NovelToon NovelToon
Kebetulan Menjadi Legenda Murim

Kebetulan Menjadi Legenda Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Antagonis
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Drunk Cats

Geun hanya ingin cepat kaya dan hidup nyaman.

Tapi setiap kebohongan kecil dan pertarungan nekat demi uang justru melahirkan legenda baru.

Saat dunia bela diri mulai menyebutnya monster dan iblis, Geun sendiri hanya sibuk mencari kerja dengan bayaran tinggi.

Geun yang awalnya hanyalah pemuda gelandangan yang ingin hidup bebas dan nyaman, namun tanpa sadar meninggalkan jejak yang mengubah dunia bela diri selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drunk Cats, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #34: The Silent Viper

Malam semakin larut di Nanjing.

Bulan bersembunyi di balik awan tebal, seolah enggan menyaksikan dosa-dosa yang merayap di gang-gang sempit kota.

Di pintu belakang Red Flower Pavilion, Geun keluar dengan langkah sempoyongan.

Wajahnya merah padam, napasnya bau arak mahal, dan jubah sutranya agak berantakan.

"Hah... gadis-gadis itu..." racau Geun sambil terkekeh sendiri. "Tenaga mereka... luar biasa... tapi tidak sekeras pijatanku."

Geun berjalan menyusuri gang gelap yang memisahkan distrik bordil dengan jalan utama. Dia ingin menuju Kasino Golden Dragon, tapi kandung kemihnya berteriak minta dikosongkan. Efek minum sepuluh botol Arak Nada Cahaya mulai terasa.

"Sial... Aku mau kencing..."

Geun berhenti di sebuah sudut tembok yang gelap dan bau pesing. Dia menyingkap jubah sutranya dan mulai buang air kecil dengan nikmat.

"Aaaah... lega. Ini kencing seharga 1.200 tael. Harusnya baunya wangi."

Sementara itu, lima meter di atas kepala Geun, bertengger di ujung atap genteng yang runcing, sesosok bayangan hitam sedang mengamati.

Dia tidak bernapas. Detak jantungnya ditekan hingga sepelan reptil yang sedang hibernasi, itu adalah teknik bersembunyi tingkat tinggi.

Dia adalah The Silent Viper.

Pembunuh bayaran elit yang disewa oleh Magistrate Yun Dae-rim dengan harga selangit. Reputasinya cukup mengerikan, karena menurut rumor dia adalah keturunan Klan Racun Baekdu. Targetnya tidak pernah ditemukan sebagai mayat utuh. Biasanya hanya berupa genangan cairan berbau busuk atau tulang yang bersih dari daging.

Viper menatap targetnya dengan tatapan meremehkan.

"Target mabuk berat. Tidak ada pengawal. Kencing sembarangan. Ini pekerjaan termudah tahun ini," batin Viper. "Magistrate itu paranoid. Bocah ini cuma anak orang kaya bodoh."

Viper tidak suka darah. Darah itu amis dan berantakan.

Dia lebih suka seni kimia.

Viper mengeluarkan sebuah botol porselen kecil dari balik sabuknya.

Dia mencabut penyumbatnya.

Tidak ada suara.

Isinya bukan cairan, melainkan gas yang lebih berat dari udara.

Bone Melting Mist.

Racun dari Lembah Barat. Tidak berwarna. Tidak berbau. Cukup satu tarikan napas, dan paru-paru korban akan mencair, diikuti oleh organ dalam lainnya. Korban akan mati tenggelam dalam cairan tubuhnya sendiri tanpa sempat berteriak.

Viper meneteskan gas itu ke bawah. Gas itu turun perlahan seperti hantu transparan, menyelimuti Geun yang sedang asyik kencing.

Di bawah, Geun sedang bersenandung sumbang.

Tiba-tiba, mata merahnya, yang bisa melihat segala bentuk energi, menangkap sesuatu.

Dalam pandangan mabuk Geun, dia melihat uap tipis berwarna kelabu melayang di depan wajahnya.

Tapi karena otaknya sedang korslet oleh alkohol, logikanya menjadi aneh.

"Lho?" Geun menyipitkan mata. "Kok kencingku berasap? Apa saking mahalnya arak tadi, kencingku jadi mengandung Qi?"

Geun, dengan rasa penasaran seorang bocah, justru menghirup nafas dalam-dalam.

Dia menyedot kabut racun mematikan itu masuk ke paru-parunya.

Hhhhrrrggghhh...

Di atas atap, Viper tersenyum sadis di balik maskernya. "Selesai. Tiga detik lagi dia akan batuk darah cair."

Satu.

Dua.

Tiga.

Di dalam tubuh Geun, terjadi fenomena biologis yang tidak masuk akal.

Gas Bone Melting Mist itu masuk ke paru-paru Geun. Sifat racunnya yang korosif mencoba membakar jaringan paru-paru.

Tapi paru-paru Geun bukan lagi organ normal. Sejak dia menciptakan Reverse Breathing Technique, paru-parunya telah bermutasi menjadi tungku pembakaran.

Sel-sel di paru-paru Geun, yang selalu lapar akan energi, mendeteksi racun itu bukan sebagai ancaman.

Melainkan sebagai Makanan Pedas.

Chaos Qi di dalam darah Geun langsung menyerbu racun itu seperti piranha.

Racun itu dilahap, diurai ikatan kimianya, dan dikonversi paksa menjadi energi murni yang meledak-ledak.

ZING!

