Setelah meninggal nya suami dan calon bayinya, Reyna di pertemukan lagi dengan keluarganya dan dipaksa menikah untuk menguatkan kerja sama perusahaan.
Dengan segala ancaman, akhirnya Reyna bersedia menikah lagi namun betapa terkejutnya ia bahwa ternyata dia menjadi istri kedua dari Arsen Megantara.
Hidup bersama dengan suami dan istri pertamanya, membuat Reyna selalu terbayang akan kebersamaan dengan Doni, suaminya yang dulu.
Ini karakternya strong women ya teman-teman... Dan Arsen juga nggak kalah baiknya..
Novel pertamaku. Semoga syukaaaa...
Harap bijak memberikan komentar 🙏
Happy reading ♥️♥️♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
🍓🍓🍓
Reyna berusaha melepaskan diri dari pelukan Doni. Dalam keadaaan tubuh yang sakit ia mencoba bangkit. Hingga sesuatu yang mengalir di sela paha nya tidak ia pedulikan.
Reyna berteriak mencoba meminta pertolongan pada seseorang yang menabrak mereka. Ia ingin menghampiri nya tapi dengan cepat mobil itu melesat meninggalkan mereka berdua.
Teriakan Reyna semakin kencang. Berusaha meminta bantuan pada pengendara lain. Tapi semua orang hanya melewatinya.
Ingin meminta bantuan pada orang lain tapi pada siapa. Di dekat bengkel hanya ada beberapa warung yang sudah tutup. Dan sudah pasti tidak ada orang.
Dengan tertatih ia kembali pada Doni. Terlihat tangan Doni yang luka - luka. Tapi yang lebih mengkhawatirkan adalah darah yang terus keluar dari kepalanya. Reyna memeluk Doni sambil menangis. Tangannya berusaha menekan luka di kepala Doni agar darah bisa berhenti.
"Doni, bertahanlah. Sebentar lagi kita ke Rumah Sakit. Maafkan aku Doni". Isak Reyna.
Doni masih setengah sadar. Di sela-sela mata yang hampir tertutup ia mengucapkan sesuatu.
"Aku mencintaimu istriku. Tapi maaf aku tidak bisa menjaga kamu lagi". Itulah kalimat yang sempat diucapkan Doni sebelum akhirnya ia hilang kesadaran bersamaan dengan sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka.
Reyna menoleh, tak dapat terkira kelegaan dalam hatinya. Setelah ini Doni bisa selamat. Begitu pikirnya.
Seorang pria paruh baya turun dan menghampiri keduanya. Tanpa berlama-lama ia segera membopong Doni dan diletakkan di kursi belakang.
Reyna menyusul, ia merasa perutnya teramat sakit. Dan keringat dingin tak henti keluar di dahinya.
Tapi lagi-lagi ia tidak berfikir apapun. Yang ia cemaskan saat ini adalah Doni. Ribuan doa ia panjatkan sepanjang jalan. Satu tangannya menekan luka Doni dan satu tangannya lagi mengelus perutnya.
Saat mobil tiba pria itu berteriak di depan UGD dan para perawat dengan sigap membawa brangkar untuk mengangkut Doni.
"Nak, maaf saya tidak bisa ikut ke dalam. Saya sedang buru-buru karena adik saya juga sakit. Ini ada uang semoga bisa sedikit membantu". Kata lelaki itu sambil meletakkan sejumlah uang pada genggaman Reyna.
Reyna tidak menolak dan mengatakan banyak- banyak terima kasih. Ia masih menangis. Penampilan nya acak - acakan. Bajunya penuh darah. Tapi yang menyita perhatian lelaki itu adalah darah segar yang masih mengalir dari balik dasternya.
Ia lalu memanggil suster untuk memeriksa kondisi Reyna. Dan saat ingin memastikan kondisi Reyna, tiba-tiba ponsel lelaki tua itu berdering. Ia mengangkat panggilan telfon dan segera pergi dengan tergesa-gesa.
Reyna dibaringkan di ranjang. Wajahnya sudah pucat dan sebelum Dokter datang, kesadarannya mulai hilang.
🍓🍓🍓
Reyna mengerjapkan mata karena terusik oleh sinar matahari. Kepalanya terasa berat. Dan perutnya terasa kram.
