NovelToon NovelToon
The Queen

The Queen

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Setelah badai di bursa saham pagi itu, universitas terasa seperti medan perang yang ditinggalkan pelakunya. Queen memilih untuk mengasingkan diri di rooftop gedung perpustakaan tua, tempat di mana angin malam bertiup kencang dan lampu kota tampak seperti butiran berlian yang tak terjangkau.

Ia butuh udara. Ia butuh ruang untuk memproses kenyataan bahwa pria yang baru saja ia hancurkan aset keluarganya adalah pria yang sama yang memberinya senjata untuk melakukan itu.

Langkah kaki yang berat dan berirama terdengar di belakangnya. Queen tidak perlu menoleh untuk tahu siapa itu. Aroma sandalwood dan dinginnya malam yang terbawa bersamanya sudah cukup menjadi penanda.

"Kau seharusnya merayakan kemenanganmu di bawah sana bersama Luna dan Rian, Elara," suara Adrian terdengar rendah, hampir hilang ditelan angin.

Queen berbalik, menyandarkan punggungnya pada pagar pembatas. Rambut panjangnya tertiup berantakan, menutupi sebagian wajahnya yang pucat. "Bagaimana aku bisa merayakan kemenangan yang dibangun di atas pengkhianatanmu terhadap ayahmu sendiri?"

Adrian berhenti tepat di depan Queen. Ia tidak menjaga jarak. Ia memeluknya dan masuk ke dalam ruang pribadi Queen, memaksa wanita itu untuk menatap matanya yang abu-abu mata yang malam ini tidak tampak seperti predator, melainkan seperti pria yang sedang tenggelam.

"Aku tidak mengkhianatinya," bisik Adrian. Tangannya perlahan terangkat, menyelipkan helaian rambut Queen ke belakang telinganya. Sentuhannya dingin, namun membuat kulit Queen meremang. "Aku hanya memilih sisi yang benar. Dan bagiku, kau adalah satu-satunya sisi yang layak aku bela."

"Jangan katakan itu," Queen mencoba memalingkan wajah, namun jempol Adrian menahan dagunya dengan lembut namun tegas. "Kita musuh, Adrian. ayahmu... mereka adalah tembok yang tidak akan pernah bisa kita lalui."

"Persetan dengan tembok itu," Adrian mendekat hingga kening mereka bersentuhan. Napasnya terasa hangat di bibir Queen. "Kau pikir kenapa aku memberikan flashdisk itu? Karena aku ingin melihatmu menang? Ya. Tapi lebih dari itu, aku ingin kau tahu bahwa aku bersedia membakar duniaku sendiri hanya agar kau bisa berdiri tegak di atas abunya."

Queen merasakan jantungnya berdegup kencang, sebuah pengkhianatan dari tubuhnya sendiri terhadap dendam yang ia pelihara. "Kau gila. Kau akan kehilangan segalanya jika ayahmu tahu."

"Aku akan kehilangan segalanya jika kau menatapku dengan kebencian Elara," Adrian berbisik tepat di depan bibir Queen. "Hancurkan hartaku, hancurkan namaku, tapi jangan biarkan aku kehilangan cara kau menatapku Penuh cinta disetiap harinya."

Tanpa menunggu jawaban, Adrian memangkas jarak yang tersisa. Ia mencium Queen dengan intensitas yang meledak, sebuah ciuman yang penuh dengan rasa lapar, rasa bersalah, dan kerinduan yang telah lama ditekan.

Queen tidak memberontak, tangannya mendorong pelan dada Adrian, namun perlahan jari-jarinya meremas kain kasmir pria itu. Ia akan selalu menyerah. Di atas atap gedung yang sunyi itu, Queen melepaskan topeng "Ratu" yang kuat dan membiarkan dirinya menjadi Elara—wanita yang Kan selalu mencintai Adrian Alistair.

Ciuman itu terasa seperti pertempuran. Pahit karena dendam, namun manis karena gairah yang tak tertahankan. Saat mereka akhirnya melepaskan tautan, napas keduanya terengah-engah.

Queen menatap Adrian dengan mata yang kini berkaca-kaca. "Ini tidak akan mengubah apa pun, Adrian. Aku tetap akan menghancurkan perusahaan Alistair."

Adrian tersenyum tipis, sebuah senyuman sedih namun tulus. Ia mengusap sisa napas di bibir Queen dengan ibu jarinya. "Aku tahu. Dan aku akan tetap berada di sana untuk melihatmu melakukannya. Tapi malam ini... biarkan aku menjadi Adrian-mu, bukan putra musuhmu."

Di bawah langit yang kelam, di antara gedung-gedung pencakar langit yang menjadi saksi intrik mereka, dua pewaris takhta itu berdiri berpelukan. Mereka tahu bahwa besok pagi, mereka akan kembali menjadi rival yang siap saling menjatuhkan di meja hijau bursa saham. Namun malam ini, di bawah bayang-bayang kehancuran, mereka menemukan satu-satunya hal yang tidak bisa mereka beli dengan saham atau kekuasaan: satu sama lain.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading❤

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!