Mata Geun yang tadi sayu karena mabuk, tiba-tiba terbuka lebar.

Pupil merahnya menyala terang dalam kegelapan.

Alkohol di darahnya terbakar habis instan oleh lonjakan metabolisme.

"WOAH!" Geun tersentak kaget.

Dia merasa... Segar. Bugar.

Pikirannya jernih seolah dia baru tidur sepuluh jam. Energinya meluap-luap.

"Gila!" seru Geun takjub, menatap uap yang dia kira uap kencingnya sendiri. "Baunya nggak enak, tapi bikin melek! Kencing orang kaya emang beda! Bisa jadi obat sadar mabuk!"

Geun menggoyangkan badannya. "Mantap. Siap judi lagi nih."

Di atas atap, mata Viper hampir copot dari rongganya.

"Dia... dia menghirupnya semua? Dan dia malah jadi segar?! Apa-apaan itu?!"

Keringat dingin menetes di dahi Viper.

"Informasi Magistrate salah. Dia bukan manusia biasa. Dia mungkin punya Poison Body atau memakan Thousand Year Toad. Tidak masalah. Kalau racun tidak mempan, baja pasti mempan."

Viper mengubah strategi. Dia tidak mau turun tangan langsung karena terlalu berisiko.

Dia mengeluarkan senjata andalan keduanya.

Soul Tearing Needles.

Jarum baja hitam setipis rambut, direndam dalam bisa ular kobra selama sepuluh tahun. Cukup goresan kecil untuk membunuh gajah.

Viper membidik titik vital.

Tiga jarum.

Satu ke leher belakang.

Satu ke pelipis.

Satu ke bola mata.

Fwip. Fwip. Fwip.

Jarum itu melesat tanpa suara, membelah angin malam.

Jarum pertama menghantam leher belakang Geun.

TING!

Bunyi logam beradu terdengar jelas.

Jarum baja itu, saat menyentuh kulit leher Geun yang telah ditempa menjadi Everlasting Demonic Physique, tidak menembus.

Ujung jarumnya bengkok, lalu jatuh ke tanah.

Geun merasakan ada yang menggelitik lehernya.

Dia menepuk lehernya refleks.

PLAK!

"Aduh," Geun menggaruk lehernya. "Nyamuk Nanjing gede-gede ya? Gigitannya sakit."

Viper di atap menahan napas. "Kulitnya... menolak baja?!"

Jarum kedua dan ketiga melesat.

Kali ini Geun berbalik badan karena sudah selesai kencing.

Satu jarum mengarah tepat ke bola mata kiri Geun.

Secara refleks, karena ada benda asing mendekat ke mata, Geun berkedip.

Kelopak matanya menutup dengan kecepatan kilat.

TING!

Jarum itu menghantam kelopak mata Geun.

Bagi manusia normal atau praktisi rendah, jarum itu akan menembus kelopak dan menusuk otak.

Tapi kelopak mata Geun juga adalah bagian dari tubuhnya. Bagian dari otot yang bisa dia kontrol kepadatannya.

Jarum itu memantul dari kelopak mata Geun, mental ke dinding bata di sebelahnya dan menancap dalam di sana.

Geun membuka matanya lagi, mengucek-uceknya.

"Sialan. Nyamuknya banyak banget sih di sini? Terbangnya juga nekat bener mau masuk mata."

Geun mengibaskan tangan di depan wajahnya, mengusir "nyamuk" itu.

Di atas atap, The Silent Viper gemetar hebat. Lututnya lemas.

Senjata pembunuh massal diminum seperti vitamin.

Senjata penembus baja dianggap nyamuk.

"Monster..." batin Viper, rasa takut yang primal merayap di tulang punggungnya. "Magistrate Yun... kau menyuruhku membunuh monster dengan jarum jahit? Kau gila."

Insting pembunuhnya berteriak satu kata, lari.

Viper tidak berpikir dua kali. Dia berbalik, melompat dari atap ke atap, melarikan diri secepat mungkin dari gang itu. Dia tidak akan melapor ke Magistrate. Dia akan kabur ke provinsi lain, ganti nama, dan jadi petani. Persetan dengan uang kontrak. Nyawa lebih penting.

Di bawah, Geun merapikan jubah sutranya.

Dia merasa sangat bertenaga. Racun tadi memberinya boost adrenalin yang aneh.

"Ah, udaranya jadi segar," gumam Geun, tidak sadar bahwa udara segar itu karena Viper sudah pergi.

Dia melangkah keluar dari gang gelap itu, bersiul riang, menuju cahaya terang lampion di kejauhan yang menandakan lokasi Kasino Golden Dragon.

"Tunggu aku, uang-uangku. Papa datang."

Tanpa dia sadari, di belakangnya, di tanah yang lembap bekas dia berdiri, seekor tikus got yang tidak sengaja menjilat sisa tetesan Bone Melting Mist di tanah langsung meleleh menjadi bubur daging dalam hitungan detik.

1
Marthen
keren
̇
terus update tor
Marthen
/Doubt/
kirno
lanjutkan
Agen One
mantabbb🔥
Marsah Hayati
bisnis yang menjanjikan geun... 😄
Marsah Hayati
astaga... cicak sakit pinggang... gak kebayang🤣🤣
Aizam Kai
jalan cerita yang menarik harap diteruskan episodnya
kirno
lanjutkan
kirno
mntap,, lanjutkan
kirno
seru nih, lucu
Riduanmake
bau2 heavenly demon
Noman Me
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!