setelah mereka sarapan pagi bubur ayam di penginapan tempat mereka menginap selama seminggu ini.
Ye Tianming sebenarnya bingung mau melakukan kegiatan apa hari ini. Dia belum menemukan petunjuk tentang keberadaan Putra Pertama Gubernur lama, sepertinya semua sisa pengikutnya sudah dibersihkan oleh Gubernur baru.
Kalau seperti ini terus, maka misi ini bisa berlangsung lama apalagi Wanita gila Ranah Yuan Yi terus mengawasi pergerakannya, sehingga ia tidak bisa membeli informasi dari Kelompok Pengemis.
“Kakek Wang ditangkap petugas kemanan tadi malam, katanya beliau adalah mata-mata Tuan muda Pertama.”
“Hmm?” Ye Tianming langsung tertarik dengan ucapan karyawan penginapan yang sedang sarapan pagi.
“Benarkah?”
“Iya, beliau langsung dijebloskan ke penjara. Tokonya juga dihancurkan!”
“Padahal beliau adalah orang yang sangat baik, tak kusangka dia akan menjadi mata-mata.”
“Bagaimana dengan anak-anak yang ia tampung, apakah mereka juga ditangkap?”
“Mereka tidak ditangkap, tapi kasihan sekali siapa yang akan memberi mereka makan?”
“Mungkin Kelompok Pengemis akan memungut mereka dan disuruh mengemis di jalanan, tapi kasihan juga yang gadis-gadis muda itu. Mereka pasti akan dikirim ke rumah bordil, Kelompok Pengemis hebat mengumpulkan informasi karena memiliki banyak mata-mata gadis penghibur di rumah bordil.”
“Kenapa pemerintah tidak menolong mereka?” sahut Ye Tianming menanggapi obrolan mereka sembari tersenyum lebar. “Maaf, aku penasaran dengan obrolan kalian he-he-he ....”
“Kau terlihat seperti orang luar yang datang dari jauh,” jawab Pria berbadan kurus. “Para wanita dan anak-anak terlantar itu adalah keluarga dari pengikut tuan muda Pertama. Orang tua mereka mungkin sudah mati atau dijebloskan ke penjara.”
“Ah, kasihan sekali. Mereka hanya korban konflik politik—” Sebelum Ye Tianming selesai berbicara, salah satu karyawan penginapan itu langsung menutup mulutnya.
“Hei, jangan berbicara sembarangan jika ingin berumur panjang!” selanya. “Jika Kamu sudah tak memiliki kepentingan lagi di Kota ini, maka sebaiknya kau pergi saja. Walaupun terlihat baik-baik saja dari luar, Kota ini masih dalam keadaan perang. Sisa-sisa pengikut tuan muda Pertama sering melakukan serangan gerilya, karena kamu orang asing kamu bisa dituduh pengikutnya juga.”
“Ah, maaf. Aku tidak tertarik dengan konflik mereka, aku hanya kasihan saja pada anak-anak itu,” sahut Ye Tianming berkilah. Namun, ia juga bersyukur karena akhirnya menemukan petunjuk cara menemukan tuan muda Pertama.
Ye Tianming dan Xiao Lian kemudian keluar dari penginapan. Mereka pergi ke Toko Kakek Wang, Ye Tianming ingin bertemu anak-anak terlantar itu.
Dari kejauhan Jiang Han terus mengikutinya, Ye Tianming juga berpura-pura tidak menyadari keberadaan pengawal pribadi Jiang Lan tersebut.
“Kami tidak mau ikut dengan kalian, Kakek Wang pasti dibebaskan karena beliau tidak bersalah!” seru gadis muda cantik berusia sekitar Tujuh belas tahun.
Dia menggenggam erat gagang Pedang kelas menengah. Dari Pedangnya itu saja sudah menandakan, gadis itu dulunya berasal dari keluarga mapan. Namun, kelurganya mungkin sudah dihancurkan oleh Gubernur baru karena menjadi pengikut tuan muda Pertama.
“Cih, dasar gadis bodoh! Pak tua itu adalah pengikut tuan muda Pertama, mana mungkin ia akan dibebaskan. Lebih baik kalian bergabung dengan kami atau mati kelaparan!” Pria tua berpakaian compang-camping memarahi gadis muda tersebut.
Belasan Pria muda berpakaian compang-camping juga ikut mengiyakan ucapan Pria tua itu.