Perut..
Ia menyadari ada yang berbeda. Iya perut nya mengecil. Tidak buncit seperti ingatan terakhir nya.
Ia segera bangun. Terduduk dan mengelus perutnya. Pandangan nya menyapu seluruh ruangan. Ruangan yang didominasi warna putih dan bau obat yang begitu menyengat.
Tangannya juga terpasang jarum infus. Itu artinya ia berada di Rumah Sakit.
Seketika ingatan nya tertuju pada satu hal. Doni.
Dimana kah suaminya ? Apa Doni sudah sembuh. Apa Doni tau kalau ia sudah melahirkan. Dan anaknya, dimana anaknya.
Ia berusaha melepaskan jarum infus dengan hati - hati. Semua tubuhnya terasa sakit entah kenapa.
Kemudian ia berjalan perlahan kearah pintu. Tapi sebelum ia menyentuh handle nya, pintu itu terbuka dari luar.
Betapa terkejutnya Reyna melihat sosok yang berdiri di depannya. Sosok yang dirindukan sekaligus yang dibencinya.
"Papa .." Tubuh Reyna membeku. Bagaimana bisa Papanya disini sekarang. Dalam keadaaan nya yang tidak baik - baik saja. Apa yang akan dilakukannya. Apa ia bertemu dengan Doni tadi. Berbagai macam pertanyaan mulai menguasai pikiran nya.
Papa Haris masih diam. Ia masuk dan menuntun Reyna kembali ke ranjang. Ekspresi nya masih sama seperti beberapa bulan yang lalu saat mereka bertemu.
"Apa yang Papa lakukan disini ?Papa tidak berniat memisahkan ku dan Doni kan ?" Tanya Reyna bertubi- tubi.
"Istirahat lah Rey. Kamu baru saja siuman. Tidak baik banyak bicara." Kata Papa Haris. Ia duduk di kursi sebelah ranjang Reyna.
Reyna menatap Papanya. Pria itu dalam keadaan yang baik - baik saja sama seperti sebelumnya. Reyna bersyukur, jadi rasa bersalah tidak terlalu menggerogoti hatinya.
"Pa, Doni kecelakaan. Apa Papa sudah melihat dia ?" Tanya Reyna.
Papa Haris mengangguk.
"Aku juga sudah melahirkan Pa. Apa Papa juga melihat cucu Papa ? Apa dia laki - laki sama seperti hasil USG ?" Tanya Reyna lagi.
"Iya sudah. Jangan banyak bicara Reyna. Istirahat saja. Papa banyak pekerjaan ". Jawab Papa Haris mengambil ponsel sambil berlalu kearah sofa.
"Bagaimana Papa bisa ada disini?" Tanya Reyna lagi. Rupanya rasa penasaran masih menguasai nya.
"Kamu lupa kalau Papa ini Haris Mahendra. Apa yang tidak Papa ketahui". Jawaban Papa Haris membungkam mulut Reyna. Sehingga ia tidak bertanya lagi.
Lama - kelamaan ia merasa matanya berat dan akhir tertidur lagi.
Papa Haris memandang Reyna dengan lelehan air mata yang mengalir di mata tua nya.
Ia tidak tau apa yang akan ia katakan nanti. Ia senang bertemu lagi dengan putri nya. Tapi tidak dengan keadaan seperti ini.
"Maafkan Papa Reyna".
🍓🍓🍓
Saat kondisi Reyna Benar - benar pulih, Papa Haris dibantu dua orang Dokter menjelaskan sesuatu kepada Reyna yang membuat dunia nya hancur seketika.
Dokter pertama mengatakan ia yang menangani Doni pada malam itu. Dan Dokter mengatakan Doni sudah tidak bernafas saat sudah tiba di Rumah Sakit. Itu artinya Doni sudah meninggal saat ditempat kecelakaan atau saat diperjalanan.
Dokter kedua mengatakan ia yang membantu persalinan Reyna. Pada malam itu, Reyna mengalami pendarahan tapi ia tidak sadar. Ia mengira darah itu berasal dari Doni meskipun ia merasa perutnya sakit.
Dokter dengan segera mengambil tindakan operasi. Dan Dokter itu pulalah yang menandatangani surat persetujuan operasi sebagai wali Reyna. Setelah ia menghubungi Papa Haris dan memberitahukan kondisi Reyna.