“Kalau kalian bergabung dengan kami, maka kalian tidak akan kelaparan. Kalian akan diajari seni beladiri dan yang paling utama, ke manapun kalian pergi pemerintah tidak akan berani menangkap kalian walaupun kalian anak-anak dari keluarga pemberontak,” kata Pria tua itu.
Gadis muda itu tampak bimbang, apa yang diucapkan oleh Pria tua itu memang benar. Mereka belum makan apapun sejak tadi, karena semua uang dan beras yang diberikan oleh Kakek Wang telah disita oleh Petugas Keamanan Kota Xuecheng. Namun, ia sudah mengetahui kalau gadis-gadis yang bergabung dengan Kelompok Pengemis akan dikirim ke rumah bordil atau menjadi pelayan di keluarga menjadi mata-mata.
“Bagaimana jika kalian bergabung dengan Kelompok Pedagang Teratai Emas saja?” kata Ye Tianming.
Semua orang menoleh ke arah Ye Tianming yang datang bersama Xiao Lian. Para Pengemis tampak tak senang dengan kehadirannya.
“Siapa kau anak muda, apa kau ingin membuat konflik dengan Kelompok Pengemis?” cibir Pria tua itu.
Ye Tianming mengabaikan cibiran Pria tua itu, ia malah mendekat ke arah gadis muda tersebut sembari tersenyum hangat.
“Bagaimana? Kalian tak perlu mengemis di jalanan apalagi menjadi wanita penghibur, kalian hanya berjualan di Toko. Jika ada yang berani mengusik kalian, maka Klan Fang akan mengurusnya.” Ye Tianming menunjukkan Plakat Klan Fang yang diberikan oleh Fang Lin.
Namun, Fang Lin memberikan Plakat kayu berlambang Klan Fang itu sebenarnya untuk diberikan pada tuan muda Pertama, agar ia percaya Ye Tianming diutus oleh Fang Lin. Akan tetapi Ye Tianming malah menjual nama Fang Lin demi keuntungan pribadinya.
Salah satu Pengemis mendekati Pria tua itu. “Ketua Cabang, Plakat itu asli.”
Dia belum pernah mendengar Klan Fang memiliki Kelompok Pedagang seperti Cucu Ketua Aliansi Beladiri yang memiliki Kelompok Pedagang Phoenix. “Apa Klan Fang ingin terlibat dengan Konflik internal di sini? Tapi kenapa markas besar tidak mengirim informasi apa-apa?”
Kelompok Pengemis adalah pengumpul informasi paling cepat dan akurat di seluruh dunia, mata dan telinga mereka ada di mana-mana termasuk di dalam Klan Fang.
“Atau ... anak muda ini hanya bekerja sama dengan individu di Klan Fang? Walaupun demikian tak baik jika memulai konflik dengan Klan besar,” gumam Pria tua itu. “Baiklah, untuk saat ini kami akan mundur dan mengawasimu. Jika kami mengetahui kau berbohong, maka akhirmu tak akan baik anak muda!”
Ye Tianming tidak peduli dengan ancaman Kelompok Pengemis itu. Dia hanya tersenyum lebar.
“Terimakasih sudah menolong kami, tuan!” Gadis muda cantik itu langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
Ye Tianming melambaikan tangan dan berkata, “Sudah, tak perlu bersikap formal begitu. Bagaimana, apakah kau menerima tawaranku tadi?”
Karena kasihan pada anak-anak ini, ia menjadi tertarik membuat cabang Kelompok Pedagang Teratai Emas di sini. Anak-anak ini juga akan menjadi aset masa depan Kelompok Iblis Bayangan jika mereka menjadi Pendekar suatu hari nanti. Mereka akan menjadi bawahan yang setia karena dirawat dari kecil, mereka akan merasa berhutang budi karena sudah diselamatkan.
Ye Tianming kemudian berpikir apakah ia akan membuat Panti Asuhan di tempat-tempat yang ia kunjungi, saat anak-anak itu dewasa nanti maka Kelompok Iblis Bayangan akan menjadi organisasi sebesar Kelompok Pengemis atau memiliki kekuatan setara Klan besar.
“Cih, ambisimu terlalu besar! Apakah kau memiliki uang membiayai mereka? Kau saja makan seadanya demi berhemat!” cibir Leluhur Ye Xiu yang membuat Ye Tianming terbatuk-batuk, terkejut mendengar fakta tersebut.
kupikir bante"