Ternyata Dokter itu salah satu teman Papa Haris dan tau kalau Reyna adalah putri temannya itu.
Dokter juga mengatakan setelah operasi itu Reyna sempat kritis karena kehilangan banyak darah. Kondisi nya mulai stabil seusai menerima transfusi darah. Tapi Reyna koma selama empat hari dan baru terbangun di hari kelima saat bertemu dengan papa Haris.
"Lalu sekarang dimana putraku ?" Tanya Reyna sesenggukan mengingat ia dan Doni sudah terpisah kan.
Dokter wanita yang seusia Papanya itu tersenyum dan menggenggam tangan Reyna.
"Kuatkan hatimu nak. Maafkan saya, bayimu tidak selamat. Ia meninggal dalam kandungan. Keadaannya sudah membiru saat kami mengeluarkan nya. Kemungkinan ia mengalami benturan yang sangat keras dan ia juga menelan banyak sekali air ketuban". Jelas Dokter Eka.
Sekali lagi, kenyataan pahit menghantam hati nya. Apa ini. Kenapa semua yang ia sayangi pergi dari hidupnya. Dan lebih menyakitkan lagi, mengapa keduanya tidak mengajak Reyna bersama.
'Mengapa aku hancur seorang diri Tuhan. Mengapa tidak kau satukan aku dengan suami dan anakku saja. Kalau kau menyayangiku, kenapa kau pisah kan kami. Aku belum sempat melihat dan menggendong nya. Kini kau hukum aku dengan rasa bersalah. Apa ini ganjaran yang sepadan karena aku menentang keinginan Papa." Ratap Reyna setiap waktu.
Setelah Reyna keluar dari Rumah Sakit, Papa Haris mengajak nya menziarahi makam Doni dan Putranya tersebut.
Disebuah pemakaman umum. Meraka dimakamkan bersebelahan.
Papa Haris juga menunjukkan foto bayinya. Ia terlihat tampan walau sebagian tubuhnya membiru. Rupanya benturan malam itu tidak main-main hebat nya. Hingga membuat dua nyawa hilang sekaligus.
Beberapa bulan Reyna masih murung. Ia masih tinggal di rumah lamanya dan Doni. Papa Haris mengirim dua pelayan untuk menemani Reyna. Sedangkan Papa Haris kembali ke Jakarta untuk bekerja.
Sesekali ia datang menjenguk Reyna bersama Mama Arini dan Maretha. Tapi kehadiran mereka tidak pernah dipedulikan oleh Reyna.
Hingga pada suatu hari Papa Haris membawa paksa Reyna pulang ke Jakarta karena ia akan menikahkan nya dengan putra rekan kerjanya.
Reyna memberontak. Tapi tetap, Papa Haris yang berkuasa. Ia berjanji pada Reyna akan mencari orang yang menabraknya pada malam naas itu. Tentu Reyna menolak, tanpa bantuan Papa Haris ia bisa melakukannya sendiri. Tapi nanti, saat suasana hatinya sudah membaik.
Tapi Papa Haris tidak kehabisan ide. Ia mengancam Reyna jika tidak mau menikah maka ia akan memindahkan makan Doni dan Putranya ke tempat yang jauh sampai Reyna tidak bisa menemukan keberadaan mereka.
"Papa keterlaluan. Tega - teganya mengancam ku dengan mengatasnamakan mereka. Papa sadar ? Mereka adalah menantu dan cucu Papa ! Suka tidak suka Papa tidak bisa menolak kenyataan itu!" Bentak Reyna.
Ia tidak habis pikir, demi ambisinya Papa Haris tega menikahkan Reyna saat kepergian suami dan anaknya masih lima bulan berlalu.
"Papa lakukan itu untuk kebahagiaan mu Rey". Gumam Papa Haris.
Hingga menikahlah Reyna dan Arsen atas kehendak kedua orang tua mereka.
Flashback off.....
🍓🍓🍓
Flashback nya selesai disini ya kak. Selanjutnya cerita masa sekarang Reyna dan Arsen.
Maafkan othor yang beberapa waktu belum bisa up dikarenakan kurang enak badan.
Terimakasih yang setia membaca.